Join Telegram

Daily Insight: Ahad, 27 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Penyesalan Menciptakan Sebuah Pelajaran.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-41. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Kerinduan Pada Tuhan Bisa Menepis Keraguan.

Jangan melangkah kalau kita tidak yakin, tidak kuat, atau tidak memiliki indikator. Kalau ragu-ragu jangan melangkah. Karena itu akan menjadikan kita bimbang dan hilang pendirian.

Aku hafal (sebuah hadits) dari Rasulullah SAW: “Tinggalkan yang meragukanmu lalu ambillah yang tidak meragukanmu.

(HR Tirmidzi, An-Nasa’i. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan dan shahih)

Jika kita mendapati sesuatu hal yang meragukan dalam hati kita, maka hendaknya kita meninggalkannya. Sebaliknya jika kita yakin pada suatu hal maka ambillah.

Kenapa demikian? Karena ketika ada keraguan dalam hati kita, kita cenderung merasakan kecemasan yang berlebih dan bisa menimbulkan rasa khawatir dalam setiap langkah kita.

Ketika kekhawatiran menguasai kita, pada saat itulah kita tidak percaya pada diri kita dan pada apa yang kita lakukan. Orang yang hilang kepercayaan akan mudah sekali untuk dihasut.

Namun berbeda ketika kita yakin seyakin-yakinnya dalam hati. Disaat itu, keyakinan yang ada dalam hati kita melahirkan rasa tenang dalam hati dan pikiran kita.

Ketika kita yakin, maka kita akan merasa tenang dan nyaman. Merasa tenang dan nyaman pada apa yang kita lakukan setiap hari, itu adalah hal yang paling penting dalam hidup kita.

Ambilah sesuatu yang yakin dalam hati kita dan jangan buat diri kita menjadi bingung dan membiarkan diri kita dalam kesulitan ketika hal yang kita hadapi bisa dipilih.

Keraguan melahirkan kekhawatiran dan kecemasan. Keyakinan mendatangkan ketenangan dan kenyamanan. Ketika kita ragu, jalan malu meminta petunjuk kepada Allah terlebih dahulu.

Insight Raden Sasak, 27 Rabiul Awal 1444H.

Kenapa kita harus malu ketika kita ragu dan ketika kita tidak bisa menemukan.keyakinan yang sebenarnya. Ragu boleh, tapi malu meminta petunjuk kepada Allah SWT. jangan.

Allah Maha Pemberi Petunjuk. Jadi mintalah petunjuk ketika kita ragu ataupun belum paham dengan suatu permasalahan. Jangan tanggung permasalahan itu sendiri.

Datanglah, dan ceritakanlah isi hati kita kepada-Nya. Maka, tidakkah kita tahu, bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan pernah meninggalkan hamba-Nya sendirian.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala selalu merindukan hamba-Nya untuk bisa hadir, datang, dan memohon kepada-Nya. Jangan biarkan hati kesepian, biarkan ia bertemu dengan Pemilik-Nya.

Akan sangat senang hati yang ada dalam diri kita ketika kita temukan ia dengan Sang Pemilik Hati. Kepada siapa lagi ia harus dipertemukan kalau bukan kepada Sang Pemiliknya.

Apa yang menghambat kita dari mempertemukan hati dengan Sang Pemiliknya? Tidakkah kita sadar bahwa hati yang ada dalam diri kita ini sesungguhnya bukan miliki kita?

Jangan tahan kerinduan ketika ia sudah terlalu rindu untuk bertemu. Karena rindu yang tertahan menjadikan kita hilang harapan. Sungguh, harapan hanyalah datang dari sisi-Nya.

Kita hanya bisa menjemput harapan saat masanya telah tiba.

Kalau hati bertanam rindu. Maka segerakanlah ia bertemu.

Insight Raden Sasak, 27 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 2

Keseimbangan Harus Ada Untuk Ketenangan.

"Optimism and pessimism can coexist. If you look hard enough you’ll see them next to each other in virtually every successful company and successful career. They seem like opposites, but they work together to keep everything in balance."

~ Morgan Housel.

Begitulah kata Morgan Hausel dalam bukunya The Psychology of Money, bahwa optimisme dan pesimisme bisa berdampingan satu sama lain. Mereka dekat dan saling berkaitan.

Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah berpasang-pasangan. Termasuk yang ada di dalam manusia itu sendiri juga sebenarnya berpasang-pasangan.

Ketika seseorang memiliki sebuah impian lalu kemudian dia membuat sebuah perencanaan. Dalam prosesnya, pasti ada rasa optimis dan pesimis dalam hati si pembuat.

Perasaan itulah yang kemudian membantunya untuk mencari kekurangan dan kelebihan dalam rencana yang disusun. Itu akan selalu hadir bersamaan selagi masih dalam proses.

Sampai dengan sendirinya salah satu dari mereka akan ada yang lebih dominan. Tidak akan hilang memang. Tapi ketika satu perasaan dominan, maka itu cukup menutupi yang lain.

Proses yang terus kita tingkatkan akan menjadikan perasaan optimis kita menjadi lebih dominan daripada perasaan pesimis. Pada saat itulah kita jadi semangat untuk mengejar impian kita.

Kadang kala semangat itu butuh proses yang cukup panjang untuk akhirnya dia bisa muncul ke luar mendorong kita agar mau bertindak dan melakukan apa yang seharusnya dilakukan.

Berusahalah meski hasil belum terlihat. Pastikan semua usaha kita tercatat. Agar kita bisa terus semangat. Ingat bahwa usaha dan hasil itu selalu terikat.

Insight Raden Sasak, 27 Rabiul Awal 1444H.

Optimis dan pesimis memang terlihat di mata kita seperti dua hal yang saling berlawanan. Tapi sebenarnya mereka berdua sedang menjaga keseimbangan.

Seperti malam dan siang hari. Mereka tampak berlawanan satu sama lain. Yang satunya menggelapkan pandangan. Dan yang satunya lagi menyinari pandangan kita.

Tujuan dari malam menggelapkan pandangan agar kita tahu waktu istirahat. Dan tujuan siang ada, yaitu untuk memberitahu bahwa waktu untuk berjuang kita telah tiba.

Bisa kita bayangkan bagaimana sakitnya tubuh ini jika dipaksa untuk terus bekerja tanpa tahu istirahat. Maka kita tidak akan pernah bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Kita keburu mati karena terlalu keras bekerja. Memaksakan diri tanpa mengistirahatkan diri. Maka hadirlah malam yang bisa menjadi selimut ketika kita merasa kelelahan.

Malam menjadikan kita tahu waktu istirahat. Malam menjadikan kita sadar bahwa tidak selamanya kita harus terbangun hanya untuk mencari makan. Malam ada untuk kita merasa tenang.

Siang dan malam selalu berdampingan meski itu tampak berlawanan. Karena tujuan mereka terlihat berlawanan adalah untuk menjadi kestabilan dan keseimbangan.

Kestabilan dan keseimbangan perlu ada dan perlu dijaga. Jika tidak itu akan menimbulkan kekacauan. Dan kita tidak akan pernah bisa hidup nyaman dan merasakan ketenangan.

Insight Raden Sasak, 27 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Penyesalan Menciptakan Sebuah Pelajaran.

“Lakukan sekarang juga, sebelum ‘nanti’ berubah menjadi ‘tidak sama sekali’“.

~ Unknown.

Nanti adalah sebuah janji yang seringkali menjadikan kita lupa diri. Nanti adalah sebuah kata yang sering kita langgar sendiri. Seringkali yang nanti berubah menjadi tidak sama sekali.

Padahal apa yang ingin kita lakukan itu bisa kita selesaikan di waktu tersebut. Entah apa yang membuat kita percaya begitu saja dengan kata nanti.

Kata nanti ini begitu manis di mulut kita dan bisa membuat kita jadi bahagia. Setidaknya pada saat kita tidak ingin mengerjakan tugas yang ada di depan mata kita.

Yang kita tidak sadar adalah ketika pekerjaan kita sudah mepet dengan tenggat waktunya, barulah kita merasa menyesal telah mengucapkan kata nanti pada pekerjaan kita.

Lalu kita pun mulai berandai-andai, "Kalau saja tadi tugas itu saya kerjakan, mungkin tidak akan berat sekarang". Padahal ketika kita mengatakan nanti, kita merasa berat pada saat itu.

Semua pekerjaan terasa berat sebelum akhirnya pekerjaan itu kita kerjakan. Tapi ketika kita berjalan pada prosesnya, terasa bahwa pekerjaan itu biasa dan tidak berat-berat amat.

Lalu apa yang membuatnya berat? Yang membuat terasa berat adalah karena diri kita sendiri yang terlalu memikirkan tentang pekerjaan tersebut hingga pekerjaan itu bergumam di otak kita.

Suara-suara berbisik seakan-akan pekerjaan itu berat sekali.

Pekerjaan bila terlalu dipikiran akan terasa amat berat. Namun, ketika kita mulai mengerjakannya, perlahan-lahan pekerjaan itu akan menjadi ringan sendirinya.

Insight Raden Sasak, 27 Rabiul Awal 1444H.

Namanya juga pekerjaan. Maka untuk membuatnya jadi ringan adalah tidak lain dan tidak bukan dengan mengerjakan. Bukan malah kita pikirkan. Karena pikiran akan menciptakan asumsi.

Dari asumsi, kita menjadi seseorang berusaha untuk meyakini apa yang kita pikirkan. Setelah itu kita berusaha mencari cara yang sekiranya bisa membuat kita merasa bahagia.

Merasa bahagia, namun sayang itu hanya bertahan sementara. Setelah itu, muncul lagi rasa berat untuk melakukan pekerjaan tersebut karena waktu semakin dekat.

Waktu yang semakin dekat menjadikan pekerjaan terasa lebih berat. Akibatnya kita stres dan menyesali perbuatan yang telah terjadi. Meski menyesal tidak akan mengembalikan waktu.

Waktu terus berjalan kedepan, bahkan ketika kita menyesal karena telah menyia-nyiakan waktu dan berharap waktu bisa berputar belakang. Waktu masih terus berjalan kedepan.

Ada baiknya kita tidak kembali menyia-nyiakan waktu dengan berlarut-larut terlalu lama menyesali perbuatan yang telah kita lakukan. Ambil hikmahnya saja dan jadikan itu pelajaran.

Terkadang kesalahan yang kita lakukan itu mengandung suatu pelajaran. Dan kita harus mau dan bisa mengambil pelajaran yang terkandung dalam kesalahan tersebut.

Tujuannya, agar kita tidak melakukan perbuatan yang sama.

Penyesalan akibat dari kesalahan yang menciptakan pelajaran.

Insight Raden Sasak, 27 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload