Join Telegram

Daily Insight: Itsnain, 07 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Sebagai Penguat Sekaligus Pelemah.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-21. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Ketidaktahuan Menciptakan Persiapan.

“Pada saat saya berpikir bahwa saya telah belajar bagaimana hidup, sebenarnya saya telah belajar cara untuk mati”.

~ Leonardo Da Vinci

Kalau mendengar tentang kematian, kayak gimana, gitu. Ngeri, tapi belum tau sedap atau tidak. Tapi, ya, semua orang pasti akan mati.

Setiap yang berawal pasti akan berakhir.

Tapi yang menjadi masalahnya adalah, apakah kita akan berakhir sebagaimana kita mengawali kehidupan kita? Ataukah sebaliknya?

Beberapa orang mengawalinya dengan amat sangat baik. Tapi belum tentu semua dari mereka akan bisa mengakhirinya dengan baik.

Itulah yang menjadi rasa cemas saya. Jangan sampai kita mengawali dengan baik, tapi mengakhirinya dengan buruk Lebih parah lagi yang mengawalinya dengan buru dan mengakhirinya dengan buruk pula.

Tapi kembali, bahwa hidup seseorang tidak ada yang tau akhirnya akan seperti apa? Manusia tidak diciptakan untuk mengetahui tentang akhir.

Manusia diciptakan untuk mengetahui apa yang sedang mereka kerjakan. Kadang juga manusia tidak tahu apa yang sedang ia kerjakan.

Meski demikian, bukan berarti kita tidak bisa mempersiapkan sesuatu yang tidak kita ketahui.

Ketidaktahuan kita terhadap sesuatu, seharusnya membuat kita semakin keras untuk mempersiapkannya. Karena kita tidak tau apa yang akan terjadi.

Insight Raden Sasak, 07 Rabiul Awal 1444H.

Orang tua dulu selalu mengatakan kepada anaknya untuk selalu membawa payung ketika musim hujan. Meski pada hari itu belum tentu turun hujan.

Namun ketidaktahuan itulah yang mengharuskan kita untuk mempersiapkannya. Kalau kita tahu tidak akan hujan, pasti kita tidak akan membawa payung.

Saya rasa itulah kenapa pengetahuan manusia dibatasi, agar kita sebagai manusia mau mempersiapkan yang terbaik.

Kita tidak tau bagaimana cara kita akan berakhir. Tapi dengan menjalani hidup dengan baik sesuai dengan aturan yang ditetapkan-Nya, itu cukup sebagai persiapan kita.

Dan bisa kita tambah dengan mempelajari apa yang mesti kita pelajari juga bisa menjadi persiapan kita.

Mempelajari satu ilmu akan sangat membantu kita untuk mempersiapkan bagaimana cara kita akan berakhir. Terlebih lagi itu tentang ilmu Agama.

Bukan berarti kita juga sepenuhnya meninggalkan ilmu dunia. Karena hubungan kehidupan tersambung kepada dua arah. Yaitu, ke arah Sang Pencipta dan ke arah manusia.

Ilmu Agama untuk kita memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta. Ilmu dunia untuk kita bisa menghadirkan berbagai manfaat untuk umat manusia.

Insight Raden Sasak, 07 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 2

Yang Berhasil Belum Tentu Baik.

"Focus on money and you will make money. Focus on impact and you will make an impact".

~ Simon Sinek.

Pada insight yang kedua ini saya ingin mencarinya dari kutipan yang menarik dari Kang Sinek. Kutipan diatas hanyalah sebagai pemantik insight.

Dan saya tidak tau insight apa yang akan saya dapatkan nanti. Bisa jadi tiba-tiba loncat, entah kemana, tapi itulah perjalanan saya dalam mencari insight.

Kita sebenarnya memiliki satu kekuatan yang tidak bisa dipisahkan dari kita sendiri. Kekuatan tersebut bernama pilihan. Ya, kemampuan kita untuk memilih adalah sebuah kekuatan.

Apa yang menjadi pilihan kita, itulah yang akan menjadi jalan kita. Kita memilih untuk menjadi seseorang yang memiliki harta, maka kita akan menjadi kaya.

Jika kita memilih untuk menjadi seseorang yang memberi dampak, maka kita akan banyak menghasilkan karya.

“Fokus pada uang, maka kita akan menciptakan uang. Fokus pada dampak, maka kita akan menciptakan dampak”. kata Simon Sinek.

Jadi, silahkan kamu ingin fokus pada hal apa yang kamu inginkan. Apapun pilihanmu akan mengantarkanmu pada tujuan yang kamu pilih.

Meski dalam perjalanannya cukup berat, tapi kalau kamu cukup tekun dan konsisten, maka itu akan menghasilkan.

Apapun pilihan hidupmu. Percayalah, itu semua akan menghasilkan. Tapi jangan percaya itu semua akan baik.

Insight Raden Sasak, 07 Rabiul Awal 1444H.

Fokus terhadap uang mungkin bisa menghasilkan uang. Tapi uang belum tentu baik bagi kita. Untuk beberapa alasan uang baik. Tapi sisa, tidak demikian.

Seseorang yang fokus dengan uang akan mencari cara bagaimana ia bisa mendapatkan uang. Dan ketika ia menemukan caranya, ia akan lakukan.

Meski uang membuatnya bergerak untuk melakukan cara tersebut, tidak selalu ia akan menghasilkan uang.

Karena biasanya, orang yang mendahulukan uang sebagai fokus dan tujuan mereka akan merasa terpuruk sekali ketika menemui kegagalan.

Melakukan satu cara yang dianggap ia bisa mendapatkan uang. Ketika ia tidak mendapatkannya, maka ia akan berhenti dan mencari cara lain.

Ini akan sangat merugikan kita terutama untuk seseorang yang ingin membangun konsisten dalam berkarya.

Ketika ia temukan bahwa tulisan yang ia buat tidak menghasilkan uang, maka ia akan berhenti menulis, bukan memperbaiki tulisannya.

Karena begitulah cara kerja seseorang ketika fokus pada uang. Ia mencari cara untuk mendapatkannya, jika tidak berhasil, ia akan mencari cara lain.

Uang cukup kuat untuk menggerakkan seseorang. Tapi uang juga bisa begitu kuat untuk melemahkan seseorang.

Insight Raden Sasak, 07 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Bantu Orang Membuka Jalannya.

“Jika kamu telah sukses. Maka jadilah seseorang yang dapat membuka jalan kesuksesan bagi orang lain”.

Insight Raden Sasak, 07 Rabiul Awal 1444H.

Biasanya saya memulai dengan kutipan sebagai pemantik insight. Kali ini saya memulai dengan insight itu sendiri untuk mencari insight.

Insight tersebut saya dapatkan dari menonton sebuah film balapan. Bukan balapan asli, melainkan film balapan untuk anak-anak, yaitu Cars 3.

Film tersebut menceritakan kisah Lightning Mcqueen sebagai pembalap yang sudah berumur.

Tidak seperti pada balapan biasanya. Kini ia harus rela kalah dari mobil generasi terbaru. Dan karirnya di dunia balap sudah mulai redup.

Tapi itu tidak membuat ia menyerah. Ia terus mencari cara untuk bisa memenangkan balapan di race selanjutnya. Oleh karena itu, ia bertanya kepada temannya yang setia, Metter.

Sampai salah satu temannya menyarankannya untuk mencari seorang guru yang merupakan guru dari gurunya dulu.

Pusingkan? Haha…

Jadi Mcqueen punya guru bernama Doc Hudson, dan Doc Hudson punya guru bernama Smokey. Dan dialah yang akan menjadi guru Mcqueen selanjutnya.

Untuk menjadi hebat, tidak cukup berguru pada orang hebat. Tapi kamu juga perlu berguru dari guru orang yang kamu anggap hebat.

Insight Raden Sasak, 07 Rabiul Awal 1444H.

Kita bisa belajar dari kisah tersebut bahwa untuk menjadi seorang yang hebat harus berguru juga kepada seorang guru yang merupakan guru orang-orang hebat.

Meski pada kenyataannya guru orang-orang hebat itu tidak hebat karena dia tidak pernah ikut atau tidak punya pengalaman dalam bidang tersebut.

Seorang guru balap tidak harus bisa balapan, bukan? Atau bahkan, tidak harus memiliki gelar juara tujuh kali untuk bisa menjadi seseorang memiliki gelar juara tujuh kali.

Yang perlu ia lakukan adalah bagaimana cara melatih orang lain agar bisa balapan dan bagaimana cara ia bisa membantu orang lain mengeluarkan potensinya dengan maksimal.

Sekarang banyak yang melihat guru dari berapa gelar yang ia punya. Kalau gurunya tak bergelar, ia tak mau berguru.

Padahal ilmu tidak selalu datang dari siapa yang punya gelar. Tapi ilmu bisa datang dari siapa saja. Tinggal kitanya yang perlu panda dalam menyerap ilmu tersebut.

Guru adalah sebuah keahlian dalam membimbing dan membina muridnya menjadi lebih baik. Dan ia juga mempu untuk memotivasi dan menginspirasi muridnya.

Kehebatan seorang guru dilihat dari seberapa jauh pencapaian muridnya, bukan seberapa besar atau banyaknya gelar yang ia miliki.

Insight Raden Sasak, 07 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload