Join Telegram

Daily Insight: Arbi'aa', 16 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Cara Kita Shalat Adalah Cara Kita Hidup.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-30. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Tanpa Cahaya Yang Berharga Bukan Apa-Apa

Diantara video yang saya tonton di pagi hari telah memberikan saya insight yang sangat bermanfaat. Saya selalu berusaha di dalam hidup saya untuk mengutamakan Agama.

Oleh karenanya, video yang saya tonton yang kemudian saya mendapatkan insight darinya adalah video yang mengandung nilai-nilai Agama yang mudah-mudahan bisa bermanfaat.

Terutama bagi saya pribadi; khususnya. Pun jika bermanfaat bagi orang, itu adalah satu bonus manfaat dari apa yang saya lakukan. Semoga Allah berikan keberkahan kepada kita semua.

Dari Ustadz Hanan Attaki saya mendengar satu sabda Baginda Rasulullah SAW. Dalam satu kesempatan Rasulullah telah menyampaikan satu perumpamaan tentang seorang mukmin.

“Nabi SAW mengatakan perumpamaan tentang seorang mukmin yang berdzikir kepada Allah SWT. adalah seperti perumpamaan orang yang hidup.

Sedangkan orang yang tidak mengingat Allah atau tidak berdzikir kepada Allah itu seperti orang yang mati. Artinya kehidupan hati seseorang, jiwa seseorang itu ada di dalam Dzikrullah.

Sehingga bisa dikatakan hati yang tidak pernah berdzikir, jiwa yang tidak pernah mengingat Allah, pikiran yang tidak pernah mengingat Allah SWT, itu seperti jasad tanpa nyawa.

Jasad tanpa nyawa maka disebut dengan mayit dan tidak berharga. Inilah diantara banyak sekali dalil-dalil tentang keutamaan Dzikir.”

Begitulah tutur Ustadz Hanan Attaki dalam salah satu videonya

Seperti bangkai yang berjalan diatas muka bumi; menebarkan kebusukan kepada siapa saja yang ia dekati. Itulah gambaran hati yang jauh dari Cahaya Ilahi.

Insight Raden Sasak, 16 Rabiul Awal 1444H.

Sesuatu yang tanpa cahaya pasti akan gelap. Dan gelap selalu menyulitkan siapa saja yang berada di dalamnya. Tidakkah gelap itu menjadi mudah selama ia tidak memiliki cahaya.

Jika kita membayangkan sesuatu yang tidak memiliki cahaya sedikitpun, maka kita tidak akan mendapatkan sesuatu darinya. Kita bisa melihat sesuatu karena itu ada cahaya di dalamnya.

Orang yang melihat yang gelap tidak akan pernah bisa melihat atau menemukan sesuatu di dalamnya. Begitu juga ketika kita yang sebagai objek tanpa cahaya.

Ketika kita tanpa cahaya, maka orang lain tidak akan bisa melihat atau mendapatkan apapun dari diri kita. Dengan kata lain, hidup kita tidak bermanfaat bagi orang lain disekitar kita.

Bagaimana orang bisa mendapatkan sesuatu yang berharga dari kita meski yang berharga itu ada dalam diri kita; kalau kita sendiri tidak memiliki cahaya untuk memperlihatkan hal itu.

Memiliki sesuatu yang berharga saja tidak cukup. Kita butuh cahaya untuk bisa menjadikan yang berharga itu bermanfaat bagi orang lain; bagi siapa saja yang mendekati kita.

Yang ingin saya sampaikan adalah; tidak cukup jika hanya kita memiliki yang berharga tapi kemudian tidak diiringi cahaya.

Meski yang berharga dalam diri kita banyak tapi hati kita gelap. Orang lain tidak akan pernah merasakan keberadaannya.

Yang berharga tanpa cahaya tidak bisa disebut berharga.

Insight Raden Sasak, 16 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 2

Tanpa Ilmu Orang Pasti Akan Tersesat.

Belajar adalah sesuatu yang harus terus kita lakukan. Entah itu belajar dari seorang guru, belajar dari sebuah buku atau belajar dari sebuah pengalaman yang pernah kita dapatkan.

Kita harus tetap belajar ilmu yang baik. Bahkan kita bisa belajar ilmu yang tidak baik untuk kemudian kita membuat cara melawan ilmu yang tidak baik tersebut.

Contohnya, kita belajar bagaimana cara orang menipu dengan tujuan agar ketika ada orang yang berusaha menipu kita; kita tidak terjebak dalam tipuan orang tersebut.

Atau contoh lainnya, kita belajar hipnotis dengan tujuan agar kita tidak mudah dihipnotis jika ada seseorang yang ingin berbuat jahat kepada kita.

Bukan berarti kita belajar sesuatu yang dianggap salah oleh orang lain lalu kita akan menjadi orang yang salah. Tapi justru mempelajari hal tersebut adalah cara kita untuk bisa mencari dan menemukan celah dari apa yang salah tersebut.

Belajar cara menipu bukan agar kita jadi penipu. Tapi agar kita tau apa saja yang dilakukan oleh seorang penipu ketika menipu orang lain dan kita bisa mencegahnya.

Ilmu tergantung bagaimana cara kita menggunakan. Jika kita menggunakannya untuk yang jahat maka itu bermakna negatif. Tapi jika kita menggunakan untuk yang baik, itu jadi positif.

Apapun ilmu yang ingin kita pelajari; pelajarilah. Tapi jangan buat ilmu itu sebagai sesuatu yang memalingkan kita dari Allah atau yang menjauhkan kita dari Allah.

Kita jadikan ilmu sebagai jalan kita dekat dengan Allah SWT.

Semua ilmu itu baik selama kita gunakan untuk hal yang baik dan bermanfaat bagi orang lain.

Insight Raden Sasak, 16 Rabiul Awal 1444H.

Carilah ilmu yang sebanyak-banyaknya, carilah pengalaman yang sebanyak-banyaknya. Karena itu akan bermanfaat, tidak sekarang; nanti. Yang pasti itu akan bermanfaat.

Allah mengizinkan kita untuk belajar yang memungkinkan kita untuk melakukan (hal baik) apa yang kita lakukan sekarang. Itu tidak sia-sia, karena manfaatnya datang setelah sekian waktu.

Inilah pandangan yang seharusnya kita miliki tentang ilmu dan dan edukasi, tentang pekerjaan dan pengalaman.

Tidak ada pengalaman yang tidak sia-sia. Tidak ada ilmu yang sia-sia. Tidak ada pekerjaan yang sia-sia. Dia hanya akan sia-sia ketika kita tidak memanfaatkan untuk hal yang baik.

Dia akan sia-sia ketika kita tidak mengambil satu dan lebih keuntungan yang terkandung dalam ilmu dan pengalaman itu.

Semua yang Allah berikan kepada kita sebagai kesempatan untuk kita. Dan kita harus menggunakan kesempatan itu untuk sesuatu yang lebih baik, sesuatu yang bagus.

Selama kita memperlakukannya dengan baik; melakukannya dengan baik, dan diperuntukan untuk yang baik. Maka kata Nouman Ali Khan, itu adalah ilmu deen dan dunya.

Mau itu ilmu yang orang anggap ilmu dunia. Mau itu ilmu yang dianggap sebagai ilmu agama. Tidak perlu terlalu dipikirkan . Semua ilmu adalah Cahaya Allah. Maka niatkan karena Allah.

Orang yang tidak berilmu seperti orang yang berjalan sendiri ditengah kegelapan tanpa adanya cahaya sedikitpun.

Insight Raden Sasak, 16 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Cara Kita Shalat, Itu Cara Kita Hidup.

“How you do anything is how you do everything”.

~ Zen Buddhist.

Bagaimana kita melakukan sesuatu menggambarkan bagaimana kita melakukan semuanya. Kira-kira begitu terjemahan dari kutipan diatas.

Kalau kita melakukan sesuatu dengan baik, maka itu gambaran bahwa kita melakukan hal-hal yang lain dalam hidup kita. Bisa dipastikan semuanya akan kita lakukan dengan baik.

Tidak semuanya mungkin, tapi hampir semuanya. Jadi, bagaimana kita melakukan sesuatu dalam hidup kita? Apakah itu baik atau malah sebaliknya; buruk.

Kita memang tidak bisa melakukan semua hal dalam hidup kita dengan baik. Tapi kita bisa berusaha setiap kali kita melakukan sesuatu dalam hidup kita dengan baik.

Hasilnya memang tidak selalu baik, karena itu diluar kendali kita. Yang ada dalam kendali kita adalah bagaimana kita bertindak pada apa yang sedang kita hadapi atau lakukan.

Karena “bagaimana” disini berbicara tentang usaha, bukan hasil. Dari apa yang kita lakukan; dari apa yang sesuatu kita kerjakan, itu menggambarkan bagaimana kita bekerja hampir setiap pekerjaan yang ada dalam hidup kita.

Kita mengerjakan sesuatu dengan baik. Maka begitulah cara kita mengerjakan yang lain. Baik cara kita mengerjakannya, maka baik juga cara kita mengerjakan yang lain.

Cara kita mengerjakan sesuatu mempengaruhi semuanya.

Bagaimana kita shalat, begitulah cara kita menjalani hidup.

Insight Raden Sasak, 16 Rabiul Awal 1444H.

Kalau kata buddhist bagaimana kita melakukan sesuatu, begitulah cara kita melakukan semuanya. Karena mungkin memang begitu yang ada dalam keyakinannya.

Tapi dalam pandangan saya sebagai umat Islam adalah bagaimana kita shalat, begitulah cara kita menjalani hidup. Apa yang ingin saya sampaikan adalah cara hidup kita bergantung bagaimana cara kita mengerjakan shalat.

Kalau kita telat dalam shalat, maka begitulah cara kita menjalani hidup. Dan begitulah cara kita melakukan semuanya. Menunda shalat adalah cara kita melatih tubuh kita untuk terbiasa dengan penundaan.

Meski kita tau dampaknya itu sangat besar dalam kehidupan kita, tapi kita tetap memilih untuk menunda, berarti kita memang sudah mempersiapkan diri kita untuk menjalani hidup dengan cara tersebut.

Dan bagaimana kita shalat tidak hanya berpengaruh pada cara kita menjalani hidup. Tapi itu juga mempengaruhi bagaimana hal-hal yang datang dalam hidup kita berlangsung.

Menunda shalat sama dengan menginginkan hal-hal baik dalam hidup kita itu datang dengan terlambat. Karena cara kita shalat menentukan bagaimana hal-hal itu datang kepada kita.

Lalu bagaimana dengan yang hidupnya lancar meski menunda shalat. Itu adalah tanda bahwa Allah tidak lagi mencintai kita karena kita sudah terlalu keras dalam melalaikan perintah-Nya.

Shalat menjelaskan bagaimana cara kita menjalani hidup dan bagaimana kita mengharapkan hal-hal dalam hidup kita datang.

Insight Raden Sasak, 16 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload