Gabung Insight Broadcast

Belajar Public Speaking Dari Buku Bicara Itu Ada Seninya

Mark

Pernahkah, gak, kita melihat orang berbicara dengan begitu lantang dan begitu lancar diatas panggung? Dan kita hanya heran sambil bertanya-bertanya bagaimana dia melakukannya.

Dan kita mulai melihat kebelakang. Disaat itu kita katakan, “Saya ingin seperti dia. Tapi rasa-rasanya tidak mungkin.”

Langkah Awal Menguasai Seni Berbicara

Hai, Sohib Insight. Selamat datang kembali di blog Jurnal Insight. Blog kesayangan kita semua, haha…

Kali ini saya ingin berbagi insight yang menurut saya banyak orang yang menginginkanya.

Siapa sih yang nggak mau ahli dalam hal berkomunikasi?

Nah, blog ini akan menjadi pijakan pertama kita untuk menjadi seorang yang ahli dalam berbicara.

Di postingan ini kita akan mendapatkan banyak insight yang berkaitan dengan dunia komunikasi.

Oia, kalo kamu mau membaca insight tentang Content Creator kamu bisa baca Class Insight Instagram Hack. Kamu juga bisa membaca Book Insight sebelumnya disini.

Oke! Kalo gitu, tunggu apalagi? Langsung aja dibaca, Sohib Insight!

Contents
INSIGHT 1

Ilmu, Seni, Masalah dan Stereotip dalam Berbicara

Berbicara tentang kecakapan berbicara pasti kita akan menemukan banyak hal yang berkaitan dengannya.

Ada yang mengatakan kecakapan berbicara itu bawaan dari lahir. Ada yang mengatakan kecakapan berbicara itu tidak bisa dikuasai oleh seorang introvert.

Tapi ada juga yang mengatakan bahwa kecakapan berbicara itu ada ilmu dan seninya.

Masalah Kecakapan Berbicara

Dalam prolog ‘Bicara Itu Ada Seninya’ Oh Su Hyang katakan, “Jika di bidang musik ada orang yang “buta nada”, di dalam aktivitas bicara pun ada orang yang “buta ucapan.””

Oh Su Hyang menjelaskan lebih lanjut tentang orang yang “buta ucapan.”

Buta ucapan adalah orang-orang yang sering kali menjadi perusak suasana dalam sebuah obrolan, diskusi, atau percakapan.

Kita sebut saja sebagai orang yang sok asik. Biasanya gitu, orang sok asik suka merusak obrolan, wkwk.

Lebih lanjut, Oh Su Hyang menjelaskan bahwa sebuah ucapan yang bisa disebut baik adalah yang bisa menggetarkan hati. Ucapan seorang juara memiliki daya tarik tersendiri.

Jadi, ketika kamu merasa bahwa ada getaran ketika seseorang berbicara. Itu tandanya orang tersebut memiliki daya tarik dalam ucapannya.

Kecakapan Bicara Adalah Ilmu & Seni

Bicara bukan hanya sekedar berbicara yang kita bisa seenaknya mengeluarkan kata apa saja. Tapi bicara lebih dari sekedar mengeluarkan kata-kata.

Dengan berbicara kita bisa menyampaikan informasi yang mungkin dibutuhkan oleh orang lain.

Dengan berbicara kita bisa menyalurkan rasa. Yang mana mungkin kamu pernah merasakannya. Ketika ada pembicara yang sedih tiba-tiba kamu ikut sedih.

Dengan berbicara kita bisa memberikan kesan baik kepada orang lain. Sehingga orang gampang mengingat kita karena kesan baik yang kita tinggalkan.

Ada sebuah kata yang saya dapatkan dari seorang trainer ketika saya mengikuti kelas insentif Public Speaking.

Namanya Coach Anggi. Ia adalah seorang Master Trainer Public Speaking Bota.

Dalam sesi bicaranya ia katakan kepada kami (peserta) bahwa Ngomong itu gampang. Bicara ada ilmunya.

Dan saya setuju dengan pernyataannya tersebut. Karena seperti yang kita ketahui bahwa banyak orang sekarang yang ngomong tanpa ilmu.

Kalian tahulah siapa yang saya maksud.

Ya udah, saya sebut saja. Yang Mulia Yang Merasa Maha Benar tidak lain dan tidak bukan Netizen +62 aka. Warga Wakanda. Haha… Becanda, Sohib Insight.

Bukan Introvert, Bukan Juga Bawaan Lahir

Sangat penting bagi siapa saja untuk mengetahui ilmu dan seni berbicara yang baik. Alasannya simpel.

Menguasai ilmu dan seni berbicara yang baik akan membuat kita lebih mawas diri dalam berbicara. Ditambah lagi kita tidak menjadi orang yang sok asik dalam suatu obrolan.

Mari kita yakini bersama bahwa kita tidak perlu khawatir dengan perkataan orang yang mengatakan bahwa bakat berbicara itu adalah bakat bawan dari lahir.

Apalagi kalau kita adalah seorang introvert. Wah, itu lebih sadis lagi stereotip dari masyarakat.

Ada yang mengatakan bahwa orang introvert tidak jago dalam hal berbicara di depan umum.

Saya seorang introvert, by the way. Tapi ketika berbicara di depan umum tidak sedikit yang hatinya bergetar ketika saya berbicara, (begitulah anggapku, hehe).

Yang mana itu artinya saya (pada saat itu) bisa berbicara di depan umum meskipun saya adalah seorang introvert.

Kalian bisa lihat feedback beberapa orang di bawah ketika saya berbicara di depan umum.

PENGHARGAAN KU 28 OKTOBER 2020.pdf oleh Wirahadi

Terimakasih banyak Suarakan Karya atas kesempatannya yang sangat luar biasa itu. Momen yang takkan pernah terlupakan. Terimakasih!

Bagaimana? Benarkan, bahwa bakat berbicara tidak dipengaruhi oleh introvert atau tidaknya kita. Tidak juga dipengaruhi oleh bawaan dari lahir.

Bicara itu ada ilmu dan seninya. Selagi ada ilmunya, itu berarti masih bisa kita pelajari. Selagi ada seninya, itu berarti masih bisa kita kuasai. Tidak mengenal latar belakang apa dan siapa.

Jurnal Insight, Juli 2022
INSIGHT 2

Tiga Jalan Menguasai Ilmu & Seni Berbicara

Ada beberapa orang yang terkadang ingin belajar ilmu dan menguasai seni atau keterampilan berbicara terhambat oleh suatu alasan.

Bisa jadi karena mereka tidak tahu harus belajar dimana. Atau mereka tidak tahu harus berguru pada siapa.

Sebenarnya ada banyak cara untuk bisa mempelajari ilmu atau seni bicara. Mulai dari yang gratis hingga yang berbayar.

Dan inilah 3 cara mempelajari ilmu dan seni berbicara.

Mengikuti Pelatihan

Cara pertama yang bisa kamu lakukan untuk menguasai ilmu dan seni berbicara adalah dengan mengikuti pelatihan.

Kalo pelatihan biasanya berbayar. Dan harganya bisa bervariatif. Ada yang paling mahal, ada juga yang paling murah.

Tapi kalau boleh saya kasih saran, ikutilah pelatihan yang berkualitas. Tentu harganya tidak murah, hehe.

Namun perlu diperhatikan juga. Mahal bukan berarti berkualitas. Murah bukan berarti tidak berkualitas.

Kamu harus melakukan sedikit usaha untuk mengetahui apakah pelatihan itu bagus atau tidak.

Caranya bagaimana?

Cara yang paling sederhana, yaitu dengan bertanya langsung kepada orang yang telah mengikuti pelatihan tersebut. Tanya apa lebihnya dan tanya apa kurangnya.

Jangan tanya lebihnya aja. Tapi kurangnya nggak ditanya, hehe…

Kelebihan dari mengikuti pelatihan adalah kamu akan dibimbing langsung oleh trainernya. Dan kamu juga akan berlatih dengan peserta lain.

Kalau menurutku ini adalah cara yang lumayan cepat untuk menguasai seni berbicara.

Membaca Buku

Cara yang kedua untuk bisa mempelajari ilmu dan menguasai seni berbicara adalah dengan membaca buku.

Buku apa yang dibaca?

Ya, buku self-improvement yang berkaitan dengan ilmu komunikasi, lah. Nggak mungkin buku resep, dong. Emang ente mau ikut Master Chef Indonesia, wkwk.

Sama halnya juga dengan pelatihan, buku pun harganya bisa berbeda-beda walaupun membahas tema yang sama.

Yang perlu kamu lakukan sebelum membeli buku yang membahas tentang ilmu komunikasi adalah mencari tahu background si penulis.

Ya kan, nggak mungkin kita mau beli buku seni berbicara kalau ternyata penulisnya adalah seorang chef dan tidak memiliki background yang berkaitan dengan dunia komunikasi.

Pasti yang kita pilih adalah buku yang penulisnya berkompeten dalam ilmu komunikasi dan sudah lama berkecimpung di dunia komunikasi.

Kelebihan belajar ilmu dan seni berbicara dari buku selain dari menambah wawasan kita adalah kita mendapatkan tambahan perbendaharaan kata dan diksi.

Dan itu akan sangat berguna ketika kita ingin menyusun naskah/skrip. Atau bahkan kita bisa langsung memikirkannya bersamaan saat kita sedang berbicara di depan umum.

Membaca buku sangat saya rekomendasikan untuk kamu yang secara ekonomi belum mampu mengikuti pelatihan yang biayanya terbilang cukup mahal.

Belajar Secara Otodidak

Dan cara yang terakhir yaitu dengan cara belajar secara otodidak atau belajar secara mandiri.

Ini bisa menjadi opsi yang paling baik ketika kamu belum punya kecukupan finansial untuk belajar secara langsung (mengikuti pelatihan) atau membeli buku.

Bahkan ketika kamu sudah memiliki finansial yang baik pun masih bisa belajar secara otodidak.

Bagaimana cara belajar secara otodidak?

Bisa dengan cara membaca blog atau artikel yang ada di internet. Seperti blog yang kamu baca sekarang.

Bisa dengan menonton video di YouTube atau menonton video pendek tentang tips-tips belajar public speaking di Instagram atau di Tiktok.

Enaknya belajar secara otodidak adalah bisa belajar kapan saja kita punya waktu luang. Dan kita juga bisa pilih-pilih mau belajar sama siapa.

Kekurangannya paling kamu harus disiplin diri. Karena kamu belajar secara otodidak otomatis kamu tidak punya mentor.

Mungkin diawal kamu belajar secara otodidak dulu. Nanti ketika sudah punya uang kamu bisa mengikuti pelatihan agar memiliki mentor.

Jika kamu memang benar-benar ingin mempelajari dan menguasainya. Pasti ada jalan.

Ketika niat kita baik dan kita bersungguh-sungguh. Tidak hanya ada jalan. Tapi ada banyak jalan. Dan Insya Allah, Allah mudahkan setiap jalan yang kita tempuh.

Jurnal Insight, Juli 2022
INSIGHT 3

Langkah Awal Menjadi Pembicara Ulung

Bertanya tentang bagaimana cara mempelajari ilmu dan menguasai seni berbicara. Saya ingin mengajak kamu untuk sama-sama belajar melalui sebuah buku yang telah dibaca banyak orang, yaitu:

‘BICARA ITU ADA SENINYA - Rahasia Komunikasi Yang Efektif’. Buku ini ditulis oleh seorang Dosen sekaligus Pakar Komunikasi Terkenal Di Korea Selatan.

Ia adalah Oh Su Hyang.

Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari buku ini. Mulai dari logika berbicara, storytelling, mengetahui penyebab takut bicara, teknik membujuk, dan hal menarik lainnya.

Tidak bisa saya sebutkan satu per satu karena terlalu banyak.

Namun seiring waktu, kita pasti akan tau semua ilmu dan seni bicara tersebut melalui insight baca buku Bicara Itu Ada Seninya.

Insight dari baca buku tersebut akan saya bagikan secara exclusive melalui blog ini. Dan kamu juga bisa bergabung belajar bersama melalui blog Jurnal Insight.

Semoga insight baca buku ‘Bicara Itu Ada Seninya’ bisa membantu kita dan menjadi langkah awal kita untuk menjadi pembicara ulung.

Kita berdoa bersama saja, semoga semua niat baik kita dikabulkan Allah SWT. Aamiin…

KESIMPULAN

Nggak terasa sudah sampai ke kesimpulan. Apa saja yang bisa kita petik (insightnya) setelah membaca blog ini?

Coba saya simpulkan, ya, biar kita sama-sama belajar.

Pertama, kecakapan bicara itu ada ilmu dan seninya. Sehingga kita bisa mempelajari ilmu tersebut dan menguasai seni-seni dalam berbicara. Meskipun kita adalah seorang introvert atau tidak memiliki keahlian tersebut dari lahir.

Kedua, mempelajari ilmu dan menguasai seni berbicara bisa ditempuh melalui berbagai cara. Bisa dengan mengikuti training, membaca buku dan belajar secara otodidak.

Ketiga, kita semua bisa menjadi pembicara yang ulung. Dan sebagai pijakan pertama kita menuju hal tersebut bisa dimulai dari sini. Ya, dari sini, membaca insight buku ‘Bicara Itu Ada Seninya’.

PENUTUP

JIka kamu merasa insight ini bermanfaat. Yuk, share ke teman atau kerabat terdekatmu melalui sosial media.

Kamu juga bisa menggunakan blog ini untuk kepentingan pribadimu, selama mencantumkan sumbernya.

Mari bersama, kita berbagi insight bermanfaat. Happy Insight!😇😉

Ingin mendukung blog Jurnal Insight? Kamu bisa berdonasi seikhlasnya disini

__
Insight from Book:
Bicara Itu Ada Seninya karya Oh Su Hyang.

About the Author

Hai, Saya Raden Sasak. Saya senang memikirkan hal-hal yang jarang terpikirkan. Saya senang menulis insight setiap hari. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Support Jurnal Insight.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload