Join Telegram

Daily Insight: Ahad, 28 Safar 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Mengubah Halangan Menjadi Tantangan.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-13. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Kejam Mempertajam Pikiran Dan Tindakan.

“Kehidupan seringkali kejam, tetapi mendewasakan”.

~ Unknown.

Entah sudah berapa banyak orang yang telah mengeluhkan kehidupannya. Entah berapa banyak orang yang telah habis kesabarannya.

Segitulah kejam dunia. Kadang membuat kita mengeluh dan membuat kesabaran kita habis sebelum waktunya. Tapi mau bagaimana lagi. Hidup adalah hidup.

Memang kehidupan seringkali kejam terhadap kita. Tidak adanya keadilan. Tidak adanya keprimanusian. Semakin menambah kekejaman kehidupan di dunia.

Meski kehidupan begitu kejam bagi kita. Bukan berarti itu semuanya kejam dan tidak menghasilkan apa-apa bagi diri kita. Kekejaman sering kali menjadi teman kita bertumbuh.

Kejamnya dunia ini membuat kita semakin berpikir dan berusaha. Inilah yang membuat kita menjadi orang yang dewasa seiring kita menghadapi kejamnya dunia.

Banyak yang tidak adil memang di dunia ini. Tapi kitalah yang harus mencari keadilan tersebut. Kita yang harus berani menyuarakan keadilan tersebut.

Hal seperti itu akan membuat kita semakin dewasa dan semakin bijak pula cara kita berpikir dan bertindak.

Kejam itu mempertajam cara kita berpikir dan bertindak.

Insight, 28 Safar 1444H.

Semakin kejamnya kehidupan kita menandakan bahwa kita siap untuk melanjutkan level kehidupan selanjutnya. Seperti game, semakin lama semakin sulit.

Kalau kita berhasil melewati ujian yang kita hadapi. Kita akan melewatinya. Tetapi jika kita tidak berhasil melewati ujian tersebut, maka kita akan mengulanginya.

Nah, ini bagian yang paling saya kurang suka. Ketika kita tidak berhasil melewatinya, kemudian kita mengulanginya.

Ada yang pernah begitu, gak?

Gak berhasil lanjut ke level berikutnya, terus sebel. Kan gak enak banget, ya, harus mengulang ujian atau tantangan yang sama. Itulah kenapa saya benci dengan remedial, wkwk.

Dan anehnya lagi. Ada sebagian juga yang mereka sudah mengulang, tapi gak berhasil lulus. Akhirnya mengulang lagi. Makin sebel gak tuh? Haha…

Tapi mungkin ketidak berhasilan kita yang berulang kali itu adalah untuk melatih kesabaran kita. Dan mungkin mengajarkan kita bahwa kita itu harus peka.

Kadang kita tidak berhasil lolos dan lanjut ke level selanjutnya, itu karena kita gak peka aja orangnya. Oleh karena itu, membangun kesadaran diri sangat penting untuk kita.

Pentingnya dimana?

Ya, penting di bagian ketika kita jadi peduli dengan apa yang kita hadapi. Mungkin saja kita tidak peduli dengan yang kita hadapi sehingga kita tidak berhasil menyelesaikannya.

Kesadaran diri penting adanya untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap permasalahan yang kita hadapi.

Insight, 28 Safar 1444H.

INSIGHT 2

Mengubah Halangan Menjadi Tantangan.

“Tapi komik yang baik adalah: ketika dia tau halangan itu bukan penghambat. Tapi itu tantangan, itu challenges. Dari ini gue bisa bikin apa?”

~ Raditya Dika.

Mungkin perkataan yang saya kutip dari bang Radit hanya dituju untuk para komik. Tapi sebenarnya, perkataan bang Radit tersebut juga bisa untuk kita yang bukan komik.

Perkataan bang Radit tersebut bisa menjadi nasehat untuk kita dikala kita menghadapi sebuah halangan. Ini bisa menjadi cara kita memaknai sebuah halangan.

Kalau kita memaknai sebuah halangan menjadi sebuah tantangan. Yang ada kita tidak akan merasa terhalang, melainkan kita akan merasa pintu jalan kita terbuka.

Karena dengan adanya tantangan, itu menjadikan kita terpacu untuk bisa berpikir kreatif.\

Kita menjadi seorang pro player yang selalu berambisi untuk menyelesaikan semua tantangan yang ada. Bisa jadi dengan halangan tersebut kita semakin bertumbuh.

Halangan memang sebuah penghambat kita untuk mencapai sesuatu. Tapi ketika kita mengubah cara kita memandang halangan itu. Maka kita tidak akan terhambat.

Halangan hanya akan menghambat kita ketika kita tidak memiliki makna lain tentang halangan. Jadi penting untuk memaknai kata 'halangan' itu sendiri.

Ubahlah makna halangan menjadi sebuah tantangan.

Insight, 28 Safar 1444H.

Ketika halangan menjadi sebuah tantangan. Maka kita akan berpikir, kira-kira dengan tantangan ini kita bisa apa. Apakah tantangan yang kita hadapi bisa kita olah, mungkin.

Yang pasti halangan tidak kita jadikan sebagai alasan untuk kita berhenti bergerak. Melainkan halangan kita jadikan sebagai alasan kita untuk terus maju.

Bagaimana cara halangan membuat kita maju. Yaitu, dengan menjadikannya sebuah tantangan. Bukankah hidup kita gak bakalan seru kalau gak ada tantangannya?

Saya kira kita semua suka dengan tantangan. Ada challenge tiktok kita sikat. Masak iya, tantangan hidup kita sendiri tidak kita sikat. Aneh sekali kalau tidak.

Mungkin kita berani dan mau menyelesaikan tantangan tiktok\ karena mungkin kita mendapatkan engagement dari netizen. Kalau tantangan hidup yang sebenarnya kita abaikan.

Mungkin karena kita tidak menginginkan engagement iman dari Tuhan Yang Maha Esa.

Apapun itu, kita jangan pernah menyerah dengan halangan. Karena sepandai-pandainya orang adalah mereka yang tahu bahwa halangan itu bukan penghambat.

Pandangan harus terus kedepan, lihat halangan sebagai tantangan. Buatlah diri kita semakin di depan, agar kita menjadi orang yang menang.

Insight, 28 Safar 1444H.

Azek … keren juga tuh pantun, wkwk.

Maju terus tanpa batas, sampai kita berada di titik yang paling atas. Dan jangan lupa jadikan semua beban hidup lepas.

INSIGHT 3

Tidak Akan Habis Meskipun Diwariskan.

"Selfish is easy. It's sharing that takes courage".

~ Simon Sinek.

Insight terakhir hari ini yaitu datang dari Bapak Simon Sinek. "Egois itu mudah. Berbagi itu butuh keberanian". Kalau egois itu mudah, bisa saya pahami.

Bagi saya pribadi egois itu sangat mudah sekali. Tapi sebagian orang mungkin sulit untuk egois. Jika itu ada, maka itulah orang-orang yang perlu kita budidayakan, haha…

Karena orang yang seperti itu langka. Dan jika adapun hanya sebagian kecil orang saja.

Mudah egois bukan berarti kita selalu egois dalam berbagai hal. Ada beberapa hal yang mana kita harus menekan keegoisan kita.

Sikap egois adalah sikap yang mempertahankan sesuatu hanya untuk kepentingan dan keuntungannya pribadi. Dan tidak mau memikirkan tentang orang lain.

Sulit bagi kita mungkin untuk tidak bersikap egois. Karena kita harus mengorbankan keinginan kita pribadi untuk mendapatkan keinginan bersama.

Tapi siapapun yang mampu mengesampingkan sikap egoisnya. Dia adalah orang yang patut kita hormati. Karena telah menjaga dan menghormati perasaan orang lain.

Menjaga perasaan diri sendiri tetap baik adalah sebuah keharusan. Tapi menjaga perasaan orang lain tetap baik adalah sebuah kebaikan.

Insight, 28 Safar 1444H.

Tidak salah memang jika kita mengesampingkan ego kita bisa mendatangkan kebaikan bagi orang lain. Karena berbagi perasaan agar perasaan kita dan orang lain tetap baik adalah sebuah keberanian.

Berani bukan hanya ketika kita melakukan sesuatu yang sangat kita takutkan. Tapi berani juga ketika kita menolak sesuatu yang sangat kita inginkan. Itu juga berani.

Dan menolak kepentingan pribadi untuk berbagi ruang, berbagi perasaan, berbagi hasil dengan tim yang kita miliki juga adalah sebuah keberanian yang besar.

Sulit dan berat memang untuk bisa berbagi. Dan itu butuh keberanian yang besar dari dalam diri kita. Tapi ketika kita berhasil melakukannya. Kita akan merasakan satu ketenangan yang sebelumnya kita belum pernah merasakannya.

Apa yang ingin kita bagi? Bagikan lah.

Terlebih lagi jika kita ingin berbagi ilmu. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa ilmu adalah hal yang sangat amat mahal. Tapi jika kita berani membagikannya, ilmu akan bertambah terus.

Tidak sedikit orang yang menginvestasikan hartanya agar bisa mendapatkan compound return. Sehingga hartanya bertambah terus dengan membentuk garis eksponensial.

Tapi ketika kita mau menginvestasikan ilmu yang kita miliki, maka yang akan kita dapatkan bukan garis eksponensial. Melainkan garis yang tegak keatas yang meningkat secara terus menerus tanpa henti.

Ilmu adalah investasi yang terus bertambah dan tidak akan pernah habis meskipun telah diwariskan.

Insight, 28 Safar 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload