Join Telegram

Daily Insight: Arbi'aa', 09 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Hubungan Baik Lahir Dari Saling Mencintai.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-23. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Hubungan Baik Lahir Karena Saling Mencintai.

“Aku pernah berpikir bahwa cinta dan yang dicintai itu berbeda. Kini aku mengerti bahwa keduanya sama”.

~ Rumi.

Hmm… Berbicara tentang cinta dan yang dicintai. Agak sulit bagi saya pribadi. Karena selama ini saya mencintai dan jarang dicintai oleh manusia.

Pernah dicintai, tapi itu hanya dua orang. Sisanya, mungkin saya yang mencintai. Jika cinta dan dicintai itu sama. Lalu, apa persamaannya?

Tapi apa yang saya mengerti tentang cinta?

Saya dulu mengetahui tentang cinta ketika saya masih kecil. Mungkin saat itu, usia saya masih 5 tahun. Arti cinta saya temukan dari diary kakak saya sendiri.

Waktu itu, saya iseng-iseng membuka diary kakak saya dan membaca beberapa tulisan yang ia tuliskan di diary tersebut. Dan saya menemukan arti cinta.

CINTA adalah “Cerita Indah Namun Tiada Arti”

Begitulah arit cinta yang saya ketahui di waktu saya masih kecil. Memang cinta adalah cerita indah yang tidak memiliki arti jika kita tidak bisa menemukan artinya.

Karena arti dari sebuah cinta itu bisa beragam dan banyak. Dan itu perlu dicari. Mungkin cinta yang tidak memiliki arti adalah ketika kamu sudah memiliki cinta atau pasangan.

Tapi kamu malah mencari cinta yang lain. Itu tidak ada artinya.

CINTA adalah Cerita Indah Nan Tiada Akhir

Insight Raden Sasak, 09 Rabiul Awal 1444H.

Arti cinta setelah saya dewasa berubah menjadi, “Cerita Indah Nan Tiada Akhir.

Cinta itu indah dan tiada akhir keindahannya, jika cinta itu benar-benar suci dan diletakkan kepada hati yang tepat. Karena mereka akan saling menjaga keindahannya.

Antara mencintai dan cintai agak sulit bagi saya untuk menemukan persamaannya. Karena ketika saya bertanya kepada orang lain, mereka selalu memilih dicintai.

Karena menurut mereka mencintai seseorang berisiko untuk dikecewakan.

Tapi apakah dengan kita dicintai oleh seseorang tidak akan membuka peluang untuk bisa mengecewakan orang lain?

Apakah kita tidak akan menjadi seseorang yang mengecewakan orang lain?

Dari pengalaman saya yang dicintai oleh seseorang, saya mengecewakan mereka. Dan ketika saya mencintai seseorang, saya yang dikecewakan.

Maka yang benar adalah saling mencintai. Mungkin kita pertama yang mencintainya dengan tulus agar dia membuka hatinya untuk mencintai kita kembali.

Atau kita sendiri yang berusaha untuk menumbuhkan rasa cinta kepada seseorang yang dengan tulus mencintai kita apa adanya.

Mencintai dan dicintai bisa sama, jika keduanya sama-sama melakukannya.

Insight Raden Sasak, 09 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 2

Memanipulasi Orang Melahirkan Kebencian.

"There are only two ways to influence human behavior: you can manipulate it or you can inspire it".

~ Simon Sinek.

Banyak contoh yang bisa kita lihat dalam kehidupan dan kenyataan kita bagaimana orang lain bisa mempengaruhi orang lain.

Sebagian ada yang mempengaruhi orang lain dengan cara yang benar. Sebagiannya lagi ada yang mempengaruhi orang lain dengan cara yang salah.

Ada juga orang yang sudah dianggap sebagai influencer tapi tidak memberikan pengaruh baik kepada orang lain dengan konten-konten yang aneh.

Konten-konten yang terlalu kelewatan dan tidak memberikan dampak positif kepada masyarakat.

Sampai-sampai berani membuat konten yang terlihat benar dan menggiurkan. Padahal pada kenyataan itu salah dan merugikan orang lain.

Sangat disayangkan ketika kita memiliki kekuatan yang besar namun kita salah gunakan padahal itu bisa kita gunakan dengan benar dan memberdayakan orang lain.

Mungkin ini menjadi catatan pribadi saya untuk tetap mempengaruhi orang lain dengan cara yang baik. Meskipun saat ini saya tidak memiliki power.

Bahkan nanti ketika saya sudah memiliki power yang kuat, saya berdoa untuk tetap bisa memberikan pengaruh yang baik.

Bukan tentang seberapa besar kekuatan yang kita miliki. Tapi seberapa baiknya kita menggunakan kekuatan yang ada.

Insight Raden Sasak, 09 Rabiul Awal 1444H.

Hanya ada dua cara untuk mempengaruhi perilaku manusia: Anda dapat memanipulasinya atau Anda dapat menginspirasinya.

Begitulah kata yang saya dapatkan dari Note to Inspire dari Simon Sinek.

Apakah kita ingin menggunakan kekuatan yang kita miliki untuk memanipulasi orang lain? Tergantung kitanya mau dikenal sebagai siapa.

Jika memang kamu ingin dikenal sebagai orang yang suka memanipulasi atau menipu orang lain, maka lanjutkan, dan itu yang akan kamu dapatkan.

Masih ada cara lain yang bisa kita lakukan untuk mempengaruhi orang lain, yaitu dengan menginspirasi mereka melalui pemikiran, perkataan dan perbuatan kiat.

Jika kita hendak menginspirasi pemikiran kita, maka hendaknya kita dokumentasikan pemikiran kita dimana orang bisa mengaksesnya.

Bisa melalui menulis blog atau yang lebih baik lagi melalui buku yang kita tulis.

Menginspirasi dengan perkataan dan perbuatan, maka yang perlu kita lakukan adalah berkata dan berbuat baik kepada siapapun.

Memanipulasi orang akan melahirkan kebencian. Menginspirasi orang akan melahirkan kehormatan.

Insight Raden Sasak, 09 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Gunakan Akal Sebaik Yang Kamu Bisa.

Hari ini saya mencoba untuk menyerap insight dari sebuah video yang menurut saya menarik serta bermanfaat untuk saya tulis.

Video yang saya bicarakan adalah video yang membahas tentang filsafat. Masih banyak orang yang memperdebatkan, apakah filsafat halal atau haram?

Untuk video lengkapnya bisa kamu tonton melalui tautan yang saya sematkan di sini 👉 Filsafat Haram?

“Jangan seenaknya mengatakan ini Halal, dan itu Haram tanpa dalil yang jelas atau dengan dusta bahkan”. Itu adalah insight pertama yang saya dapatkan.

Lidah memang tak bertulang. Tapi jangan sampai tak bertulangnya lidah menjadikan kita mudah untuk mengatakan ini halal, itu haram.

Justru karena tak bertulangnya lidah seharusnya kita lebih berhati-hati dalam berkata. Dan hendaknya kita berkata jujur dan berkata baik saja.

Dalil tentang jangan seenaknya mengatakan sesuatu halal/haram bisa kamu baca di surah An-Nahl, ayat 116.

Kemudian insight yang saya dapatkan adalah tentang pandangan kita terhadap sesuatu.

“Kadang yang kamu benci itu baik bagimu. Kadang yang kamu suka itu, justru buruk bagimu”.

Untuk lengkapnya, bisa kamu cek sendiri di surah Al-Baqarah ayat 216.

Cukup ketidaktahuan kita menjadikan kita berprasangka baik kepada Allah yang Maha Mengetahui.

Insight Raden Sasak, 09 Rabiul Awal 1444H.

“Filsafat sudah ada sejak abad ke 5 di Yunani jauh sebelum islam diturunkan. Ia berasal dari bahasa Yunani, yakni Philo yang berarti cinta, dan Sophia yang berarti kebijaksanaan”.

Maka filsuf berarti cinta yang bijak. Haha, gak dong, canda. Artinya, cinta akan kebijaksanaan.

“Ketika islam datang, filsafat dinilai selaras dengan kata ‘Hikmah’ di dalam Al-Qur’an, yang juga berarti kebijaksanaan”. Insight yang saya dapatkan dari Habib Ja’far.

Insight lain yang saya dapatkan merupakan sebuah pertanyaan sekaligus jawaban yang begitu bermanfaat bagi saya. Pertanyaannya,

“Emang cuma filsafat yang berorientasi hikmah?” Iya, gak sih. Tasawuf juga berorientasi hikmah. Fikih juga berorientasi hikmah. Bedanya, tasawuf menggunakan hati.

Fikih menggunakan Wahyu dari Allah serta Sabda dari Nabi Muhammad SAW. Nah, Filsafat, ia berorientasi Hikmah dengan menggunakan Akal.

Akal adalah kunci dari filsafat. Bagaimana cara kita berpikir dan menalarkan suatu hal untuk mencari nilai kebijaksanaan darinya adalah sebuah filsafat.

JIka kita mengharamkan filsafat, bukankah berarti kita sudah mengharapkan fungsi akal?

Manusia yang tidak mau menggunakan akalnya, perlu dipertanyakan tentang kemanusiannya.

Insight Raden Sasak, 09 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload