Gabung Insight Broadcast

Daily Insight: Isnaini, 01 Safar 1444H

Mark

 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

خيركم من تعلم القرآن وعلمه 

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”.

~ HR. Bukhari.

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan
      mengajarkannya”.

Saya mengawali hari dengan penuh rasa gembira. Karena Alhamdulillah, saya belajar mengaji bersama adik saya, Lalu Bukhari Muslim.

Iya, saya tau. Kalian pasti mau bilang:

“Kok, belajar ngajinya baru sekarang?”

“Ih, diajar sama adiknya. Nggak malu?”

Malu? Alhamdulillah, saya tidak mengenal malu ketika ingin belajar sesuatu yang baik. Ya, malu tetap ada. Malu kepada Allah karena semasa hidup tidak digunakan untuk belajar Al-Qur’an.

Ingin rasanya menceritakan tentang spiritual journey pribadi. Tapi rasa-rasanya ini adalah waktu yang belum tepat. Mungkin satu, dua, ‘n’  tahun yang akan datang.

Tapi yang pasti, kedatangan adik saya. Menumbuhkan kembali cahaya-cahaya kecil yang ada di dalam dada orang yang hina ini.

Daripada saya tidak belajar sama sekali. Lebih baik saya belajar dan memperbanyak proses untuk mengenal Allah SWT., mengenal Rasulullah SAW., Dan mengenal seluruh yang ada dalam Islam secara utuh. 

Mudah-mudahan sedikit dari perjalan hidup saya ini. Bisa menjadi kebaikan bagi diri saya sendiri, saudara saya dan seluruh keluarga saya.

Agak telat memang saya belajarnya. Maklumlah, saya adalah orang yang tersesat yang baru saja menemukan jalan untuk kembali kepada-Nya.

Tidak ada kata terlambat untuk belajar sesuatu. Terlebih lagi mempelajari agama. Satu-satunya batasan kita untuk belajar adalah nafas (terakhir) yang telah sampai ke tenggorokan.

~ Insight, 01 Safar 1444H.

Jangan sampai ruh ini menyesal melihat amal yang pada saat itu telah dibuka semua amalannya sekecil apapun.

Ingin rasanya menjadi manusia terbaik. Tapi, makna manusia terbaik saat ini telah bergeser menjadi sesuatu yang tidak baik. Kita dianggap baik, ketika mempertontonkan orang susah.

Niat kita memberi, tapi kita mendapatkan balasan yang lebih dari apa yang telah kita pertontonkan.

Melalui hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Membuat saya bersyukur bahwa masih ada cara atau jalan yang bisa kita tempuh untuk menjadi yang terbaik.

Dan saya rasa itu tidak terlalu sulit. Sulit hanya datang ketika kita malas untuk berusaha. Sudah banyak jalan yang disediakan. Tapi kita masih malas untuk melangkah.

Kita lebih senang untuk melangkahkan kaki ke arah yang tidak diridhoi. Tapi menurut kita, itulah jalan yang terbaik. Karena beberapa dari mereka (syaitan) telah berhasil menutup hati kita lantaran kita tidak ingin menyerahkannya (berserah diri) kepada Sang Pemilik Hati.

Kedatangan adik saya telah menjadi titik balik bagi saya. Hari ini dan seterusnya, saya ingin menjadi seseorang yang sesuai dengan apa yang tertulis pada nama yang diberikan oleh orang tua saya.

L. Purnama Wirahadi

  • L = Raden Sasak.
  • Purnama = Cahaya
  • Wira = Berani
  • Hadi = Petunjuk

Jadi, L. Purnama Wirahadi memiliki arti: Raden Sasak (orang yang beranjak dari tempatnya), pembawa cahaya (titipan dari-Nya), yang berani membawa & menyampaikan petunjuk (nilai-nilai Islam).

Jujur, arti nama tersebut pertama kali saya dapatkan dari seorang guru SMK saya yang pada saat itu sedang menasehati saya karena perilaku saya yang tidak sesuai nama saya.

Ia (guru) katakan kepada saya, “Namamu bagus loh nak. Artinya bagus.” Lalu beliau terjemahkan satu persatu arti nama saya seperti yang diatas. Kemudian ia nasehati saya dengan kalimat, “Kamu itu raden. Seharusnya kamu bisa menjadi contoh yang baik.”

Malam hari sebelum saya menulis insight hari ini. Saya menceritakan hal tersebut; tentang arti nama saya menurut guru saya kepada kedua orang tua saya.

Setelah menceritakannya, lalu saya diperintahkan untuk mencari arti semua nama anak orang tua saya (saudara saya), untuk mencarikan arti dari nama saudara saya.

Dan, hanya dua anak yang memiliki arti nama yang baik, yang memiliki arti yang mengarah kepada kebaikan (Islam). Yaitu, saya dan adik saya.

Selain dari itu, namanya baik. Tapi tidak mengarah kepada yang telah saya sebutkan diatas.

Akhirnya saya katakan kepada adik saya: “Mungkin kita berdua ini dilahirkan sebagai anak yang memang untuk membawa kebaikan (Islam) kepada kita dan keluarga kita.”

“Pelinggih (Anda: adik saya) memiliki arti yang indah. Lalu Bukhari Muslim. Raden perawi hadist yang berserah diri kepada Allah SWT.” Lanjut saya.

Nama adalah do’a. Do’a tersebut melekat kepada pembawanya. Dan Allah berjanji untuk selalu mengabulkan do’a hamba-Nya.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَقَا لَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْۤ اَسْتَجِبْ لَـكُمْ ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَا دَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَا خِرِيْنَ

wa qoola robbukumud'uuniii astajib lakum, innallaziina yastakbiruuna 'an 'ibaadatii sayadkhuluuna jahannama daakhiriin

"Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.""

(QS. Ghafir 40: Ayat 60).

Tapi saya memahami juga, bahwa do’a tidak akan terkabulkan jika tidak ada usaha dari si pemilik do’a. 

Oleh karena itu lah, saya menghilangkan rasa malu untuk belajar (agama) kepada siapapun meskipun ia berada di bawah saya (secara umur).

Oleh karena itu pula, saya mengubah mindset saya, bahwa batasan belajar ialah sampainya nafas terakhir ke tenggorokan.

Pada saat saya menulis Daily Insight ini. Tepat tanggal satu bulan Safar. Sesuai artinya:

"Safar adalah sebuah perjalanan bagi seseorang dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan baik, dengan mematuhi ketentuan- ketentuan Islam meliputi adab, etika, halal haram, amar makruf nahi munkar dan pergaulan."

~ Sumber: Jurnal

Maka perjalanan (spiritual journey) saya dimulai. Semoga Allah SWT membukakan jalan, memudahkan jalan serta membimbing hamba-Nya sampai kepada-Nya. Aamiin Allahumma Aamiin.

Begitu juga untuk kalian semua, Sohib Insight. Aamiin.

Okay, segitu dulu Daily Insight dari saya. Semoga saya dan kalian mendapatkan satu kebaikan dari insight hari ini.

Saya Wirahadi: “Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.”

Sampai jumpa di insight berikutnya, Sohib Insight.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Hai, Saya Raden Sasak. Saya senang memikirkan hal-hal yang jarang terpikirkan. Saya senang menulis insight setiap hari. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Support Jurnal Insight.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload