Gabung Insight Broadcast

Mindset Content Creator #1: Audience Centric

Mark

Mindset pertama yang harus dimiliki oleh seorang konten kreator.

Mindset Content Creator #1: Audience Centric

Selamat datang bagi kamu yang baru pertama kali menemukan blog ini. Ini adalah blog pertama dari Insight belajar Instagram Hack karya bang Ogut. Sudah lama saya ingin mempelajari modul Instagram Hack. Tapi baru kali ini saya bisa bergabung untuk belajar dan baru kali ini juga saya bisa berbagi insightnya kepada kalian, Sohib Insight.

Satu hal yang sangat saya sukai dari Instagram Hack karya bang Ogut ini, yaitu after sales yang ditawarkan. Ada banyak sekali bonus yang bisa kita dapatkan ketika join Instagram Hack, diantaranya: grup diskusi, pasgab yang bisa membantu kita untuk menghadapi hate comment dari orang-orang yang tidak suka dengan konten kita, karena iri atau lain hal. (Biasanyanya hater yang suka bilang gini nih, “Yaa,, gitu doang. Digoogle juga banyak.” YA, KALO DI GOOGLE BANYAK KENAPA ENTE NONGOL KEMARI BAMBANG. CARI YANG LAIN SONO KAN BISA. JOGET TIKTOK ATAU APA KEK, ARRGGHH. Tuh kan jadi kesel saya. Sorry, Sohib Insight, terbawa suasana). Dan bonus lainnya yang bisa kita dapatkan, yaitu bimbingan tiap tanggal 10 dan 20 melalui live streaming.

Jadi, di blog pertama Class Insight - Instagram Hack. Saya ingin berbagi insight yang paling penting bagi seorang konten kreator, yaitu mindset. Sebenarnya ada beberapa mindset yang perlu kita pahami dan perlu kita terapkan ketika kita memutuskan berkarir sebagai konten kreator.

Saya akan coba mengulas semua mindset tersebut secara bertahap. Yang nantinya, bisa kalian baca di blog Jurnal Insight. Insya Allah, postingan update rutin tiap minggunya. Jadi, silahkan dibaca sampai selesai. Dan semoga insight Instagram Hack ini bisa membantu kamu, khususnya yang ingin berkarir menjadi konten kreator/influencer, tidak terkecuali saya.

INSIGHT 1

Fokus Pada Audiens

Mindset pertama yang dibahas dalam Instagram Hack, yaitu fokus pada audiens atau audience centric. Dalam video tersebut, bang Ogut menjelaskan tentang audience centric sebagai mindset yang dalam membuat konten kita tidak boleh membuat konten yang hanya memuaskan diri kita sendiri. Justru kita membuat konten untuk memuaskan audiens kita.

Banyak orang yang membuat konten tapi engagementnya sedikit, followernya sedikit, kenapa? Karena ia membuat konten yang hanya memuaskan dirinya sendiri atau hanya menyenangkan dirinya sendiri. Bang Ogut menyebutnya sebagai Ego Centric, yaitu mindset kreator yang berpusat pada ego si pembuatnya.

Contoh postingan Ego Centric yang sering kita temui yaitu postingan photo pribadi. Apakah ada masalah dengan postingan dengan ego centric? Nggak ada masalah sih sebenarnya. Kalo kamu seorang artis atau public figure yang terkenal. Tapi masalahnya kan disini kita ingin menjadi konten kreator yang sebelumnya tidak banyak orang yang kenal dengan diri kita, hehe.

Pertanyaannya, apa pentingnya kita sebagai konten kreator, yang harus membuat konten audience centric atau konten yang berfokus pada audience. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita sedikit bernalar.

Kita sebagai konten kreator pasti ingin dong konten kita mendapatkan engagement yang tinggi dan mendapatkan follower yang banyak. Pertanyaannya, dari mana datangnya engagement yang tinggi dan follower yang banyak? Siapa yang memberikan kita engagement yang tinggi dan siapa yang membuat follower kita bertambah banyak? Jawabannya tidak lain dan tidak bukan, netijen (canda ✌). Jawabanya, ya mereka yang menikmati konten kita, pengguna sosial media.

Pertanyaan selanjutnya. Kenapa mereka bisa atau ingin memberikan engagement kepada konten yang kita post dan mem-follow akun kita? Alasanya bisa bermacam-macam. Bisa jadi karena mereka merasa masalahnya terselesaikan dengan konten kita. Mereka merasa mendapatkan ilmu baru atau pengetahuan baru dari konten kita. Atau, mereka merasa terhibur dengan konten kita.

Jenis konten kan ada tiga, ya. Kalo nggak salah. Yaitu konten edukasi, informasi, dan hiburan. Kalo ada yang lain mungkin bisa ditambahkan di kolom komentar nanti, ya, Sohib Insight.

Cara membuat konten agar mendapatkan engagement tinggi dan follower banyak seperti itu gimana, Di’ (nama panggilan saya)? Ya, dengan menerapkan mindset audience centric, seperti yang diajarkan bang Ogut.

INSIGHT 2

Belajar dari Gojek

Dalam video tentang mindset audience centric. Ada contoh yang saya suka dari bang Ogut. Di video tersebut bang Ogut memberikan contoh tentang gojek. Ia katakan bahwa gojek pun memiliki mindset yang berfokus pada audiens. Buktinya apa? Kalo kita flashback sebelum adanya gojek. Kita kan sering tuh, melihat bang ojek nunggu penumpang di pangkalan ojek. Kalo ada penumpang datang, ya alhamdulillah dapat tarikan. Kalo nggak? Ya nunggu lagi besok di pangkalan. Belum lagi ada penumpang yang tidak tau ada pangkalan ojek atau dia tau tapi jauh dan malas jalan kaki ke pangkalan ojek. Kata penumpangnya: “Ah, daripada gua jalan kaki ke pangkalan ojek-pulang naik ojek. Mending jalan aja ke rumah. Toh juga sama kalo di itung-itung langkah kaki ke pangkalan ojek sama langkah kaki ke rumah.” (Pengalaman pribadi Sohib Insight, haha).

Nah, dari sini kita bisa tau solusi yang dihadirkan oleh gojek adalah solusi yang berfokus pada audiens atau solusi yang memecahkan masalah masyarakat. Pertama dari sisi bang ojeknya; gimana caranya agar bang ojeknya bisa dapat penumpang tanpa harus nunggu lama di pangkalan. Yang kedua dari sisi penumpangnya atau pengguna jasa ojek; gimana caranya agar penumpang ini mendapatkan kemudahan, yaitu nggak perlu jauh-jauh ke pangkalan tapi tinggal menghubungi bang ojeknya aja, abis itu tinggal tunggu di lokasi penjemputan.

Itulah konsep audience centric.

Saya jadi ingat, dulu kalo ibu saya bepergian jauh, biasanya pake ojek. Waktu pulang, ibu saya minta nomor ojeknya. Biar nanti tinggal telpon, nggak perlu ke pangkalan ojek atau nunggu-nunggu lagi dipangkalan ojek.

Karena menunggu itu menyakitkan SEKALEHHHH. Seperti menunggu balasan wa doi yang tak kunjung dibalas-balas 🌚 (krik).

Coba kalo gojek gak punya mindset audience centric. Mungkin kita semua masih sama. Pulang pake becak🙄

Nggak lucu ya jokenya? Oke, skip…

INSIGHT 3

Konten Audience Centric

Setelah membaca teks panjang lebar dan joke-joke saya yang tidak lucu, haha. Mungkin kalian penasaran dengan cara membuat konten yang berfokus pada audiens. Gimana teknisnya? Silahkan kalian simak. Kalo perlu dicatat atau langsung dipraktekan, juga boleh. Itu jauh lebih baik daripada hanya sekedar membacanya.

Untuk membuat konten yang berfokus pada audiens atau audience centric kita perlu memahami hal ini sedikit.

Dalam dunia perkontenan ada yang disebut dengan niche (gak di dunia perkontenan aja sih sebenarnya🙄 Di dunia pemasaran juga, mungkin awalnya dari sana juga, kayaknya😶). Jadi apa itu niche? Dalam hal ini, simpelnya, niche itu adalah satu topik atau sekelompok audiens yang ingin kita sasar secara spesific. Misalnya, kita ingin membicarakan konten seputar ilmu komunikasi atau communication skills. Nah, komunikasi itu kan ada banyak tuh turunannya. Yang paling kita kenal itu ada public speaking atau ilmu berbicara di depan umum. Ada juga komunikasi yang fokus mempelajari cara bernegosiasi, persuasi, dan si-si-si lainnya. Kita tinggal pilih, mau membahas niche yang mana?

Apakah bisa membahas semua niche. Menurut saya sih bisa-bisa aja, asal masih satu turunan yang sama. Hanya saja pada saat itu kita mau membahas topik spesifik yang mana? Biar kita bisa fokus Sohib insight.

Berbicara tentang niche, di video Instagram Hack, bang Ogut membaginya menjadi beberapa bagian:

Pertama, Industry; Kedua, Niche; Ketiga, Specific Niche; Keempat, Super Specific Niche.

Contoh:

  • Industry: Komunikasi 
  • Niche: Public Speaking 
  • Specific Niche: Presentasi 
  • Super Specific Niche: Tips Presentasi untuk Mahasiswa Tingkat Akhir (Presentasi Skripsi/Tugas Akhir).

Gimana Sohib Insight, mudahkan? Nah, sekarang coba kalian tuliskan satu industri yang ingin kalian bahas dengan menjawab pertanyaan dibawah (udah kayak mau ujian semester aja nih kita, haha). Lalu, cobalah cari Niche, Specific Niche dan Super Specific Niche-nya. Kalian bisa tulis dimana aja. Atau kalo kamu mau tulis di kolom komentar juga boleh. Biar nanti kita ada diskusi.

Kategori/Industri: Di kategori/industri apa konten yang ingin kamu sasar? (Lihat contoh diatas)

Niche: Dari kategori/industri yang kamu sasar, apakah bisa diperkecil? (Lihat contoh diatas)

Specific Niche: Dari nihce yang sudah kamu perkecil, apakah bisa diperkecil lagi menjadi lebih spesifik? (Lihat contoh diatas)

Super Specific Niche: Apakah ada yang lebih-lebih spesifik dari specific niche yang kamu pilih? Jika ada, apa itu? Jika tidak ada, maka cukup sampai specific niche saja.

Kemudian kalian juga bisa tambahkan dengan value apa yang bisa kalian berikan, seperti Hiburan, Edukasi, Motivasi atau Value lainnya.

Setelah kamu menemukan niche-mu atau topik secara spesifik yang ingin kamu bahas. Selanjutnya deskripsikan target audiens-mu. Kalo tadi kan lebih ke topik, yang ini lebih ke audiensnya.

Demografi Audiens: Tulislah jenis kelamin (wanita, pria, atau kedua-duanya), kisaran usia audiens (atau bisa digolongkan berdasarkan generasi atau kategori, misal: generasi millenials atau kategori pemuda Quarter Life Crisis), lokasi, tingkat pendidikan dari audiens yang kamu sasar!

*Dengan mencari tau demografi audiens-mu, kamu bisa tau gaya bahasa yang sesuai dengan target audiens-mu.

Masalah Audiens: Buatlah list masalah apa saja yang kira-kira sedang dihadapi oleh target audiens-mu (tulis saja secara bebas)!

*Dengan mencari tau masalah audiens, kamu jadi tau konten apa saja yang bisa kamu bahas nanti.

Harapan untuk Audiens: Tuliskan kira-kira apa saja yang menjadi harapanmu melalui konten yang kamu bagikan untuk audiens-mu.

*Membuat harapan akan membantu kamu untuk tetap termotivasi membuat konten karena dampak positif yang kamu berikan.

Rangkai semuanya menjadi satu narasi yang logis dan jelas:

*Membuat narasi dari semua yang sudah kamu tulis, akan membuat goals kamu menjadi konten kreator jadi lebih spesifik dan jelas untuk direalisasikan.

Udah gitu doang. Sisanya tinggal kamu praktekkan!

Oke, sampai disini dulu Sohib Insight. Semoga bermanfaat. Kalo kamu mau dapat update insight selanjutnya. Silahkan "Click Here" dibagian atas hompage. Nanti kamu akan diarahkan ke wa dan akan mendapatkan update insight via wa setiap kali ada update insight dari Jurnal Insight.

Sampai jumpa di insight berikutnya. Happy Insight!😊

__
Insight from:
Instagram Hack by Ogut Mudacumasekali

About the Author

Hai, Saya Raden Sasak. Saya senang memikirkan hal-hal yang jarang terpikirkan. Saya senang menulis insight setiap hari. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Support Jurnal Insight.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload