Gabung Insight Broadcast

Daily Insight, Jumu'ah, 19 Safar 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Hikmah Dibalik Sebuah Musibah.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke 4. Dan di blog kali ini, saya ingin menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga hari ini saya bisa mendapatkan insight yang menarik dari pemantik insight. Dan semoga insight yang saya dapatkan bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membaca blog ini, Aamiin.

INSIGHT 1

Hikmah Dibalik Sebuah Musibah.

Pohon mangga peninggalan nenek tumbang menimpa rumah yang di lombok.

Peristiwa 16 September 2022, 05:15 WITA.

Pagi tadi selesai sarapan saya baru sempat membuka WhatsApp. Dan saya mendapatkan kabar dari keluarga, bahwa pohon mangga peninggalan nenek yang di depan rumah tumbang.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun…

Dan kabarnya pohon tersebut tumbang menimpa rumah saya. Rumah tempat saya berteduh sedari kecil kini telah hancur karena tertimpa pohon.

Tapi saya percaya bahwa dibalik semua peristiwa, meski itu adalah musibah. Pasti menyimpan satu hikmah. Ya, saya percaya bahwa dibalik musibah terdapat hikmah.

Benar bahwa rumah itu roboh karena tertimpa pohon. Tapi, apakah iman dan kesabaran saya akan ikut roboh karena tertimpa musibah?

Mungkin hikmah pertama yang tersimpan dalam peristiwa ini adalah kesabaran. Sabar menerima musibah, itu adalah kunci untuk bisa mendapatkan hikmah selanjutnya.

Dan ketika menghadirkan kesabaran itu dalam hati. Saya mendapatkan hikmah yang sangat luar biasa. Hikmah itu langsung mengajari saya satu pelajaran hidup yang amat sangat penting.

Pohon mangga tersebut ukurannya sangat besar. Lumayan besar. Daunnya banyak, dan buahnya selalu ditunggu oleh anak-anak ketika musim mangga datang.

Yang paling menarik perhatian saya adalah batangnya yang masih terlihat kuat dan keras. Tapi sayang, akar yang menahan batang, daun dan buahnya ternyata lapuk.

Akarnya yang sudah lapuk membuatnya tidak lagi mampu menahan beban pohon tersebut. Meski batangnya masih keras atau masih kekar untuk menahan cabang batang dan daunnya yang begitu banyak.

Tidak peduli seberapa bagus batangnya. Dan tidak peduli seberapa banyak daun dan buahnya. Kalau akarnya lapuk, maka pohon itu akan tumbang.

Tidak peduli seberapa bagus rupa kita. Dan tidak peduli seberapa banyak ilmu dan keterampilan yang kita miliki. Kalau hati kita lapuk, maka semua itu akan tumbang dan tidak akan memiliki arti apa-apa.

Insight, 19 Safar 1444H.

Itu adalah hikmah yang pertama setelah hikmah kesabaran. Dan masih ada lagi hikmah lain yang saya dapatkan dari peristiwa tersebut.

Yang mengetahui pertama kali pohon itu tumbang adalah bibi saya. Dan dia mendapatkan pohon itu tumbang bukan dalam keadaan sudah tumbang. Melainkan ia melihat prosesnya secara langsung bagaimana pohon itu tumbang.

Pada saat itu bibi saya pergi beli tempe sehabis dari shalat subuh. Dan balik ke rumah melalui jalan dimana pohon mangga tersebut berada.

Kalau saja bibi saya langkahnya tidak diperlambat, maka bibi saya akan ikut tertimpa oleh pohon mangga tersebut. Alhamdulillah, hal tersebut tidak terjadi.

Disini saya berpikir, bahwa maha besar kekuasaan dan kemampuan Allah. Maha Suci Allah dengan segala ciptaannya. Yang tanpa seizin-Nya pohon itu tidak akan pernah tumbang.

Dan dengan izin dari-Nya pohon tersebut tumbang tanpa menimpa bibi saya. Allah telah melindungi dan menyelamatkan bibi saya. Dan Allah telah memberikan saya hikmah hidup.

Begitu hebatnya Allah mengatur waktu kapan pohon itu akan tumbang dan waktu seberapa cepat bibi saya dalam melangkah.

Tidak akan pernah jatuh sehelai daun dari batangnya, melainkan seizin dari Tuhan yang menciptakannya, Allah SWT. Allahu Akbar.

Insight, 19 Safar 1444H.

Jika sehelai daun saja harus jatuh dengan seizin Allah SWT. Lalu kenapa saya seringkali luput dan seringkali takut ketika apa yang saya harapkan tidak datang atau berhasil.

Saya ingin sekali menjadi penulis. Tapi kenapa saya selalu takut tidak mampu untuk bisa menulis sebuah buku. Padahal semua yang terjadi dimuka bumi ini bisa terjadi atas seizin Allah SWT.

Kalau saya mau berusaha, berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT. Maka, apa yang saya harapkan, dan apa yang saya cita-citakan, insya Allah akan tercapai atas seizin Allah SWT.

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Peristiwa ini telah memberikan saya banyak sekali pelajaran dan berhasil mengetuk pintu hati saya. Dan alhamdulillah, pintu hati saya terbuka. Itu yang paling penting!

Sekarang saya semakin rajin menulis dan percaya dengan kuasa Allah yang Maha Besar, bahwa suatu saat nanti saya bisa menghasilkan karya (masterpiece) yang sangat luar bisa.

Dan kelak, karya tersebutlah yang akan mengangkat derajat keluarga saya dan yang akan memberikan impact yang baik kepada banyak orang. Tentu semua itu atas seizin-Nya.

Lahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

INSIGHT 2

Hadirkan Pemikiran Yang Positif

“Teruslah optimistis dan berpikir positif dalam hidupmu”.

~ Unknown.

Optimis adalah cara orang memandang sesuatu dari sudut pandang yang positif. Berusaha optimis, itu artinya berusaha untuk bisa melihat dan menilai sesuatu dari sisi positifnya.

Dalam beberapa kegiatan, saya selalu dianggap orang yang optimis oleh beberapa teman saya. Tentu tidak selamanya dan setiap hidup saya selalu optimis.

Kadang ada juga waktu dimana saya merasa pesimis. Merasa bahwa hidup sudah tidak ada lagi harapan. Tapi kembali lagi. Ketika saya pesimis, selalu ada yang membuat saya merasa senang dan tenang.

Rasa senang, gembira dan rasa tenang bisa datang ketika saya pesimis, jika saya menghadirkan Allah dalam lisan, pikiran dan perasaan saya.

Tidak mudah memang untuk selalu optimis dan berpikir positif dalam hidup. Karena selalu ada saat ketika kita ditimpa masalah akan timbul pikiran-pikiran negatif dan membuat kita pesimis.

Tapi kita tetap bisa berusaha. Disaat kita sadar bahwa kita sedang pesimis atau berpikiran negatif. Disitulah kita harus berusaha untuk optimis dan berpikiran positif.

Optimis tidak datang ketika kita merasa mampu melakukan sesuatu, baru kita optimis. Melainkan ketika kita merasa tidak mampu melakukannya pun kita harus optimis.

Insight, 19 Safar 1444H.

Merasa optimis ketika kita sedang merasa tidak mampu untuk melakukan atau mencapai sesuatu. Bukan berarti kita terlalu percaya diri. Bukan!

Melainkan kita sedang berusaha untuk membangun kepercayaan diri tersebut melalui pikiran atau sudut pandang yang positif dari masalah yang sedang kita hadapi.

Memiliki pikiran yang positif tidak mesti ketika kita sedang mengalami hal-hal yang baik saja, baru kita bisa berpikir positif. Justru ketika situasi sedang tidak membaik lah kita harus bisa berpikir positif.

Bukan menjadikan suasana baik, agar kita bisa berpikir positif. Melainkan menjadikan pikiran kita positif dikala suasana sedang tidak membaik.

Insight, 19 Safar 1444H.

INSIGHT 3

Memilih Dan Memilah Informasi.

"Research widely, select carefully. Broad funnel, tight filter."

~ James Clear.

Dalam sebuah kehidupan, kita dituntut untuk terus belajar dan bertumbuh agar tidak tertinggal oleh orang lain. Namun, ada hal yang harus kita perhatikan saat proses belajar dan bertumbuh.

Dan jika kita ingin belajar, maka semua ilmu yang kita butuhkan itu ada. Dan bisa kita temukan semuanya dengan mudah berkat internet yang sekarang semakin meluas.

Meski demikian kita perlu memilihnya secara bijak. Riset atau proses pencarian boleh kita cari dengan seluas-luasnya. Seluas yang kita bisa. Seluas yang kita mampu.

Tapi balik lagi. Setelah melakukan proses pencarian yang sangat luas. Kita tetap harus memilihnya dengan bijak. Karena kalau tidak, bisa-bisa kita mengambil ilmu yang salah.

Informasi yang kita kumpulkan boleh banyak. Tapi jangan lupa siapkan filter yang kuat untuk menyaring informasi yang begitu banyak. Agar yang masuk di kepala kita adalah informasi yang baik dan bermanfaat saja.

Saya rasa di zaman yang serba mudah dalam mendapatkan informasi. Keterampilan yang dibutuhkan adalah bijak. Terampil dalam memilih dan memilah informasi.

Insight, 18 Safar 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Hai, Saya Raden Sasak. Saya senang memikirkan hal-hal yang jarang terpikirkan. Saya senang menulis insight setiap hari. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Support Jurnal Insight.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload