Join Telegram

Daily Insight: Jumu'ah, 04 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Tolak Yang Perlu Diabaikan.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-18. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Kamu Adalah Raja Istana Pikiranmu.

“Menantang pola pikirmu saat kamu merasa cemas dapat membantumu menghindari sensasi panik yang luar biasa itu”.

~ Jeff Gunn.

Jangan terlalu lemah dan jangan tertipu oleh rasa cemas. Kuatkan diri dan kuatkan tekad. Percaya bahwa kamu pasti bisa menghadapi itu semua.

Dalam satu kajian Buya Yahya, saya pernah mendengar beliau mengutip satu perkataan dari Imam Al-Ghazali. Kutipan itu berbunyi: “Cemas itu datang karena kita kurang ilmu”. Ketidaktahuan kita membuat kita cemas.

Orang yang luka fisiknya pasti akan merasa cemas sekali ketika ia tidak tau ilmu bagaimana cara mengatasinya. Sama seperti sebuah film yang mungkin pernah kamu tonton.

Dimana dua orang bermain di laut, tiba-tiba satu temannya terseret ombak. Dia mampu membawa kembali temannya ke bibir pantai, tapi dia panik.

Karena temannya pingsan dan dia tidak tau harus berbuat apa.

Di film lain sama. Hanya bedanya yang menyelamatkan temannya tidak panik dan segera memberikan pertolongan pertama. Alhasil, temannya sadar kembali.

Sangat berbeda jauh ketika kita memiliki pengetahuan dengan seseorang yang tidak memiliki pengetahuan. Itulah mengapa pentingnya bagi kita untuk memperbanyak pengetahuan.

Meski pengetahuan yang kita pelajari kadang kala tidak ada kaitannya. Tapi suatu saat, itu akan sangat bermanfaat.

Semua pengetahuan bermanfaat. Kebermanfaatnya, hanya kita yang bisa menghadirkannya.

Insight Raden Sasak, 04 Rabiul Awal 1444H.

Jangan biarkan pola pikir mempermainkan inangnya. Tapi paksa agar inangnya yang mempermainkan pola pikir. Karena inang lah yang memegang kendali.

Membiarkan kepanikan datang karena rasa cemas yang berlebihan adalah tanda kita membiarkan pola pikir untuk mengatur inangnya.

Bagaimana bisa ketika sebuah kendaraan memiliki supir yang mengendalikan. Bukannya supir yang mengendalikan melainkan supir yang dikendalikan oleh kendaraannya sendiri.

Kita adalah raja diatas kursi istana pikiran kita. Meski kerajaan lebih besar dari rajanya. Tapi tetap kerajaan lah yang dikendalikan oleh sang raja.

Jika kita mau sedikit menentang pola pikir ketika rasa cemas datang. Maka kita tidak akan terlalu panik bahkan tidak akan panik sama sekali karena rasa cemas.

Semua peristiwa yang membuat cemas itu ada diluar diri kita. Dan sesuatu yang ada diluar diri juga berada diluar kendali kita.

Tapi berbeda dengan pola pikir yang ada dalam diri kita. Ia ada dalam kendali penuh kita. Arahkan kemana kita inginkan ia menggunakannya.

Apa yang ada di dalam, itu mengatur pengaruh dari apa yang ada di luar, seperti peristiwa dan kejadian.

Cemas tidak akan pernah masuk ke dalam dan mengacaukan perasaan, sampai itu dibiarkan oleh pikiran.

Insight Raden Sasak, 04 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 2

Ciptakan Masa Lalu Yang Indah.

“Waktu bergerak lambat, berlalu cepat”.

~ Cassidy Lee.

Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. Baru terasa kemarin sekarang sudah jauh berlalu. Teringat masa dulu ketika kita masih kecil begitu banyak masa indah yang kita lalui.

Ya, kutipan di atas saya dapatkan dari Cassidy Lee. Entah kenapa ada banyak kutipan yang begitu bagus yang saya dapatkan dari dia.

Tapi, kutipan-kutipan darinya membuat saya merasa kembali ke masa lalu. Dan mungkin kamu juga akan menyukainya.

Tidak terasa, ya, waktu begitu cepat berlalu. Perasaan baru kemarin masuk SD. Eh, tiba-tiba udah dewasa aja. Dan sekarang jadi teringat masa SD dulu.

Banyak sekali teman saya yang begitu berkesan dalam hidup saya. Mengingat mereka membuat saya berkaca-kaca dengan waktu yang sudah saya lalui.

Ingin rasanya kembali ke waktu itu. Tapi tidak bisa. Karena sekarang saya harus menjalani hidup saya yang sekarang. Yang bisa saya lakukan hanyalah mengenang memori indah tentang mereka.

Begitulah masa kini. Selalu dihadiri oleh ingatan masa lalu. Dan menciptakan masa lalu di masa yang akan datang.

Senang bisa melalui masa lalu dengan begitu banyak kenangan yang indah. Dan ingin rasanya berjumpa kembali dengan mereka.

Waktu berlalu begitu cepat, ketika kita melalui momen yang begitu indah.

Insight Raden Sasak, 04 Rabiul Awal 1444H.

Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun dan tahun berganti begitu saja.

Tidak terasa sudah dewasa, tidak terasa sudah begitu banyak tahun yang terlewati.

Seperti yang saya katakan diawal tadi. Perasaan baru SD tiba-tiba udah dewasa. Padahal waktu kita SD kita mikir kapan bisa pake putih abu.

Ketika sudah pake putih abu giliran mikir kapan bisa pake baju bebas seperti anak kuliahan. Ketika sudah kuliah, tanya lagi, kapan bisa lulus supaya cepat kerja.

Ketika kita berada di momen-momen itu, waktu terasa seperti lambat sekali, “Kapan ya, bisa …” Tapi setelah kita melalui momen-momen itu, waktu terasa seperti cepat berlalu.

“Gak terasa, ya, perasaan baru kemarin … sekarang sudah …”

Begitulah adanya waktu. Kadang membuat kita menjadi sedu, kadang membuat kita menjadi rindu.

Insight Raden Sasak, 04 Rabiul Awal 1444H.

Tapi tanpa itu mungkin hidup kita tidak akan berkesan. Justru karena hal itulah kita bisa merasakan betapa indahnya kehidupan kita dimasa lalu.

Waktu terasa begitu lambat ketika kita berpijak pada masa itu. Namun waktu terasa begitu cepat ketika kita sudah beranjak dari masa itu.

Insight Raden Sasak, 04 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Tolak Yang Perlu Diabaikan.

"Keep ignoring feedback and life will keep teaching you the same lesson."

~ James Clear.

Alhamdulillah, meskipun tadi sempat bingung mendapatkan kutipan untuk saya gali insightnya, bersyukur kutipan ini datang. Kutipan diatas, saya dapat dari langganan email.

Pada insight yang terakhir ini. Saya akan mencoba mencari insight dari kutipan diatas.

Oke, kita bakalan membicarakan tentang ignoring dan feedback. Apa kaitannya dan apa insight yang bisa kita ambil. Langsung saja kita meluncur.

Siapa disini yang orangnya gak suka pedulian?

Hmm.. Janganlah, ya. Apalagi gak pedulian sama pasangannya. Bisa-bisa hubungan dengan pasangannya jadi berantakan, wkwk.

Beruntung untuk yang jomblo, kalian tidak punya orang untuk tidak kalian pedulikan, hehe.

Tapi meski tidak punya pasangan untuk tidak dipedulikan. Kamu harus tetap peduli dengan feedback yang kamu dapatkan.

Seseorang yang ingin sukses dalam hidupnya harus mendengarkan feedback, terlebih itu adalah feedback yang positif dan membangun.

Jika feedbacknya tidak membangun dan hanya berisikan umpatan. Mungkin itu bisa kita kecualikan.

Masukan, kritikan, saran dan sebagainya harus membantu kita dalam meningkatkan diri kita. Jika tidak abaikan saja.

Insight Raden Sasak, 04 Rabiul Awal 1444H.

Jika itu adalah sebuah kalimat yang tidak pantas untuk dikategorikan sebagai feedback maka abaikan saja, tidak perlu kamu tanggapi.

Tapi, jika itu adalah sebuah feedback yang bisa membantumu untuk meningkatkan kualitas dirimu dalam aspek tertentu, maka terimalah feedback itu.

Jika perlu langsung terapkan feedback yang kamu dapatkan. Misal, kamu membuat konten carousel terus dapat masukan untuk tidak menggunakan font terlalu kecil.

Maka kamu bisa langsung menerapkan feedback tersebut. Karena kalau tidak, beberapa orang tidak akan bisa membaca konten yang kamu buat.

Jika kamu mengabaikan dan tidak peduli dengan masukan yang membangun dari orang lain. Maka bersiaplah untuk tetap jalan ditempat.

Tidak ada perubahan untuk seseorang yang tidak mau menerima masukan dari orang lain.

Kadang kita tidak bisa melihat kekurangan kita ada dimana. Dan orang yang memberikan saran atau masukan sedang berusaha memberi tahu kita dimana letak kekurangan kita.

Beberapa kekurangan itu seperti titik buta. Dan yang hanya bisa melihat hanyalah orang lain. Dengar masukan mereka!

Insight Raden Sasak, 04 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload