Gabung Insight Broadcast

Daily Insight: Khomiis, 18 Safar 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Jangan Pernah Lupa Sama Diri Sendiri.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke 3. Dan di blog kali ini, saya ingin menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga hari ini saya bisa mendapatkan insight yang menarik dari pemantik insight. Dan semoga insight yang saya dapatkan bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membaca blog ini, Aamiin.

INSIGHT 1

Rajin Yang Memalaskan Otak Kita.

“Orang yang terlalu banyak membaca dan terlalu sedikit memakai otak akan jatuh kepada kebiasaan malas berpikir”.

~ Albert Einstein.

Insight hari ini dibuka dengan sebuah kutipan dari seorang jenius. Biasanya orang kalau ditanya siapa orang paling jenius. Tidak sedikit yang menjawab Albert Einstein.

Ya begitulah, kalau kita meninggalkan sebuah karya. Maka orang akan mengingat kita dengan karya tersebut. Baik karya yang kita berikan. Baik pula ingatan orang tentang kita.

Tapi, mari kita berpikir sejenak dan berusaha mencari maksud dari kutipan diatas. Gimana maksudnya orang yang rajin membaca tapi malas berpikir?

Sekarang sedang lagi tenar ilmu speed reading. Dan tidak sedikit orang merasa bangga ketika bisa membaca buku dengan cepat. Bahkan saya sering menemuinya di grup WA.

Orang seperti itu sering saya temukan. Biasanya “mereka” sering share photo buku dengan caption bersyukur bisa membaca buku hanya dengan beberapa jam bahkan beberapa menit saja.

Memamerkan kebisaan yang mudah-mudahan bukan bertujuan untuk mencari pengakuan dan pujian semata dari orang lain. Karena kalau mencari pengakuan, itu artinya masih newbie.

Bahkan yang sering kita dengar adalah orang yang suka pamer bisa dzikir cepat; 1000 kali hanya dalam beberapa jam, misalnya. Bagus memang jika ada yang bisa melakukan hal tersebut.

Tapi masalahnya adalah: Apa yang bisa kita dapatkan setelah mampu atau setelah membaca satu buku hanya dalam kurun waktu beberapa jam atau bahkan beberapa menit saja?

“Orang yang terlalu banyak membaca dan terlalu sedikit memakai otak akan jatuh kepada kebiasaan malas berpikir”.

Bisa membaca buku dalam beberapa jam dan bisa membacanya begitu banyak buku dalam seminggu, itu bagus. Tapi jadi tidak bagus ketika kita tidak menggunakan otak kita untuk berpikir.

Bisa dzikir 1000 kali itu baik. Tapi menjadi kurang baik ketika kita tidak memikirkan dan meresapi keindahan yang terkandung dalam kalimat dzikir yang kita tuturkan.

Apa gunanya kita bisa membaca banyak buku, tapi kita tidak mendapatkan satu kebaikan dari membaca buku tersebut. Kita hanya membuang-buang waktu saja.

Banyak membaca buku, tapi sedikit menggunakan akal kita. Itu sama seperti kita menanam banyak pohon buah. Tapi kita tidak mendapatkan satu pohon pun yang menghasilkan buah.

Insight, 18 Safar 1444H.

INSIGHT 2

Masih Harus Mengambil Tindakan.

“Words may inspire, but only action creates change”.

~ Simon Sinek.

Kutipan ini saya dapatkan dari email. Saya memang suka sekali dengan konten email dari Simon Sinek. Karena banyak dari kontennya yang sangat menginspirasi.

Beberapa dari konten dan karyanya menginspirasi saya untuk bisa membuat konten dan menghasilkan karya. Jujur, saya sangat ingin bisa menulis buku seperti karya Simon Sinek.

Tapi, terinspirasi dan ingin bisa menulis buku saja tidak cukup. Saya harus berjuang, berusaha, dan berdoa untuk bisa menghasil perubahan yang bisa mengantarkan saya kepada karya tersebut.

Sekarang banyak orang yang berusaha untuk mendapatkan motivasi dan inspirasi sebanyak-banyaknya. Tapi beberapa dari mereka tidak mau untuk berusaha dan mengambil tindakan.

Akhirnya, mereka hanya mendapatkan dorongan yang sesaat. Motivasi hanya sebagai semangatnya beberapa saat saja. Setelah itu pergi, entah kemana.

Pasti pernah kan merasakan hal semacam itu. Dimana ketika kita mendengar sebuah motivasi, seketika kita langsung bersemangat. Setelah beberapa saat kemudian loyo lagi, kayak tanaman yang gak pernah disiram, wkwk.

Sebenarnya ada hal yang jauh lebih besar untuk kita cari dari sekedar mencari motivasi dan inspirasi. Dan hal itu yang menentukan, apakah kita bisa mencapai perubahan yang kita inginkan atau tidak.

Kalau hanya mengandalkan inspirasi dan motivasi saja untuk menghasilkan perubahan. Maka perubahan itu hanya akan hidup sebentar dalam diri kita. Tidak akan bertahan lama!

Kita harus mau mengambil tindakan yang memang benar-benar kita niatkan. Agar perubahan yang kita inginkan benar-benar bisa terwujudkan. Dan bisa tertanam dalam diri kita.

Inspirasi dan motivasi memang penting. Tapi jauh lebih penting aksi dan tindakan yang kita ambil. Tanpa aksi, tidak ada reaksi. Tanpa tindakan, tidak akan pernah ada hasil.

Insight, 18 Safar 1444H.

INSIGHT 3

Jangan Pernah Lupa Sama Diri Sendiri.

“Ketika Konten Bikin Drimu Lenyap”

~ Narasi Explains.

Dalam satu kegiatan, saya pernah membagikan insight saya membaca buku kepada orang lain. Gak banyak. Cuma sembilan orang aja, wkwk.

Salah satu topik yang saya bahas adalah banyaknya orang yang berusaha untuk mencintai orang lain. Bahkan memberikan semua cintanya sampai lupa menyisihkan cintanya untuk diri sendiri.

Tidak sedikit orang yang memikirkan tentang orang lain. Tapi hanya sedikit diantara mereka yang memikirkan dirinya sendiri. Peduli sama orang lain, tapi lupa peduli sama dirinya sendiri.

Itulah yang terjadi sama seorang pemuda yang saya temukan di konten Narasi. Video lengkapnya bisa kamu tonton melalui tautan di bawah:

Nikocado Avocado: Ketika Konten Bikin Dirimu "Lenyap" | Narasi Explains

Agak miris menurut saya, ketika kita sendiri yang punya badan kita. Tapi sayang otaknya ada diluar. Maksud otaknya ada di luar adalah kita digerakan oleh perintah orang lain.

Kenapa kita harus mau digerakan oleh perkataan orang lain. Okelah, kalau menuruti perkataan orang lain itu membuat kita bahagia, karena kita mendapatkan sanjungan dan pujian karena telah menuruti perkataannya.

Tapi kenapa kita harus mendapatkan rasa bahagia yang mana itu harus mengorbankan kebaikan yang lainnya. Apakah itu yang disebut sebagai rasa bahagia? Menyenangkan orang lain, tapi menyakiti diri sendiri demi exposure dan engagement.

Ini yang saya khawatirkan terjadi kepada diri saya sendiri. Saya selalu berusaha untuk menyenangkan orang lain dengan konten saya. Tapi saya sendiri harus sakit-sakitan membuat konten tersebut.

Menyiksa diri saya sendiri, menyakiti diri saya sendiri hanya untuk sekedar mendapatkan engagement konten yang tidak seberapa faedahnya.

نَعُوْذُبِاللهِ مِنْ ذَالِكَ

("Kami/aku berlindung kepada Allah dari hal itu (merujuk pada hal yang buruk")

Jangan pernah mencintai orang lain, jika kamu belum mampu mencintai dirimu sendiri. Jangan pernah menyenangkan orang lain, jika kamu belum mampu menyenangkan dirimu sendiri.

Penipu yang sebenarnya adalah kita yang selalu berusaha menyenangkan orang lain. Tapi kita tidak mampu menyenangkan diri kita sendiri.

Insight, 18 Safar 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Hai, Saya Raden Sasak. Saya senang memikirkan hal-hal yang jarang terpikirkan. Saya senang menulis insight setiap hari. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Support Jurnal Insight.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload