Join Telegram

Daily Insight: Tsulaatsa, 01 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Ikuti Kemana Perasaan Itu Menuntunmu.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-15. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Ada Kekurangan Pasti Ada Kelebihan.

“Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu”.

~ Ali bin Abi Thalib.

Pandailah menjaga lisan. Pandailah menjaga perasaan. Karena kita akan mendapatkan apa yang kita katakan. Dan kita akan mendapatkan apa yang telah kita lakukan.

Jika kita tidak bisa menjaga lisan kita dengan mengucapkan perkataan yang baik-baik. Setidaknya kita diam dari mencaci orang.

Jangan sampai lisan kita ini, kita gunakan untuk membicarakan kekurangan orang lain. Karena belum tentu kita lebih baik dari seseorang yang kita bicarakan.

Kekurangan orang biarlah kekurangan orang. Kita fokus saja menggali kekurangan kita sendiri. Dan mencari tau apa yang bisa kita lakukan dengan kekurangan tersebut.

Terkadang kekurangan kita anggap sebagai kekurangan karena kita tidak tau hikmah dibalik kekurangan tersebut. Banyak orang yang dari kekurangannya tumbuh kelebihan.

Hanya saja untuk menjadikannya kelebihan, itu butuh proses. Kita pasti punya sesuatu yang kita anggap sebagai kekurangan. Tapi sebenarnya itu adalah kelebihan.

Orang yang selalu menganggap dirinya memiliki kekurangan berupa menghayal setiap hari bisa saja jadi kelebihan baginya untuk menulis khayalannya menjadi sebuah cerita.

Kekurangan bisa terlihat, itu karena ada kelebihan di baliknya.

Insight Raden Sasak, 01 Rabiul Awal 1444H.

Percayalah bahwa kekurangan itu bisa terlihat karena adanya kelebihan yang diam dibaliknya. Darimana kita tau ada siang kalau tidak ada malam.

Maka salah satu cara kita bisa mengetahui bahwa diri kita memiliki satu kelebihan adalah dengan mengetahui kurangnya kita dimana.

Orang lain melihat kekurangan kita, ya gak apa-apa. Itu hak-hak mereka. Adalah satu hak bagi kita juga untuk menunjukkan bahwa kita tidak hanya memiliki kekurangan.

Jika kekurangan yang kita miliki terlihat oleh orang lain. Bisa saja pada saat itu adalah momen dimana kekurangan kita yang tampak di mata orang.

Kita hanya perlu menunggu momen selanjutnya yang menampilkan kelebihan kita kepada orang lain. Ingat! Jangan membalas cacian orang yang menghina kekuranganmu.

Melainkan doakan mereka menjadi lebih baik. Karena sesungguhnya perkataan adalah milik tuannya dan akan kembali kepada tuannya.

Jika kamu tidak suka dicaci maka jangan mencaci orang lain meski ada orang lain yang mencacimu.

Banyaknya orang yang mencela kekuranganmu, tidak menjadikan kamu harus mencari kekurangan orang lain dan menghina kekurangan tersebut, agar kamu mendapatkan keadilan.

Sibuklah memperbaiki bukan mencari apalagi mencaci.

Insight Raden Sasak, 01 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 2

Niat Hanya Memberi Jangan “Mencari”.

"There is a difference between offering a service and being willing to serve. They both include giving, but only one is generous".

~ Simon Sinek.

Kutipan di atas menurut saya sangat bagus. Karena mengajarkan kita tentang apa arti tulus yang sesungguhnya. Kemurahan hati kita bisa digambarkan dari dua kata diatas.

Jika saya mengartikannya ke dalam bahasa indonesia. Kira-kira kutipan tersebut akan berbunyi:

"Ada perbedaan antara menawarkan layanan dan bersedia melayani. Keduanya termasuk memberi, tetapi hanya satu yang murah hati".

Sama, tapi tak sama. Bagaimana maksudnya?

Menawarkan layanan dan bersedia itu sama. Samanya terletak pada kegiatan memberinya. Tapi, perlu kita ketahui bahwa tidak semua orang yang memberi itu baik.

Sebagian orang yang memberi karena ada maksud dan tujuannya. Entah itu untuk mendapatkan keuntungan berupa balik modal dari apa yang dia beri.

Atau orang yang memberi, hanya ingin mendapatkan pujian. Yaitu, dikatakan sebagai orang yang dermawan.

Jadi orang yang memberi bisa saja ingin mendapatkan tunjangan atau mungkin ingin mendapatkan sanjungan, bukan karena ingin mendapatkan balasan Tuhan.

Memberi itu harus dari hati. Kalau bukan dari hati, itu namanya “mencari”.

Insight Raden Sasak, 01 Rabiul Awal 1444H.

Kalau bukan dari hati, maka itu adalah “mencari”. Entah apa yang dia cari, tapi yang pasti, itu hanya untuk memuaskan kepentingan pribadinya, seperti mendapatkan sanjungan.

Akan tetapi, sebagai manusia kita tidak pernah tau apa yang ada dalam hati mereka. Karena apa pun yang berkaitan dengan hati, maka hanya dua yang tau isinya.

Kalau saya membaca terjemahan dari kutipan diatas. Jujur saya tidak tau siapa yang memiliki kemurahan hati antara yang menawarkan dan yang bersedia.

Orang yang menawarkan pertolongan kepada orang yang kesusahan, misalnya. Kita tidak tau, itu murah hati atau tidak.

Karena bisa saja dia menolong seseorang hanya ingin mendapatkan tunjangan hidup dari orang susah, atau dia ingin mendapatkan sanjungan.

Saya katakan ingin mendapatkan tunjungan adalah karena dia membuat orang yang susah menjadi tempat dia berpegang agar tetap mendapatkan uang.

Memang dia mengeluarkan uang ketika membantu orang yang kesusahan. Tapi ketika ia memanfaatkan kesusahan orang, maka disitulah dia berpegang kepada orang susah.

Begitupun dengan yang bersedia melayani. Saya tidak bisa katakan ia murah hati/ tidak.

Memanfaatkan penderitaan orang adalah gambaran besar bahwa orang tersebut sedang kesusahan.

Insight Raden Sasak, 01 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Perasaan Yang Memimpin Pikiran & Tindakan.

“Sometimes you need to trust where your feelings lead you”.

~ Cassidy Lee.

Ada saat dimana seseorang akan berusaha untuk mendistraksi pikiran kamu. Tapi yang perlu kamu ketahui adalah bahwa perasaan yang kamu bawa bersama dengan hatimu tidak akan pernah terdistraksi sama sekali.

Perasaan yang sejatinya akan hadir dari dalam keluar. Dan ia terbentuk dari dalam, tidak bisa dipengaruhi oleh segala sesuatu dari luar.

Memang beberapa orang mengatakan bahwa perasaan kita lahir dari pikiran kita. Tapi itu hanya perasaan yang terluar. Perasaan yang terdalam hadir dari dalam dan kita tidak tau darimana ia datang.

Meski demikian, perasaan tersebutlah yang akan menuntun kita untuk bergerak menuju kejalan yang benar. Terkadang akan terasa seperti aneh.

Bahkan kita akan menganggapnya sebagai perasaan yang salah. Namun yang perlu kita lakukan hanyalah mengikutinya seperti air yang mengalir.

Apapun kata orang yang berusaha mengganggu pikiranmu. Tetaplah mengalir bersama perasaanmu. Ikuti kemana perasaan itu membawamu.

Karena terkadang kita hanya perlu mengikuti kemana perasaan menuntun kita untuk bisa menemukan makna hidup dan membuat kita terlepas dari beban hidup.

Perasaan berada di antara pikiran dan tindakan. Jadi dialah yang memimpin bagaimana kita akan berpikir dan bertindak.

Insight Raden Sasak, 01 Rabiul Awal 1444H.

Tidak perlu terlalu memusingkan apa yang datang dari pikiran. Cobalah untuk berusaha untuk merasakan apa yang hadir dari dalam dirimu.

Keajaiban datang dari dalam dirimu. Meski kamu bertanya dari mana arah dan apa penyebabnya. Kita tidak akan pernah tau. Tapi yang pasti itu datang dari hati yang paling dalam.

Ketika kamu terlalu berpikir dan ragu dalam mengambil tindakan apa yang harus kamu pilih. Maka ikutilah kata hati yang berbisik padamu.

Terlalu banyak mendengarkan pendapat orang kadang akan membuat kita pusing. Dan tidak ada satupun pekerjaan yang dapat kita selesaikan karenanya.

Dan beberapa orang yang memberikanmu saran selalu berharap bahwa saran mereka lah yang harus diikuti. Jika tidak, maka mereka akan marah dan tidak mau membersamaimu lagi.

Kita bukanlah budak dari lidah orang yang harus selalu mendengarkan apa yang mereka katakan kepada kita. Dan tidak harus kita selalu menjaga hati orang jika itu menyakiti kita.

Mendengarkan mereka hanya untuk menambah daftar masukan dan saran untuk melihat pilihan apa yang baik untuk kita ambil. Keputusan tetap ada pada diri kita kita. Saran dan masukan dari mereka bukanlah sebuah keputusan.

Ambil pilihan dari hasil semua saran. Bukan mengambil satu dari sekian saran. Karena pilihan ada ditangan kita.

Insight Raden Sasak, 01 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload