Gabung Insight Broadcast

Daily Insight: Tsalaatsa', 02 Safar 1444H

Mark

“Untuk mengubah buah, kita perlu mengubah akarnya. Untuk mengubah apa yang terlihat, kita perlu mengubah apa yang tidak terlihat.”

~ Darmawan Aji.

Mulai Rubah Yang Dalam Untuk Mendapatkan Hasil Yang Dalam (Terbaik).

Kutipan tersebut saya dapatkan dari Coach Aji. Beliau penulis buku self-coaching dan sangat berpengalaman di bidang Coaching. Kelas-kelasnya juga banyak yang menggunakan metode Coaching.

Sangat menarik bagi saya kutipan “Untuk mengubah buah, kita perlu mengubah akarnya.” Mungkin kalian pernah mendengar tentang modifikasi tanaman?

Dulu saya pernah mendengar seorang dosen yang mengubah atau memodifikasi akar sebuah pohon buah-buahan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Dan ketika saya mendengar kutipan tersebut. Saya langsung jadi teringat dengan pengalaman saya yang dulu pernah mendengar kisah dosen tersebut.

Dari pengalaman tersebut setidaknya saya mendapatkan kebenaran dari kutipan tersebut. Bahwa untuk mengubah buah, kita perlu mengubah akar, itu benar adanya.

Jika sudah begitu, maka saya percaya: “Untuk mengubah apa yang terlihat, kita perlu mengubah apa yang tidak terlihat.”

Mengapa kita perlu mengubah yang tidak terlihat untuk mendapatkan hasil yang baik (terlihat)?

Karena dari apa yang tidak terlihat itulah muncul sesuatu yang (dapat) terlihat di mata kita.

Saya yakin, kita sehari-hari sering menatap layar hp dan komputer. Kita sering melihat blog. Tapi apa kita tahu bahwa apa yang kita lihat itu bisa ada karena ada sesuatu yang tidak terlihat.

Seperti yang sekarang sedang kamu baca di blog ini. Kamu bisa membaca dan melihat blog ini karena ada sesuatu yang tidak terlihat.

Seperti, kode yang menyusun tampilan atau yang membuat tampilan blog ini bagus. Tampilan blog ini tidak akan bisa terlihat tanpa hadirnya kode yang tidak terlihat.

Dan ketika saya ingin mengubah tampilan blog yang kalian lihat saat ini. Maka saya harus mengubah sesuatu yang tidak terlihat, yaitu bahasa pemrograman.

Sesuatu yang terlihat dan bisa kita lihat di mata kita. Itu hadir karena ada sesuatu yang tidak terlihat dan tidak bisa kita lihat.

Insight, 02 Safar 1444H.

Kutipan tersebut juga mengajarkan saya bahwa ketika saya ingin berubah (sesuatu yang terlihat), maka saya perlu memulai dari dalam (tidak terlihat).

Seperti insight yang sebelumnya. Saya menceritakan tentang diri saya yang menemukan titik balik saya menjadi seorang muslim.

Maka ada banyak hal yang harus saya ubah dalam hidup saya. Semua itu harus dimulai dari dalam sesuatu yang tidak terlihat, yaitu niat yang ikhlas untuk berubah (hijrah).

Karena tidak ada gunanya saya menemukan titik balik namun tidak dibarengi dengan niat yang baik. Karena untuk mengubah bagian luar menjadi baik. Harus mengubah dalam dengan niat yang baik pula.

Perubahan itu dimulai dari dalam. Dan memang begitu seharusnya. Jika memulainya dari luar. Kemungkinan perubahan itu bisa bertahan hanya sebentar.

Insight, 02 Safar 1444H.

Dan saya akan memulai titik balik saya dari dalam. Kemarin (01 Safar 1444H), saya menemukan titik balik. Sekarang (02 Safar 1444H), saya akan memulai perjalan tersebut dengan niat yang terdalam dan terikhlas. 

Semoga apa yang saya lakukan ini mendapatkan keridhoan dari-Nya. Aamiin Allahumma Aamiin.

Setersesat-sesatnya kita. Pada akhirnya kita akan kembali kepada Sang Pencipta.

Okay, mungkin segitu dulu Daily Insight dari saya. Mudah-mudahan saya dan kalian, Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan darinya. Aamiin…

Saya Wirahadi: “Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.”

Sampai jumpa di insight berikutnya, Sohib Insight.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Hai, Saya Raden Sasak. Saya senang memikirkan hal-hal yang jarang terpikirkan. Saya senang menulis insight setiap hari. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Support Jurnal Insight.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload