Gabung Insight Broadcast

Daily Insight: Ahad, 30 Muharram 1444H

Mark

 “Jadilah orang yang dikenal dan dikenang melalui karya dan prestasi. Bukan orang yang dikenal dan dikenang karena sering mencari sensasi.”

~ Wirahadi | Raden Sasak.

Terus Berkarya Dengan Prestasi. Jangan Dikenal Dengan Sensasi

Hari ahad sebenarnya saya gunakan sebagai waktu liburan dan jeda dari beberapa kegiatan atau rutinitas sehari-hari saya, seperti pekerjaan, buka sosmed dan lainnya.

Tapi saya ingat nasehat guru ngaji saya dulu setiap malam ahad. Beliau selalu katakan, “Jika tiba hari ahad, gunakanlah hari itu sesuka hatimu. Gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.”

Jadi saya pikir, tidak apa-apa saya tetap melakukan rutinitas seperti biasanya, melihat sosial media dan sebagainya. Selama saya menggunakannya untuk mencari suatu manfaat yang baik.

Tidak terkecuali konten youtube yang saya tonton tadi siang. Videonya sebentar, tapi insya Allah insight dan manfaatnya selama-lamanya.

Video yang saya maksud bisa kamu tonton disini: "UAS Candai Sherly | Jangan Terlalu Banyak Milih"

Alhamdulillah, Allah SWT. masih memberikan saya waktu dan kesempatan untuk menonton yang baik-baik. Semoga ini menjadi kebiasaan sepanjang hidup. Aamiin Allahumma Aamiin.

O, iya. Silahkan ditonton videonya terlebih dahulu, jika ingin menonton videonya. Silahkan baca insight dari video tersebut, jika ingin membacanya terlebih dahulu.

Terserah kamu mau yang mana dulu. Insya Allah baik semuanya, he..he..

Dalam video tersebut ada dua tokoh yang saya kagumi, yaitu Ustadz Abdul Somad atau biasa disapa UAS, dan Kak Sherly.

Saat itu, Kak Sherly meminta nasehat daripada Ustadz Abdul Somad untuk para generasi muda. Dan disitulah saya mendapatkan satu kalimat yang menurut saya harus diamalkan untuk generasi muda, khususnya saya.

Kalimat tersebut adalah,

“Terus berkarya dengan prestasi. Jangan dikenal dengan sensasi.”

~ Ustadz Abdul Somad.

Coba kita perhatikan sekitar kita. Mana yang lebih sering kita temui? Atau mungkin kita mau memperhatikan diri kita sendiri terlebih dahulu. Mana jalan (cara) yang kita ambil untuk dikenal orang?

Apakah kita berusaha untuk dikenal dan dikenang dengan prestasi? Atau justru kita dikenal dan dikenang karena sering mencari sensasi; yang sebenarnya itu tidak mendatangkan satu manfaat yang baik kepada kita, maupun kepada orang lain.

Sekarang banyak orang yang tidak memperhatikan hal tersebut. Dan nasehat daripada Ustadz Abdul Somad itu ada (banyak) baiknya jika kita ingin mengamalkannya.

Cara pikir orang sekarang berbeda, "yang penting terkenal." Kalo terkenal banyak untungnya. Tapi beberapa dari mereka tidak memikirkan ingin terkenal dengan cara yang seperti apa. Yang penting terkenal. Kalo terkenal banyak ... untungnya.

Beruntung bagi seseorang yang memilih jalan yang baik untuk bisa dikenal dan dikenang. Karena mereka telah menunjukkan sesuatu yang baik, dan mengajarkan sesuatu yang baik, serta mengajak orang lain kepada yang baik.

Insight, 30 Muharram 1444H.

Kata Ustadz Abdul Somad dalam video tersebut:

"Kalau kita berprestasi. Nanti ketika ada masanya turun, kita akan mencari prestasi. Tapi kalau kita dikenal dengan sensasi. Pas ada masanya redup, akan membuat sesuatu sensasi yang baru.

Zaman sekarang ni, orang tak peduli apakah karena prestasi atau sensasi, yang penting bertahan terus. Akhirnya dia menjadi sampah sejarah."

Orang yang mendapatkan sesuatu dengan cara yang baik akan selalu terdorong untuk melakukan hal yang baik-baik.. Begitu juga sebaliknya,

Orang yang mendapatkannya dengan cara yang tidak baik, maka ia akan selalu didorong untuk tetap melakukan hal-hal yang tidak baik pula.

Mudah-mudahan kita termasuk dalam golongan orang yang selalu menemukan cara yang baik, yang diridhoi Allah dalam setiap hal yang ingin kita capai. Aamiin Allahumma Aamiin.

Apa manfaatnya kita dikenal dan dikenang baik melalui karya dan prestasi? Ya jelas kita mendapatkan kebaikan.

Saya berpendapat bahwa orang yang dikenal dan dikenang baik melalui prestasi akan selalu hidup. Melalui apa ia hidup? Melalui karya yang ia ciptakan.

Meskipun orangnya sudah meninggal. Tapi ia akan tetap hidup dalam karya-karyanya. 

Berapa orang yang belajar dari kisah dan karya Buya Hamka, dan mendapatkan kebaikan (pelajaran) di dalamnya. Meskipun ia (Buya Hamka) telah meninggal dunia.

Barangsiapa yang belajar dari karya (baik) seseorang. Sekali-kali ia tidak akan pernah mendapatkan apa-apa didalamnya, melainkan suatu kebaikan.

Insight, 30 Muharram 1444H.

Pernahkah kita berpikir ketika membaca sebuah buku yang mana penulisnya telah meninggal dunia? Sesaat setelah kita membacanya dan mendapatkan kebaikan di dalamnya, terbesit di pikiran kita:

“Ya Allah, ini orang sudah meninggal. Tapi masih bisa mengajarkan kebaikan.”

Orangnya sudah meninggal, tapi kita masih bisa merasakan dan mendapatkan kebaikan darinya. Inilah amal jariyah jalur karya dan prestasi, hehe….

Semuanya ada pada tangan kita. Kita yang memilih jalur mana yang akan kita ambil. Jika kita menempuh jalan yang baik, maka insya Allah kita akan bertemu dengan kebaikan.

Namun, jika kita menempuh jalan yang buruk, buruk pula yang akan kita temukan. Tidak sekarang, tapi nanti!

Menurut Sohib Insight bagaimana? Apa pendapat kalian?

Apakah kamu Ingin dikenal dan dikenang melalui prestasi atau lebih senang mencari sensasi?

Jika kita melalui jalur prestasi, Alhamdulillah. Jika ternyata kita selama ini hanya mencari sensasi, Astagfirullah. 

Semoga Allah SWT. membimbing kita ke jalan yang benar, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Allah beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. Aamiin Allahumma Aamiin.

Okay, sampai disini dulu insight hari ini yang dapat saya bagikan. Mudah-mudahan saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan didalamnya.

Saya Wirahadi, “Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.”

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.


About the Author

Hai, Saya Raden Sasak. Saya senang memikirkan hal-hal yang jarang terpikirkan. Saya senang menulis insight setiap hari. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Support Jurnal Insight.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload