Gabung Insight Broadcast

Daily Insight: Itsnain, 22 Safar 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Teman yang baik akan membuat kita bertumbuh.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-7. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Hidup Bergantung Pada Waktu.

“Arti hidup adalah waktu. Tak ada yang lain”.

~ Unknown.

Saya lebih setuju jika kutipan diatas berbunyi, “Hidup adalah tentang waktu”. Karena apapun yang akan kita lakukan selalu berkaitan dengan waktu, hehe…

“Arti hidup adalah waktu”, juga saya setuju. Karena hidup tidak akan berarti jika tidak ada waktu. Haha … gak masuk diakal, ya. Tapi gak apa-apa, saya akan cari maknanya apa.

Mungkin “arti hidup adalah waktu”, memiliki makna bahwa hidup tidak dapat dipisahkan oleh waktu. Waktu adalah nikmat terbesar dalam hidup.

Jika kita mengartikan hidup adalah waktu. Sudah seharusnya kita menggunakan waktu tersebut dengan baik. Karena hidup kita baik atau tidaknya bergantung pada bagaimana cara kita menggunakan waktu yang kita miliki.

Beberapa orang menggunakan waktunya untuk melakukan hal-hal yang sia-sia. Beberapa orang lagi menggunakan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat dalam hidupnya.

“Arti hidup adalah waktu”. juga bisa kita artikan sebagai sebuah kesempatan yang tidak bisa terulang. Karena hakekat waktu adalah maju terus dan tidak akan pernah mundur kebelakang.

Apapun yang sudah kita lalui di waktu tersebut tidak akan pernah terulang lagi. Waktu yang dulu adalah yang dulu dan tidak akan pernah berubah menjadi sekarang.

Justru waktu sekarang yang akan berubah jadi dulu. Pusing, gak? Haha…

Mungkin melalui kutipan ini kita diajarkan tentang hidup yang hanya sekali. Dan kesempatan sekali itu alangkah baiknya kita gunakan untuk hal-hal yang baik.

Kalau kita melihat usia kita sekarang. Lalu bertanya, “Apa yang sudah kita lakukan sampai hari ini?”

Maka akan sulit bagi kita mengucapkan apa saja yang sudah kita lakukan. Karena mungkin selama ini kita menggunakan waktu hanya untuk hal yang sia-sia yang tidak berkesan.

Dan kita pun mulai sadar, bahwa sudah banyak waktu yang kita lalui, tapi masih sedikit kebermanfaatan hidup yang kita berikan kepada orang lain.

Seharusnya dengan begitu banyak waktu yang kita lalui sudah banyak hal-hal yang baik, yang bermanfaat yang sudah kita lakukan. Tapi kenyataan tidak.

Saya pun menyadari hal itu pada diri saya sendiri. Oleh karena itulah, saya ingin setiap hari menulis dan menulis. Setidaknya ada hal yang baik yang saya lakukan selama saya hidup.

Tidak untuk orang lain. Setidaknya untuk diri saya sendiri.

Hidup kita bergantung pada bagaimana cara kita menggunakan waktu kita. Jika kita menggunakan waktu itu untuk hal-hal yang baik, maka baik pula kualitas hidup kita.

Orang yang memiliki waktu hanya sebentar di dunia. Jika dia gunakan dengan baik. Maka itu akan membuatnya tetap hidup dan dikenang oleh banyak orang.

Cara kita menggunakan waktu akan mendefinisikan hidup kita.

Insight, 22 Safar 1444H.

INSIGHT 2

Sadar Dan Mau Kembali.

“Jangan malu bertaubat karena masih sering berbuat doa. Tapi teruslah bertaubat hingga malu untuk berbuat dosa”.

~ Gus Aldi

Para seniman taubat. Yuk, kita bertaubat, hehe. Tanpa terkecuali juga saya. Manusia memang tempat salah dan khilaf. Kita memang sering berbuat dosa.

Namun, bukan berarti kita tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan ampunan. Meski pada kenyataannya kita adalah orang yang sering berbuat kesalahan dan kekhilafan.

Saat kita berbuat dosa, seringkali kita tidak merasa malu. Tapi kenapa setelah kita berbuat dosa, kita menjadi merasa malu. Bahkan sampai kita malu untuk meminta ampunan.

Perasaan seperti ini memang aneh. Saya pun pernah merasakan hal tersebut. Tapi dugaan saya adalah, rasa malu yang ada itu ada, agar kita lebih lagi dalam memohon ampunan. Sehingga, perasaan itu menjadikan kita dekat dengan-Nya.

Tapi ini juga bisa menjadi bumerang bagi kita. Karena ketika kita merasa malu untuk menghadap Allah memohon ampunan dari-Nya. Yang ada, kita jadi menunda-nunda untuk memohon ampunan tersebut karena rasa malu yang ada dalam diri kita.

Entah apa yang menyebabkan cara kita berpikir terbalik. Mungkinkah syaitan yang membuat kita menjadi seperti itu, agar kita semakin jauh dengan Allah? Wallahu a'lam bishawab.

Tapa menurut saya tergantung dari dampak dari rasa malu itu muncul. Jika rasa malu itu muncul menyebabkan kita semakin dekat dengan Allah SWT. Maka itu adalah hidayah untuk kita.

Tapi, jika rasa malu itu menyebabkan kita semakin jauh dari Allah SWT. Maka itu adalah siasat setan agar kita tetap dalam kesesatan.

“Kalau kita berbuat dosa. Lalu, amalan apa yang bisa kita perbuat atau lakukan dalam sehari-hari kita?”

Gus Aldi melalui videonya tersebut menyampaikan, bahwa amalan yang bisa kita perbuat dalam keseharian kita adalah membaca Sayyidul Istighfar.

Istighfar adalah amalan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Sedangkan, Sayyidul itu adalah pimpinan. Jadi, Sayyidul Istighfar adalah pimpinan dari semua amalan istighfar.

Atau dengan kata lainnya, Sayyidul Istighfar adalah amalan yang paling baik untuk kita baca ketika meminta dan memohon ampunan dari Allah SWT.

Bagaimana lafadznya? Bisa sohib baca dibawah ini:

للَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

ALLAAHUMMA ANTA ROBBII, LAA ILAAHA ILLAA ANTA

“Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau

KHOLAQTANII WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALAA ‘AHDIKA

Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu, Aku menetapi perjanjian untuk taat kepada-Mu

WA WA’DIKA MAS TATHO’TU

dan janji balasan-Mu sesuai dengan kemampuanku

A-‘UDZUBIKA MIN SYAR-RI MAA SHONA’TU

Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku,

ABUU-U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA

Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku

WA ABUU-U BIDZAMBII FAGHFIRLII

dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku

FA-INNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA

Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau”

Jika kita sadar bahwa kita jauh dengan Allah SWT. Itu pertanda, bahwa jiwa kita ini ingin mendekatkan diri kepada-Nya. Dan sesegera mungkin kita memenuhi panggilan tersebut.

Jangan malu menghadap Allah untuk memohon ampunan. Tapi malulah karena kita tidak pernah menghadap Allah untuk memohon ampunan dari-Nya.

Yang benar adalah malu yang menjadikan kita dekat dengan Allah SWT. Bukan malu yang menjadikan kita jauh dengan Allah SWT.

Insight, 22 Safar 1444H.

INSIGHT 3

Teman Bisa Mengubah Kita.

"Good friends make us better people. They cheer us on when we hit bottom and keep us humble when we reach the top".

~ Simon Sinek.

Teman adalah orang yang paling berpengaruh dalam hidup kita. Kadang orang yang semulanya baik bisa jadi buruk jika salah pertemanan.

Maka jangan salahkan jika ada seseorang yang sangat memperhatikan circle pertemanannya. Biasanya kita suka bilang orang tersebut suka pilih-pilih teman.

Bisa jadi mereka pilih-pilih teman demi kebaikan masa depannya. Ada banyak contoh orang yang jadi salah jalan hanya gara-gara pertemanan yang salah.

Pasti kita pernah punya pengalaman atau paling tidak kita pernah mendengarkan kisah atau pengalaman orang lain yang berubah drastis karena pengaruh temannya.

Sebagian dari mereka ada yang berubah menjadi lebih baik. Ini adalah dampak positif dari pertemanan. Dan sebagian lagi dari mereka ada yang berubah menjadi buruk. Ini adalah dampak negatif dari sebuah pertemanan.

Silahkan kita berteman sesuka hati kita. Tidak ada yang larang. Tapi ingat! Dalam pertemanan ada dua hal yang bisa terjadi,

Teman yang berubah karena kita. Atau kita yang berubah karena teman.

Insight, 22 Safar 1444H.

Jika kita ingin punya teman sebanyak mungkin, silahkan. Tapi jangan mencaci atau menghina orang yang pilih-pilih dalam berteman. Karena kembali lagi: kita bisa berubah karena teman.

Teman adalah orang paling dekat dengan kita. Oleh karena itu pilih teman dengan baik. Jangan sampai kita salah pertemanan. Jangan sampai kita salah pergaulan.

Teman yang baik akan membuat kita bertumbuh.

Insight, 22 Safar 1444H.

Jadi, bagaimana menurut Sohib Insight? Apakah kalian ingin menjadikan teman untuk bertumbuh? Atau sebaliknya. Menjadikan teman untuk merubah kita menjadi lebih buruk.

Semuanya ada ditangan kita. Kita yang memilih apa yang kita inginkan. Karena sejatinya, semua keputusan ada ditangan kita sendiri. Dan hasilnya akan kita rasakan sendiri.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Hai, Saya Raden Sasak. Saya senang memikirkan hal-hal yang jarang terpikirkan. Saya senang menulis insight setiap hari. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Support Jurnal Insight.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload