Join Telegram

Daily Insight: Arbi'aa', 02 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Berbeda Membuat Kita Lebih Berharga.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-16. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Ubah Caramu Bertindak, Bukan Impianmu.

“Pergilah dengan percaya diri menuju impianmu! Jalani kehidupan yang kamu bayangkan”.

~ Henry David Thoreau.

Apa impian yang kamu miliki. Setiap orang pasti memiliki impian yang ingin dia kejar. Orang-orang sukses pasti memiliki impian mereka masing-masing.

Semua hal yang dicapai oleh mereka berawal dari sebuah impian. Mungkin kamu akan meremehkan kekuatan impian karena mungkin kamu sering dikecewakan.

Haruskah kita menyalahkan impian ketika kita merasa kecewa ketika kita tahu impian tersebut tidak dapat tercapai? Saya rasa yang harus kamu salahkan bukan impianmu.

Karena impian itu adalah sebuah peristiwa yang tercipta karena ada sesuatu dalam dirimu yang ingin kamu capai.

Jika tidak ada sesuatu yang ingin kamu capai lalu muncul sebuah bayangan dari dalam benakmu. Maka itu bukanlah sebuah impian.

Untuk merealisasikan impian kita dibutuhkan usaha yang keras. Tidak hanya kita mampu membayangkannya dalam pikiran dan selalu menyebutnya dalam lisan.

Namun ketika kita gagal dalam mewujudkan impian tersebut. Kita tidak perlu menyalahkan impian dan merusak impian kita atau bahkan mengubur impian itu dalam-dalam.

Mewujudkan impian menjadi sebuah kenyataan adalah sebuah gabungan dari kerja keras dan rasa sabar.

Yang salah bukan impianmu, melainkan tindakanmu.

Insight Raden Sasak, 02 Rabiul Awal 1444H.

Gagalnya kita dalam mewujudkan impian bukan karena impian kita terlalu besar. Pun jika impian itu terlalu besar, kenapa tidak, kita membaginya menjadi bagian yang kecil.

Dengan begitu sangat mudah dan sangat mungkin bagi kita untuk mewujudkan impian tersebut.

Memiliki impian yang besar untuk menjadi seorang penulis yang masyhur dimana-mana, mungkin itu terlalu besar dan terlalu mengada-ngada.

Tapi sebenarnya tidak. Kita hanya perlu membagi impian yang besar tersebut menjadi impian yang kecil. Misal, menulis setiap hari.

Ketika kita berhasil menulis setiap hari, mencapai yang impian kecil. Insya Allah, kita pasti bisa mewujudkan impian yang besar tersebut.

Seperti bermain puzzle. Pecahan-pecahan kecil yang menyusun gambar tersebut adalah impian kecil kita. Dan impian besarnya adalah gabungan pecahan kecil tersebut.

Untuk bisa menyusun puzzle tersebut kita perlu fokus, cermat dalam memandang sebuah gambar dan meletakkannya pada posisi yang benar.

Jika kita mau jeli dan ulet dalam menyusunnya kita pasti bisa menyusun semua pecahan-pecahan tersebut menjadi sebuah gambar besar yang utuh.

Fokus pada potret besar - jeli dalam memilih, lalu mulai menyusunnya.satu per satu. Itulah kuncinya.

Insight Raden Sasak, 02 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 2

Semuanya Akan Kembali Kepada Pemiliknya.

“Gue sekarang taun ini, banyak sekali kebaikan yang gue dapet. Gue gak boleh ngeliat apa yang hilang, gue harus ngeliat apa yang gue dapet”

~ Denny Sumargo.

Hari ini saya belajar tentang bagaimana cara berlaku sabar atas suatu musibah yang sedang atau yang akan kita alami. Pelajaran hari ini sangat berharga terutama bagi saya.

So, tadi pagi saya membuka YouTube untuk mencari satu hiburan setelah melakukan beberapa aktivitas yang cukup berat.

Niat awal saya adalah menonton Indonesia’s Got Talent. Saya suka sekali menonton acara tersebut karena sangat menginspirasi bagi saya.

Dan saya suka dengan orang-orang yang begitu hebat pada bidang yang mereka minati. Satu pelajaran bahwa kita harus passionate terhadap satu minat kita.

Salah satu juri di acara tersebut adalah Bang Densu. Dia adalah salah satu juri yang saya sukai karena dia selalu bisa menjadi mood booster ketika kita lagi penat.

Tapi untuk tadi pagi, tidak! Karena melihat satu berita tentang dia yang kehilangan channel YouTube yang ia miliki karena ulah seseorang yang tidak bertanggung jawab.

Channel YouTube yang banyak orang curhat kepadanya. Kini telah diretas. Dan akibatnya, ia harus kehilangan ratusan ribu subscriber.

Dan bang Densu tetap sabar dan cukup santai dalam menanggapi peristiwa tersebut. Karena ia percaya bahwa jika channelnya akan balik, pasti akan balik.

Dari sini kita bisa belajar dari bang Densu, bahwa musibah apapun yang kita temui, hendaknya kita memasrahkan diri kita kepada takdir dan kehendak Tuhan.

Seperti tukang parkir yang tidak pernah marah ketika kendaraan yang dia jaga diambil. Maka begitulah hendaknya kita bersikap pada apa yang diambil oleh Sang Pemilik.

Insight Raden Sasak, 02 Rabiul Awal 1444H.

Insight lain yang saya pelajari dari ujian yang didapatkan oleh bang Densu adalah tentang bagaimana caranya memandang suatu nikmat.

Kata-katanya dalam menanggapi satu ujian dengan membandingkan dengan nikmat satu tahun yang telah ia dapatkan sangat membuat saya kagum.

Dia katakan bahwa dirinya tidak boleh melihat kepada sesuatu yang hilang. Tapi yang harus dilihat adalah nikmat selama satu tahun yang telah ia dapatkan.

Dua insight yang saya dapatkan dalam satu kalimat. Yaitu insight tentang bersabar dan bersyukur.

Caranya memandang suatu masalah patut untuk kita tiru. Karena biasanya seseorang yang kehilangan sesuatu, maka ia akan mencarinya sampai itu ia dapatkan kembali.

Tapi ia, bang Densu berlaku sabar dengan apa yang ia hadapi. Karena ia tau itu pasti kembali jika itu masih menjadi miliknya.

Jangan lihat yang hilang. Tapi lihat yang telah datang.

Insight Raden Sasak, 02 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Berbeda Menjadikan Kita Lebih Berharga.

“The first step in being more inclusive is recognizing your blind spot”.

~ Mariana Atencio.

Insight yang terakhir pada hari ini saya dapatkan dari menonton YouTube. Panggung dimana setiap orang sukses menceritakan kisah mereka. Dimana lagi, kalau bukan: TEDx Talks.

Dalam video tersebut Atencio menceritakan kisah dimana dia dianggap sebagai orang asing oleh teman-teman sekolahnya karena ia baru diajak pindah oleh orang tuanya.

Di video tersebut ia banyak membahas tentang perbedaan. Dan mengapa orang-orang menganggap kita berbeda dengan mereka.

Ia sering pindah dari satu daerah ke daerah lain. Bahkan ketika ia menjadi seorang jurnalis. Meski begitu ia selalu menganggap bahwa,

“Being different is an advantage”.

Begitulah katanya. Menjadi berbeda adalah sebuah petualangan bagi dirinya. Memang ketika kita dianggap berbeda menjadikan kita kesepian.

Tapi menjadi berbeda ada banyak hal yang bisa kita dapatkan. Dan menjadi berbeda juga menjadikan kita spesial. Karena kita berbeda dari orang lain.

Tidak ada yang salah dengan menjadi berbeda dari orang lain. Yang salah adalah ketika kita berusaha menjadi sama hingga tak terlihat perbedaannya sama sekali.

Berbeda itu yang membuat kita jadi unik, identik dan menarik. Entah apa kata orang. Mereka adalah orang yang tidak bisa menjadi berbeda, bisanya hanya meniru.

Menjadi berbeda, menjadikan kita lebih berharga.

Insight Raden Sasak, 02 Rabiul Awal 1444H.

Berbeda menurut pandangan orang adalah asing. Tapi asing bagi sebagian orang akan lebih menarik. Karena belum pernah ia lihat, dengar atau rasakan.

Banyak orang yang ingin membuka usaha dan diawal mereka memulai. Mereka harus memikirkan perbedaannya dengan yang lain.

Bahkan dalam personal branding juga demikian. Apa yang membuat kita berbeda dengan orang yang lain. Karena jika tidak ada perbedaannya, maka branding kita tidak kuat.

Bersyukur kita bisa menjadi yang berbeda karena itu yang akan membuat kita menjadi lebih berharga dan memiliki nilai lebih dibandingkan dengan orang pada umumnya.

“What makes me different has made me stand out and be successful”.

Apa yang membuat kita berbeda akan membuat kita lebih menonjol dan menjadikan kita sukses. Begitulah insight yang begitu bagus dari seorang jurnalis, Mariana atencio.

Jadi, apakah kita masih malu terlihat berbeda? Kenapa kita harus malu menjadi yang berbeda ketika orang lain ingin menjadi berbeda dari yang lainnya.

Kita semuanya berbeda. Dan karena perbedaan itulah yang menjadikan kita semua harmonis.

Insight Raden Sasak, 02 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload