Join Telegram

Daily Insight: Itsnain, 14 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Hadirkan Harapan Itu Seutuhnya.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-28. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Akal Bekal Kita Untuk Mendapatkan Bekal Akhirat.

Hari ini sesuai dengan tanggal di atas, saya mencari insight tentang agama. Pokoknya insight yang berkaitan dengan agama dan berkontribusi pada nilai spiritual saya sendiri.

Bukan untuk mengajarkan orang lain. Tapi mungkin insight yang saya tulis bisa menjadi sebuah ajakan untuk kita terus belajar tentang agama. Karena agama itu penting sekali.

Sehingga insight agama akan saya letakkan di bagian yang paling atas. Kalau yang kemarin-kemarin saya masih meletakkannya di bagian kedua. Sekarang yang pertama.

Untuk insight ini saya mencarinya di video Ustadz Hanan Attaki. Kamu bisa menonton video tersebut dibawah ini:

KEUTAMAAN DAN KEJAIBAN DZIKIR | #BeningkanDariHati

Dalam video tersebut ada banyak sekali insight yang saya dapatkan meskipun saya baru menontonnya beberapa detik. Insight pertama yang saya dapatkan, yaitu dari ayat Al-Qur’an.

Ayat yang dibaca dalam awal video diatas adalah ayat dari Surah Ali ‘Imran, ayat 190 dan 191.

Dimana ayat 190 Ali ‘imran menjelaskan tentang penciptaan langit dan bumi beserta pergantian malam dan siang yang sebenarnya di dalam itu terkandung tanda-tanda kebesaran Allah SWT bagi orang yang berakal.

Sangat menarik bagaimana kita bisa melihat kebesaran Allah SWT. dengan hanya melihat apa yang telah Ia ciptakan untuk kita semua sebagai hamba-Nya.

Dan itu hanya diperuntukan untuk orang yang berakal.

Kebesaran Allah terpampang jelas setiap hari setiap saat kita memandangnya. Tapi kita perlu berpikir untuk bisa melihatnya.

Insight Raden Sasak, 14 Rabiul Awal 1444H.

Selanjutnya dalam surah yang sama pada ayat berikutnya, 191. Allah jelaskan tentang orang yang berakal. Orang-orang yang berakal adalah orang-orang yang selalu mengingat Allah SWT.

Baik dalam kondisi apapun mereka. Mereka akan selalu bisa mengingat Allah. Baik pada saat mereka berdiri, mereka akan mengingat Allah. Pada saat mereka duduk mereka akan mengingat Allah, atau bahkan ketika mereka sedang berbaring, mereka akan mengingat Allah SWT.

Dan ketika mereka mengingat Allah dan mencoba untuk memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi. Mereka akan berkata, “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” Merekalah orang-orang yang berakal.

Ulul Albab, begitulah julukan untuk mereka yang berakal yang menggunakan akalnya untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah SWT dalam menciptakan langit dan bumi.

Selanjutnya dalam video tersebut; saya mendapatkan insight bahwa Ulul Albab adalah orang yang memiliki pikiran cerda, perasaan yang peka dan hati yang lembut.

Padahal saya baru menonton videonya sampai menit ke 2. Tapi masya Allah, insight yang saya dapatkan sangat luar biasa. Ini bisa menjadi catatan saya untuk bisa menjadi orang cerdas.

Menjadi orang yang cerdas; menjadi orang yang memiliki perasaan yang peka dan memiliki hati yang lembut.

Akal adalah bekal dunia untuk mendapatkan bekal di akhirat.

Insight Raden Sasak, 14 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 2

Lakukan Sesuatu Yang Berbeda Dari Biasanya.

Lakukan sesuatu yang berbeda dalam 90 hari kedepan dari apa yang sudah kamu lakukan selama 90 hari belakangan ini. Seperti mengambil sebuah buku untuk dibaca.

Lakukan sesuatu yang berbeda dalam hidupmu, seperti cara baru untuk hidup sehat, memperbaiki hubungan dan membuat hubungan semakin harmonis dengan keluarga.

Apapun itu. Tidak penting seberapa kecil hal berbeda yang kita lakukan dalam hidup kita. Lakukan sesuatu yang berbeda.

Lakukan sesuatu yang berbeda jika kita ingin mendapatkan hasil yang berbeda. Sangat sulit untuk mendapatkan hasil yang berbeda ketika cara yang kita tempuh tetap sama.

Sangat sulit untuk mendapatkan hasil yang berbeda jika kita tidak mengubah konteks dari apa yang sudah kita lakukan.

Kita harus selalu berusaha untuk melakukan sesuatu yang berbeda setiap hari. Karena itu yang akan membawa hasil yang berbeda dalam hidup kita.

Mungkin kita tidak bisa melakukan hal yang berbeda. Tapi kita bisa mengganti apa yang di dalam kegiatan tersebut, seperti membaca buku. Kita tidak bisa mengganti membaca buku dengan kegiatan yang berbeda, tapi kita bisa membaca buku yang berbeda setiap harinya.

Mungkin hari ini kita membaca buku dengan genre buku self-improvement. Besok-besok kita bisa coba membaca buku dengan genre buku fiksi.

Atau mungkin kita bisa membaca buku dengan genre yang sama, tapi dengan topik yang berbeda.

Air yang berbeda berasal dari mata air yang berbeda. Kita tidak bisa menginginkan air yang berbeda di mata air yang sama.

Insight Raden Sasak, 14 Rabiul Awal 1444H.

Seringkali kita melakukan hal yang berbeda dengan keadaan yang sama. Tapi itu bukanlah sebuah masalah yang besar. Karena kita tidak dapat mengubah keadaan. Itu diluar kendali.

Tapi kita masih bisa bisa dan tetap bisa mengubah diri kita sendiri. Kita bisa mengubah sesuatu yang melekat dalam diri kita, sesuatu yang ada dalam diri kita.

Kita bisa mengubah apa yang kita pikirkan, kita bisa mengubah apa yang kita rasakan. Kita bisa mengubah apa yang kita katakan. Dan terlebih lagi kita bisa mengubah apa yang kita lakukan. Itu semua berada dalam kendali kita.

Mengubah cara kita berpikir akan mengubah pikiran yang muncul dalam diri kita. Pikiran yang muncul berbeda dari biasanya akan menciptakan perasaan yang berbeda.

Dan perasaan yang berbeda dari biasanya bisa mempengaruhi perkataan dan tindakan kita untuk mengatakan suatu perkataan yang berbeda dari biasanya. Dan bertindak dari yang biasanya.

Semua berawal dari pikiran yang kita bangun lalu kemudian menyebar ke perasaan; bagaimana kita merasakan suatu kondisi yang sedang kita hadapi.

Dan efeknya terus menyebar ke dalam perkataan yang kita katakan pada saat itu, dan itu memberikan efek kepada tindakan yang kita lakukan.

Apapun keadaan. Cobalah untuk mengubahnya dari pikiran.

Kehidupan pribadi kita tercipta atas pikiran yang kita hadirkan.

Insight Raden Sasak, 14 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Hadirkan Harapan Itu Seutuhnya.

“Harapan dan perubahan adalah hal-hal yang diperjuangkan dengan keras”.

~ Michelle Obama.

Ada seseorang yang menginginkan perubahan tapi ia tidak merubah perilakunya, ia tidak mengubah apa yang telah menjadi kebiasaan dan ia memilih untuk tetap dalam hal itu.

Ada seseorang yang yang memiliki harapan yang begitu amat besar tapi ia mengharapkannya saja. Apakah itu bisa tercapai ketika kita berharap dan hanya berharap tanpa ada usaha?

Tapi itu masih bagus di bandingkan dengan orang-orang yang tidak memiliki harapan sama sekali dan tidak menginginkan perubahan dalam hidupnya sama sekali.

Setidaknya kita sudah punya harapan dan sudah memiliki niat untuk bisa berubah. Selanjutnya kita harus bisa wujudkan apa yang telah menjadi harapan kita dan mulai berubah.

Karena kedua tersebut semua adalah hal-hal yang butuh diperjuangkan. Harapan yang tidak diperjuangkan itu sama seperti makan yang tidak enak; yang kita tidak mau makan.

Seperti makan yang belum diolah yang tidak bisa menimbulkan rasa atau gairah kita untuk bisa memperjuangkan. Oleh karena itu olah harapan kita menjadi sesuatu yang menggairahkan.

Kalau harapan sudah kita olah dengan sedemikian rupa hingga itu bisa menggairahkan kita, maka kita akan mau melakukan segala perjuangan yang dibutuhkan untuk mewujudkannya.

Apapun yang menjadi harapan kita, cobalah buat ia menarik.

Harapan yang utuh adalah harapan yang bisa menggerakan pemiliknya untuk segera mewujudkannya.

Insight Raden Sasak, 14 Rabiul Awal 1444H.

Entah apa itu harapan kita. Ciptakanlah harapan itu seutuhnya. Ia utuh ketika ia mampu menggerakkan kita untuk segera mewujudkannya, bukan meninggalkannya.

Ketika seringkali tidak sadar bahwa kita telah banyak meninggalkan harapan yang kita ciptakan. Memang harapan itu masih terbayang dalam benak dan pikiran kita.

Tapi ketahuilah, itu hanyalah bayang-bayang yang sebenarnya itu bukanlah harapan lagi. Harapan kita telah hilang semenjak kita tidak ada gairah atau niatan untuk mewujudkannya.

Harapan itu sangat sulit untuk wujudkan. Tapi kalau memang benar harapan itu sulit untuk diwujudkan, kenapa kita begitu mudah untuk menciptakan harapan dan memberi harapan.

Karena sebenarnya harapan itu tidak sesulit yang kita bayang. Kesulitan itu hanya ada ketika kita bayangkan, dan semakin terasa ketika kita menambahkan intensitas bayangan tersebut.

Aslinya, tidak sesulit demikian untuk mewujudkan harapan. Seperti saya berharap bisa menulis setiap hari. Sebelum menulis setiap hari; saya merasa itu sangat sulit sekali.

Tapi setelah saya coba dan melakukannya setiap hari, itu sangat mudah untuk saya lakukan dan hal itu mengalir begitu saja. Sekarang saya rutin menulis setiap hari.

Membayangkan pena tidak akan menciptakan tulisan. Tetapi menggenggam pena akan menghasilkan coretan.

Genggam harapan itu sebagaimana kita ingin melihatnya.

Insight Raden Sasak, 14 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload