Join Telegram

Daily Insight: Arbi'aa', 23 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Sederhana Bukan Menderita Karena Kaya Bukan Bahagia.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-37. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Jangan Tergesa-Gesa Nanti Putus Asa.

Alhamdulillah hari ini saya masih diizinkan untuk mencari dan menulis insight, yang mana di insight pertama akan selalu jadi insight yang membahas soal Agama demi meningkatkan takwa.

Kemarin saya sudah mendapatkan insight tentang jalan masuk syaithan ke dalam hati manusia atau kita kenal dengan istilah arabnya Madakhilus Syaithan.

Yang mana sejauh ini saya baru mengetahui lima jalan masuk syaithan ke dalam hati: al-Ghadab, as-Syahwah, al-Hasad, al-Israf, Tabarruj.

al-Ghadhab adalah jalur syaithan yang terbentuk dari amarah. as-Syahwah terbentuk karena syahwat. al-Hasad terbentuk dari rasa iri dan dengki. al-Israf melalui perut yang kekenyangan.

Dan yang terakhir kemarin adalah Tabarruj, dimana syaithan masuk melalui cara manusia yang terlalu berlebihan dalam berhias dan berpakaian.

Dan insight selanjutnya tentang Madakhilus Syaithan atau jalan masuk syaithan adalah isti’jal, ‘ajalah, dan tasarru’ yang berarti tergesa-gesa dan tidak teliti dalam segala urusan.

Tergesa-gesa itu adalah sumbernya dari syaithan, sedangkan berhati-hati dan tenang itu adalah dari Allah SWT.

Jadi sangat berhati-hatilah kita dalam segala urusan dan tetap berusaha untuk tenang menghadapi sebuah keadaan terlebih itu adalah sebuah cobaan yang datangnya dari Allah SWT.

Tergesa-gesa menjadikan kita tidak bisa berpikir dengan tepat dan menjadikan hasil dari apa yang kita dapatkan buruk.

Perlahan-lahan namun tetap jalan. Daripada tergesa-gesa namun putus asa.

Insight Raden Sasak, 23 Rabiul Awal 1444H.

Lemahnya jiwa ketika seseorang berusaha adalah karena dia terlalu tergesa-gesa untuk bisa segera melihat rupa atas apa yang telah dia kerahkan usaha.

Itu semua akan mengundang rasa putus asa. Terlebih lagi jika yang dia usahakan sudah terlalu lama. Namun yang ia dapat hanyalah beratnya cobaan yang menimpa.

Dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Seorang hamba akan senantiasa dikabulkan doanya oleh Allah Jalla wa ‘Ala selama dia tidak berdoa yang mengandung kezaliman, tidak memutuskan tali silaturahmi, dan tidak tergesa-gesa.

Kemudian ada sahabat yang bertanya, “Apa yang dimaksud tergesa-gesa di sini, wahai Rasulullah?”

Lalu beliau menjawab, “Aku telah berdoa, aku telah berdoa, tetapi mengapa aku tidak melihat tanda-tanda doaku dikabulkan? Sehingga dia lelah dalam berdoa dan meninggalkan doanya tersebut”

(HR. Muslim)

Betapa merasa beratnya kita ketika berdoa lantaran kita belum melihat bentuk dan rupa dari doa yang kita panjat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan itu termasuk dalam tergesa-gesa.

Sebagai hamba, teruslah berdoa, karena itulah kunci bahagia.

Insight Raden Sasak, 23 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 2

Timbulkan Rasa Penasaran Untuk Mendapatkannya.

"It costs nothing to ask a successful person how they succeeded, but it may deliver more value than 1,000 hours of hard work. Others are under no obligation to tell you their secrets, but it is surprising how much you can learn from sincere, direct, and thoughtful questions."

~ James Clear.

Kata James Clear, kita tidak akan mengeluarkan uang ketika kita bertanya pada seseorang tentang bagaimana mereka bisa berhasil atau sukses dengan apa yang mereka kerjakan.

Saya rasa tidak demikian. Entah kenapa sekarang banyak orang sukses yang saya temukan kebanyakan dari mereka, tidak semuanya, tapi sebagian besar tidak seperti itu.

Mereka hanya memberikan jawaban yang benar-benar jawaban ketika mereka mendapatkan uang atau bayaran. Kebanyakan sekarang seperti itu.

Hanya segelintir orang yang ketika ditanya lalu dia memberi jawaban yang benar, jawaban yang tulus datang dari hati karena niat untuk membantu orang lain.

Mungkin ini alasan kenapa orang sukses semakin sukses dan orang beruang akan menuai kemenangan.

Karena mereka yang memiliki banyak uang akan sangat mudah bertanya dan mendekati orang-orang sukses. Terlebih orang sukses sekarang hanya ingin berteman dengan sesamanya.

Hanya sedikit orang dari mereka orang-orang sukses yang ingin berteman dan membantu orang yang kurang mampu untuk bisa maju.

Mereka yang membantu orang kesusahan untuk mendapatkan kesuksesan adalah orang yang benar-benar menuai banyak keberhasilan dan membawa kebermanfaatan.

Insight Raden Sasak, 23 Rabiul Awal 1444H.

Tapi meski demikian adanya. Orang yang kurang mampu atau yang keterbatasan dalam hal finansial untuk mendapatkan ilmu, guru, dan semacamnya. Ada cara yang masih bisa dilakukan.

Meski kita tidak memiliki guru yang kompeten, karena guru kompeten selalu mengundang uang yang tidak sedikit. Kita masih bisa belajar hanya dengan mengandalkan pertanyaan.

Tentu pertanyaan yang kita ajukan bukanlah sebuah tanya yang biasa. Namu itu sebuah tanya yang luar biasa yang bisa menciptakan rasa ingin tau dan penasaran.

Kalau kita sering mendengar kisah para filsuf atau orang jenius; mereka sering kali mendapatkan ilmu dari bertanya. Dan dari pertanyaan uga mereka bisa menyelesaikan permasalahan.

Kita orang yang kesusahan akan keuangan mungkin cara terbaik untuk kita bisa berkembang adalah dengan mengajukan berbagai pertanyaan dalam hidup kita.

Terlebih lagi sekarang adalah zaman dimana serba mudah untuk ditemukan. Internet telah mengubah dunia dan kita bisa mendapatkan kemudahan untuk mengakses informasi.

Dan banyak juga sekarang tulisan-tulisan yang begitu hebat dan bermanfaat untuk bisa kita baca dan gunakan sebagai sarana kita untuk meningkatkan kualitas diri kita.

Belajar tentang apa saja bisa di genggaman kita. Yang kita perlukan hanya rasa penasaran untuk bisa menemukan apa yang kita butuhkan..

Insight Raden Sasak, 23 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Sederhana Bukan Menderita Karena Kaya Bukan Bahagia.

“Hidup bisa sederhana dan indah. Fokus pada hal-hal yang baik”.

~ Maxime Lagace.

Siapa bilang hidup itu harus kaya baru bisa bahagia? Hidup sederhana pun bisa menjadi bahagia.

Kekayaan tidak melahirkan kebahagiaan. Karena kecenderungan kekayaan itu melahirkan kerakusan. Betapa banyak orang yang sudah kaya masih ingin harta.

Namun kesederhanaan lah yang kemudian melahirkan kebahagiaan. Karena orang bahagia hanya ingin kebahagiaan bukan menginginkan kekayaan.

Dan orang yang penuh kesederhanaan jauh dari kata menginginkan kekayaan, kemewahan dan ketenaran. Karena lagi-lagi mereka hanya ingin hidup bahagia.

Kesederhanaan menjemput keindahan. Dan Kemewahan mengundang kerakusan.

Jangan salahkan orang yang bisa bahagia karena mereka hidup sederhana. Tapi salahkan dirimu yang meskipun bergelimang harta tapi tidak bisa menemukan kebahagiaan.

Mereka yang mengata-ngatakan orang yang hidup bahagia karena sederhana adalah orang yang tidak bisa mendapatkan kekayaan adalah benar adanya.

Tapi sayang bagi mereka yang penuh dengan kekayaan dan kemewahan tapi tidak bisa menemukan kebahagiaan. Siapakah yang lebih merugi diantara dua golongan tersebut?

Jangan katakan orang sederhana tidak bisa mendapatkan kekayaan dikala kamu kaya namun tidak bisa menemukan kebahagiaan.

Insight Raden Sasak, 23 Rabiul Awal 1444H.

Orang yang hidupnya sederhana namun bisa menemukan kebahagiaan adalah karena mereka bisa mencari hal-hal baik dalam kehidupan mereka.

Terlebih lagi ketika mereka pandai mensyukuri nikmat yang Tuhan titipkan pada mereka. Tidak berusaha untuk protes dan mengatakan bahwa takdir Tuhan tidak baik untuknya.

Karena mereka mengetahui segala sesuatu yang datang dari Tuhan adalah semuanya kebaikan. Dan kebaikan itu sudah cukup untuk menjemput kebahagiaan.

Orang yang tidak bisa melihat kebaikan hanyalah orang yang matanya sudah terlalu fokus pada kekayaan dan kemewahan.

Sehingga ketika ada yang hilang sedikit dari kemewahan yang ia inginkan, maka itu dianggap bukan sebagai kebaikan. Itu ia anggap sebagai kekurangan yang harus disalahkan.

Bagaimana bisa mendapatkan kebahagiaan ketika kita memiliki sikap yang tidak terpuji di hadapan Tuhan. Menyalahkan Tuhan hanya karena takdir tidak sesuai dengan keinginannya.

Tidak ada yang salah dari Tuhan. Kesalahan itu hanya datang dari manusia yang tidak pandai dalam mengingat Tuhan. Apa yang kamu salahkan itu semua datang dari dirimu sendiri.

Mencari kebahagiaan itu sama dengan mencari cahaya Tuhan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Kebahagiaan itu cahaya Tuhan yang masuk ke hati dan pikiran.

Insight Raden Sasak, 23 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload