Join Telegram

Daily Insight: Arbi'aa', 30 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Cari Teman Bukan Permusuhan

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-44. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Orang Beriman Selalu Diuji Dengan Kesulitan.

Orang-orang yang diberikan kenikmatan bukanlah mereka yang kaya, punya jabatan tinggi, followers banyak, dan punya benda yang mewah. Bukan mereka yang diberikan kenikmatan.

Orang-orang yang diberikan kenikmatan adalah mereka dari golongan para nabi, mereka yang mati syahid, mereka yang siddiqin, dan mereka yang shalihin.

Syahid karena memperjuangkan kebenaran. Siddiqin karena memperjuangkan iman. Shalihin karena memperjuangkan amal kebaikan. Merekalah yang mendapatkan kenikmatan.

Kita sebagai manusia pasti ingin mendapatkan kenikmatan tersebut. Kenikmatan yang sebenar-benarnya kenikmatan. Kenikmatan yang kekal nan abadi.

Itulah kenapa kita selalu membaca surah Al-Fatihah; adalah untuk mendapatkan kenikmatan tersebut. Al-Fatihah yang kita baca minimal 14 kali dalam sehari bisa meraih kenikmatan itu.

Karena di surah Al-Fatihah termuat doa yang senantiasa kita panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Doa agar kita selalu mendapatkan petunjuk yang benar dan lurus.

Mereka yang senantiasa diberikan dan mendapatkan petunjuk, petunjuk yang benar sebagaimana yang telah diberikan kepada orang-orang beriman sebelum kita. Itu kenikmatan yang hakiki.

Bukan itu (petunjuk) yang selama ini kita cari?

Kita hidup tidak bisa lepas dari sebuah petunjuk. Hidup ada bersama dengan petunjuk yang Allah turunkan kepada kita melalui para Rasul untuk kemudian kita jalani.

Segala sesuatu memiliki pedoman. Dan dengan itulah kita akan menapaki jalan. Sekali kita terlepas dari pedoman, maka kita akan tersesat dan keluar dari jalan.

Insight Raden Sasak, 30 Rabiul Awal 1444H.

Kadang mengikuti pedoman kita akan mengalami kesulitan. Tapi itulah perjuangan yang harus kita lakukan. Perjuangan perlu ada karena itu adalah usaha kita menjemput kebenaran.

Bahkan hal itu terjadi kepada orang-orang sebelum kita. Dalam menapaki jalan yang benar mereka bertemu dengan kesulitan, tapi dibalik kesulitan itu menanti kemudahan.

Bahkan para nabi pun mengalami hal tersebut. Ada nabi yang dikhianati oleh istrinya. Ada nabi yang menyampaikan sebuah kebenaran, lalu ia dikhianati oleh anaknya sendiri.

Sekelas nabi pun mengalami kesulitan. Apalagi kita yang hanya manusia biasa, sudah pasti kita akan berjumpa dengan sebuah kesulitan. Disitulah iman kita diuji oleh Allah SWT.

Apakah dengan mendapatkan kesulitan kita masih beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala atau kita menyerah dan meninggalkan iman kita dengan kenikmatan dunia.

Penderitaan akan selalu datang ketika kita menghadapi sebuah kesulitan. Tapi kebahagiaan akan senantiasa mendatangi kita bersama dengan kemudahan.

Jika kita tidak ingin melewati kesulitan, tidak ingin mengalami penderitaan. Maka itu sama dengan kita tidak mengharapkan kebahagiaan dan kemudahan dalam hidup kita.

Apa yang menjadikan kita menginginkan kemudahan tanpa melalui kesulitan? Kemudahan dan kebahagiaan hanya akan didapatkan setelah kita melalui berbagai macam kesulitan.

Insight Raden Sasak, 30 Rabiul awal 1444H.

INSIGHT 2

Jadilah Penghubung Teman Antar Teman.

"The true value of networking doesn't come from how many people we can meet, but rather how many people we can introduce to others."

~ Simon Sinek.

Nilai dari sebuah relasi tidak terletak pada seberapa luas relasi yang kita punya. Nilai dari sebuah relasi tidak terletak pada seberapa banyak teman yang kita miliki.

Tapi nilai dari sebuah relasi terletak pada bagaimana kita bisa memperkenalkan teman kita kepada teman yang lain. Intinya kita menjadi penghubung untuk mereka bisa berkolaborasi.

Jangan kita hanya mencari relasi sebanyak mungkin, seluas mungkin yang kita bisa. Tapi kita harus mampu menjembatani teman kita dalam relasi yang kita miliki.

Memperkenalkan teman kita kepada orang lain atau teman kita yang lainnya, itu akan mendatangkan manfaat dan memberikan teman kita teman yang baru dalam bagi mereka.

Dan kita juga akan mendapatkan manfaat dari hal tersebut. Salah satu manfaat yang bisa kita dapatkan adalah relasi kita semakin banyak dan semakin luas.

Karena ketika kita memperkenalkan teman kita kepada orang lain. Mereka juga akan melakukan hal yang sama kepada kita dengan memperkenalkan kita kepada temannya yang lain.

Jadi, teman itu seperti investasi, yang ketika kita punya satu teman, dia akan berkembang dan akan bertambah semakin banyak. Itulah manfaat dari sebuah teman.

Teman adalah investasi yang memberikan return berupa relasi yang baru, motivasi dikala kita putus semangat, inspirasi dikala kita membutuhkan gagasan atau ide baru.

Insight Raden Sasak, 30 Rabiul Awal 14444H.

Nilai dari sebuah pertemanan adalah ketika kita bisa menjadi gerbang bagi mereka dan memberikan peluang kepada mereka yang untuk mencapai kesuksesan mereka.

Contoh misalnya, kita punya teman yang ingin menjadi penulis dan kita punya teman yang sudah punya memiliki pengalaman yang cukup banyak di dunia kepenulisan.

Maka sebagai teman, kita harus bisa mempertemukan mereka berdua. Karena disanalah letak nilai dari sebuah pertemanan. Jadilah titik jumpa dari sebuah pertemanan baru.

Jika kita tidak bisa membantu teman kita dengan tangan kita sendiri. Kenapa tidak kita meminta bantuan kepada teman kita yang lainnya. Bantu teman kita dengan teman kita.

Saya merasa bagaimana manfaat dari sebuah pertemanan disaat belajar sesuatu. Teman saya datang dengan membawa daftar rekomendasi dari berbagai teman yang dia miliki.

Dan dia sarankan saya untuk belajar kepada temannya yang telah belajar banyak atau memiliki pengalaman banyak tentang sesuatu yang baru saja mulai saya pelajari.

Jadi nilai dari sebuah pertemanan adalah memberikan koneksi kepada teman kita yang lain. Dan dengan itulah kita sebagai temannya bisa memberikan kontribusi kepadanya.

Jika kita tidak bisa memberikan solusi terhadap permasalahan teman kita, maka setidaknya kita bisa memberikan dia koneksi kepada seseorang yang bisa membantunya.

Insight Raden Sasak, 30 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Cari Teman Bukan Permusuhan.

“Majulah tanpa menyingkirkan orang lain. Naiklah tanpa menjatuhkan orang lain”.

~ Unknown.

Ini adalah kata-kata yang patut untuk kita terapkan dalam hidup kita ketika kita ingin meraih sesuatu. Bagaimana kemudian kita bisa tinggi tanpa harus merendahkan orang lain.

Sekarang banyak orang yang ingin mendapatkan derajat yang tinggi namun ia lupa, apa yang dia lakukan atau cara yang dia tempuh adalah cara yang merugikan orang lain.

Tidakkah kita bisa mendapatkan posisi yang tinggi tanpa harus merugikan orang lain atau sampai menjatuhkan orang lain. Itu adalah satu cara yang sangat tidak boleh kita lakukan.

Jika kita memang benar-benar orang baik maka kita akan maju dengan cara yang baik. Menjatuhkan orang lain adalah tanda bahwa kita sebenarnya tidak memiliki kompetensi.

Itulah yang terjadi ketika seseorang mengikuti kompetisi tanpa memiliki kompetensi. Dia akan sering bermain curang dengan cara menjatuhkan lawannya ke dalam jurang.

Kalau ingin bersaing maka bersainglah dengan cara yang sehat. Jangan bersaing dengan cara yang sesat. Sungguh, itu adalah cara yang menghambat.

Bersaing dengan cara yang sesat atau cara yang tidak baik tidak akan membuat kita semakin maju, tapi akan membuat kita semakin mundur jauh ke belakang.

Berjuang untuk menang bukan untuk meraih posisi belakang.

Bersainglah dengan tenang, bersainglah dengan senang. Meski kita tidak menang, setidaknya kita tidak main curang.

Insight Raden Sasak, 30 Rabiul Awal 1444H.

Apa arti sebuah kemenangan jika itu diraih dengan cara yang curang? Apa yang kita dapatkan dari sebuah pertandingan kalau kita menjatuhkan lawan ke dalam jurang?

Pertandingan ada untuk mencari kelebihan seseorang bukan kekurangan seseorang. Persaingan ada untuk menciptakan lawan menjadi kawan, bukan kawan menjadi lawan.

Saya sering melihat orang-orang yang bertanding itu selalu menemukan teman baru, bukan menemukan musuh baru. Memang kita bersaing, tapi hanya dalam pertandingan.

Setelah pertandingan selesai maka kita harus menjadi kawan. Kapan lagi bisa bertemu dengan orang yang memiliki potensi yang lebih dan jadi teman untuk berlatih.

Permainan adalah tempat terbentuknya sebuah pertemanan. Namun orang sering salah dengan menjadikan permainan sebagai tempat permusuhan.

Sehingga tidak jarang kita menemukan orang-orang di dalam sebuah permainan membawa sebuah kebencian. Kebencian menjadikan kita tidak bisa mendapatkan teman.

Kebencian hanya akan menciptakan permusuhan. Permusuhan hanya akan menciptakan kerusakan. Dan kerusakan membawa kekacauan yang merusak kehidupan, kebahagiaan orang lain.

Jangan jadikan kebencian kita merusak kebahagian orang.

Permainan tempat kita menemukan teman bukan untuk menciptakan permusuhan.

Insight Raden Sasak, 30 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload