Gabung Insight Broadcast

Semua Tentang Nikmat Dan Kenikmatan

Mark

Memahami arti kenikmatan dalam hidup. Membuat saya berpikir, bahwa pada akhirnya yang kita cari adalah rasa bahagia, ketenangan, ketentraman dan kedamain batin.

Seringkali kita merasakan kekecewaan setelah mendapatkan kenikmatan dunia. Karena kebanyakan dari mereka, menurut kita baik. Tapi tidak baik bagi kita.

Hal ini yang membuat saya berpikir kembali tentang makna kehidupan yang sesungguh.

Semua Tentang Nikmat Dan Kenikmatan

Hi, Sohib Insight. Selamat datang kembali di blog Jurnal Insight. Terima kasih buat kalian yang sudah mau membaca  Daily Insight dari saya.

(Ketika saya menulis ini. Saya tidak yakin akan ada yang mau membacanya. Jadi tulisan ini untuk diri saya sendiri).

Sebenarnya, alasan saya menulis insight setiap hari adalah ingin menerapi diri sendiri dengan kegiatan tulis-menulis.

Karena saya baca-baca ada banyak kebaikan yang bisa kita temukan ketika kita menulis.

Saya, sebagai orang yang penuh keburukan, ingin sekali menutupinya dengan kebaikan. 

Salah satunya dengan menulis.

Yaa … semoga saja dari menulis setiap hari bisa membentuk kebiasaan baik bagi saya. 

Nggak nikmat emang nulis setiap hari, karena capek.

Tapi inilah salah satu syarat yang harus saya tempuh. Menempuh kesulitan sebelum akhirnya menemui kemudahan.

“Karena dibalik kesulitan, menanti kemudahan.”

INSIGHT 1

Menurut Kita Terbaik, Belum Tentu Baik Bagi Kita

Pagi ini, pukul 03.22. Saya membaca buku Mindful Life karya Coach Aji. Tidak banyak yang saya baca. Hanya satu setengah halaman saja. Tepatnya yang saya baca adalah, “Bab 2: Memahami Apa Yang Benar-Benar Berharga Dalam Hidup. Seputar Kenikmatan dan Bahagia.”

Bicara tentang kenikmatan dan bahagia, adalah 2 hal yang paling dicari manusia. “Tidak apa-apa miskin, asal bahagia, “Tidak apa-apa makanannya sederhana. Asal bersama, pasti nikmat. Pernahkah dengar kalimat seperti itu?

Apa-apa yang kita lakukan, pasti akan kita sandingkan dengan kenikmatan dan kebahagian. “Buat apa punya istri cantik, tapi tidak bahagia”. Itu adalah kata lain yang sering saya dengar.

Dan masih banyak lagi kata-kata, kalimat, atau frasa yang menggambarkan bahwa kenikmatan dan kebahagian adalah suatu hal yang paling dicari oleh manusia.

Datanglah seorang guru kepada muridnya dengan membawa sebuah pertanyaan, “Apa yang menjadi hal terbaik bagi manusia?” Lalu, salah seorang dari muridnya yang bernama Aristippos menjawab, “Hal terbaik bagi manusia adalah kenikmatan”.

Membaca kisah antara seorang guru dan murid tersebut membuat saya sedikit berpikir, “Apakah iya, kenikmatan menjadi hal terbaik bagi manusia?” Menurut saya, kenikmatan belum tentu menjadi hal terbaik bagi manusia. Tapi menjadi hal terbaik menurut manusia.

Kira-kira, bisa dipahami gak, kalimatnya? Oke, saya ulangi.

Kenikmatan belum tentu menjadi hal terbaik bagi manusia. Tapi menjadi hal terbaik menurut manusia.

Insight, 21 Agustus 2022.

Mari kita bold dan underline kata ‘bagi’ dan ‘menurut’. Kalo memang benar kenikmatan adalah hal terbaik bagi manusia. Maka, seharusnya itu mendatangkan kebaikan. Tapi kenyataannya tidak demikian. Kebanyakan dari kenikmatan (nafsu) mendatangkan keburukan. Tidak semuanya, tapi kebanyakan seperti itu.

Rebahan. Nikmat atau tidak?

Makan, makanan yang yang tinggi gula dan kolesterol. Nikmat atau tidak?

Nonton hiburan di YouTube, Instagram, TikTok. Nikmat atau tidak?

Punya pasangan yang cantik. Nikmat atau tidak?

Punya pasangan yang kaya raya. Nikmat atau tidak?

Pasti jawabannya adalah nikmat. 

Rebahan itu nikmat. Dan itu adalah hal yang terbaik menurut kita, namun belum tentu baik bagi kita.

Makan, makanan enak itu nikmat. Dan itu adalah hal terbaik menurut kita, tapi belum tentu baik bagi kita. Karena kebanyakan makanan yang enak di lidah, belum tentu sehat dan menyehatkan.

Kalo kata guru saya, “Hati-hati dengan yang manis. Bisa saja itu penyakit untukmu. Tapi jangan caci yang pahit. Bisa jadi itu membawa kesembuhan bagimu.”

Nonton hiburan pasti nikmat. Dan itu adalah hal terbaik menurut kita, tapi belum tentu baik bagi kita. Karena sering kali terlalu banyak menonton hiburan bisa membuat kita cemas. 

Cemas karena merasa bersalah telah membuang banyak waktu untuk hal yang tidak terlalu penting. Cemas karena masih banyak pekerjaan yang tertunda atau belum selesai. Ini yang sering kita temui, pekerjaan tertunda.

Punya pasangan cantik? Punya pasangan kaya raya? Oh, itu nikmat sekali. Dan itu adalah hal terbaik menurut kita, tapi belum tentu baik bagi kita.

“Gak papa lah punya pasangan yang biasa, asalkan setia.” Ciiiee, ha..ha..

Hal-hal yang menurut kita baik, belum tentu baik bagi kita. Karena baik atau tidaknya sesuatu bagi kehidupan kita tidak dinilai dari "luar". Tapi dinilai dari "dalam". Nafsu telah mengubah sesuatu yang buruk menjadi terlihat baik dimata kita.

"Idiiihh … kata-katanya udah kayak filsuf aja." Emang, si paling filsuf, haha…

Lumayan banyak insight yang bisa digali dari hanya membaca satu setengah halaman buku. 

Sehabis dari menulis insight, saya istirahat sambil menunggu waktu subuh masuk. Dan setelah itu lanjut mencari insight di pagi harinya.

INSIGHT 2

Semua Tentang Kenikmatan Dibahas Dalam Komedi

Di pagi harinya saya buka sosmed. Siapa tau ada penting-penting masuk. Meskipun saya tahu tidak akan ada yang penting. Mau bagaimana lagi, namanya juga jomblo. Yakan, haha…

Dari buka sosmed pindah ke aplikasi pekerjaan. Dan dapat notif pesan untuk mengerjakan beberapa desain. Buat bikin desain-desain flyer kelas, webinar gitu.

Habis dari kerjaan, istirahat sebentar sambil menonton Stand Up Comedy, SUCI X Kompas TV. Dan saya hampir lupa. Bahwa hari ini adalah minggu.

Dihari minggu, biasanya ada (stand up) komedi tepi jurang, yaitu Somasi Close The Door.

Habis dari menonton Stand Up Comedy Suci X, Kompas TV. Saya lanjut nonton Somasi Close The Door. Tapi sayang, saya tidak menontonnya sampai habis, karena tertidur.

Kebiasaan, tidur sebelum waktu dzuhur masuk.


Zzz…Zzz…Zzz…(Suara tidur orang jomblo, wkwk).

Singkat cerita, saya terbangun tepat ketika waktu dzuhur masuk. Jadi saya ishoma. Habis dari situ, karena keingat tontonan komedi belum selesai, maka saya lanjut menonton.

Lumayan, dapat banyak keresahan yang lucu-lucu dari berbagai komedian. Mulai dari topik yang ringan sampai topik yang sangat berat.

Setelah nonton Stand Up Comedy, ada beberapa insight menarik yang saya dapatkan. 

Insight yang saya dapatkan adalah insight yang berkaitan dengan kepenulisan dan public speaking. Wah, ini insight yang saya dapatkan sangat-sangat menarik sekaleh, pake leh, wkwk.

Memang para komedian jago-jago dalam menulis materi dan membawakan materinya ke hadapan banyak orang.

Insight menarik pertama yang saya dapatkan adalah, insight dari materi Bang Gautama.

Namanya: Ga, utama. Tapi lucunya paling utama, haha…

Menurut saya, dia komedian yang paling lucu dibandingkan komedian SUCI X lainnya.

Untuk lengkapnya, videonya bisa kalian tonton di sini: 

Ini Alasan Gautama Selalu Main Tebak-Tebakan pas Stand Up! | PRESHOW SUCI X

Insight dari video tersebut, adalah bagaimana cara Gautama membuat topik yang ringan menjadi menarik. Bahkan, bisa saya katakan komedi yang receh, bisa menjadi komedi yang menarik.

Komedi receh yang saya maksud disini adalah komedi tebak-tebakan.

Di tebak-tebakannya yang pertama memang tidak begitu pecah. Tapi, setelah membahas lebih dalam tentang tebak-tebakan. Komedinya menjadi menarik dan pecah (lucu).

Saya memang tidak mahir dalam ber-Stand Up Komedi. Ikut Open Mic saja hanya sekali. Itupun anyep, alias tidak pecah (lucu), haha…

Meskipun begitu, setidaknya dapat pengalaman baru lah, hehe..

Dari video tersebut. Saya bisa melihat Bang Gautama pandai sekali dalam mengaitkan keresahan yang ia bawakan.

Kok, bisa gitu? dari tebak-tebakan jadi bahas politik sampai ke olahraga voli, haha… Menurut saya itu lucu sekali. Bahkan, saya sampai menontonnya berkali-kali.

Saya sangat menyarankan kalian untuk menonton videonya.

Jadi, insight yang dapatkan dari komedi Gautama adalah, “Membuat Yang Sederhana Menjadi Menarik Untuk Dinikmati”.


Dari Bang Gautama, saya lanjut menonton Stand Up Comedy di Somasi. Ini adalah komedi tepi jurang. Dan yang menjadi korbannya (dibaca comedian), adalah Kak Onyot, haha… 

Lucu, tapi ngeri-ngeri sedap. Videonya bisa kalian tonton disini: Somasi, Minggu 21 Agustus 2022.

Disini saya mau kasih tahu satu hal dulu, sebelum kalian menonton video tersebut. Yaitu, kalau kalian mau dapat lucunya, kalian harus mikir dulu. 

Kenapa? Karena ini adalah komedi Kak Onyot, yaitu komedinya para Smart People, xixixi…

Kalau kalian nggak mikir atau nggak update berita yang lagi panas. Kalian nggak bakalan nemu lucunya dimana.

Menurut saya sih, gitu. Tapi, tidak ada salahnya kalau kalian mau menontonnya.

Sungguh piawai Kak Onyot dalam menemukan istilah. Ia juga mahir sekali bermain dengan variabel yang kemudian dimasukkan kedalam materi komedinya.

Ini yang membuat saya dan mungkin orang lain akan betah menonton komedi dari Kak Onyot.

Kalau yang pertama tadi, membuat yang sederhana menjadi menarik. Kalau Kak Onyot, membuat yang berat menjadi ringan dan dapat dinikmati.

Nikmat sekali komedinya. Mana tepi jurang lagi. Kalo bahasanya, ngeri-ngeri sedap, haha…

Materi yang ditulis Kak Onyot sangat-sangat kreatif dan rapi. Hebat memang Kak Onyot. Saya jadi kepengen nonton video Kak Onyot yang lainnya.

Apa insight yang saya dapatkan dari Stand Up Comedy Kak Onyot? Jawabannya 3 kata, “Mampu Berpikir Kreatif”.

Kayaknya, saya juga harus sering-sering menulis untuk mengasah otak saya, agar mampu berpikir kreatif.

Mudah-mudahan saya bisa menjadi seseorang yang mampu berpikir kreatif, menghasilkan ide-ide yang kreatif dan menghadirkan karya-karya yang kreatif. Aamiin Allahumma Aamiin.


Berbicara tentang kreatif. Ada satu lagi video sangat menarik. Yaitu video dari youtube channel Keramagz. Video yang barusan (sekitar jam 5 sore) saya tonton. Judulnya,

“LENGAN BRUCE BANNER SEMBUH | SHE-HULK EPISODE 1 BREAKDOWN DETAILS”

Perhatikan dua kata terakhirnya, yaitu ‘Breakdown Details’. Disini Eka, sebagai pemilik channel dan pembawa acaranya sangat detail sekali membreakdown setiap film yang ia tonton.

Kejeliannya dalam menonton sebuah film membuat saya tertarik untuk belajar. Belajar menjadi orang yang jeli dan peka dalam melihat sesuatu. 

Kalo menurut saya, ini adalah skill yang dapat dilatih. Namun semua itu butuh latihan yang keras.

Salah satu cara saya bisa melatih kepekaan dan kejelian saya adalah dengan membuat insight setiap kali baca kitab, baca buku, dan mengikuti kelas pengembangan diri.

Termasuk juga ketika membuat Daily Insight.

INSIGHT 3

Kenikmatan Yang Sesat Dan Menyesatkan

Sebelum masuk waktu maghrib. Mata saya tertarik kepada sebuah video. Video tersebut membahas tentang kitab rujukan seorang gus yang akhir-akhir ini viral, karena berseteru dengan pesulap merah.

Kalian tahu lah, siapa yang saya maksud.

Di video tersebut, ia katakan bahwa kitab rujukan yang ia baca adalah kitab Al-Aufaq.

Kalian pernah mendengar tentang kitab tersebut? Saya baru tahu setelah menonton video tersebut.

Isi daripada kitab tersebut adalah ajaran-ajaran sesat, seperti sihir atau guna-guna dan ritual cara melakukannya. Begitulah yang saya "tangkap" dari video tersebut.

Masalahnya adalah, kitab tersebut dinisbatkan kepada Imam Al-Ghazali.

Alhamdulillah di video tersebut ada penjelasan dari Buya Yahya yang diambil dari YouTube Channel Al-Bahjah.

Video aslinya bisa kalian tonton disini: “Benarkah Kitab Aufaq Karangan Imam Ghazali ? - Buya Yahya Menjawab”

Dijelaskan bahwa, penisbatan tersebut menurut para ulama besar adalah dusta. Karena Imam Al-Ghazali adalah "Hujjatul Islam" yang paham betul tentang Syariat.

Adapun terkait kenapa nama Imam Al-Ghazali ada di kitab tersebut, ialah akibat daripada ulah orang-orang yang tidak memiliki akhlak. Mereka sengaja menggunakan nama-nama ulama besar, karena itu dianggap menjual. 

Seperti orang-orang dusta yang suka membawa-bawa agama. Mereka membawa agama, karena itu dianggap sangat menjual.Hal ini sering kita temui dalam kehidupan kita. 

Sebut saja salah satunya, yaitu salah satu Yayasan Amal yang mengatasnamakan kepentingan agama untuk merauk sedekah dari para dermawan. Menarik sebanyak orang untuk bersedekah. Tetapi hasilnya tidak digunakan sebagaimana mestinya.

Saya bukanlah seorang yang ahli agama dan bukanlah seorang yang ahli iman. Tapi berdusta atas nama agama, itu sangat-sangat perilaku yang tidak terpuji.

Menjual agama untuk kepentingan pribadi. Apa pendapat kamu tentang hal ini?

Mudah-mudahan kita semua diberikan petunjuk dan kekuatan untuk terus melangkah di jalan yang benar. Aamiin Allahumma Aamiin.


Alhamdulillah, bisa dapat begitu banyak insight. Untuk saya pribadi, semuanya bermanfaat.

Mudah-mudahan bisa disiplin dan konsisten nulis tiap hari.

Oke, sampai disini dulu Sohib Insight. Sampai jumpa di Daily Insight dan Insight lainnya.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Hai, Saya Raden Sasak. Saya senang memikirkan hal-hal yang jarang terpikirkan. Saya senang menulis insight setiap hari. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Support Jurnal Insight.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload