Join Telegram

Belajar Cara Membuat Konten Yang Disukai Banyak Orang

Mark

Belajar bagaimana cara membuat konten yang disukai banyak orang akan membantu kita untuk bisa sukses menjadi seorang Content Creator.

Belajar Cara Membuat Konten Yang Disukai Banyak Orang

Banyak kisah orang yang sukses dari konten. Dari konten, ada yang sampai bisa bikin rumah, beli rumah dan beli kendaraan mewah. Pokoknya yang wah-wah, dah. Hehe…

Tapi tidak sedikit juga orang yang gagal jadi Content Creator. Entah like-nya sedikit ataupun followers-nya gak nambah nambah, seperti nasibku, (huhu sedih).

Tapi kegagalan adalah pelajaran. Dan kita belajar dari hal itu. Seperti blog ini adalah hasil belajar dari kegagalan itu.

Ada beberapa insight yang akan saya bagikan. Semoga insight ini bisa bermanfaat untuk kamu yang ingin menjadi Content Creator.

Contents

Selamat membaca!

INSIGHT 1

Bikin Konten Yang Berfokus Pada Audiens

Sebagai Content Creator yang suka membuat konten di berbagai platform digital sangat tidak disarankan untuk kita membuat konten yang hanya memuaskan diri kita sendiri.

Banyak orang yang membuat konten tapi engagementnya kurang karena suka membuat konten yang hanya memuaskan dirinya sendiri atau hanya menyenangkan dirinya sendiri.

Bang Ogut yang telah membantu banyak Content Creator bertumbuh menyebut orang yang suka membuat konten yang hanya memuaskan dirinya sendiri sebagai egocentric.

Apa itu egocentric?

Sekilas kalau kita lihat dari istilahnya, kita bisa langsung tahu apa itu egocentric. Yaps, benar! Berpusat pada ego.

Contoh postingan egocentric yang paling sering kita jumpai adalah postingan koleksi photo pribadi yang bagus-bagus. Atau postingan kegiatan sehari-hari.

Konten yang berpusat pada ego seringkali jam postingannya rendem dan tidak memiliki pola atau tidak direncanakan untuk rutin setiap harinya. Bisa sekali seminggu atau sekali sebulan.

Yang pasti, kapan dia ingin memposting dan apa yang ingin dia posting itu bergantung pada si Content Creator tersebut. Yang penting dia mendapatkan kesenangan dari konten yang dia post.

Apakah ada masalah dengan postingan egocentric? Gak ada masalah kalo kamu seorang artis atau public figure yang terkenal. Kontenmu akan tetap banyak peminat.

Tapi yang menjadi masalahnya adalah ketika kita yang ingin menjadi Content Creator yang sama sekali belum punya audiens. Maka cara tersebut kurang ampuh untuk kita.

Dengan konten yang seperti itu, pertumbuhan akun kita akan sangat lambat. Karena orang yang melihat konten kita tidak menemukan sesuatu yang memberikan value kepada mereka.

Mengapa kita sebagai Content Creator harus membuat konten yang tidak egocentric atau konten yang tidak hanya berfokus pada kemauan kita, tapi pada kebutuhan orang lain?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita sedikit bernalar.

Kita sebagai Content Creator pasti ingin, dong, konten kita mendapatkan engagement yang tinggi dan mendapatkan follower yang banyak. Pertanyaannya,

Dari mana datangnya engagement dan follower? Jawabannya tidak lain dan tidak bukan, netijen (canda ✌). Jawabanya, ya mereka yang menikmati konten kita, pengguna sosial media.

Pertanyaan selanjutnya, "Kenapa mereka bisa suka kepada konten yang kita post dan mau mem-follow akun kita?"

Alasanya bisa bermacam-macam. Bisa jadi karena mereka merasa masalahnya selesai, mereka mendapatkan ilmu baru atau mereka terhibur dengan konten yang kita berikan.

Trus … cara membuat konten yang disukai banyak orang dan bisa membuat akun kita bertumbuh, caranya bagaimana? Kalo kata Bang Ogut, bikinlah konten yang berpusat pada audiens.

Entah itu berupa konten edukasi yang memberikan ilmu baru kepada orang lain. Konten motivasi seperti kutipan dan nasehat yang bisa membuat semangat orang jadi muncul lagi.

Atau konten hiburan yang menghibur orang lain ketika lelah. Yang pasti, bikinlah konten semampu dan sebisa kita.

INSIGHT 2

Belajar Dari Cara Orang Membangun Startup & Perusahaan

Tahukah kita bahwa startup dan perusahaan lahir dari sebuah keresahan masyarakat yang hendak diselesaikan oleh startup dan perusahaan itu. Mereka hadir untuk menyelesaikan masalah.

Ada berbagai macam masalah masyarakat yang diselesaikan oleh berbagai macam startup dan perusahaan. Dan ini bisa kita lihat pada kehidupan nyata kita; mereka ada disekeliling kita.

Selalu berawal dengan memikirkan masalah yang dialami oleh masyarakat, lalu berusaha mencari solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan berbagai macam inovasi.

Begitulah cara startup dan sebuah perusahaan dimulai.

Seorang investor yang menginvestasikan uang mereka selalu menanyakan kepada startup, "Masalah apa yang hendak diselesaikan atau inovasi apa yang hendak diberikan oleh startup ini?"

Jika investor merasa bahwa startup tersebut mampu membawa solusi dan menyelesaikan masalah masyarakat, maka ia akan menginvestasikan uangnya untuk membantu startup tersebut.

Dan jika tidak, maka investor tidak akan mau menginvestasikan uang mereka. Untuk apa menginvestasikan uang pada sesuatu yang tidak bermanfaat atau tidak memberikan manfaat.

Bayangkan seseorang yang sedang berjuang mendirikan startup sebagai Content Creator. Lalu investor adalah orang atau sekumpulan pengguna sosial media.

Apakah para pengguna sosial media itu mau memberi like dan follow mereka untuk konten kita, jika ternyata konten yang kita berikan tidak bermanfaat bagi mereka? Saya rasa tidak.

Orang pasti tidak mau memberikan like dan mem-follow akun kita jika mereka tidak menemukan sesuatu yang bermanfaat atau sesuatu yang memberikan value kepada mereka.

Itulah kenapa kita perlu membuat konten yang berpusat kepada audiens. Tujuannya, agar kita memikirkan sekiranya konten apa yang bisa memberikan manfaat kepada mereka.

Gojek yang merupakan sebuah startup yang sukses sekalipun memiliki mindset yang berfokus pada audiens. Buktinya apa?

Kalo kita flashback sebelum adanya gojek. Kita pasti sering melihat bang ojek menunggu penumpang di pangkalan ojek. Kalo ada penumpang datang, ya alhamdulillah dapat tarikan.

Kalo nggak?

Ya … nunggu lagi besok di pangkalan. Belum lagi kalau ada penumpang yang tidak tau tempat pangkalan ojek. Atau dia tau, tapi jauh dan malas jalan kaki ke pangkalan ojek.

Kata penumpangnya: “Ah, daripada gua jalan kaki nyari ojek, mending jalan aja. Nanti kalau ketemu ojek dijalan, naik. Kalau gak… ya terpaksa jalan kaki sampai rumah."

Nah, dari sini kita bisa tau solusi yang dihadirkan oleh gojek adalah solusi yang berfokus pada audiens atau solusi yang memecahkan masalah yang ada pada masyarakat.

Pertama, dari sisi bang ojeknya: gimana caranya agar bang ojek bisa mendapatkan penumpang tanpa harus menunggu lama di pangkalan ojek.

Yang kedua dari sisi penumpangnya: gimana caranya agar para penumpang bisa mendapatkan kemudahan dengan gak perlu jauh-jauh ke pangkalan, tapi tinggal menghubungi bang ojek dari hp. Setelah itu, tinggal menunggu di lokasi penjemputan.

Itulah konsep audience centric.

INSIGHT 3

Cara Membuat Konten Yang Disukai Banyak Orang

Setelah membaca apa itu konten audience centric dan alasan mengapa harus membuat konten audience centric. Mungkin kamu penasaran dengan bagaimana cara membuat konten yang berfokus pada audiens.

Gimana teknisnya? Silahkan dibaca, kalau perlu langsung dipraktekan, juga boleh. Itu jauh lebih baik daripada hanya sekedar membacanya. Hehe…

Untuk membuat konten yang berfokus pada audiens atau audience centric kita perlu memahami hal ini sedikit.

Dalam dunia perkontenan ada yang disebut dengan niche. Apa itu niche? Dalam hal ini, simpelnya, niche itu adalah satu topik atau sekelompok audiens yang ingin kita sasar secara spesifik.

Misalnya, kita ingin membicarakan konten seputar komunikasi atau communication skills. Nah, komunikasi itu kan ada banyak tuh, turunannya, yang paling kita kenal itu ada public speaking.

Selain public speaking, ada juga komunikasi yang fokus mempelajari cara bernegosiasi, persuasi, dan si-si-si lainnya. Kita tinggal pilih, mau membahas niche yang mana?

Apakah bisa membahas semua niche. Menurut saya sih bisa dan sah-sah saja. Asal masih satu turunan yang sama.

Hanya saja pada saat itu kita mau membahas topik spesifik yang mana? Biar kita bisa fokus dan tidak terlalu merasa terbebankan karena harus memikirkan terlalu banyak ide.

Ada satu cara agar kita bisa menemukan topik yang spesifik dan bisa menjadikan konten kita berpusat pada audiens.

Pertama, kita harus mencari tau terlebih dahulu industry apa yang ingin kita sasar. Kedua, cari tau niche-nya. Ketiga, cari tau specific niche. Keempat, cari super specific niche.

Contoh:

  • Industry: Komunikasi
  • Niche: Public Speaking
  • Specific Niche: Presentasi
  • Super Specific Niche: Tips Presentasi untuk Mahasiswa Tingkat Akhir (Presentasi Skripsi/Tugas Akhir).

Kamu bisa mencobanya sekarang. Jika masih bingung. Kamu bisa menjawab pertanyaan dibawah ini untuk memudahkan kamu dalam mencari konten yang spesifik.

Industry: Di kategori/industri apa konten yang ingin kamu sasar? (Lihat contoh diatas)

Niche: Dari kategori/industri yang kamu sasar, apakah bisa diperkecil? (Lihat contoh diatas)

Specific Niche: Dari niche yang sudah kamu perkecil, apakah bisa diperkecil lagi menjadi lebih spesifik? (Lihat contoh diatas)

Super Specific Niche: Apakah ada yang lebih-lebih spesifik dari specific niche yang kamu pilih? Jika ada, apa itu? Jika tidak ada, maka cukup sampai specific niche saja.

Kemudian kamu juga bisa tambahkan dengan mencari tau value apa yang bisa kamu berikan kepada para calon followers kamu, seperti hiburan, edukasi, motivasi atau value lainnya.

Setelah kamu menemukan topik secara spesifik yang ingin kamu bahas. Selanjutnya deskripsikan target audiens-mu. Kalau tadikan lebih ke topik, yang ini lebih ke audiensnya.

Demografi Audiens: Tulislah jenis kelamin (wanita, pria, atau kedua-duanya), kisaran usia audiens (atau bisa digolongkan berdasarkan generasi atau kategori).

Misal: generasi millenials atau kategori pemuda Quarter Life Crisis, lokasi, tingkat pendidikan audiens yang kamu sasar.

*Dengan mencari tau demografi audiens-mu, kamu bisa tau gaya bahasa yang sesuai dengan target audiens-mu.

Masalah Audiens: Buatlah list masalah apa saja yang sekiranya sedang dihadapi oleh target audiens-mu (tulis saja secara bebas)!

*Dengan mencari tau masalah audiens, kamu jadi tau konten apa saja yang bisa kamu bahas nanti.

Harapan untuk Audiens: Tuliskan kira-kira apa saja yang menjadi harapanmu melalui konten yang kamu bagikan untuk audiens-mu nanti.

*Membuat harapan akan membantu kamu untuk tetap termotivasi membuat konten karena dampak positif yang kamu berikan.

Jadikan Narasi: Rangkai semuanya menjadi satu narasi yang logis dan jelas:

*Membuat narasi dari semua yang sudah kamu tulis, akan membuat goals kamu menjadi Content Creator jadi lebih spesifik dan jelas untuk direalisasikan.

Selesai… Segitu aja yang perlu kamu lakukan untuk tahap awal ini. Sisanya tinggal kamu praktekkan!

KESIMPULAN

Apa Insight Yang Kamu Dapat?

Dari apa yang sudah kamu baca pada blog belajar konten ini, kira-kira insight apa yang kamu dapat? Setidaknya ada tiga insight penting yang bisa kita ambil, diantaranya:

Pertama: Kunci membuat konten yang disukai oleh banyak orang adalah dengan membuat konten yang Audiens Centric, bukan Egocentric. Bikinlah konten yang bermanfaat.

Kedua: Belajar dari bagaimana orang mendirikan sebuah startup atau sebuah perusahaan. Mereka selalu memulainua dengan mencari masalah yang ada pada masyarakat dan berusaha memberikan solusi.

Ketiga: Tahap awal membuat konten yang disukai banyak orang, yaitu dengan menentukan niche konten yang ingin kita buat secara spesifik. Selain itu kita juga harus melakukan riset audiens.

Jika kamu mendapatkan insight lain yang bermanfaat, jangan ragu untuk menulisnya di kolom komentar, agar orang lain juga bisa mendapatkan manfaat yang sama.

TELEGRAM

Join Grup Belajar!

Oke, sampai disini dulu pembahasan kita. Semoga bermanfaat untuk kamu. Jangan lupa bergabung di telegram Raden Sasak untuk mendapatkan update konten menarik lainnya.

Disana kita juga bisa saling berdiskusi dan berbagi ilmu. Ada banyak hal yang saya bagi. Mulai dari motivasi, inspirasi, sampai template canva yang bisa kamu gunakan secara gratis!.

UNTUK JOIN, KLIK DISINI!

Hidup adalah tentang Belajar & Bertumbuh setiap saat. Dan belajar itu butuh teman (Support System), agar kita tetap semangat belajar setiap saat. Mari kita belajar dan bertumbuh bersama.

~ Salam Raden Sasak.

Terimakasih banyak sudah membaca sampai akhir. Bantu blog ini terus berkembang dengan cara membagikan blog ini ke teman atau kerabat terdekatmu melalui sosial media yang kamu miliki.

Klik mark diatas untuk menyimpan post ini. Dan kamu bisa mencarinya di logo bookmark yang ada pada menu titik empat di kanan bawah.

Sampai jumpa di insight berikutnya. Happy Insight!😊

Catatan belajar modul Instagram Hack by Bang Ogut

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload