Gabung Insight Broadcast

Daily Insight: Arbi'aa', 03 Safar 1444H

Mark

“Hasil Studi: Depresi Tak Disebabkan Rendahnya Serotonin. Obat Antidepresan Buat Apa?”

Sumber: Narasi

Apakah Bahagia Datangnya Dari Luar?

Insight yang lumayan membuat saya terkejut. Karena sebuah hasil studi menunjukkan bahwa depresi yang sering kita alami bukan disebabkan karena rendahnya hormon serotonin yang terdapat pada tubuh kita.

Kalau Sohib Insight cari atau searching di google dengan kata kunci serotonin. Maka kalian akan temukan penjelasan tentang apa itu hormon serotonin.

Penjelasannya saya kutip di bawah, sehingga kalian dapat membacanya.

"Serotonin adalah suatu neurotransmiter monoamino yang disintesiskan pada neuron-neuron serotonergis dalam sistem saraf pusat dan sel-sel enterokromafin dalam saluran pencernaan. Hormon ini dipercaya sebagai pemberi perasaan nyaman dan senang."

~ Lengkapnya

Sebagaimana yang disebut di atas, bahwa hormon serotonin adalah: hormon yang mempengaruhi perasaan nyaman dan tidaknya kita atau perasaan senang atau tidaknya kita.

Singkatnya, serotonin adalah hormon kebahagian.

Saya ingin menyampaikan beberapa insight penting yang saya dapatkan dari video tersebut.

“Popularitas teori ‘keseimbangan kimia’ dalam serotonin, melejit ...”

Pada tahun 1960-an muncul sebuah teori tentang ‘keseimbangan kimia’ di kalangan masyarakat. Sederhananya bisa kita pahami; jika kadar kimia di tubuh kita tidak seimbang, maka kita akan depresi. 

Itu adalah pemahaman sederhananya.

“Sekitar 85% masyarakat percaya jika kadar serotonin yang rendah bisa jadi penyebab depresi, atau mood yang berantakan.”

Sekitar 85% itu tidak sedikit. Jika kita berbicara tentang 100 orang, maka ada 85 orang jumlahnya dari 100. Jadi sekitar 85 orang mempercayai bahwa kadar hormon serotonin mampu mengatasi depresi.

Itu kalau kita membicarakan 100 orang. Bagaimana dengan populasi manusia di bumi ini? Maka jumlahnya tidak sedikit.

Ini adalah informasi yang bagus. Karena kita jadi tau hormon yang berperan dalam kebahagian kita. Dan kita bisa cari tau bagaimana cara mendatangkan hormon tersebut ke dalam tubuh kita.

Yang menjadi masalahnya adalah, “Popularitas teori ‘keseimbangan kimia’ dalam serotonin, melejit, diiringi dengan pemasaran antidepresan baru, yaitu SSRI”

“SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitors). Obat antidepresan yang bekerja meningkatkan kadar serotonin di otak, sehingga berpengaruh baik pada suasana hati, emosi, serta pola tidur.”

Meskipun dari artikel yang saya baca di google bahwa obat antidepresan tersebut memiliki risiko efek samping yang lebih rendah

Namun yang menjadi pertanyaannya, “Apakah kita benar-benar butuh obat untuk merasakan bahagia?’

Kalau orang yang sudah mengalami depresi berat, wajarlah mereka menggunakan obat tersebut. Karena memang butuh.

Tapi kalo kita yang kerjaannya rebahan mulu (malas), terus ngaku depresi dan pengen bahagia pakai obat. Ayolah, jangan bercanda, wkwk…

Saya tidak tahu, apakah banyak orang yang menggunakan obat antidepresan, yang aslinya mereka tidak memenuhi kriteria untuk menggunakan obat tersebut. Tapi tetap maksa pengen pakai obat tersebut untuk mendapatkan hormon kebahagiaan.

Kalau faktanya memang  banyak. Berarti ada banyak orang yang menggunakan jalan pintas untuk mendapatkan kebahagian.

Cepet memang dapatnya. Tapi cepat juga hilangnya. Rumus simpelnya, ‘cepat datang = cepat hilang.’

Konsep kebahagian yang sebenarnya adalah memunculkannya dari dalam keluar, bukan dari luar ditarik (paksa) masuk kedalam.

Insight, 03 Safar 1444H.

Pada akhirnya, yang saya dapatkan dari video tersebut adalah sebuah penelitian bahwa “Tidak ada bukti yang jelas jika kadar atau aktivitas serotonin berkaitan dengan depresi.”

Jadi, perlu ditinjau atau dipertanyakan lagi ke diri kita sendiri, “Bagaimana cara kita bisa depresi?” Coba ditanya dan coba temukan jawabannya. Jawab dengan jujur.

Silahkan simak videonya untuk mendapatkan informasi lebih lengkap seperti apa

Okay, mungkin segitu dulu Daily Insight dari saya.

Saya Wirahadi:

“Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.”

Semoga kita bisa mendapatkan satu kebaikan dari insight hari ini, aamiin. Dan sampai jumpa di insight berikutnya. Dah … Sohib Insight.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Hai, Saya Raden Sasak. Saya senang memikirkan hal-hal yang jarang terpikirkan. Saya senang menulis insight setiap hari. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Support Jurnal Insight.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload