Gabung Insight Broadcast

Daily Insight: Sabtu, 20 Safar 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Jadilah Dirimu Sendiri. Buat Dirmu Nyaman.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke 5. Dan di blog kali ini, saya ingin menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga hari ini saya bisa mendapatkan insight yang menarik dari pemantik insight. Dan semoga insight yang saya dapatkan bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membaca blog ini, Aamiin.

INSIGHT 1

Jangan Biarkan Otakmu Mati.

“Jika Anda hidup, Anda adalah orang yang kreatif”.

~ Elizabeth Gilbert.

Hmm… gimana nih, maksudnya? Kalau saya hidup, saya adalah orang yang kreatif. Kalau saya bukan orang yang kreatif, berarti saya (...) haha…

Hidup yang disini maksudnya apa? Hidup karena hal kreatif yang dibuat atau hidup dengan karya? Atau hidup dalam makna konotasi yang menggambarkan seseorang yang sudah mati tapi tetap hidup karena kreativitasnya.

Kalau saya memaknai pesan ini untuk orang yang masih hidup agar menjadi orang yang kreatif. Agar ketika dia mati, namanya masih hidup karena sesuatu kreatif yang ia buat.

Make sense, gak?

Tapi bisa jadi kutipan ini juga memiliki arti untuk orang yang hidup yang tidak hidup. Haha … bingung kan? Wkwk.

Kan, kalau kita hidup tapi kita tidak memiliki kreativitas. Itu sama dengan kita tidak hidup. Memang kita bisa nafas, bisa jalan, bisa makan.

Tapi otak kita tidak hidup. Karena tidak kita gunakan untuk hal-hal yang kreatif. Karena,

“Jika Anda hidup, Anda adalah orang yang kreatif”.

Sekarang segala sesuatu itu diukur dari kreativitas. Kalau kita orangnya kreatif, maka kita bisa membuat sesuatu yang tadinya biasa dimata orang menjadi luar biasa.

Contoh ketika kita membuat suatu produk dari barang-barang bekas. Itu kan kreatif sekali dan bisa jadi memiliki nilai jual. Selain kreatif, kita juga mengurangi sampah.

Dulu saya waktu SMP masih ingat sekali ketika jam pelajaran ‘Prakarya’. Guru saya selalu mengajarkan tentang bagaimana cara mengubah barang bekas bahkan sampah menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat.

Kalau saya waktu itu membuat piring dari gelas bekas kemasan aqua atau minuman manis. Nama minumannya dulu ale-ale. Sekarang nggak tau masih ada atau tidak, haha…

Membuat kerajinan itu sangat senang sekali. Selain senang juga mengasah kreativitas kita. Dan tentunya bisa mengaktifkan sel-sel yang ada otak kita.

Daripada rebahan, iya kan? Kalau kita keseringan rebahan lama-lama juga bikin kepala kita sakit. Mulai dari sekarang kita bisa melatih kreatifitas kita.

Mungkin bisa mulai dari menulis seperti yang saya lakukan setiap hari. Atau melatih kreativitas dengan mengikuti kelas desain menggunakan aplikasi Canva atau yang lainnya.

Ada banyak cara kita bisa melatih kreativitas. Tapi inti dari melatih kreativitas adalah tidak membiarkan otak kita mati hanya untuk memikirkan berita negatif terus, wkwk.

Zombie yang nyata dalam hidup kita adalah diri kita sendiri. Yang selama hidupnya tidak pernah melatih kreativitasnya untuk menghasilkan karya yang kreatif.

Insight, 20 Safar 1444H.

INSIGHT 2

Pertajam Keahlian Dan Kemampuan.

"A leader without a title is better than a title without the ability to lead".

~ Simon Sinek.

Sebuah ungkapan yang sangat menarik bagi saya. Dan mungkin juga menarik bagi beberapa orang. Terutama yang ingin menjadi seorang pemimpin.

Leader adalah seseorang yang mampu menginspirasi timnya untuk mampu bekerja sama demi mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan bersama.

Menjadi seorang leader tidak cukup hanya dengan memiliki pengetahuan secara teori saja. Namun, diperlukan skill dan keterampilan dalam memimpin sebuah tim.

Tidak harus kita memiliki gelar, bahkan sampai memiliki gelar yang banyak untuk menjadi seorang pemimpin. Karena,

Pemimpin tanpa gelar itu lebih baik daripada dengan gelar tapi tidak memiliki kemampuan untuk memberikan arahan dan menginspirasi timnya untuk mengikuti arahannya.

Kemampuan kita dalam memberikan arahan dan menjaga tim kita agar tetap mau mengikuti arahan kita. Itu lah hal yang paling esensial sebagai seorang leader.

Menjadi pemimpin bukan hanya sekedar teori saja. Namun harus memiliki keterampilan dan kemampuan dalam memberi arahan.

Kalau kita mau mencari pemimpin yang baik. Carilah pemimpin yang memiliki kemampuan dan keterampilan kepemimpinan. Jangan mencari seorang pemimpin dari title atau gelarnya saja.

Karena yang kita cari adalah seseorang yang bisa memimpin. Bukan orang yang hanya tau cara memimpin. Karena dalam praktisnya, orang yang tau belum tentu bisa.

Orang yang bisa memimpin, sudah pasti tau caranya memimpin. Beberapa orang yang bisa memimpin dan tidak tau cara memimpin itu hanya ketidaktahuan yang tidak ia sadari.

Jika ingin menjadi seorang pemimpin. Maka, jadilah pemimpin yang bukan hanya tau cara memimpin. Tapi juga bisa memimpin.

Karena yang dibutuhkan dari seorang pemimpin adalah keterampilannya bukan pengetahuannya.

Karena kalau soal pengetahuan tentang sesuatu yang spesifik. Seorang pemimpin nanti bisa minta masukan atau mengajak anggota timnya untuk berdiskusi.

Jadi insight yang ingin saya highlight adalah:

Jadilah pemimpin yang bukan hanya tau cara memimpin. Akan tetapi juga bisa memimpin.

Insight, 20 Safar 1444H.

INSIGHT 3

Jadilah Senyaman Dirimu.

Insight yang ketiga ini saya dapatkan dari menonton Gautama di Stand Up Comedy Show 4. Yang mana pada show 3 dia dikritik oleh salah satu juri karena tebak-tebakannya.

Dan di show 4 nya ia berusaha untuk tidak menggunakan tebak-tebakan, meskipun diakhir atau penutupnya ia menggunakan tebak-tebakan.

Banyak juri yang menyarankan dia untuk menggunakan tebak-tebakan saja. Karena ketika dia tidak menggunakan tebak-tebak stand up dia jadi goyang; jadi kayak ada yang kurang.

Sampai salah satu juri perempuan memberikan saran kepada Gautama untuk menjadi diri sendiri aja. “Jadilah diri sendiri. Senyamannya kamu.” Kata juri tersebut.

Video lengkapnya bisa kamu tonton di tautan ini, ya: Stand up Tanpa Tebak-tebakan Rasanya Ada yang Kurang | SHOW 4 SUCI X

Dari video tersebut saya mendapatkan insight yang sangat bermanfaat bagi diri saya sendiri. Dan bisa jadi bermanfaat untuk kalian Sohib Insight juga.

Jangan menuruti perkataan orang, jika itu membuatmu tidak nyaman. Jangan menuruti perkataan orang, jika itu merubah karakter dan jati dirimu.

Jadilah dirimu sendiri dan buatlah dirimu senyaman mungkin.

Insight, 20 Safar 1444H.

Jangan mengikuti perkataan orang lain dan mengikuti perintah orang lain jika itu membuatmu jadi terkekang dan tertekan.

Terlebih lagi ketika kita terkekang dan tertekan, potensi kita sulit untuk keluar. Alhasil kita tidak dapat memunculkan potensi kita secara maksimal. Dengan kata lain kita performa kita tidak maksimal.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Hai, Saya Raden Sasak. Saya senang memikirkan hal-hal yang jarang terpikirkan. Saya senang menulis insight setiap hari. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Support Jurnal Insight.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload