Join Telegram

Daily Insight: Ahad, 20 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Lihat Diri Dulu. Lalu Lihat Orang Lain.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-34. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Iri Hati Dan Rasa Dengki Penghambat Hati Ke Ilahi.

Insight yang pertama seperti biasanya akan selalu mengambil dari Agama. Pembahasan agama akan menjadi pemantiknya.

Dan untuk insight hari ini masih menyambung insight pertama yang kemarin soal Madakhilus Syaithan atau jalan-jalan masuk syaithan kedalam hati seorang manusia.

Yang mana kemarin kita sudah membahas dua jalan masuknya syaithan, yaitu al-Ghadhab dan al-Syahwah atau dalam bahasa kita, yaitu amarah dan syahwat.

Dan pada insight hari ini kita akan membahas tentang jalan masuknya syaithan yang berikutnya, yang menurut ulama, yaitu al-Hasad atau yang kita kenal dengan sebutan iri dan dengki.

Apa makna dari iri? Iri itu ialah menginginkan sesuatu yang ada pada orang lain sehingga kita mengabaikan atau melupakan kebaikan yang ada dalam diri kita atau dalam kehidupan kita.

Itu adalah iri. Kemudian dengki? 

Dengki lebih parah dari iri, dimana kita menginginkan dan mencintai sesuatu yang ada pada diri orang kepada diri kita sendiri dan berharap itu hilang dari orang lain tersebut.

Misal ada seseorang yang rupanya bagus, hartanya banyak . Nah kita, menginginkan itu semua ada pada diri kita. Namun kita berharap juga orang itu kehilangan itu semua. 

Sudahlah kita menginginkan anugerah yang diberikan Allah kepada orang lain. Dan kita berharap anugerah tersebut hilang dari orang lain. Pantas jika sifat ini menjadi jalan syaithan.

Sifat ini harus kita jauhi agar kita menjadi orang yang beriman.

Iri dan dengki datang ketika kita kurang mensyukuri nikmat yang diberi.

Insight Raden Sasak, 20 Rabiul Awal 1444H.

Iri dan dengki adalah sifat dasar manusia yang mana setiap manusia memilikinya. Tetapi sebagian dari mereka ada yang memilih untuk menekannya agar tidak menguasai diri kita.

Sebagian lagi ada yang memupuk rasa iri dan dengki menjadi semakin besar dan menjadi penyakit. Sehingga pelakunya dikuasai oleh rasa tersebut dan jadilah ia dikuasai syaithan.

Siapa orang memupuk rasa iri dan dengki sehingga ia menjadi besar dan menjadi jalan masuknya syaithan? Ia adalah orang yang suka membicarakan orang lain dan lupa dengan diri.

Asik membicarakan orang lain hingga lupa dengan diri. Asik mencari kelebihan orang lain hingga lupa bersyukur pada Ilahi.

Selalu beranggapan rumput tetangga lebih hijau dibanding milik ia sendiri. Selalu beranggapan karya orang lebih memukau dari karyanya sendiri. Padahal setiap orang berbeda dari yang lain.

Selalu melihat keluar dan melupakan diri sendiri adalah cara seseorang memupuk rasa iri dan dengki. Dan itu akan menjadi jalan syaithan untuk masuk ke dalam hati.

Keinginan kita yang terlampau amat besar terhadap kemilaunya dunia menjadikan buta, dan itu membutakan kita dari melihat yang baik-baik pada diri kita.

Keinginan kita yang teramat dahsyat terhadap gemerlapnya dunia menjadikan kita tuli, dan itu menghalau diri kita dari mendengar nasehat para perawi.

Kedudukan orang iri dan dengki seperti hiasan tersembunyi..

Insight Raden Sasak, 20 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 2

Kaya Harta Bukan Penentu Manusia Bahagia.

Di zaman sekarang atau lebih spesifiknya tahun 2022 banyak orang yang membuat konten yang memperlihatkan kekayaan seseorang atau lebih kita kenal dengan flexing.

Entah apa yang ingin dicapai dari memperlihatkan jumlah harta atau kekayaan yang mereka miliki kepada orang lain. Tapi yang pasti itu membawa dampak buruk bagi orang lain.

Ditengah susahnya ekonomi setelah ditempa oleh musibah Covid19, masih ada orang yang tanpa hati memperlihatkan harta dan kekayaannya di hadapan orang lain.

Tidakkah mereka tahu berapa banyak orang yang akan merasa minder dan merasa dirinya tidak ada apa-apanya dengan mereka yang memperlihatkan harta dan kekayaannya.

Tidakkah mereka tahu bahwa masih banyak diluar sana yang masih kesulitan mencari nafkah bahkan ada yang masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.

Tidakkah mereka tahu bahwa apa yang mereka lakukan sebenarnya lebih banyak mendatangkan mudharat daripada manfaat kepada orang-orang yang melihatnya.

Apakah banyaknya harta dan kekayaan menentukan bahagia tidaknya seseorang? Apakah banyaknya harta dan kekayaan bisa menjadi tolak ukur bahwa orang mencapai kesuksesan.

Saya rasa tidak. Uang tidak bisa membawa kebahagian kedalam hati seseorang yang memegangnya.

Uang juga bukanlah hal yang bisa dijadikan patokan untuk menentukan sukses tidaknya seseorang.

Lebih baik kaya akan karya dari pada kaya akan harta. Karya kekal selamanya, sedangkan harta bekal sementara.

Insight Raden Sasak, 20 Rabiul Awal 1444H.

Karya kekal selamanya, sedangkan harta bekal sementara. Karya bisa mengalirkan pahala meski kita sudah tiada. Tapi harta tidak serupa sampai kita pergunakan di jalan agama.

Baiklah jika kita memiliki harta dan kekayaan yang berlimpah. Tapi kebaikan apa yang sudah kita perbuat dengan harta tersebut? Hanya untuk kesenangan pribadi, bukan?

Dan kita merasa bangga ketika kita bisa menunjukkan harta kita kepada orang lain? Kebaikan apa yang bisa kita ambil atau pelajaran apa yang terkandung dari perbuatan tersebut?

Jika ada orang dengan sengaja memperlihatkan hartanya dengan penuh rasa bangga. Maka ketahuilah, bahwa dia adalah orang yang tidak pernah bahagia dalam hidupnya.

Dia menunjukkan hanya ingin disegani dan hanya ingin dapat pujian dan sanjungan orang lain dan dia merasa puas akan hal itu. Padahal itu bukanlah sebuah kebahagian.

Melainkan itu adalah sebuah hinaan baginya dihadapan Tuhan. Harta bukan untuk diperlihatkan melainkan untuk dibagikan kepada orang yang membutuhkan.

Jika kamu memang benar-benar kaya, maka kamu tidak akan pernah merasa rugi ataupun sengsara ketika membagikan harta kekayaanmu kepada orang yang membutuhkan.

Karena kamu adalah orang kaya maka sangat mudah bagimu untuk membagikannya  … seharusnya.

Bak raja tak punya istana. Itulah gambaran orang hina.

Insight Raden Sasak, 20 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Keburukan Lihat Dirimu, Kebaikan Lihat Orang Lain.

“Carilah kebaikan dalam setiap orang dan setiap situasi. Kamu akan hampir selalu menemukannya”.

~ Brian Tracy.

Setiap orang terdapat dua hal yang berdampingan. Entah itu apa yang ada, tapi itu nyata adanya. Kebaikan dan keburukan atau  kelebihan dan kekurangan adalah satu dari sekian.

Setiap orang yang kita pandang dengan penuh kekurangan. Sebenarnya ada kelebihan yang berdampingan dengan diri seseorang yang mana itu tidak dapat dipisahkan.

Setiap orang membawa kelebihan dan kekurangan. Setiap orang memiliki kebaikan dan keburukan. Tinggal kita pilih yang mana yang mau kita pandang dari seseorang.

Jika kita melihat orang dari segi kekurangannya maka kita akan melihat apa saja yang kurang dari seseorang. Tapi bukan itu artinya bahwa kita tidak lebih kurang dari orang tersebut.

Sebagaimana seseorang memiliki kekurangan yang dapat dilihat oleh orang lain. Maka percayalah bahwa begitu juga dengan diri kita sendiri.

Kekurangan kita sendiri juga bisa dilihat oleh orang lain. Dan orang yang melihat kita pun demikian. Tergantung pada orang yang melihatnya. Apa yang akan ia perbuat dari melihat itu?

Sebagian orang melihat kekurangan orang lain adalah untuk berkaca dan untuk menimbulkan tanya.

Berkaca seperti merasa bahwa kekurangan itu ada pada dirinya. Bertanya, apakah saya lebih kurang darinya?

Berkaca seperti melihat diri. Bertanya dengan niat menguliti. Maka kita akan tau mana yang lebih merugi.

Insight Raden Sasak, 20 Rabiul Awal 1444H.

Sebagian orang yang melihat kekurangan seseorang akan mendapatkan kebaikan ketika ia melihat kekurangan yang ada pada seseorang dengan melihat dirinya sendiri.

Jangan-jangan kekurangan orang tersebut ada pada diri kita sendiri atau kekurangan orang tersebut tak sebanding dengan kekurangan yang kita miliki karena kita lebih kurang darinya.

Maka apabila kita tidak bisa melihat kebaikan pada orang lain maka berkacalah atau kuliti dirimu sendiri sebelum melihat kekurangan orang lain.

Tapi jika kita bisa melihat kelebihan dari seseorang meski fakta seseorang tersebut memiliki kekurangan, maka kita adalah orang yang beruntung karena masih bisa melakukannya.

Orang yang bisa melihat kebaikan di balik sesuatu maka hidup yang ia miliki akan dikelilingi oleh berbagai macam kebaikan. Dan tentu ia akan hidup dengan penuh kedamaian.

Cara kita memandang orang atau situasi yang sedang kita alami menentukan apa dan siapa yang mengelilingi diri kita. Baik yang kita lihat maka itulah lingkaran kita berada.

Cobalah untuk berusaha melihat kebaikan. Karena dengannya kita bisa menemukan kebaikan. Kebaikan kadang tidak terlihat, namun tugas kita yang harus bisa melihat kepada kebaikan.

Karena setiap sesuatu diiringi dan dikelilingi oleh dua hal yang saling berdampingan yang tak dapat dipisahkan.

Terkadang perlu sebuah usaha untuk melihat sebuah kebaikan.

Insight Raden Sasak, 20 Rabiul Awal 1444H. 

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload