Gabung Insight Broadcast

Dari Keresahan Menjadi Konten Bernilai Ibadah

Mark

Imam Al-Ghazali. Sang Imam, Hujjatul Islam. Yang membela dan mempertahan nilai-nilai serta prinsip Islam. Semangatnya patut ditiru untuk para pemuda zaman sekarang.

Kita telah banyak melihat konten-konten yang menjauhkan diri kita dari nilai dan prinsip islam. Jika hadir satu orang saja, yaitu Content Creator yang memiliki semangat seperti Imam Al-Ghazali.

Maka, insya Allah. Kita semua bisa menikmati konten yang tidak hanya menghibur, tapi juga dapat bernilai ibadah.

Seperti insight yang saya dapatkan dari konten kreatif karya Gus Aldi.

Selamat Membaca :)

Malam tadi saya sangat bersyukur. Sambil mengedit daily insight 21 Agustus 2022 untuk siap diposting di blog. Saya ngobrol-ngobrol asik bersama keluarga.

Alhamdulillah, bisa kumpul dengan keluarga lagi. Ini adalah momen terbahagia saya. Malamnya sebelum tidur, saya banyak cerita dan mendengarkan kisah dari adik, ibu dan ayah saya.

Dan karena itu, saya telat bangun, haha … Biasanya saya bangun pagi sekali. Tapi hari ini, sedikit lewat, hihi…

Tapi, ya sudahlah. Sekarang (06.35 WITA) saya ingin membaca buku saja dulu. Dan insight nya akan saya tulis nanti setelah membacanya.

Baca buku apa? Sebenarnya baca kitab. Kitab Ihya Ulumuddin. Karena berhubung kemarin di daily insight 21 Agustus 2022, saya sempat menyinggung tentang Imam Al-Ghazali.

INSIGHT 1

Dimulai Dengan Prolog

Biasakan diri membaca buku dari awal. Itulah prinsip saya. Karena dengan membaca buku dari awal (cover) membuat kita mengenal: 

Pertama, mengenal tentang biografi singkat sang penulis; 

Kedua, memahami keresahan penulis atau premis sang penulis;

Ketiga, mendapatkan informasi penting (panduan), sebelum membaca buku.

Tidak terkecuali ketika saya membaca Kitab Ihya Ulumuddin. Saya mulai membacanya dari awal. Dan dari situ, saya merasa lebih dekat dengan Imam Al-Ghazali.

Ada banyak insight yang saya dapatkan dari hanya membaca prolog kitab tersebut. Di antaranya, kisah perjalanan hidup Sang Imam, dari lahir hingga ia meninggal.

Dari kisah hidupnya, saya juga mengetahui perjalanan Sang Imam dalam menuntut ilmu. Berawal dari Ayah Sang Imam yang dekat dengan para ulama dan bercita-cita ingin memiliki anak yang soleh seperti para ulama.

Sampai saya jadi paham mengapa Sang Imam dijuluki sebagai Hujjatul Islam. Karena setelah membaca prolog dari Kitab Ihya Ulumuddin, saya bisa melihat keresahan terbesar Sang Imam.

Tidak saya duga, bahwa begitu besar niat Sang Imam dalam memperjuangkan nilai-nilai islam yang pada masa itu banyak orang yang luput dan menyimpang dari nilai Islam.

Jadilah orang yang mempertahan prinsip-prinsip keislaman sesuai dengan jalan (kapasitas dan kapabilitas) kita masing-masing. Seperti Hujjatul Islam yang membela Islam melalui karya-karyanya.

Insight, 22 Agustus 2022.

Padahal waktu itu belum ada sosmed dan tiktok. Tapi di zaman tersebut, sudah banyak orang yang luput dari nilai-nilai islam. Apalagi di zaman seperti sekarang ini. Yang dikit-dikit joget pargoy, wkwk.

Kita berdoa saja. Mudah-mudahan kita diberikan taufiq dan hidayah untuk tetap berada di jalan yang benar.

Dan kita berdoa, mudah-mudahan bisa dihadirkan seorang Hujjatul Islam di zaman digital. Yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam. Aamiin Allahumma Aamiin.

Saya ingin membahas lebih dalam tentang perjalan hidup Sang Imam di pembahasan yang berbeda. 

Semoga saya bisa segera menulisnya dan meletakkannya di Kitab Insight, sebagai pengantar sebelum akhirnya saya menulis berbagai insight yang bisa saya dapatkan dari kitab Sang Imam, Kitab Ihya Ulumuddin.

Untuk saat ini, sampai disini dulu insight saya dari membaca Kitab Ihya Ulumuddin. Lengkapnya, nanti bisa kalian baca insight nya di menu Kitab Insight, Ihya Ulumuddin.

INSIGHT 2

Kerinduan & Keresahan

Melanjutkan kisah yang diawal tadi. Saya jadi teringat dengan kampung halaman. Kampung dimana saya dibesarkan. Dan kampung dimana suku saya berasal.

Banyak hal yang saya dapatkan dari cerita adik saya. Mulai dari mendengarkan bagaimana keadaan orang-orang sana, sekarang.

Ternyata sudah banyak teman saya semasa kecil dulu ketika disana, yang sekarang sudah menikah. Dan saya ... Haha … Jangan disebutlah, wkwk.

Tapi, tidak sedikit juga saya mendengarkan cerita teman saya melalui adek saya. Cerita tentang mereka yang menikah di usia muda dan berakhir pada perceraian.

Entah, saya lagi gosipin orang atau tidak. Saya tidak tau. Maafkan saya, huhu...

Tapi kayaknya ini akan menjadi keresahan saya dan orang lain tentang pernikahan diusia muda. Tidak ada masalah sebenarnya kalo mau nikah di usia muda. Itukan urusan mereka.

Yang jadi permasalahannya adalah perceraiannya. 

Tapi mau bagaimana lagi. Saya tidak punya kekuatan untuk bisa merubah hal tersebut. Paling saya hanya bisa menasehati diri sendiri.

Jadilah orang yang memiliki komitmen dan tanggung jawab yang tinggi. Jangan merusak masa depan seseorang dengan nafsu (ego) kita sendiri.

Insight, 22 Agustus 2022.

Kalau mau nikah harus dengan komitmen yang sungguh-sungguh. Jangan sampai berakhir dengan perceraian. Apalagi kalau sudah punya anak. Kan kasian anaknya.

Mudah-mudahan kita semua bisa menemukan jodoh dan cinta kita yang bisa menemani kita sampai akhir hayat, dan bahkan sampai bertemu lagi di akhirat. Aamiin Allahumma Aamiin.

Setelah mendengar berbagai kisah tentang kampung halaman.  Ingin rasanya pulang ke kampung halaman, Lombok. Tapi … Rasa-rasanya saya belum siap.

Mungkin saya harus menunggu beberapa tahun lagi. Atau mungkin saya akan menunggu semua keluarga saya balik ke Lombok dan bertemu lagi seperti dulu 

Tapi, yaa ... Begitulah kehidupan Raden Sasak. Seperti nama sukunya, sasak. "Orang yang berpindah dari asalnya."

INSIGHT 3

Hiburan Bernilai Ibadah

Siang ini, setelah shalat dzuhur. Saya melanjutkan aktivitas. Tapi karena dari tadi pagi saya belum makan. Jadi jatah makanan saya, saya jamak, haha … Sarapan dan makan siang digabung.

Kebetulan ketika saya makan, adik saya baru kembali dari potong rambut. Biar chemistry kami semakin bagus. Saya iseng putar video kesukaan saya, sekaligus channel favorit saya.

Video yang saya maksud adalah, Prank Taksi Online-Sholawat, konten kreatif dari Gus Aldi. Beliau sering sekali berbagi hiburan yang dikemas dengan sholawatan.

Selain konten tersebut, ada juga konten lainnya, yaitu Sultan Juki. Konsepnya sama juga, hiburan yang dikemas dengan sholawatan.

Saya merekomendasikan sekali ke kalian, Sohib Insight. Apalagi untuk kalian yang mau mendapatkan hiburan yang sekaligus bernilai ibadah, insya Allah.

Untuk videonya, bisa kalian akses di link ini: “PRANK SHOLAWAT NENEK TIKTOK !! KE ATM AMBIL WUDHU”

Buatlah konten yang menghibur, namun tetap bernilai ibadah. Setidaknya untuk diri kita sendiri, jika belum mampu untuk orang lain.

Insight, 22 Agustus 2022.

Saya dan adik saya sangat terhibur dengan konten tersebut. Bahkan adik saya sampai tertawa terbahak-bahak mendengar gombalan maut Gus Aldi, haha...

Dan dia juga sangat menyukai sholawat yang dilantunkan langsung oleh Gus Aldi.

Ada beberapa insight yang saya dapatkan dari menonton konten Gus Aldi. Salah satunya, yaitu yang berkenaan tentang dosa jariyah.

Yang mana tadi, di konten tersebut. Gus Aldi menceritakan keresahannya melihat akun tiktok yang tidak punya karya (positif), tapi memiliki pengikut yang begitu banyak.

Ternyata pas Gus Aldi lihat. Isi dari akun tersebut adalah konten-konten joget dan pamer aurat.

Dari sinilah, Gus Aldi membahas tentang dosa jariyah diawal videonya. 

Apa yang dimaksud dengan dosa jariyah?

"Dosa jariyah adalah dosa yang terus mengalir pada diri seseorang sekalipun orang itu telah meninggal dunia. Dosa yang akan tetap ditimpakan kepada orang tersebut, sekalipun dia tidak lagi mengerjakan perbuatan maksiat itu."

~ Situs republika.co.id

Jadi, sayang banget, ya. Karunia yang kita dapatkan, karunia yang kita peroleh dari Allah SWT., malah kita pergunakan untuk mendapatkan dosa jariyah.

Padahal, menurut Gus Aldi. Itu bisa menjadi amal yang bernilai besar untuk suaminya kelak, hehe...

Mudah-mudahan kita semua diberikan taufik dan hidayah untuk tetap berada dijalan yang benar, dan terhindar dari segala perbuatan yang bernilai dosa jariyah. Aamiin Allahumma Aamiin.

Alhamdulillah, dapat satu konten dan tontonan yang memberikan hiburan sekaligus ilmu agama dan ibadah, berupa sholawatan kepada Rasulullah SAW.


Oke, sampai disini dulu Daily Insight dari saya. 

Mudah-mudahan ada kebaikan yang bisa diambil. Kalaupun tidak ada. Setidaknya kita sudah membiasakan diri untuk membaca hari ini.

Terimakasih banyak Sohib Insight yang sudah membaca. Dan sampai jumpa di Insight berikutnya. Dah …

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Hai, Saya Raden Sasak. Saya senang memikirkan hal-hal yang jarang terpikirkan. Saya senang menulis insight setiap hari. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Support Jurnal Insight.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload