Join Telegram

Daily Insight: Ahad, 06 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Ide Yang Hebat Harus Disuarakan.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-20. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Kurang Teliti Adalah Masalahnya.

“Rahasia hidup adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali”.

~ Paulo Coelho.

Satu kutipan yang menurut saya menarik untuk dicari insightnya. Kutipan tentang rahasia hidup saya pikir akan luar biasa. Tapi rahasia hidup itu, ternyata simpel.

Saya sendiri suka bingung dengan rahasia hidup bagaimana seseorang bisa sukses dalam hidupnya dengan hidup saya yang belum sukses.

Mungkin kamu juga sama, sama-sama belum sukses, haha…

Tapi gak apa-apa, karena kita belum sukses bukan tidak sukses. Setiap orang itu pasti punya kisah suksesnya masing-masing, hanya saja sekarang belum ketemu.

Pun dengan saya demikian. Saya tidak tahu akan bagaimana kisah sukses yang akan saya lewati nanti. Apakah itu suatu kisah yang amat berat, entah saya tidak tahu.

Yang pasti adalah kita tetap berusaha dan berdoa. Karena sukses itu tidak bisa hanya mengandalkan diri sendiri. Kita harus libatkan Tuhan.

Karena Dia lah yang Maha Kuasa dan Dia yang Maha Tahu tentang diri kita.

Sebagai manusia ada yang tidak kita ketahui yang itu adalah rahasia Tuhan. Tapi bukan berarti kita tidak bisa mengetahui rahasia yang lain. Seperti rahasia hidup.

Sebagian rahasia hidup terpampang jelas di depan mata kita. Hanya saja kita sering kali tidak teliti dalam melihatnya.

Insight Raden Sasak, 06 Rabiul Awal 1444H.

Ingin mengetahui rahasia hidup perlu ketelitian dalam melihatnya. Karena rahasia hidup itu tersirat bukan tersurat yang dengan gampang kamu bisa baca.

Tapi ada satu masalah dimana kita bisa melihat rahasia hidup, namun kita tidak percaya bahwa apa yang kita lihat adalah rahasia hidup.

Alhasil kita jadi abai dalam menindaklanjuti apa yang kita lihat. Rahasia hidup kita biarkan seperti angin yang berlalu begitu cepat.

Seperti rahasia hidup yang ada pada kutipan diatas. Bahwa setelah kita tahu rahasia itu, kita tidak ingin melakukannya karena kita percaya.Padahal pada kenyataannya rahasia hidup tersebut benar adanya.

Bahwa hidup haruslah seperti yang kamu baca kutipan tersebut. Jatuh tujuh kali, bangun delapan kali.

Ya, saya tahu mau kasih tau saya bahwa bangun itu harus berkali-kali lipat dari jumlah kegagalan yang kita alami. Tapi untuk bangkit hanya dengan selisih satu saja itu sulit.

Jatuh tujuh kali, bangun delapan kali, itu sulit, meski selisihnya hanya beda satu. Karena kadang orang gagal sekali saja sudah tidak mau bangun sekali lagi.

Jangan terlalu berambisi untuk mengatakan “saya bisa bangkit berkali-kali dari keterpurukan”. Karena yang benar adalah Anda bangkit ketika Anda terpuruk.

Insight Raden Sasak, 06 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 2

Ide Yang Hebat Harus Disuarakan.

"Visionaries aren't the only ones who have big ideas. Visionaries are the ones who can clearly communicate their big ideas to others"

~ Simon Sinek.

Di insight yang kedua ini terinspirasi dari kutipan dari Kang Sinek. Dan insight yang saya dapatkan cukup membuat saya terperangah.

Saya baru menyadari bahwa memiliki ide yang besar saja, itu tidak cukup. Harus memiliki kemampuan komunikasi untuk bisa menyuarakan ide tersebut.

Saya juga sadar bahwa ide itu munculnya di dalam pikiran kita. Dan tidak bisa ide yang muncul di pikiran kita bisa muncul di pikiran orang lain juga.

Ide, iya ide. Tidak lebih dari sekedar ide. Ide bisa menjadi menakjubkan ketika ide itu berhasil diwujudkan. Dan sebelum itu diwujudkan kita masih harus mengkomunikasikannya.

Sama seperti hidup saya. Saya mungkin terlalu banyak ide. Tapi tidak satupun ide itu bisa saya wujudkan, karena mungkin saya belum mengkomunikasikannya.

Tapi bersyukurnya ada satu dari sekian banyak ide yang saya miliki bisa terwujud. Yaitu, ide untuk menyimpan cerita belajar saya di internet seperti yang sekarang kamu lihat saat ini.

Meskipun ide yang berhasil saya wujudkan baru hanya satu. Tapi saya merasa senang sekali. Karena dari satu ide ini membuat saya bisa menghadirkan ide-ide yang lain..

Ide merupakan sebuah pemikiran yang perlu disuarakan, hingga satu atau lebih dari teman kita dapat membantu kita untuk mewujudkannya.

Insight Raden Sasak, 06 Rabiul Awal 1444H.

Ide itu butuh teman dalam mewujudkannya. Ide yang tidak membutuhkan teman maka ia harus siap terkurung selamanya dalam sebuah pemikiran.

Teman memiliki peran penting dalam mewujudkan ide. Kita belum bisa dikatakan hebat jika kita belum bisa menyuarakan ide kita kepada orang lain.

Ide hebat mungkin bisa lahir dari pemikiran seseorang setelah beberapa lama memikirkannya. Tapi tetap, ia butuh orang lain untuk bisa mewujudkannya.

Mungkin kesalahan terbesar kita ketika memiliki ide adalah tidak beraninya kita dalam menerapkannya. Entah apa yang membuat kita tidak berani.

Apakah kita takut karena ide yang kita dikatakan gila atau aneh sama orang lain. Saya tidak tau. Tapi yang saya tau, pasti ada, setidaknya satu dari teman kita yang bisa menerima ide kita.

Terkadang ide yang hebat itu tidak perlu dikatakan hebat oleh orang lain. Karena orang sulit mengatakan ide hebat dibandingkan ketika melihatnya.

Ketika mereka melihat bentuk dari ide tersebut. Barulah mereka akan mengakui ide itu hebat atau tidak. Orang sekarang tidak mau hanya mendengar, mereka perlu melihatnya. Tap sebelum dilihat, ide itu harus didengarkan terlebih dahulu.

Ide memang tidak harus terdengar hebat. Tapi ia harus terlihat hebat.

Insight Raden Sasak, 06 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Semua Bidang Itu Baik Pada Zamannya.

"In sports, one of the primary sources of advantage is choosing how to play the game. In life, one of the primary sources of advantage is choosing which game to play."

~ James Clear.

Itulah perbedaan antara game dan kenyataan. Jika kita bermain game maka yang menjadi fokus kita adalah bagaimana cara kita memainkan game tersebut.

Sehingga dalam keseharian kita yang suka bermain game adalah mengasah kemampuan kita dalam satu game yang sering kita mainkan.

Semasa kecil, saya adalah orang yang suka bermain game. Bahkan uang jajan saya gunakan untuk bermain game bersama teman.

Game adalah salah satu cara saya untuk mendapatkan hiburan sekaligus melatih cara saya berpikir dan melatih keterampilan saya dalam bermain.

Meskipun banyak orang tua dulu yang menganggap bahwa bermain game itu tidak baik. Tapi kenyataannya sekarang, banyak orang yang menghasilkan uang dari bermain game.

Bahkan dari mereka yang passion bermain game sampai bisa membeli rumah, mobil dan memenuhi kebutuhan mereka. Bermain game telah mengubah hidup mereka.

Padahal orang tua dulu sangat melarang kita untuk bermain game. Oleh karena itulah, saya yang sekarang tidak lagi bermain game karena mendapatkan banyak teguran orang tua.

Sebagian besar orang tua dulu hanya melihat apa yang baik dari apa yang telah mereka lalui, menurut sudut pandang mereka, bukan menurut anak mereka.

Insight Raden Sasak, 06 Rabiul Awal 1444H.

Menurut orang tua dulu, menjadi seorang pegawai adalah pekerjaan yang paling bagus. Menggunakan pakaian seragam dan rapi adalah pekerjaan bagus.

Itulah pekerjaan yang bagus menurut mereka, tapi belum tentu baik bagi anaknya. Orang tua selalu menginginkan anaknya menjadi seperti yang mereka inginkan. Cara berpikir orang tua dulu adalah sudah kurang relevan dengan yang sekarang.

Seandainya orang tua mengharapkan anaknya menjadi seseorang yang baik dalam agama masih mending. Tapi apa yang mereka inginkan adalah semuanya tentang materi.

Entah kenapa orang tua saya sangat materialistik sekali. Selalu menginginkan anaknya bekerja dengan gaji yang besar meski mereka harus mengenyampingkan kebahagiaan anaknya.

Padahal apa yang menurutnya pekerjaan bagus pada saat itu, belum tentu baik untuk anaknya yang jelas-jelas berbeda zaman dengannya.

Dan sangat sulit sekali untuk bisa mengubah cara berpikir orang tua yang seperti itu. Karena mereka akan selalu mengatakan, "Apa kamu mau lihat Mama/Papa bahagia?"

Seperti itu jawabnya ketika kita berusaha menjelaskan apa yang menjadi pilihan kita sendiri.

Semua bidang itu baik pada zamannya. Dan setiap zaman akan melahirkan bidangnya. Kita tidak bisa memaksakan yang lalu pada generasi baru. Harus ada penyesuaian!

Insight Raden Sasak, 06 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload