Gabung Insight Broadcast

Daily Insight: Arbi'aa', 10 Safar 1444H

Mark

“Obat terbaik dari segala kesulitan adalah kesabaran”.

~ Unknown.

Balas Kesulitan Dengan Kesabaran

Wait, saya tahu apa yang ada dipikiran kalian. Pasti kalian mau bilang, “Sabar itu gak enak”. Iya kan? Sebagaimana rasa obat yang pahit di lidah. Maka begitu pula dengan kesabaran.

Kadang gak enak rasanya. Tapi mau bagaimana lagi? Kalau kamu mau sembuh, maka kamu harus meminum obatnya. Yang terkadang rasanya pahit di lidah.

“Manis jangan langsung ditelan. Pahit jangan langsung dilepeh”.

Begitulah nasehat guru saya. Manis jangan langsung ditelan, maksudnya ialah: bisa jadi yang manis (enak di lidah) itu mendatangkan keburukan bagi kita. Sama halnya seperti racun.

Karena racun selalu dicampur dengan makan yang manis. Makanan yang enak di lidah, agar korban langsung makan (begitu yang saya tonton di sinetron, haha…).

Pahit jangan langsung dilepeh, maksudnya ialah: bisa jadi yang pahit (tidak enak di lidah) itu mendatangkan kebaikan bagi kita. Sama halnya seperti obat.

Oke, balik ke topik kita yang di awal tadi, yaitu “Obat terbaik dari segala kesulitan adalah kesabaran”.

Memang sabar itu tidak enak rasanya dihati kita. Karena kita harus menahan amarah, menahan kekesalan, bahkan sampai menahan kesedihan.

Tapi semua itu baik adanya untuk kita.

Sabar karena menahan amarah, sabar karena menahan kekesalan dan sabar menahan kesedihan. Itu mendatangkan dua kebaikan. Satu kebaikan untuk diri kita sendiri. Dan satu kebaikan lagi untuk orang lain.

Insight, 10 Safar 2022.

Kita ingin marah, mengeluarkan cacian dan berbagai kata yang kasar, karena karyawan kita berbuat salah. Tapi kalau kita sabar. Kita telah mendatangkan dua kebaikan. Satu untuk kita, dan satunya lagi untuk orang lain.

Kebaikan untuk kita adalah, kita tidak membuang energi dan bisa bikin kita awet muda. Karena kata orang, marah bikin cepat tua, haha…

Dan kebaikan untuk orang lain ialah, orang jadi tidak tersakiti hatinya karena cacian atau perkataan kotor dari lisan kita.

Mungkin niat kita memarahinya agar menjadi lebih baik dan tidak mengulang kesalahan yang sama. Tapi yang perlu kita ketahui ialah. Jika menginginkan kebaikan, maka caranya juga harus baik.

Begitulah nasehat yang saya dapatkan dari guru agama saya.

Jadi, apapun kesulitan kita. Cobalah untuk bersabar dulu. Kalaupun mau marah. Cobalah untuk berhitung 1 sampai 5. Baru setelah itu kamu putuskan mau marah atau tidak.

Okay, segitu dulu insight dari saya Sohib Insight.

Saya Wirahadi:

“Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.”

Semoga saya dan kamu bisa memetik satu kebaikan dari insight ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Hai, Saya Raden Sasak. Saya senang memikirkan hal-hal yang jarang terpikirkan. Saya senang menulis insight setiap hari. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Support Jurnal Insight.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload