Gabung Insight Broadcast

Daily Insight: Khomiis, 11 Safar 1444H

Mark

“Bersiaplah dalam kesunyian dan biarkan kesuksesanmu membuat kebisingan”.

~ Unknown.

Biarkan Sukses Mu Yang Bersuara.

Sebelum membahas lebih dalam tentang kutipan diatas. Saya ada pertanyaan untuk kamu. Sekilas ketika kamu baca kutipan di atas, apa yang terlintas di dalam pikiran dan perasaan kamu?

Entah kenapa, saya merasa kutipan itu sangat relate dengan diri saya. Why? Coba baca insight ini. Saya bakalan kasih tau kenapa kutipan diatas relate. Dan bisa jadi kamu juga merasa hal yang sama.

“Bersiaplah dengan kesunyian …”

Kamu pernah gak, ingin mengejar cita-cita kamu atau impian kamu. Tapi banyak orang yang tidak setuju dan tidak sependapat dengan apa yang ingin kamu kejar.

Let’s say, kamu ingin jadi penulis. Tapi, orang tua dan keluargamu tidak mendukung kamu untuk menjadi seorang penulis.

Dan hidupmu berakhir dengan kesunyian.

Atau yang paling kerasa di kalangan muslimin yang ingin hijrah. Pasti kerasa banget tuh, kesunyiannya.

Ketika seseorang, misalnya, ingin hijrah. Atau kita ajalah yang ingin hijrah. Pasti tidak sedikit dari teman, sahabat, kerabat dan bahkan keluarga kita yang bakalan menjauh dari kita.

Dan lagi-lagi, hidup kita berakhir dengan kesunyian.

Begitulah adanya. Ketika kita ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan ingin meningkatkan nilai diri kita. Tidak sedikit dari mereka (teman, sahabat, kerabat dan keluarga) yang mengasingkan dan meninggalkan kita.

Insight, 11 Safar 1444H.

Mereka beranggapan apa yang kita itu, seakan-akan tidak nyata. Seakan-akan semuanya akan berakhir dengan penyesalan.

Tapi yang perlu kita lakukan simpel. Biarlah kita di asingkan. Biarlah kita ditinggalkan. Tidak perlu kita banyak bicara tentang apa yang ingin kita kejar.

“...biarkan kesuksesanmu membuat kebisingan”.

Yang perlu kita lakukan adalah menunggu waktu menunjuk hasil dari apa yang kita kejar, dari apa yang kita perjuangkan.

“Bersiaplah dalam kesunyian dan biarkan kesuksesanmu membuat kebisingan”.

Saya merasakan sekali bagaimana hidup saya penuh dengan kesunyian karena cita-cita yang ingin saya kejar.

Dulu, sebelum saya punya cita-cita (yang ingin saya capai saat ini). Saya punya banyak teman. Tapi sekarang, saya benar-benar kesepian.

Orang tuh, selalu tanya dan minta “Mana hasilnya? Coba tunjukin hasil?”

Lah? Bukannya yang namanya cita-cita itu belum bisa dilihat hasilnya. Kan masih proses. Masih dalam tahap mengejar untuk bisa mencapainya.

Kalo ditanya, “Mana hasilnya?” Hasilnya, gak bakalan terlihat sekarang. Tapi akan terlihat beberapa tahun kemudian. Dan itu pasti.

Impian yang besar membutuhkan perjalan yang panjang. Dan perjalanan yang panjang memakan waktu yang cukup lama. Usaha dan doa yang keluar dari diri kita memang tidak sedikit Tapi ingat! Hasil tidak pernah berkhianat!

Insight, 11 Safar 1444H.

By the way, saya ingin menjadi penulis. Tepatnya saya ingin menjadi penulis yang beriman.

Makanya saya sering dan aktif berbagi tulisan. Dan yang saya lakukan itu, adalah bentuk proses saya, untuk mengejar impian tersebut.

Dan alhamdulillah. Sekarang saya sudah produktif dalam hal membaca buku dan belajar ilmu-ilmu pengembangan diri. Dan sekarang saya lagi membangun kebiasaan menulis.

Dan hari-hari kerjaan saya hanya menulis. Tiap hari menulis, tiap hari membaca, tiap hari belajar, tiap hari mendapatkan insight.

Tepat pada saat saya menulis ini. Ada seorang yang menanggapi kisah saya di salah satu grup belajar. Dia bilang,

“Ma shaa ALLAH….

Semoga saya bisa mengikuti jejaknya Wirahadi…..

👍👍👍"

Ketika orang lain menghindar dari kita karena impian yang kita kejar. Percayalah, akan datang orang baru yang bisa mengapresiasi perjuangan kita. Bahkan ingin mengikuti jejak kita.

Insight, 11 Safar 1444H.

Memang benar, bahwa di awal kita harus bersiap dalam kesunyian. Karena akan banyak yang tidka percaya dengan impian kita. Tapi setelah itu, hidup kita akan ramai dan damai kembali.

Tidak ada yang salah dengan impian yang besar. Yang salah adalah: ketika kita punya impian tersebut dan kita membiarkannya begitu saja, karena omongan negatif orang lain.

Jangan biarkan omongan orang lain menjadikan impian kita gagal.

"Teruslah berdoa dalam kesunyian. Teruslah berusaha mencari jalan. Dan biarkan teman berpergian. Karena pada akhirnya, mereka akan melihat kita di puncak kesuksesan."

~ Wirahadi | Raden Sasak.

Okay! Segitu dulu, Sohib Insight. Semoga saya dan kamu bisa memetik satu kebaikan dari insight ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Hai, Saya Raden Sasak. Saya senang memikirkan hal-hal yang jarang terpikirkan. Saya senang menulis insight setiap hari. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Support Jurnal Insight.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload