Join Telegram

Daily Insight: Itsnain, 05 Rabiul Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

 Kita Bijak Karena Tanggung Jawab.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-49. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Semua Demi Kebaikan Kita Sebagai Hamba-Nya.

Alhamdulillah segala puji dan syukur kita ucapkan atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kita. Syukur karena Allah setiap hari menghindarkan kita dari sekian banyak masalah.

Allah menghindari kita dari sekian banyaknya masalah dalam hidup kita, itu juga nikmat. Karena nikmat bukan hanya tentang apa yang kita dapatkan.

Tapi nikmat juga sesuatu yang Allah hindarkan dari kita, karena hal tersebut tidak baik adanya untuk kita. Seperti misalnya kita tidak dijadikan seseorang yang memiliki harta berlimpah.

Itu juga nikmat. Kenapa? Karena mungkin Allah menginginkan kita terhindar dari sikap ujub atau sombong. Karena boleh jadi, kita adalah orang yang gampang sombong karena harta.

Bersyukurlah kita yang mendapatkan perlindungan dari Allah dan dijauhkan dari hal-hal yang tidak baik untuk kita. Karena itu adalah tanda bahwa Allah sayang terhadap kita.

Sayang itu bukan melulu tentang memberikan sesuatu. Sayang itu bukan melulu tentang memberikan hadiah. Tapi tapi sayang itu juga tentang sesuatu yang menjauhkan kita.

Kita selalu menganggap orang tua kita sayang kepada kita, ketika mereka memberikan hadiah kepada kita. Tapi kita tidak pernah menganggap mereka sayang ketika mereka melarang.

Kita selalu beranggapan bahwa orang tua itu tidak sayang karena sudah melarang kita untuk tidak bermain hujan, atau sudah melarang kita untuk tidak bermain api.

Padahal larangan itu juga merupakan bentuk kasih sayang orang tua terhadap kita.

Sayang tidak selalu tentang memberi, tapi sayang juga kadang sifatnya menjauhi.

Insight Raden Sasak, 05 Rabiul Akhir 1444H.

Kadang Allah menjauhkan kita dari apa yang kita inginkan karena sesuatu yang kita inginkan tersebut tidak baik adanya untuk kita. Karena Allah sayang kita, maka Allah jauhkan.

Terlebih ketika ada yang menyakitkan dalam hidup kita. Kita gampang sekali untuk mencela hal yang menyakitkan tersebut. Padahal yang menyakitkan itu baik adanya untuk kita.

Penyakit, misalnya. Kadang kalau kita tidak suka dengan penyakit kita pasti akan mencela, akan menghinakan penyakit tersebut. Padahal penyakit itu baik adanya untuk kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda yang artinya,

”Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi."

(HR. Muslim)

Bukankah itu yang kita inginkan, dihapuskan segala dosa kita dengan penyakit yang sedang kita derita. Itu adalah bentuk kasih sayang Allah kepada kita sebagai hamba-Nya.

Allah menginginkan kita untuk bahagia di akhirat. Allah tidak menginginkan kita untuk mendapatkan hukuman yang berat di akhirat. Oleh karena itu Allah ringankan dengan penyakit.

Terkadang kita kufur kepada nikmat dan kita kurang bersyukur kepada penyakit yang olehnya, Allah hapus dosa-dosa kita.

Insight Raden Sasak, 05 Rabiul Akhir 1444H.

INSIGHT 2

Berimajinasi Bukanlah Berhalusinasi.

"Rowing harder doesn't help if the boat is headed in the wrong direction."

~ Kenichi Ohmae.

Ternyata berusaha lebih keras tidak membantu kita meraih apa yang kita inginkan. Salah satu alasan mengapa bekerja keras tidak membantu kita ialah tujuan yang salah.

Seringkali kita tidak menyadari tujuan kita salah. Sehingga kita "seneng-seneng aja" dengan usaha atau kerja keras yang kita lakukan, padahal itu tidak membuahkan hasil.

Yang menjadikan seseorang tidak mengetahui tujuannya itu salah atau tidak, mungkin karena tujuannya yang tidak begitu jelas atau dia kurang jelas dalam mendeskripsikannya.

Ketika membuat sebuah tujuan, kejelasan atas tujuan yang ingin kita capai sangatlah penting untuk kita ketahui. Karena tanpa tujuan yang jelas, bisa-bisa semuanya jadi rancu.

Tujuan yang jelas juga membantu kita untuk memetakan strategi yang tepat. Sehingga nanti, dengan strategi yang tepat, kita tidak terlalu mengeluarkan energi yang begitu banyak.

Strategi yang tepat membantu kita untuk mendapatkan yang kita inginkan dengan cara yang lebih efektif dan lebih efisien. Kita tidak perlu lagi mengeluarkan energi yang besar.

Kalau mengeluarkan energi yang besar dengan mendapatkan hasil yang seimbang atau hasil yang sama-sama besar, maka itu sah-sah saja untuk kita lakukan.

Tapi ketika usaha lebih besar namun hasilnya kecil, itu sia-sia.

Pentingnya strategi yang tepat adalah untuk membantu kita mendapatkan atau mencapai apa yang kita inginkan dengan usaha yang biasa, namun hasil yang luar biasa.

Insight Raden Sasak, 05 Rabiul Akhir 1444H.

Tidak cukup hanya merencanakan Goals tanpa merencanakan sebuah rencana. Karena inti dari berhasilnya sebuah Goals ada pada rencana yang kita susun.

Rencana yang membuat kita berbeda dengan orang yang gagal. Karena orang yang gagal adalah orang yang tidak pernah merencanakan sesuatu yang perlu dia lakukan.

Sering kita dengar ada kutipan yang mengatakan bahwa, "Gagal merencanakan, sama dengan merencanakan kegagalan." Dan Itulah fakta yang sering terjadi.

Tapi bagaimana dengan orang yang tidak memiliki rencana sama sekali? Bagaimana dengan orang yang tidak mau merencanakan hal-hal yang harus mereka lakukan?

Saya rasa orang yang tidak mau membuat rencana, atau orang yang tidak mau menyusun rencana adalah orang-orang yang tidak benar-benar menginginkan impiannya.

Mereka menciptakan mimpi hanya untuk dilihat pada saat itu saja. Mereka tidak ingin melihat mimpinya menjadi kenyataan di masa yang akan datang. Baginya mimpi hanyalah imajinasi.

Orang yang menganggap mimpi hanyalah sebuah imajinasi tanpa memiliki pandangan bahwa imajinasi itu bisa terealisasi. Sebenarnya dia hanyalah orang yang sedang berhalusinasi.

Mimpi diciptakan untuk diwujudkan, bukan untuk ditinggalkan. Imajinasi tercipta karena memiliki peluang untuk menjadi nyata. Namun demikian, berimajinasi bukanlah berhalusinasi.

Insight Raden Sasak, 05 Rabiul Akhir 1444H.

INSIGHT 3

Kita Bijak Karena Tanggung Jawab.

“Kita menjadi bijak bukan karena mengingat masa lalu kita, tetapi karena tanggung jawab atas masa depan kita”.

~ George Bernard Shaw.

Mungkin karena tanggung jawab yang besar menjadikan kita lebih banyak berpikir tentang apa yang seharusnya kita lakukan atau apa tindakan baik yang harus kita ambil.

Oleh karena itu mengambil tanggung jawab adalah jalan yang bisa menjadikan kita seseorang yang bijak. Karena orang yang memiliki tanggung jawab lebih cenderung banyak berpikir.

Dan orang yang banyak berpikir dalam artian yang baik, yaitu memikirkan sebuah solusi dari apa yang dihadapi, menjadikan ia seseorang yang bijak.

Kenapa ada dasarnya orang bijak itu adalah orang-orang yang suka berpikir. Dan orang yang tidak bijak adalah kebalikannya, yaitu orang yang suka bertindak sebelum berpikir.

Sangat penting untuk memikirkan apa yang harus kita lakukan. Terlebih lagi jika itu adalah sesuatu hal yang penting, hal yang jika kita tidak berhati-hati akan menimbulkan masalah besar.

Masalah yang besar lahir dari keteledoran kita. Keteledoran kita dikarenakan kita yang tidak mau memikirkan langkah-langkah yang tepat sebelum kita bertindak.

Jadi, ambillah tanggung jawab yang sebenar-benarnya tanggung jawab, agar kita benar-benar memikirkan tanggung jawab tersebut dan itu akan menjadikan kita orang yang bijak.

Bijak milik mereka yang mau mengambil tanggung jawab.

Jika kita ingin menjadi seseorang yang bijak, maka salah satu caranya adalah dengan cara kita mengambil tanggung jawab dan bertanggung jawab atas apa yang kita ambil.

Insight Raden Sasak, 05 Rabiul Akhir 1444H.

Jika kita tidak tahu tanggung jawab apa yang harus kita ambil, maka ambillah tanggung jawab yang dekat dengan kita. Apa tanggung jawab yang dekat dengan kita?

Tanggung jawab yang paling dekat dengan kita adalah diri kita, termasuk di dalamnya masa depan kita, apa yang kita lakukan hari ini, apa yang akan kita perbuat nanti.

Bagaimana cara kita menggunakan waktu kita, bagaimana cara kita menghabiskan hari-hari kita. Itu adalah tanggung jawab yang paling dekat dan yang paling penting dalam hidup kita.

Kita harus berani bertanggung jawab atas waktu yang kita gunakan. Jika kita tidak mengambil tanggung jawab hari ini, maka bersiaplah untuk bertanggung jawab di hari kemudian.

Kalau kita mengambil tanggung jawab sejak dini dan kita mempertimbangkan segala hal yang akan kita lakukan. Maka itu akan memudahkan tanggung jawab kita kelak.

Pilihannya ada dua, kita mau mengambil tanggung jawab itu sekarang atau kita mempertanggungjawabkannya nanti. Pilihan ada di tangan kita dan kitalah yang menentukan pilihan kita.

Kalau saya ingin bertanggung jawab sekarang dengan cara selalu mempertimbangkan apa yang harus saya lakukan. Apakah yang saya lakukan ini baik untuk saya atau sebaliknya?

Selalu merasa bertanggung jawab atas apa yang akan kita lakukan membantu kita untuk melakukan hal yang baik dan mendapatkan hal yang baik.

Insight Raden Sasak, 05 Rabiul Akhir 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload