Join Telegram

Daily Insight: Jumu'ah, 02 Rabiul Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Terus Belajar Tanpa Henti Sampai Mati.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-46. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Jangan Merasa Lebih Hingga Tak Butuh Allah SWT.

Suatu ketika Abu Jahal pernah ditanya oleh sahabatnya Agnas, " Ya Abba Al-Hakam Apa pendapatmu tentang Al-Quran yang kita dengar dari lisannya Nabi Muhammad?"

Apa jawab Abu Jahal? Abu Jahal katakan "Menurutku itu bukanlah syair, bukanlah sihir, bukanlah mantra. Menurutku itu bukanlah kumpulan dongeng-dongeng terdahulu."

"Menurutku apa yang kita dengar dari Muhammad itu sesuatu yang istimewa dan tidak mungkin berasal dari bumi melainkan dari dunia lain." Lanjut Abu Jahal.

Abu Jahal tidak bisa menjelaskan bahwa itu (Al-Quran) berasal dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena dia tidak beriman kepada Allah dan hanya bisa mengatakan itu istimewa."

Agnas takjub dengan jawaban Abu Jahal.

"Itu bukan kata-kata manusia. Itu tidak mungkin bisa diucapkan oleh manusia. Maka itu adalah sesuatu yang istimewa dan luar biasa." Kata Abu Jahal melanjutkan pembicaraannya.

Lalu Agnas bertanya kembali. "Kalau menurutmu itu adalah kalimat yang baik dan istimewa. Lalu kenapa kita tidak mengikuti seruan Muhammad?"

Abu Jahal kemudian memerah wajahnya, lalu mengatakan, "Wahai Agnas, apakah kamu ingin mengikuti Muhammad?

Kemudian kamu berada di belakangnya, dan kabilah mu berada di belakang kabilahnya? Kemudian engkau tidak lagi menjadi tokoh dan aku akan ditinggalkan oleh pengikutmu?

Tidak wahai Agnas"

Takut meninggalkan jabatan, takut ditinggalkan oleh teman, takut kehilangan kekayaan hanya karena beriman pada suatu kebenaran. Berpaling dari kebenaran demi kenikmatan (dunia).

Insight Raden Sasak, 02 Rabiul Akhir 1444H.

Abu Jahal tidak mengikuti Rasulullah bukan karena tidak percaya, bukan karena tidak meyakini bahwa Al-Quran itu baik. Tapi karena dia nggak rela meninggalkan posisinya.

Dia nggak rela jadi pengikut karena dia selalu diikuti. Dia nggak mau kaumnya atau kabilahnya menjadi pengikut kabilahnya Nabi Muhammad, yaitu Bani Hasyim atau Bani Abdi Manaf.

Hal itu adalah sebuah kesombongan dari itu adalah sebuah "Istagna" atau merasa lebih. Dan itu yang menjadikan Abu Jahal tidak mau mengikuti Nabi Muhammad SAW.

Padahal dia tahu betul bahwa Nabi Muhammad itu jujur, tahu bahwa Al-Quran itu baik adanya, bukan kalimat dari manusia.

Tapi karena kesombongannya, karena ia merasa lebih. Karena itu, dia memusuhi Rasulullah, menentang dakwah Rasulullah.

Makanya Allah SWT. berfirman, "Kallaaa Innal-ingsaana Layathghooo, Ar Ro-Aahustaghnaa." Sungguh manusia itu melampaui batas. Artinya durhaka, menentang kebenaran.

Itu semua karena merasa dirinya lebih dan serba cukup.

Allah marah kepada Abu Jahal karena perasaannya bukan karena perilakunya, perilaku belakangan. Tapi itu karena perasaannya yang sombong, egois dan gengsi.

Dari sini kita bisa mengambil satu pelajaran, bahwa…

Janganlah kita merasa sombong, merasa cukup dengan apa yang kita miliki. Sehingga kita tidak membutuhkan Allah lagi.

Insight Raden Sasak, 02 Rabiul Akhir 2022.

INSIGHT 2

Pahami Pikiran, Perasaan Dan Perilaku Manusia.

"100% of employees are people. 100% of customers are people. 100% of investors are people. If you don't understand people, you don't understand business."

~ Simon Sinek.

100% karyawan adalah orang atau manusia. Jadi jika kita ingin memiliki karyawan yang kinerjanya bagus maka kita harus memahami karyawan kita dengan sangat baik.

100% pengunjung itu adalah orang atau manusia. Maka ketika kita ingin mendapatkan first impression yang baik. Kita harus bisa memahami pengunjung tersebut dengan sangat baik.

100% pelanggan adalah orang atau manusia. Maka ketika kita ingin mendapatkan kesetiaan pelanggan 100%. Kita harus memahami perilaku pelanggan tersebut dengan baik.

Begitulah cara yang bisa kita lakukan untuk bisa mendapatkan hasil yang kita inginkan atau hasil yang kita harapkan dari seorang manusia, yaitu dengan cara memahaminya.

Tidak hanya berkaitan dengan manusia. Dengan hal-hal lain juga demikian. Misalnya kita ingin menggunakan sebuah laptop dengan baik, maka kita harus memahaminya terlebih dahulu.

Apa yang perlu kita pahami dari sebuah laptop? Yang perlu kita pahami adalah bagaimana cara kerjanya dan bagaimana cara menggunakannya atau cara memanfaatkannya.

Apa yang perlu kita pelajari untuk menggunakannya dengan baik dan apa yang perlu kita pahami adalah hal yang paling penting untuk bisa menggunakannya dengan sangat baik.

Untuk bisa mengambil manfaat dari sesuatu kita harus bisa memahami cara kerjanya & prosedur cara penggunaannya. Tidak hanya itu, kita juga perlu menguasainya.

Insight Raden Sasak, 02 Rabiul Akhir 1444H.

Begitu juga halnya dengan sesuatu yang berkaitan langsung dengan manusia. Jika kita ingin mendapatkan sesuatu dari manusia maka kita harus memahami manusia itu sendiri.

Yang perlu kita pahami adalah pikiran, perasaan, dan perilaku mereka. Dengan memahami hal tersebut, maka kita bisa mengambil manfaat dari manusia.

Bahkan ketika kita bisa memahami pikiran, perasaan manusia tidak menutup kemungkinan juga kita bisa mengendalikannya, kita bisa menggerakkannya dengan cara kita.

Bagaimana pemimpin yang bisa menggerakkan masa adalah karena mereka paham bagaimana perilaku manusia. Mereka akan memikirkan cara tepat untuk memicu respon yang tepat.

Maka sangat penting bagi kita ketika mengerjakan sesuatu yang bersinggungan dengan manusia adalah memahami manusia itu secara baik dan seutuhnya.

Jangan sampai kita memperlakukan manusia dengan cara yang tidak seharusnya. Jangan memberikannya tugas yang berat tanpa henti. Kita harus bisa memanusiakan manusia.

Dan memanusiakan manusia bisa dengan cara memahami manusia itu sendiri. Pahami pikiran dan perasaannya. Dengan itu kita bisa memahami hal lainnya dengan baik.

Jika kita tidak bisa memahami manusia dengan baik dan tidak bisa memanusiakan manusia, maka akan sangat sulit bagi kita untuk bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.

Insight Raden Sasak, 02 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Terus Belajar Tanpa Henti Sampai Mati.

“Pendidikan adalah paspor masa depan karena hari esok adalah milik mereka yang mempersiapkan hari ini”.

~ Malcolm X.

Apa jadinya jika kita tidak memiliki paspor saat berada di luar negeri? Jika kita berpergian ke luar negeri menjadi orang asing maka kita butuh yang namanya paspor.

Paspor simplenya adalah dokumen penting yang memuat tentang identitas seseorang mulai dari nama tanggal lahir jenis kelamin dan asal negaranya.

Kita tidak bisa melakukan perjalanan jika kita tidak memiliki paspor. Itu artinya, untuk bisa melakukan sebuah perjalanan kita harus memiliki paspor.

Begitu juga dengan kehidupan kita. Kita tidak bisa melakukan perjalanan jika kita tidak memiliki "paspor". Hidup kita tidak akan ada perubahan Jika kita tidak memiliki "paspor."

Apa paspor untuk kita bisa terus menjalani hidup dari masa ke masa. Paspornya adalah pendidikan. Yaps, tanpa pendidikan kita tidak akan bisa menjalani kehidupan.

Seperti yang kita ketahui bahwa kita hidup di dunia pasti ada caranya. Dan cara-cara tersebut termuat dalam sebuah atau dibaluti oleh sesuatu yang kita sebut dengan ilmu.

Ilmu bisa kita ambil dengan menempuh jalur pendidikan, baik itu formal maupun nonformal. Sebutan lainnya dalam mencari ilmu disebut sebagai formal education atau self education.

Silakan kita mau menjemput ilmu melalui jalur yang mana.

Kita bisa menjalani hidup dengan seadanya atau kita bisa menjalani hidup dengan bahagia dan bermakna. Jika kita pilih yang kedua maka kita harus tahu caranyacaranya.

Insight Raden Sasak, 02 Rabiul Awal 1444H.

Hidup itu ada caranya. Dan cara tersebut termuat dalam satu kata, yaitu ilmu. Maka ketika kita ingin hidup bahagia dan hidup bermakna, kita harus mempelajari ilmunya tersebut.

Ada banyak cara bisa mempelajari cara hidup bahagia dan bermakna. Kita bisa belajar banyak dari pengalaman orang lain atau kita bisa belajar dari seseorang yang paham ilmunya.

Cara hidup bahagia dan bermakna, sayangnya kita jarang bisa menemukannya di pendidikan formal atau formal education. Kita lebih bisa mempelajarinya melalui jalur self-education.

Caranya dengan banyak membaca buku yang ditulis oleh orang-orang terdahulu kita. Atau kita pergi berguru kepada seseorang yang bisa mengajari kita cara hidup bahagia.

Self-education di sini lebih menitikberatkan bahwa untuk mempelajari ilmu hidup bahagia dan bermakna haruslah kita yang bergerak untuk mencari dan mempelajarinya.

Jika kita tidak bisa mempelajarinya melalui buku atau melalui para guru pengalaman, maka alam lah yang akan mengajari kita bagaimana cara hidup bahagia melalui pengalaman.

Soft education mengajarkan kita untuk terus belajar tambahan henti dan tanpa ada masanya. Kita akan terus belajar sampai benar-benar kita bisa berhenti belajar (mati).

Teruslah mempersiapkan diri dengan mempelajari ilmu baru. Orang yang tidak mempersiapkan diri hari ini, maka dia tidak akan pernah punya bekal untuk menjalani hari berikutnya.

Insight Raden Sasak, 02 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload