Gabung Insight Broadcast

Daily Insight: Itsnain, 15 Safar 1444H

Mark

“Jika kita membuka pertengkaran antara masa lalu dan sekarang, kita akan menemukan bahwa kita telah kehilangan masa depan”.

~ Winston Churchill.

Membandingkan Masa Lalu.

Sedikit bingung dengan apa yang dimaksud “membuka pertengkaran antara masa lalu dan sekarang”. Tapi menurut saya, dia (Churchill) sedang membandingkan dua masa.

Tujuannya apa? Ya, tujuannya agar kita bisa melihat masa yang satunya lagi, yaitu masa depan. Katakanlah itu adalah sebuah prediksi masa depan.

Mungkin begitu yang dimaksud dengan kutipan tersebut.

Tapi, kenapa ketika kita membuka pertengkaran antara masa lalu dan sekarang bisa menemukan (perkiraan) masa depan kita. Ini yang sedang saya pikirkan.

Oke, saya mau memulai dari “Jika kita membuka pertengkaran antara masa lalu dan sekarang”. Ini bisa kita artikan sebagai perbandingan. Karena ada kata pertengkaran.

Kalau ada kata pertengkaran. Itu artinya, di dalamnya ada perlawanan. Dalam hal ini masa lalu melawan masa kini. Atau dalam versi singkatnya masa lalu vs masa kini.

Apa manfaatnya kita membandingkan masa lalu dengan masa kini? Manfaatnya kita bisa mendapatkan suatu hasil x. Yang mana bisa kita gunakan untuk memperkirakan sesuatu.

Misalnya, kamu sedang mengingat suatu peristiwa masa lalu. Dan kamu melihat dirimu yang masa kini. Maka dari melihat kedua masa tersebut. Kamu bisa memperkirakan keputusan yang akan kamu ambil.

Masa lalu saya, yaitu ditolak oleh seorang perempuan yang saya suka. Tapi masa kini, ada seorang perempuan yang suka dengan saya.

Dulu saya ditolak karena perempuan tersebut tidak suka dengan saya. Kira-kira, kalau saya tembak perempuan yang suka dengan saya. Apakah cinta saya akan diterima?

Pertanyaan, “Apakah cinta saya akan diterima?” akan mengantarkan kita kepada sebuah pilihan. Kira-kira bisa ditangkap, gak maksudnya?

Terkadang untuk bisa mendapatkan keputusan yang tepat. Kita perlu membandingkan antara dua sisi yang berbeda. Dari situ kita akan bisa melihat sekilas tentang sisi yang lainnya.

Insight, 15 Safar 1444H.

Tapi … ada insight lain yang saya dapatkan dari kutipan tersebut. Coba kita perhatikan kalimatnya baik-baik.

“Jika kita membuka pertengkaran antara masa lalu dan sekarang, kita akan menemukan bahwa kita telah kehilangan masa depan”

Gimana? Ada hal baru yang bisa ditangkap, gak? Yups, benar! Kita hanya menyia-nyiakan waktu.

Mengingat masa lalu dan masa sekarang, kemudian membandingkannya, akan membuat kita sadar bahwa kita sebenarnya telah kehilangan masa depan.

Kenapa disebut “kita telah kehilangan masa depan”? Kalau hari ini, tepat di momen ini kita menyia-nyiakan waktu kita. Maka kita telah kehilangan masa depan. Karena,

Hari ini adalah persiapan kita untuk menyambut masa depan. Baik yang kita persiapkan, maka baik pula masa depan yang akan kita sambut.

Mungkin, maksud yang ingin disampaikan dari kutipan tersebut ialah: Jangan mengingat-ingat masa lalumu yang jelek, lalu membanding-bandingkannya dengan masa kini.

Karena itu akan memicu kamu untuk beranggapan bahwa masa kini akan sama dengan masa lalu yang telah kamu lalui. Melakukan hal tersebut akan membuatmu kehilangan masa depan mu itu sendiri.

Tapi kalau pendapat saya pribadi. Mengingat masa lalu tidak ada salahnya selama kita bisa mendapatkan satu kebaikan dari mengingatnya. Misal,

Ketika kita mengingat masa dimana kita pernah di bully dan dikatakan bodoh oleh orang lain.

Karena mengingat masa tersebut. Kita jadi memiliki rasa untuk berusaha membuktikan perkataan orang-orang yang ada di masa lalu kta, itu salah.

Akhirnya, dari situ kita berusa dan bekerja keras untuk belajar, belajar dan terus belajar memperbaiki dan meningkatkan value diri kita.

Nah, kalau yang begini; tidak ada salah dan tidak ada ruginya, menurut saya. Kita tidak akan kehilangan masa depan. Tapi kita akan mendapatkan masa depan yang lebih baik.

Tidak ada salahnya dan tidak ada ruginya mengingat masa lalu, selama kita mendapatkan satu kebaikan dari mengingat masa lalu tersebut.

Insight, 15 Safar 1444H.

Alhamdulillah. Segitu dulu insight hari ini, Sohib Insight. Semoga saya dan kamu bisa mengambil satu kebaikan dari insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Hai, Saya Raden Sasak. Saya senang memikirkan hal-hal yang jarang terpikirkan. Saya senang menulis insight setiap hari. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Support Jurnal Insight.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload