Join Telegram

Daily Insight: Jumu'ah, 18 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Mengenal Seseorang Dengan Sangat Baik.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-32. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Jalan Masuk Syaithan Ke Hati Manusia.

Madakhilus syaithan atau jalan-jalan masuknya syaithan kedalam hati manusia. Syekh Sa'id Hawwa menjelaskan bahwa hati itu seperti sebuah benteng.

Kalau ada sebuah kerajaan, maka hati itu adalah benteng dari sebuah kerajaan itu. Kita ibarat seperti kerajaan yang setiap perkataan dan perbuatan kita dibentengi oleh hati.

Jika benteng kita tidak bisa menjaga serangan dari syaithan, maka perkataan dan perbuatan kita akan salah dan akan diperdaya oleh syaithan.

Syaithan akan selalu mencari cara bagaimana bisa menembus benteng kita. Sehingga apa yang kita katakan dan apa yang kita perbuat sesuai dengan keinginan syaithan tersebut.

Kerajaan yang bentengnya lemah akan sangat mudah untuk ditembus oleh serangan. Dan benteng yang kuat akan terus dicari sisi lemah dari benteng tersebut.

Berbagai macam cara yang penting bisa menembus benteng tersebut akan dilakukan oleh syaithan. Dan ketika syaithan telah berhasil masuk ke dalam kerajaan tersebut, maka ia akan mengendalikan semua isi kerajaan itu.

Agar kita tidak kalah dengan musuh akan sangat bermanfaat jika kita mengetahui apa saja yang dibidik oleh syaithan itu.

Kita cari tau apa yang menjadi bidikannya, lalu kita perkuat dibagian tersebut. Dan terus berulang kali kita melakukan hal itu, agar syaithan tidak memiliki celah untuk menyerang.

Pintu hati harus tetap dijaga. Tamu harus tetap diperiksa. Dan kita harus mengetahui tanda-tanda godaannya.

Insight Raden Sasak, 18 Rabiul Awal 1444H.

Syekh Sa’id Hawwa dan para ulama menjelaskan ada banyak sekali jalan-jalan atau celah-celah yang menjadi jalannya syaithan untuk masuk kedalam hati manusia.

Diantara yang paling berpengaruh itu yang pertama adalah Al-Ghadab atau marah.

Karena marah itu pintu yang paling rentan masuknya syaithan kedalam diri manusia. Makanya banyak sekali orang yang ketika dia marah, dia menjadi kesurupan, misalnya.

Kalau gak kesurupan pun dia jadi meledak-ledak dengan suara yang besar, dia jadi lupa diri, dia jadi mengucapkan kata-kata yang tercela atau mengatakan kalimat yang tidak pantas.

Selain itu, ketika seseorang marah jadi berperangai dengan perannya yang dia sendiri malu. Banyak sekali contoh nyata yang bisa kita temukan di sosial media.

Ketika kita marah maka kita membuka celah sebagai jalan masuknya syaithan. Dan ketika syaithan sudah masuk ke dalam diri seseorang syaithan akan menggodanya.

Tidaklah syaithan akan menggoda manusia, melainkan itu adalah suatu perbuatan yang sesat dan tercela. Dan itu adalah suatu jalan yang paling buruk dari yang paling buruk.

Sehingga, kita perlu untuk selalu berbuat baik agar kita terhindar dari suatu keburukan. Tidak hanya berbuat baik kepada orang lain, tapi kepada diri sendiri juga.

Caranya dengan mengingat Allah SWT. karena Ia yang Maha Pemberi Petunjuk dan Maha Memberi Perlindungan.

Hati kita lebih aman ketika kita lebih dekat dengan Tuhan.

Insight Raden Sasak, 18 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 2

Mengenal Seseorang Dengan Sangat Baik.

"Trust doesn't develop from always doing the right thing. Trust comes from taking responsibility when we do the wrong thing".

~ Simon Sinek.

Bagaimana dan mengapa kepercayaan itu bisa datang kepada seseorang dikatakan oleh Simon Sinek sebagai berikut:

"Kepercayaan tidak berkembang dari selalu melakukan hal yang benar. Kepercayaan datang dari mengambil tanggung jawab ketika kita melakukan hal yang salah".

Menurunnya, kepercayaan seseorang bisa muncul bukan karena orang yang dilihatnya selalu melakukan yang benar. Karena orang yang benar belum tentu bisa dipercaya.

Kita sering melihat kejadian orang yang baik dengan kita dan kita menganggap itu tidak masalah dan kita anggap itu sebagai tindakan yang benar, karena dia orang yang peduli.

Tapi setelah itu, kita baru sadar bahwa apa yang orang lakukan itu adalah sebuah tipu muslihat dari apa yang dia ingin atau dia harapkan dari kita. Berbuat baik dengan suatu maksud.

Dan disaat itulah kita merasakan kekecewaan yang teramat berat. Karena orang yang kita anggap selalu berbuat baik pada kita malah berbuat yang jahat kepada kita.

Dia berbuat baik hanya untuk mencapai tujuannya sendiri bukan untuk mencapai tujuan bersama.

Kita mudah sekali untuk menaruh kepercayaan kepada orang yang berperilaku baik kepada kita. Padahal kita belum tau orang tersebut secara mendalam.

Kepercayaan tidak lahir dari perbuatan baik. Tapi kepercayaan lahir karena kita mengenal seseorang dengan sangat baik.

Insight Raden Sasak, 18 Rabiul Awal 1444H.

Orang yang kita kenal dengan sangat baiklah yang seharusnya kita meletakkan kepercayaan dengannya.

Tapi kalau ada seseorang yang aslinya baik dan memang benar adanya dia itu baik tapi kita tidak percaya padanya. Bisa jadi karena kita tidak mengenalnya dengan sangat baik.

Jadi, kepercayaan yang benar adalah kepercayaan yang lahir karena kita mengenal seseorang dengan sangat baik bukan hanya sekedar kenal saja.

Cara mengenal orang lain dengan baik salah satunya bisa dengan melihat bagaimana ia bertanggung jawab

Apakah dia adalah orang yang bertanggung jawab atau suatu yang dipercayakan padanya. Dan apakah ia bertanggung jawab atas perbuatan yang disebabkan karenanya.

Dan tentu kita tidak bisa menilainya hanya dengan melihatnya sekali saja, tapi kita perlu melihatnya berkali-kali. Dan jika bisa secara terus menerus atau berkelanjutan.

Kepercayaan yang dilandasi atas hal yang dilihat hanya sekali atau sekilas saja. Maka kepercayaan itu tidak akan pernah bertahan lama.

Kepercayaan yang mudah datang maka akan mudah pergi. Karena kepercayaan yang mudah datang seringkali ia datang tanpa validasi yang benar.

Kepercayaan itu harus divalidasi. Jika tidak, maka kita harus siap merasakan sakit hati dikemudian hari.

Insight Raden Sasak, 18 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Hargai Dan Berikan Apresiasi Pada Prosesmu.

“Two competing truths: The more prepared person usually wins. You get credit for action, not preparation”.

~ James Clear.

Persiapan adalah hal yang paling penting jika kita ingin menang dalam berbagai hal. Tanpa persiapan yang matang maka orang tersebut sudah bersiap untuk tidak menang.

Meski kadang orang malas untuk melakukan persiapan, tapi sebenarnya dia telah bersiap. Bersiap untuk tidak menang dan bersiap untuk menerima kekalahan.

Jika kita benar-benar ingin mendapatkan sesuatu dalam hidup kita atau kita ingin mencapai suatu cita-cita yang telah lama ada dalam diri kita, maka kita bisa lihat dari persiapannya.

Persiapan apa yang sudah kita lakukan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan? Persiapan apa yang sudah kita usahakan untuk mendapatkan apa yang kita cita-citakan?

Jika ternyata kita sudah mempersiapkan banyak hal untuk hal itu, maka bersiaplah untuk menyambut kemenangan. Tapi jika tidak, maka kita bersiaplah untuk menerima kekalahan.

Setiap orang itu selalu melakukan persiapan meski mereka tidak melakukan persiapan sama sekali. Mempersiapkan diri untuk menang atau mempersiapkan diri untuk kalah.

Tergantung dari kita mau pilih yang mana. Mempersiapkan kemenangan membutuhkan tenaga dan usaha yang tidak sedikit. Mempersiapkan kekalahan tidak membutuhkah hal itu.

Tinggalkan kita pilih: persiapan yang mudah atau yang susah.

Orang selalu mempersiapkan satu dari dua hal: Mempersiapkan kekalahan atau mempersiapkan kemenangan.

Insight Raden Sasak, 18 Rabiul Awal 1444H.

Tapi ada yang sedih dari proses kita ketika kita mendapatkan kemenangan. Yaitu, tentang apresiasi. Orang memberikan apresiasi bukan karena kita telah melakukan persiapan.

Tapi orang memberikan kita apresiasi ketika kita sudah mendapatkan kemenangan. Padahall kemenangan tidak akan datang tanpa persiapan yang panjang.

Begitulah adanya.Jika mereka melihat kemenangan maka mereka akan memberikan sambutan yang luar biasa. Tapi jika kalah, maka tidak ada sambutan sama sekali.

Mungkin kita pernah mendengar kata candaan berupa kalimat, “Saya pilih yang menang” ketika kita ingin taruhan atau bersaing dengan teman kita.

Kata tersebut memang sebuah candaan. Tapi itu sebenarnya adalah bukti bahwa seseorang yang hanya ingin melihat dan mengapresiasi kemenangan saja.

Dan mereka tidak mau melihat atau memberikan apresiasi atas proses atau persiapan orang dalam meraih kemenangan.

Padahal dibalik sebuah kemenangan itu ada sebuah proses yang begitu panjang yang patut untuk kita berikan apresiasi.

Meski ketika kita mengalami kekalahan, maka persiapan yang pernah kita lakukan harus tetap mendapatkan apresiasi dan penghargaan. Apresiasi dan hargai prosesmu.

Kalah atau menang itu bukan masalah. Masalah ketika kita tidak bisa menghargai dan mengapresiasi prosesnya.

Insight Raden Sasak, 18 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload