Join Telegram

Daily Insight: Khomiis, 10 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Hidup Lama Dalam Sebuah Karya.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-24. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Hidup Lama Dalam Sebuah Karya.

"Orang yang takut mati ada dua kemungkinan. Tercantol dunia yang terlampau tinggi, atau ada maksiat yang belum ditaubati".

~ Ustadz Adi Hidayat.

Tidak sedikit orang yang jika ditanya mereka ingin hidup berapa lama, pasti jawabannya adalah jawaban yang mengungkapkan bahwa mereka ingin berumur panjang.

Ada yang menjawab ingin berumur 100 tahun atau bahkan lebih. Entah apa yang ingin diperbuat dengan umur yang begitu panjang, tapi mereka menginginkannya.

Tidak ada masalah jika ada seseorang yang ingin berumur panjang selama itu membawa kebaikan untuk dirinya dan untuk orang-orang sekitarnya.

Saya pribadi tidak berharap memiliki waktu yang lama, dan saya tidak peduli waktu yang saya dapatkan lama atau tidak. Yang saya harapkan hanya satu hal.

Saya berharap untuk mendapatkan umur yang berkah.

Tidak ada artinya jikalau umur panjang tapi tidak berkah sama sekali. Tapi akan menjadi indah hidup seseorang ketika ia mendapatkan keberkahan dalam usianya.

Saya tidak ingin lama-lama di dunia karena takut semakin banyaknya disa yang saya perbuat. Saya tidak ingin lama di dunia karena takut jatuh cinta yang berlebih kepada dunia.

Saya ingin hidup sebentar namun mendapatkan umur yang berkah dan bisa bermanfaat kepada diri sendiri, keluarga, orang-orang terdekat atau bahkan kepada masyarakat.

Saya tidak ingin hidup lama di dunia. Jika pun ingin. Saya ingin hidup lama di dalam karya. Biarkanlah karya yang menjelajahi seluruh keindahan dunia.

Insight Raden Sasak, 10 Rabiul Awal 1444H.

Sudah beberapa tahun ini saya tidak pernah merayakan ulang tahun saya sendiri. Dan ketika hari itu pun terjadi saya tidak pernah mengucapkan selamat padanya.

Dan saya juga tidak memberitahu siapapun ketika saya ulang tahun. Kenapa saya harus merayakan sesuatu yang seharusnya saya mengintrospeksi diri.

Apakah usia saya sudah berlalu dihitung sebagai keberkahan. Karena akan sangat menyedihkan jika usia yang sudah berlalu itu tidak ada keberkahan sama sekali.

Apa yang sudah saya lakukan dengan usia saya selama ini?

Sebuah pertanyaan yang tidak memiliki jawaban ketika hari penyesalan tiba. Dan berharap bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki usia itu meski sudah tau, itu tidak akan pernah terjadi sama sekali.

Sehingga, sangat penting untuk menjadikan hari ulang tahun sebagai hari intropeksi diri. Agar kita bisa sesegera mungkin memperbaiki diri.

Pun jika ada sesuatu yang harus disesali maka penyesalan itu tidak akan sebesar penyesalan ketika kita tidak pernah mengintrospeksi diri sama sekali sampai hari penyesalan tiba.

Penyesalan selalu ada, tapi kita berharap itu tidak besar.

Menyadari apa yang telah kita lakukan secepat mungkin menghindari kita dari rasa penyesalan yang begitu amat besar.

Insight Raden Sasak, 10 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 2

Datangkan Karya Itu Dari Hatimu.

"Hanya Nikola Tesla yang bisa bersaing dengan dirinya sendiri".

~ Lesics Indonesian.

Insight yang kedua yang saya dapatkan hari ini terinspirasi dari video Lesics Indonesian tentang penemuan Nikola Tesla. Videonya bisa kamu tonton disini https://youtu.be/-R4xicsE4L4

Sangat menarik karena di akhir video saya mendapatkan sebuah kalimat penutup yang sangat epik. Yaitu, "Hanya Nikola Tesla yang bisa bersaing dengan dirinya sendiri".

Karya yang sangat luar biasa karena hanya dirinya yang mampu mengalahkan dirinya sendiri.

Saya ingin sekali seperti Nikola Tesla. Maksud saya bukan menjadi ilmuwan seperti Nikola Tesla. Tapi lebih ke bagaimana cara dia menciptakan suatu karya.

Akan sangat mengagumkan bukan ketika kita bisa menciptakan karya yang karya tersebut hanya bisa dikalahkan oleh diri kita sendiri.

Itu berarti kita memang niat sekali untuk menciptakan karya tersebut dan kita benar-benar passionate terhadap apa yang kita lakukan untuk suatu karya yang ingin kita ciptakan.

Dan memang sepadan jika karya yang diciptakan dengan penuh rasa semangat dan cinta yang tinggi untuk menghadirkan suatu karya yang bermanfaat.

Apa yang telah diciptakan oleh Nikola Tesla adalah sebuah karya yang bermanfaat yang lahir dari hati.

Ciptakanlah karya dari hati. Karena sesuatu yang datang dari hati, itu akan abadi.

Insight Raden Sasak, 10 Rabiul Awal 1444H.

Suatu karya yang lahir dari hati dan ditujukan untuk kebaikan bersama. Maka karya itu akan kekal abadi dan hanya akan bisa tergantikan oleh penciptanya sendiri.

Dan terlebih lagi yang menciptakan karya itu akan terus dan selalu hidup dalam karyanya karena kebermanfaatan yang ia berikan kepada orang lain.

Sesuatu yang lahir dari hati akan abadi dan akan selalu dikenang. Terlebih jika karya itu mendatangkan nilai dan manfaat bagi orang lain.

Pandangan saya, tidak ada kehidupan yang paling indah selain dari menciptakan karya yang bermanfaat bagi diri sendiri, terlebih lagi bisa bermanfaat bagi orang lain.

Mungkin ini bisa menjadi jalan hidup saya. Menciptakan karya untuk menyelesaikan masalah sendiri dan untuk mendatangkan manfaat bagi diri sendiri.

Kenapa saya harus fokus menyelesaikan masalah orang lain? Kenapa saya tidak menyelesaikan masalah saya sendiri saja?

Toh, setiap orang pasti akan memiliki masalah yang sama, tapi mungkin konteksnya yang berbeda. Mungkin saya akan menulis cara membangun kebiasaan menulis.

Orang lain mungkin konteksnya berbeda. Tapi tetap bisa digunakan untuk menumbuhkan kebiasaan baik yang lain.

Selesaikan masalahmu sendiri. Maka tanpa kamu sadari, kamu juga telah menyelesaikan masalah orang lain.

Insight Raden Sasak, 10 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Berlaku Bijak Terhadap Diri Sendiri.

“Banyak manusia terbiasa berpikir bijaksana, tetapi melakukannya secara ceroboh”.

~ Antole France.

Insight ketiga akan saya cari melalui kutipan orang lain. Kutipan ini akan menjadi pemantik insight. Entah insight apa yang akan muncul, saya pun tidak tahu.

Yang pasti saya hanya ingin menulis mencari insight dari berbagai macam sarana seperti menonton video atau mendengarkan pandangan orang lain.

Seperti insight yang selalu diawali dengan kutipan dari orang lain adalah insight yang saya cari melalui pandangan orang lain.

Setidaknya membuat insight dari pandangan orang lain sebagai pemantiknya akan membuat pandangan saya semakin luas.

Mungkin beginilah cara saya untuk bisa bertukar pikiran. Ya, meskipun perkataan orang yang kutip tidak membaca isi pikiran saya melalui tulisan yang saya tulis.

Tapi itu saya anggap sebagai cara saya bertukar pikiran atau pandangan dengan orang lain.

Karena sekarang agak sulit untuk bisa bertukar pikiran dengan orang lain. Entah kenapa kalau ngajak orang lain diskusi jatuhnya bukan bertukar pikiran, tapi malah debat.

Debat menurut saya ketika kita punya satu pandangan dan orang lain memiliki pandangan yang berbeda dan satu sama lain saling mempertahankan pandangannya masing-masing.

Bertukar pikiran dengan orang lain, menurut saya satu cara yang dapat memperluas cara kita memandang kehidupan.

Insight Raden Sasak, 10 Rabiul Awal 1444H.

Karena didunia ini banyak sekali orang yang berpikir bijaksana. Dan kita membutuhkan itu.

Meski dalam kutipan diatas menyatakan, bahwa “Banyak manusia terbiasa berpikir bijaksana, tetapi melakukannya secara ceroboh”.

Dengan bertukar pikiran, mungkin kita bisa melaksanakan pemikiran yang bijak yang tidak bisa dilakukan dengan bijak oleh pemikirnya.

Itulah fungsi dari kita bertukar pikiran. Karena pemikiran orang lain itu unik dan menarik. Jadi, gak apa-apa orang berpikir bijak namun masih ceroboh dalam melakukannya.

Karena pemikiran yang bijak itu belum tentu bisa dilakukan dengan bijak oleh diri sendiri, tapi oleh orang lain bisa.

Tapi bukan serta merta kita yang berpikir bijak tidak ada usaha untuk bisa melaksanakannya dengan bijak. Harus tetap ada usaha untuk menyelaraskan antara pikiran dan tindakan.

Pikiran yang bijak harus diikuti dengan tindakan yang bijak pula. Jika sudah berusaha tapi tetap tidak bisa. Mungkin orang lain bisa bertindak bijak dengan pemikiran kita yang bijak.

Orang yang bijaksana adalah orang yang ketika dirinya tau tidak bisa melakukan atau mewujudkan pemikirannya, ia minta bantuan kepada orang lain untuk bisa mewujudkannya.

Pikiran yang bijak harus diikuti dengan tindakan yang bijak. Jika belum mampu, maka berlaku bijaklah terhadap diri sendiri.

Insight Raden Sasak, 10 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload