Join Telegram

Daily Insight: Khomiis, 17 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Ciptakan Suatu Yang Baru Dari Masa Lalu.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-31. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Penyembuh Penyakit Yang Ada Dalam Dada.

Al-Qur’an adalah kita yang sangat mulia. Itu firman Allah yang sangat istimewa. Allah SWT. tidak sembarangan memilih waktu, tempat, kemudian kepada siapa dititip ayat-ayatnya.

Semua yang berkaitan dengan Al-Qur’an harus istimewa. Allah menitipkan Al-Qur’an ini dibawa oleh malaikat terpilih, yaitu malaikat Jibril. Kemudian diturunkan kepada manusia terpilih, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Tempat diturunkannya Al-Qur’an juga tempat yang terpilih; tempat yang yang mulia, yaitu Mekah dan juga diturunkan di bulan yang mulia yaitu bulan Ramadhan.

Dan diturunkan pada malam yang mulia, yaitu malam Lailatul Qadar; satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Seribu Bulan; Satu malam! Maha Suci Allah SWT.

Semua hal itu menunjukkan betapa istimewanya waktu, tempat, makhluk yang dengannya terkait Al-Qur’an.

Bahkan dalam sepuluh malam terakhir daripada malam Ramadhan di antara amal shalih yang paling favorit adalah membaca Al-Qur’an, baik di dalam shalat maupun diluar shalat.

Ketika kita selesai dari membaca Al-Qur’an, apa yang kita lakukan setelahnya? Kita pasti akan mencium Al-Qur’an. Dibagian mana kita cium? Kebanyakan mencium di bagian sampul atau cover daripada Al-Qur’an itu sendiri.

Dalam satu video saya pernah mendengar Habib Zaenal Abidin Al-Kaff mengatakan, “Coba katakan, ulama mana yang mengatakan sampul Al-Qur’an bagian dari Al-Qur’an? Al-Qur’an itu, ya .. dari Al-Fatihah sampai An-Nas.”

Lalu kenapa kita mencium sampulnya? Karena sampul tersebut bersanding dengan yang mulia.

Jika kita ingin wangi, maka dekatilah dengan orang yang wangi. Begitu juga ketika kita ingin menjadi manusia yang mulia.

Insight Raden Sasak, 17 Rabiul Awal 1444H.

Salah satu sifat Al-Qur’an diantaranya adalah As-Syifa, yang bermakna obat atau bisa juga memiliki makna penawar atau penyembuh bagi (penyakit) yang ada di dalam dada.

Penjelasan tentang sifat Al-Qur’an yang dapat menjadi penawar atau penyembuh bagi (penyakit) yang ada di dalam dada, dapat kita temui pada surah Yunus ayat ke 57.

Dalam ayat tersebut Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman."

(QS. Yunus 10: Ayat 57)

Allah menyebutkan Al-Qur’an adalah obat-obat untuk penyakit yang ada di dalam dada kita; penyakit hati, penyakit jiwa, perasaan yang tidak nyaman, pikiran yang tidak tenang.

Kesemua itu dapat terobati dengan Al-Qur’an. Dia tidak hanya menjadi bacaan yang bernilai pahala ibadah tetapi dia juga menjadi sebuah healing pada saat kita butuh healing.

Pertanyaannya, bagaimana cara membacanya dengan hati agar bisa menjadi healing bagi kita? Jawabannya ada pada surah An-Nisa’ ayat 82, yaitu mentadaburi Al-Qur’an.

Ketenangan datang ketika kita mentadaburi Al-Qur’an.

Insight Raden Sasak, 17 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 2

Setiap Kesalahan Memiliki Sisi-Sisi Yang Indah.

“Appreciate when things go awry. It makes for a better story to share later”.

~ Simon Sinek.

Manusia adalah tempatnya salah. Jadi tak heran jika manusia sering membuat kesalahan. Yang heran itu ketika manusia membuat kesalahan yang berulang kali.

Lainnya lagi ketika manusia membuat kesalahan yang melampaui batas. Kelewat salah. Dan herannya lagi kita menganggap bahwa itu bukan sebuah kesalahan.

Beruntung bagi orang yang mengetahui apa yang ia perbuat adalah sebuah kesalahan. Dan lebih beruntung lagi ketika ada yang mau memperbaiki kesalahannya.

Saya adalah orang yang sering berbuat salah. Tapi bersyukur masih ada ruang di hati saya untuk mengakui bahwa apa yang telah saya perbuat itu adalah sebuah kesalahan.

Dan lebih bersyukur lagi, Allah berikan saya semangat dan kuasa untuk saya bisa memperbaiki apa yang telah salah dalam perkataan, perbuatan, dan lain sebagainya.

Tapi selalu ada satu pelajaran yang selalu bisa kita ambil dari sebuah kesalahan. Kesalahan yang telah kita perbuat kadang membuat pandangan kita terhadap dunia semakin luas.

Dan kesalahan juga, itu mampu membuat kita banyak belajar dan membuat kita semakin bertumbuh dari waktu ke waktu.

Selama kita bisa mencari pelajaran dari sebuah kesalahan dan memahaminya dengan sangat baik dan dengan sangat bijak.

Ubah kesalahan menjadi pelajaran, maka kita akan menemukan kedamaian di dalamnya.

Insight Raden Sasak, 17 Rabiul Awal 1444H.

Satu cara yang baik ketika menghadapi kesalahan adalah dengan cara menjadikan ia sebagai pelajaran yang bisa membantu kita untuk terus bertumbuh.

Dengan melakukan hal itu, maka kita akan bisa merasakan kedamain di dalamnya. Jika kita tidak bisa mengambil satu pelajaran dari kesalahan, maka berikan ia waktu.

Pelajaran dari sebuah kesalahan itu kadang bisa kita lihat ketika kita sudah memberikan diri kita waktu yang cukup untuk bisa memahami atau mencari makna terselubung di dalamnya.

Kesalahan bukanlah suatu keburukan. Ia juga bisa menjadi sebuah keindahan ketika nanti kita menceritakannya kepada orang lain. Dan disaat itu kita akan menemukan makna.

Makna yang mungkin sebelumnya tidak pernah kita temukan sampai akhirnya kita bisa menemukannya dan itu membuat kita semakin bersyukur dengan kesalahan tersebut.

Semakin besar masalah yang kita alami maka akan semakin indah cerita yang terbangun. Bukankah cerita pada novel akan semakin menarik ketika masalahnya besar.

Saya rasa tidak akan menjadi sebuah cerita yang menarik jika tidak ada masalah di dalamnya. Begitu juga dengan hidup kita.

Masalah akan indah pada masanya. Dan pada masa itu, orang akan berterima kasih pada kita karena orang lain bisa belajar dari berbagai masalah yang pernah kita lalui.

Sisi indah dari sebuah masalah akan terlihat ketika kita bagi.

Insight Raden Sasak, 17 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Ciptakan Suatu Yang Baru Dari Masa Lalu.

“Kamu tidak dapat kembali dan mengubah awal, tetapi kamu dapat memulai dari posisimu sekarang dan mengubah akhir cerita”.

~ CS Lewis.

Sebuah kutipan penutup insight hari ini. Sangat begitu menarik karena sebagaimana yang sudah-sudah saya tulis bahwa kita tidak dapat kembali ke masa lalu.

Itu artinya kita tidak bisa memperbaiki yang lalu-lalu, tapi kita bisa belajar dari apa yang sudah berlalu. Yang berlalu tetap berlalu, tapi kita bisa mengambil pelajarannya untuk maju.

Apa yang kita harapkan dari sebuah masa lalu sebenarnya sebuah pelajaran yang berharga. Bukan untuk mengubahnya karena itu mustahil untuk dilakukan.

Hal satu-satunya yang dapat kita ubah dalam masa lalu adalah mengubahnya menjadi sebuah pelajaran untuk kita manfaatkan sebagai bahan untuk menyusun masa depan.

Memang masa depan yang indah tersusun dari masa lalu yang indah juga. Tapi ketika kita tidak mendapatkan masa yang indah di masa lalu, maka kita bisa mengubahnya.

Mengubahnya menjadi indah dengan cara menjadikan masa lalu itu sebagai sebuah keberkahan hidup yang didalamnya memuat berbagai pelajaran-pelajaran yang begitu indah.

Masa lalu adalah awal bagi kita untuk bisa menjemput akhir. Entah awal itu baik atau tidak. Tapi itu akan sangat bermanfaat bagi kita terlebih kita bisa mengambil pelajaran darinya.

Apa yang kita pelajari di masa lalu dapat kita gunakan untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Insight Raden Sasak, 17 Rabiul Awal 1444H.

Mengubah masa lalu tidak bisa, tapi kita bisa mengubah yang sekarang. Mengubah awal tidak bisa, tapi kita bisa mengubah akhirnya sesuai dengan yang kita inginkan.

Semua masa berbeda tapi saling berhubungan. Seperti masa lalu berbeda dengan masa sekarang yang kita hadapi di detik ini berbeda. Tapi itu terhubung.

Apa yang terjadi di masa sekarang adalah wujud dari masa lalu yang telah kita jalani. Dan apa yang kita lakukan sekarang akan menentukan masa depan yang akan kita hadapi nanti.

Jadi, masa itu berbeda tapi saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Sehingga tidak salah jika kita selalu melakukan atau melewati masa itu dengan sebaik mungkin.

Tidak bisa mendapatkan hasil yang selalu baik. Tapi setidaknya kita sudah berusaha dengan sebaik mungkin. Usaha yang baik itu lebih baik daripada mengharapkan hasil yang baik.

Karena kalau mengharapkan hasil yang baik tanpa diiringi dengan usaha yang baik, maka itu tidak akan baik.Sebaliknya, usaha yang baik tanpa harapan yang baik bisa menjadi baik. Kita berharap seadanya saja, jangan terlalu yang baik, karena itu bisa mengecewakan.

Adapun jika hasil lebih baik dari usaha yang sudah kita lakukan itu adalah bonus yang datang dari Allah SWT. Artinya selalu fokus pada usaha yang dapat kita lakukan secara baik.

Selalu usahakan yang terbaik, maka hasil akan berusaha datang dalam bentuk yang terbaik.

Insight Raden Sasak, 17 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload