Join Telegram

Daily Insight: Itsnain, 28 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Yang Berat Merubah Kita Jadi Lebih Kuat.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-42. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Istimewa Dihadapan Allah Bukan Dihadapan Manusia.

Kisah yang terdapat dalam Al-Qur’an adalah benar adanya. Dan patut untuk kita pelajari sebagai umat islam yang beriman. Ada banyak kisah yang bisa kita temukan dalam Al-Qur'an.

Salah satunya adalah kisah pemuda; para pencari Tuhan yang tertidur di dalam sebuah gua selama ratusan tahun. Kemudian dibangunkan lagi ketika zaman sudah berubah.

Ya, benar! Mereka adalah Ashabul Kahfi Siapa sesungguhnya Ashabul Kahfi itu? Ashabul Kahfi adalah nama sekelompok pemuda. Meski dulu mereka tidak menamai dengan itu.

Karena memang salah satu diantara semangat anak muda itu adalah membuat sebuah kelompok, komunitas, atau organisasi untuk kebaikan bersama. Itu adalah tabiat anak muda.

Jadi Allah Subhanahu Wa Ta’ala lah yang memberikan nama Ashabul Kahfi kepada sekelompok pemuda tersebut. Seperti yang terdapat pada Qur’an surah Al-Kahf ayat 9.

“Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) Ar-Raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?”

Ashabul Kahfi: orang yang mendiami gua.

Ashabul Kahfi adalah sekelompok pemuda yang mendapatkan petunjuk setelah mereka bertemu dengan satu orang nabi atau orang shalih. Lalu mereka mendengar nasehat dari laki-laki itu.

Pemuda tersebut belajar banyak dari laki-laki shalih itu tentang Tauhid, Akidah, Akhlak, hingga hati mereka merasa berkenan dan tertarik untuk belajar lebih serius dengan laki-laki itu.

Tabiat anak muda adalah semangat untuk belajar bersama, mendalami ilmu Agama untuk kebaikannya dan umat manusia.

Insight Raden Sasak, 28 Rabiul Awal 1444H.

Berapa jumlah Ashabul Kahfi tersebut? Nah, untuk jumlah mereka pun ikhtilaf di antara banyak periwayat cerita. Sehingga Allah Subhanahu Wa Ta’ala jelaskan di ayat 22 surah Al-Kahf.

Ada yang mengatakan tiga dan empat dengan anjingnya. Ada yang mengatakan lima dan enam dengan anjingnya. Ada yang mengatakan tujuh dan delapan dengan anjingnya.

Lalu, Allah berfirman: Robbii a’lamu bi’iddatihim, (Allah lebih tahu jumlah mereka).

Ashabul Kahfi adalah para pemuda yang istimewa. Kenapa mereka istimewa? Mereka istimewa karena mereka pemuda. Tidak hanya pemuda, tapi pemuda yang memiliki iman.

Jadi, jika kita ingin menjadi pemuda yang istimewa di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka jalan satu-satunya adalah menjadi pemuda yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Gak perlu punya rupa yang indah ataupun memiliki penampilan yang amat begitu rupawan. Karena Allah tidak melihat itu. Yang Allah lihat adalah isi hati kita.

Hati yang bersih; hati yang beriman tidak pernah memandang kepada siapa ia harus bernaung. Hati yang bersih bukan berarti milik mereka yang berkulit bersih dan glowing.

Tapi ia adalah pemilik bagi orang-orang yang senantiasa selalu mendekatkan dirinya kepada Tuhannya, Allah SWT.

Bukan rupa, harta, ataupun tahta yang menjadikan manusia istimewa. Tapi beriman di usia muda, itulah yang istimewa.

Insight Raden Sasak, 28 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 2

Jangan Biarkan Ia Menunggu Agar Tak Merindu.

"There's no right or wrong time. Better now than later and better late than never."

~ Simon Sinek.

"Tidak ada waktu yang benar dan salah". Kata Simon Sinek. Menarik bukan? Bahwa dikatakannya tidak ada waktu yang benar dan salah (dalam memulai suatu kegiatan).

Lebih baik sekarang daripada nanti. Kalau bisa sekarang kenapa harus nanti. Dan jika itu pekerjaan kita yang sekarang kenapa harus kita kerjakan nanti.

Pekerjaan yang sekarang tidak bisa menjadi pekerjaan kita nanti. Karena nanti akan menjadi pekerjaan kita sekarang. Jika semuanya jadi nanti, maka semuanya akan menjadi sekarang.

Lakukan sekarang jika memang kita ingin tenang nanti. Jangan biarkan pekerjaan sekarang menanti untuk diselesaikan. Jika pekerjaan menanti, itu sama dengan menanti ketenangan.

Ketenangan adalah sesuatu yang kita butuhkan. Mengerjakan apa yang sudah seharusnya kita kerjakan sekarang menjadikan hidup kita lebih tenang daripada nanti.

Pekerjaan berat, bukan berarti tidak bisa dikerjakan. Karena berat biasanya hanya asumsi yang bisa diatasi. Cobalah mulai mengerjakannya. Nanti juga akan terasa ringan setelah selesai.

Berat dan tidaknya suatu pekerjaan tergantung kapan kita mengerjakannya. Maka memilih waktu yang tepat adalah kunci dari menghilangkan kata berat pada sebuah pekerjaan.

Tidak ada yang benar dan salah. Yang ada hanyalah tepat.

Cepat lambatnya kita mengerjakan suatu pekerjaan tidaklah penting. Yang penting kita selesai pada waktu yang tepat.

Insight Raden Sasak, 28 Rabiul Awal 1444H.

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Jika kita tidak melakukannya sama sekali, maka secara logika poin kita nol atau kosong. Jika mulai dengan telat, kita masih punya nilai.

Lebih baik daripada kosong, meski tidak lebih baik dari yang tidak kosong. Kalau kita mengerjakan pekerjaan yang kita tau itu sudah telat, maka setidaknya kita tahu bahwa kita masih menaruh hati pada pekerjaan tersebut.

Hanya saja kita tidak menyadari sedari awal. Atau mungkin rasa untuk mengerjakannya baru muncul dihati kita, setelah kita meninggalkan dan mengabaikan pekerjaan tersebut.

Kadang rasa rindu untuk mengerjakan suatu pekerjaan muncul setelah pekerjaan itu terlalu lama kita tinggalkan. Mungkin sebagian orang butuh waktu untuk memunculkan rasa rindu.

Berapa lamanya kita tidak ada yang tahu. Karena setiap orang pasti memiliki batas waktu yang berbeda untuk menunggu. Ada yang tidak terbiasa menunggu. Ada yang terbiasa menunggu.

Bagi orang yang tidak terbiasa menunggu, maka akan sangat kuat rasa rindu yang akan muncul. Bagi yang terbiasa, maka rasa rindu tidaklah terlalu penting bagi mereka.

Orang yang terbiasa menunggu dan tidak bisa merindu adalah orang yang tidak memiliki rasa cinta terhadap sesuatu. Mereka suka acuh dan sudah terbiasa dengan sikap seperti itu.

Kalau kita memang memiliki cinta terhadap sesuatu. Maka yang ada hanyalah rasa rindu. Dan kita tidak suka menunggu. Pekerjaan sekarang pasti akan kita kerjakan pada detik itu.

Insight Raden Sasak, 28 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Yang Berat Merubah Kita Jadi Lebih Kuat.

“Hidup yang berharga adalah hidup yang dapat memberikan kehidupannya kepada orang lain”.

~ Albert Einstein.

Apalah arti dari kehidupan jika itu hanya untuk dinikmati oleh diri sendiri. Bukankah akan lebih berarti jika kita bisa berbuat sesuatu yang bisa mendatangkan kebaikan bagi orang lain.

Terlalu egois jika kita hanya memikirkan diri kita sendiri semasa hidup kita. Apakah tidak ada waktu yang tersisa dari kita untuk memikirkan kebaikan dan kemaslahatan bersama.

Hidup akan terasa bahagia saat kita bisa memberikan sesuatu yang berharga. Karena dengan itulah orang bisa mendapatkan suatu manfaat dari sisi kehidupan kita.

Apakah kita tidak merasakan kebahagiaan ketika kita bisa menghidupkan semangat seseorang untuk bisa memberikan manfaat. Itu pasti akan sangat membahagiakan.

Terkadang di beberapa sisi kita akan merasakan sakit karena perjuangan yang begitu berat. Tapi dari situlah kita akan belajar banyak dan bisa menjadikan kita pribadi yang lebih kuat.

Kuat itu datang karena kita sering mengenyam beban yang berat-berat. Sedangkan lemah itu datang karena kita sering menjauh dari beban berat dan mengambil beban yang mudah.

Sebenarnya menghindari beban berat tidak akan menjauhkan kita dari yang namanya bertemu dengan suatu masalah yang sulit. Menghindar hanya akan menjeda kedatangannya saja.

Dan tidak lama setelah itu kita pasti akan bertemu.

Untuk apa menghindar dari suatu masalah yang BERAT, jika itu bisa menjadikan kita lebih KUAT. Terlalu suka dengan hal yang MUDAH, hanya akan menjadikan kita LEMAH.

Insight Raden Sasak, 28 Rabiul Awal 1444H.

Nilai dari sebuah kehidupan bergantung pada seberapa besar ia mendatangkan kebaikan dan kebermanfaatan bagi orang lain, baik itu orang sekeliling kita atau orang jauh diluar sana.

Daripada kita hidup hanya untuk rebahan yang sama sekali dan sudah sangat jelas tidak mendatangkan sesuatu yang baik bagi kehidupan kita sendiri. Akan lebih baik kita melakukan gerakan.

Melakukan gerakan yang bisa menggerakkan orang lain, saya rasa itu adalah definisi hidup yang berharga dan bahagia. Tapi entah kenapa kita terlalu malas untuk melakukan gerakan.

Memang dampak dari apa yang kita lakukan tidak akan terlihat langsung atau terlihat di hari kita melakukannya. Tapi ia datang setelah sekian lama sejak kita melakukannya pertama kali.

Mungkin rebahan bagi kita bukanlah sebuah permasalahan. Itu hanyalah hal yang biasa. Sampai akhirnya kita menemukan titik akhirnya yang berbentuk seperti sebuah penyesalan.

Barulah kemudian kita tersadar setelah datangnya penyesalan. Dan kita ingin sekali untuk memperbaiki hal itu. Tapi yang pasti waktu tidak akan pernah mengizinkan kita untuk kembali.

Cobalah untuk selalu mengevaluasi aktivitas yang sering kita lakukan dalam keseharian kita secara bertahap. Agar kita tidak merasakan penyesalan yang amat begitu besar.

Selalu pikirkan apa yang telah kita lakukan. Sebisa mungkin hadirkan perubahan sebelum datangnya penyesalan. Karena penyesalan bersarang pada kesalahan yang tidak terpikirkan.

Insight Raden Sasak, 28 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload