Gabung Insight Broadcast

Daily Insight: Jumu'ah, 26 Safar 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Kesempatan Yang Terus Berjalan.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-11. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Kesempatan Yang Terus Berjalan.

“Seseorang yang berani membuang satu jam waktunya tidak mengetahui nilai dari kehidupan”.

~ Charles Darwin.

Waktu adalah sebuah kesempatan yang terus berjalan sampai menemukan titik hentinya. Bisa kita simpulkan, bahwa  kita semua memiliki kesempatan setiap waktu.

Hanya saja pertanyaannya adalah: Apakah kita mau mengambil kesempatan itu? 

Mohon garis bawahi kata ‘mau’. Saya menggunakan kata ‘mau’, bukan ‘bisa’. Karena kita semua sudah pasti bisa. Hanya saja kita mau apa tidak mengambilnya.

Kesempatan yang dimaksud disini bisa kamu maknai dengan berbagai macam. Tapi, kesempatan yang saya maksud disini adalah kesempatan untuk belajar dan bertumbuh.

Setiap detik pasti kita akan melalui kesempatan itu. Tapi kita kadang luput untuk mengambilnya. Menonton youtube setiap hari. Itu adalah kesempatan untuk belajar dan bertumbuh.

Hanya saja, apakah kita mau mengambil kesempatan itu sebagai sebuah proses untuk belajar dan bertumbuh?

Beberapa orang yang suka menonton youtube bermaksud untuk belajar dan bertumbuh pasti akan menggunakannya untuk menonton video yang bisa memberikan value.

Bukan berarti value itu harus datang dari video yang bagus. Value juga bisa datang dari video yang tidak bagus. Asal kita bisa mengambil sudut pandang yang menarik

Kita tidak bisa mengambil satu nilai dari sesuatu yang kita lihat. Sampai kita mengubah sudut pandang kita, (sudut pandang baca sebagai cara berpikir).

Nilai tidak bersembunyi pada apa yang kita lihat. Tapi nilai bersembunyi pada apa yang kita pikirkan.

Insight, 26 Safar 1444H.

Balik lagi ke kutipan diatas. Bahwa kita berani membuang 1 jam itu sama dengan tidak mengetahui makna dari kehidupan. Itu saya sangat setuju.

Karena kita sudah membuang suatu nikmat yang sangat berharga. Bukan hanya kita menjadi tidak tahu makna dari kehidupan. 

Tapi kita juga telah menolak untuk menghargai pemberian Tuhan, Allah SWT.

Waktu adalah kesempatan yang terus berjalan sampai menemui titik hentinya. Jangan sampai kita menyia-nyiakan semua kesempatan kita.

Dan pada akhirnya, kita jatuh kedalam lubamg yang sangat dalam dan penuh dengan kegelapan, yaitu lubang penyesalan. Kita pasti tidak menginginkan hal tersebut.

Karena siapa yang mau menyesal. Tidak ada orang yang menginginkan sebuah penyesalan. Setidaknya di lisan mereka. 

Tapi pada tindakan yang mereka lakukan. Itu menggambarkan mereka menginginkan sebuah penyesalan. Dan mereka sering kali tidak menyadari akan hal itu.

Penyesalan datang diakhir perbuatan. Maka jangan pastikan hal itu di lisan saja. Tapi pastikan juga dalam perbuatan.

Insight, 26 Safar 1444H.

INSIGHT 2

Rencana Tanpa Eksekusi Itu Hambar.

“Tidak penting apakah kita membuat keputusan yang salah, kita tinggal mengoreksinya saja sambil jalan”.

~ Fred Deluca.

Ada ketakutan ketika kita menjalankan suatu rencana. Katakanlah ketika membuat suatu bisnis. Seringkali kita takut mengambil suatu keputusan di dalam bisnis kita.

Kira-kira begitulah insight yang saya dapatkan dari menonton sebuah video Dr. Indrawan Nugroho.

Kita sering overthinking dengan rencana kita. Rencana yang seharusnya sudah kita jalankan. Tapi hanya menjadi rencana karena kita terlalu memikirkannya.

Ketakutan kita atas apa yang akan kita lakukan menghambat kita untuk memulai sebuah tindakan. Padahal yang paling penting dari sebuah rencana adalah eksekusinya.

Percuma kita memiliki rencana yang bagus, tapi kita tidak mengeksekusinya. Maka yang ada rencana itu hanyalah sebagai catatan saja.

Mungkin kita perlu stop memikirkan sebuah rencana yang berlebihan. Sekedarnya saja. Setelah itu kita eksekusi, lalu membuat rencana sambil jalan.

Rencana yang luar biasa tanpa eksekusi. Itu ibarat makanan yang lezat di depan mata ketika kita sedang sakit. Hambar, tiada rasa.

Insight, 26 Safar 1444H.

Tenaga dan energi yang kita keluarkan hanya untuk membuat rencana yang luar biasa saja. Namun, tidak ada hasil yang kita dapatkan dari rencana tersebut.

Memang ada usaha yang kita lakukan dan ada capeknya pula. Namun, tidak ada hasilnya. Begitulah ketika kita melihat makanan yang lezat ketika kita sedang sakit.

Jika kita sakit lalu melihat makanan yang lezat. Kita melakukan usaha untuk memasukkan makanan tersebut ke dalam mulut kita. Tapi sayang makanan itu hambar, tidak memiliki rasa.

Maka dari itu, bersiaplah untuk merasakan makan yang hambar ketika kita hanya bisa membuat rencana tanpa eksekusi.

Justru sebaliknya. Ketika kita tidak memiliki rencana yang bagus (disini saya katakan tidak memiliki rencana yang bagus, bukan tidak memiliki rencana).

Tapi kita berani mengambil tindakan dan berani mengeksekusi apa yang sudah kita rencanakan. Maka kita sudah mempercepat langkah kita untuk mendapatkan keberhasilan.

Kenapa? Karena kita akan lebih cepat tau apakah rencana yang kita anggap kurang bagus ini tepat atau tidak. Bisa jadi rencana yang biasa itu pada praktiknya bagus.

Dan bisa jadi rencana yang luar biasa itu pada praktiknya tidak bagus. Bahkan bisa jadi yang kita temukan adalah kegagalan. 

Dengan mengeksekusi rencana kita lebih awal. Kita sudah mempercepat langkah kita untuk mengetahui seberapa tepat rencana tersebut untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.

Rencana biasa bisa menjadi luar biasa ketika kita berani mengeksekusinya, lalu menyesuaikannya, sampai kita bisa menemukan formula yang tepat untuknya.

Insight, 26 Safar 1444H.

INSIGHT 3

Dua Cara Melihat Dunia.

“There’s two ways to see the world. Some people see the thing that they want, and some people see the thing that prevents them from getting the thing that they want.”

~ Simon Sinek.

Kata-kata yang bagus untuk saya kutip dan menambahkannya ke dalam daftar insight harian saya alias Daily Insight. Insight ini saya dapatkan dari sebuah channel youtube.

Channel youtubenya apa? Langsung saja kamu lihat sendiri melalui link yang saya tautkan di bawah ini:

5 Aturan Penting Yang Akan Mengubah Masa Depanmu - Simon Sinek Subtitle Indonesia - Inspirasi Sukses

Terjemahan kutipan diatas. Bisa kamu tonton di video tersebut. Tapi kalau kamu hanya punya kuota yang sedikit. Kamu bisa membaca terjemahannya dibawah ini, hehe…

“Ada dua cara untuk melihat dunia. Beberapa orang melihat hal yang mereka inginkan, dan beberapa orang melihat hal yang menghalangi mereka untuk mendapatkan hal yang mereka inginkan.”

Menurut Bapak Sinek. Ada dua cara yang bisa kita lakukan untuk melihat dunia. Cara yang pertama adalah dengan melihat apa yang kita inginkan dalam hidup kita.

Ini adalah satu cara yang bagus. Dan beberapa guru yang pernah saya temui juga mengajarkan hal tersebut. Yaitu, untuk melihat apa yang kita inginkan.

Melihat apa yang kita inginkan akan menggerakkan kita untuk mencapainya.

Insight, 26 Safar 1444H.

Kenapa melihat apa yang kita inginkan akan menggerakkan kita untuk mencapainya? Karena ketika kita melihat yang kita inginkan. Hal itu akan tertanam dalam pikiran kita.

Ketika sudah tertanam dalam pikiran kita. Kita jadi penasaran antara apa yang kita inginkan dengan kemampuan diri kita. Sehingga, kita membuat rencana untuk mencapainya.

Ketika rencana sudah jadi. Kita terpacu untuk mengeksekusinya karena penasaran dengan hasilnya. Akhirnya tanpa kita sadari kita berusaha. Dan apa yang kita usahakan membuahkan sebuah hasil.

Singkatnya, ketika kita melihat apa yang kita inginkan. Itu akan mendekatkan kita pada hasilnya. Dengan catatan kita take care dengan apa yang kita inginkan tersebut.

Sebaliknya, ketika kita melihat satu halangan yang menghalangi kita dari apa yang kita inginkan. Maka, itu akan membuat kita jauh dari kata capai ataupun berhasil.

Ketika seseorang menginginkan sesuatu yang mereka inginkan. Tidak sedikit dari mereka yang akan melihat satu halangan atau bahkan banyak halangan.

Sebagai contoh ketika seseorang ingin menjadi Content Creator. Maka yang dia lihat pertama adalah sebuah halangan. Apa halangan itu? Halangan itu adalah ketakutan.

“Saya takut dapat komentar pedas dari netizen.”

“Saya takut konten yang saya buat tidak bagus.”

“Saya takut tidak ada yang suka dengan konten saya.”

Ketakutan menghalangi kita dari keberhasilan.

Insight, 26 Safar 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Hai, Saya Raden Sasak. Saya senang memikirkan hal-hal yang jarang terpikirkan. Saya senang menulis insight setiap hari. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Support Jurnal Insight.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload