Gabung Insight Broadcast

Daily Insight: Khomiis, 25 Safar 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Keterbasan Kita Ada Pada Perilaku.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-10. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Kehormatan Di Atas Kemewahan.

“It is a luxury to put our interests first. It is an honor to put the interests of others before our own”.

~ Simon Sinek.

Sebuah kemewahan tersendiri bagi kita ketika meletakkan suatu kepentingan kita di posisi paling atas. Namun suatu kehormatan ketika kita meletakkan kepentingan orang lain diatas kepentingan kita sendiri.

Kutipan ini saya rasa lebih cocok untuk para pemimpin atau orang-orang yang memiliki tanggung jawab terhadap banyak orang.

Karena saya yakin, orang dipercaya memimpin sesuatu pasti memiliki kepentingannya sendiri. Dan itu bernilai kemewahan baginya.

Tapi akan jadi sangat terhormat ketika seorang yang memimpin mengesampingkan kepentingannya sendiri untuk mendahulukan kepentingan orang banyak. 

Ketika kita meletakkan kepentingan kita sendiri yang menjadi prioritas. Maka kita akan mendapatkan kemewahan. Namun perlu diingat, bahwa kemewahan itu bukanlah milik kita pribadi.

Sebaliknya, ketika kita meletakkan kepentingan orang lain diatas kepentingan kita sendiri. Maka kita akan mendapatkan rasa hormat dari orang lain.

Jika kita adalah pemimpin yang baik. Maka kita akan memilih kehormatan dibandingkan kemewahan.

Insight, 25 Safar 1444H.

Tapi kenyataannya sekarang banyak orang yang ingin menjadi pemimpin, ingin menjadi orang yang dipercaya oleh banyak orang, tapi mereka hilangkan kepercayaan itu dengan egonya.

Mungkin lebih ke nafsu. Nafsu akan kekuasaan dan nafsu untuk mendapatkan kemewahan. Sehingga membuat mereka lupa bahwa mereka memiliki tanggung jawab yang besar.

Di awal mereka berjanji untuk setia. Tapi ketika sudah mendapatkan kepercayaan dan mulai tergoda dengan kemewahan yang mereka miliki. Disitulah mereka mulai berkhianat.

Tidak salah jika ia ingin memprioritaskan kepentingan pribadi mereka sendiri. Tidak ada masalah dengan itu. 

Tapi yang menjadi masalah adalah ketika mereka meletakkan kepentingan pribadi diatas segala kepentingan orang lain dan itu merugikan banyak orang. Disitulah letak salahnya.

Entah kenapa orang yang awalnya berjanji untuk setia dan mengabdikan dirinya kepada orang banyak kemudian berpaling di tengah perjalan. Tapi dugaan saya, itu disebabkan karena nafsu mereka.

Ketidakmampuan mereka menahan nafsu mereka menjadikan mereka rakus akan kekuasaan dan kemewahan. Agak miris memang melihat orang yang seperti ini.

Mudah-mudahan itu tidak akan pernah kita lakukan. Mudah-mudahan kita terhindar dari sifat khianat. Dan muda-mudahan kita menjadi orang yang amanah. Aamiin Allahumma Aamiin.

Orang terhormat akan selalu abadi dalam kemuliaannya. Sedang orang yang rakus akan kemewahan akan selalu abadi dalam kehinaannya.

Insight, 25 Safar 1444H.

INSIGHT 2

Keterbatasan Kita Ada Pada Perilaku.

“Satu-satunya keterbatasan dalam hidup adalah perilaku yang buruk”.

~ Scott Hamilton.

Siapa yang setuju dengan kutipan diatas? Kalau saya pribadi sangat setuju dengan kutipan diatas. Seperti yang kita tahu sekarang. Ada banyak orang yang berilmu. Tapi tidak beradab.

Perilaku seseorang sangat menggambarkan pribadi orang tersebut. Meski kadang tidak semua perilaku seseorang itu menggambarkan pribadi seseorang.

Tapi secara umum, perilaku adalah hal yang sangat erat kaitannya dengan kepribadian seseorang.

Kita bisa saja merasa tidak memiliki keterbatasan dengan memiliki segala ilmu pengetahuan. Kita bisa saja merasa tidak memiliki batas karena banyaknya informasi yang kita punya.

Namun, sama saja. Ketika kita tidak merasa memiliki keterbatasan, tapi kita memiliki perilaku yang buruk. Maka disitulah letak keterbatasan kita sebagai manusia.

Sebaliknya, ketika orang yang memiliki keterbatasan ilmu dan informasi, tapi dia memiliki perilaku yang baik. Maka disitulah letak kelebihannya sebagai manusia.

Sekarang orang mencari seseorang yang beretika dan orang yang memiliki perilaku baik dibanding memiliki ilmu dan pengetahuan yang banyak. Karena,

Ilmu dan pengetahuan mudah untuk dipelajari. Tapi tidak dengan perilaku.

Insight, 25 Safar 1444H.

Perilaku itu butuh dilatih dan dibiasakan. Maka lumayan sulit ketika kita ingin mengubah perilaku kita. Karena itu akan memakan waktu dan usaha yang tidak sedikit.

Oleh karena itu, beruntung sekali jika kita memiliki teman yang memiliki perilaku yang baik, memiliki perilaku yang sopan dan tau adab bagaimana cara berhadapan dengan orang lain.

Saya pun jika ditanya lebih ingin memiliki teman atau partner yang memiliki kelebihan pada ilmu atau yang memiliki kelebihan pada perilaku. 

Saya akan memilih yang memiliki kelebihan pada perilakunya.

Dan kalau kita mau lihat. Sekarang banyak perusahaan atau para penyedia lapangan kerja yang mencari karyawan dari perilakunya terlebih dahulu.

Kenapa? Balik lagi. Kalau ilmu atau pengetahuan itu bisa diajari. Sebaliknya tidak dengan perilaku. Oleh karena itu, mari kita sama-sama memperbaiki perilaku kita.

Saya tidak merasa bahwa perilaku saya baik. Perilaku saya buruk. Bisa dikatakan buruk sekali. Tapi beruntungnya saya sadar dan ingin mengubah itu. 

Sulit, bukan berarti tidak bisa. Memang memakan waktu dan usaha yang tidak sedikit. Tapi saya percaya ketika usaha bertemu dengan doa. Perjuangan akan terasa lebih mudah.

Perlu kita ingat bahwa etika, adab atau perilaku yang baik diatas segalanya. Untuk apa punya banyak ilmu, tapi tidak punya etika, adab atau perilaku yang baik

Kita tidak krisis informasi. Tapi kita krisis budi pekerti.

Insight, 25 Safar 1444H.

INSIGHT 3

Lakukan Dulu, Inspirasi Kemudian.

“Inspiration usually comes during work, rather than before it.”

~ Madeleine L'Engle.

Entah apa yang dimaksud dengan kutipan ini. Maksud aslinya. Tapi akan saya coba cari sudut pandang saya dengan kutipan tersebut. Siapa tau saya mendapatkan insight yang menarik.

Kutipan ini saya dapatkan dari langganan email James Clear. Dia membagikan kutipan ini dalam emailnya. Karena menurut saya ini kutipan yang menarik, jadi saya ikut kutip.

Tapi apa yang dimaksud dengan kutipan diatas akan sangat menarik. Ini adalah sudut pandang saya pribadi. Jadi kalau kamu mau percaya silahkan. Tidak juga, silahkan.

Kutipan ini dimulai dengan kata “Inspiration” atau “Inspirasi”. Inspirasi adalah satu proses yang bisa mengantarkan kita untuk menciptakan sesuatu yang kreatif.

Tapi dari mana datangnya inspirasi. Ini yang menjadi pertanyaan yang menarik. Kalau kita mau jawab secara cepat. Maka kita akan jawab dengan: inspirasi datangnya dari luar.

Meskipun demikian bukan berarti inspirasi tidak bisa datang dari dalam atau datang pada saat kita melakukan satu proses kreatif.

Saya adalah salah satu orang yang ketika ingin mencari inspirasi. Akan saya cari dari luar. Padahal inspirasi tidak selalu bisa ditemukan di luar.

Inspirasi ada disetiap sudut. Pandanglah dari mana kita ingin melihatnya. Maka kita akan mendapatkannya.

Insight, 25 Safar 1444H.

Inspirasi tidak melulu dari luar, tidak melulu dari satu sudut. Dia bisa datang dari berbagai sudut. Bahkan bisa datang ketika kita sedang diam saja atau tidak melakukan apa-apa.

“Inspiration usually comes during work,”

Bahkan jika kita membaca kutipan itu. Maka kita dapatkan, bahwa inspirasi biasanya datang ketika kita bekerja. Saya setuju dengan hal ini.

Karena saya sendiri banyak mendapatkan inspirasi yang salah satunya datang ketika saya bekerja. Lebih spesifiknya ketika saya menulis.

Jadi, kalau saya membaca satu kutipan dan saya tidak menulisnya, maka saya tidak akan mendapatkan inspirasi apapun.

Itu artinya, jika saya ingin mendapatkan inspirasi. Saya harus menulisnya. Tidak terkecuali juga dengan kegiatan atau peristiwa yang saya lalui setiap hari.

Jika peristiwa tersebut saya biarkan begitu saja dan tidak saya tulis. Maka saya tidak akan pernah mendapatkan inspirasi bahkan insight dari peristiwa tersebut.

Tapi ketika saya menulisnya. Peristiwa, kutipan, kejadian yang saya alami dan yang saya temui akan berubah menjadi sebuah inspirasi bagi saya. Mungkin kamu juga harus mencobanya.

Ketika kamu merasa tidak mendapatkan inspirasi. Cobalah untuk melakukan kegiatan atau memulai saja dulu pekerjaannya. Siapa tau dari situ kita akan mendapatkannya.

Mulai aja dulu: kunci untuk mendapatkan sebuah inspirasi.

Insight, 25 Safar 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Hai, Saya Raden Sasak. Saya senang memikirkan hal-hal yang jarang terpikirkan. Saya senang menulis insight setiap hari. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Support Jurnal Insight.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload