Join Telegram

Daily Insight: Khomiis, 24 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Fokus Pada Satu Perkerjaan Di Satu Waktu

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-38. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Tempatkan Sesuatu Pada Tempatnya.

Masih dengan pencarian dan pemahaman insight terkait jalan masuk syaithan ke dalam hati manusia yang mana kemarin kita sudah mendapatkan setidaknya ada enam.

Diantara enam itu adalah al-Ghadab, as-Syahwah, al-Hasad, al-Israf, at-Tabarruj, dan yang terakhir kemarin adalah isti’jal, ‘ajalah, dan tasarru’.

Jalan masuknya syaithan yang ke tujuh, yaitu cinta terhadap harta benda. Kecintaan kita terhadap harta benda ternyata bisa menjadi jalan masuknya syaithan kedalam hati kita.

Berapa banyak orang yang memutuskan hubungan keluarga hanya disebabkan karena harta warisan. Berapa banyak orang yang jadi bertengkar dan saling bunuh hanya karena harta.

Bahkan demi harta benda kita jadi menghalalkan berbagai cara untuk bisa mendapatkannya. Tidak peduli apakah perbuatan kita merugikan orang lain atau tidak, yang penting dapat harta.

Lalu, apakah kita tidak boleh mencari harta? Apakah kita tidak boleh mengumpulkan harta? Apakah kita tidak boleh kaya? Jawabannya, boleh. Yang dilarang itu adalah mencintainya.

“Letakkanlah duniawi di tangan kita, jangan di hati kita.”

~ Ustadz Hanan Attaki.

Walaupun kita menggenggam dunia dan seisinya, itu menjadi halal. Sedangkan di hati kita walaupun itu hanya satu rupiah saja, itu bisa menjadi penyakit dan celah bagi syaithan.

Jangan kasih celah untuk syaithan masuk ke dalam hati kita karena ada sedikit rasa cinta kepada harta benda dan duniawi.

Jika kita hendak aman dalam penghakiman. Maka jadikan hati tempat iman. Jadikan tangan tempat perhiasan.

Insight Raden Sasak, 24 Rabiul Awal 1444H.

Pintu kedelapan yang menjadi jalan masuknya syaithan kedalam hati seseorang, yaitu ashabiyah dan ta’ashshub. Artinya, terlalu fanatik pada suatu kelompok atau golongan.

Sikap fanatik terhadap suatu golongan atau kelompok dengan mengajak orang lain agar membela golongan dan bergabung dalam golongan tersebut untuk memusuhi lawannya.

Entah golongan itu ada pada posisi terzalimi atau menzalimi, itu bisa membuka celah bagi syaithan dan menjadi jalan masuk syaithan kedalam hati seseorang.

Ketika misalnya ada orang yang salah bicara tentang suku kita lalu muncul ketersinggungan dalam diri kita sehingga dari situ muncul rasa untuk memusuhi orang tersebut.

Padahal belum tentu orang tersebut berniat demikian. Bisa jadi dia pada saat itu lagi salah bicara. Tapi karena kecintaan kita yang terlalu besar itu sampai menutup pintu maaf kita.

Contoh lain yang sering kita temukan adalah suporter bola atau pendukung klub bola. Karena terlalu fanatik dengan klub bola yang didukungnya mereka rela melakukan apa saja.

Bahkan ada yang sampai tawuran karena tidak menerima hasil pertandingan atau tidak menerima kekalahan klub bola yang didukungnya, hingga menimbulkan kericuhan dalam lapangan.

Contoh lainnya bisa kita lihat pada pemilu yang lalu-lalu.

Jangan karena kecintaan kita yang berlebihan memutuskan tali persaudaraan dan menjadikan kawan menjadi lawan.

Insight Raden Sasak, 24 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 2

Kesenjangan Terjadi Ketika Terlalu Banyak Kemauan.

"Don’t spend what you haven’t earned. Avoid financial debt. Don’t spend money you haven’t earned. Avoid social debt. Don’t spend goodwill you haven’t earned. Avoid calendar debt. Don’t spend (free) time you haven’t earned. The disciplined earner can be a guilt-free spender."

~ James Clear.

Dari kutipan diatas saya mendapatkan insight bahwa jangan mendahulukan keinginan dibandingkan pendapatan, hehe…

Saya tidak tau banyak atau tidaknya orang yang seperti ini, tapi saya yakin pasti ada. Yaitu orang-orang yang gajian aja belum, tapi sudah mulai memikirkan mau beli ini-itu.

Terlebih lagi yang dipikirkan bukanlah sesuatu yang dibutuhkan dalam hidupnya. Bahkan ada yang hanya ingin membeli suatu barang hanya untuk gaya-gayaan.

Gaji pas-pasan, beli barang hanya demi gaya-gayaan. Mana cicilan satu belum dibayar. Akhirnya hutang dimana-mana.

Kadang kala kita tidak sadar dengan apa yang dibutuhkan, apa yang harus kita penuhi sebelum kita menginginkan sesuatu. Itu penting untuk kita pikirkan terlebih dahulu.

Kita terlalu fokus dan suka mengeluarkan banyak uang sampai kita lupa kalau kita sendiri belum ada pemasukan. Entah apa yang membuat kita begitu berkeinginan memiliki sesuatu.

Boleh saja kita mengeluarkan banyak uang untuk memiliki apa yang kita inginkan. Tapi jangan lupa juga untuk menghasilkan uang yang lebih atau tidak sepadan dengan keinginan kita.

Penuhi kebutuhan, lalu keinginan. Itu pun harus disesuaikan dengan penghasilan dan pendapatan.

Insight Raden Sasak, 24 Rabiul Awal 1444H.

Jika memiliki banyak keinginan yang harus terpenuhi maka kita harus memiliki banyak sumber penghasilan. Itu artinya harus banyak bekerja untuk bisa mengumpulkan banyak uang.

Disiplin saja dulu untuk menghasilkan baru setelah itu boleh memikirkan hal-hal yang kita inginkan. Karena kalau kita sudah disiplin menghasilkan, maka mudah memenuhi keinginan.

Definisi orang yang sejahtera dalam keuangan adalah lebih banyak pemasukan daripada pengeluaran. Orang yang lebih banyak pengeluaran daripada pemasukan, itu tidak sejahtera.

Sibuk memikirkan bagaimana cara menghabiskan uang yang bahkan uangnya itu sendiri belum ada digenggamannya. Ini adalah cara hidup yang tidak bahagia dan penuh kesenjangan.

Kesenjangan antara keinginan sangat jauh.

Mungkin ini adalah orang-orang yang hidupmu tidak bahagia. Karena akan banyak sekali hal-hal yang tidak terpenuhi dalam hidupnya. Dan ketika itu terjadi, itu membuat mereka frustasi.

Mulailah hidup dengan penuh kesederhanaan. Turunkan apa yang menjadi keinginan. Yang terpenting apa yang menjadi kebutuhan kita untuk hidup itu tercukupi.

Masih syukur kalau kita hidup dengan berkecukupan. Karena diluar sana masih banyak orang yang untuk memenuhi apa yang menjadi kebutuhan mereka saja; mereka belum mampu.

Jangan menciptakan kesenjangan dalam kehidupanmu sendiri dengan memikirkan hal-hal yang terlalu diluar kemampuanmu.

Insight Raden Sasak, 24 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Fokus Pada Satu Pekerjaan Di Satu Waktu.

“Ketika kamu bekerja, bekerjalah. Ketika kamu bermain, bermainlah. Jangan mencampuradukkan keduanya”.

~ Unknown.

Memfokuskan diri di satu kegiatan merupakan kunci pasti dari menyelesaikan suatu pekerjaan dengan cepat dan tepat. Sulit bagi kita untuk mengerjakan dua hal dalam satu waktu.

Bisa, tapi sulit. Karena kita harus bisa membagi pikiran kepada dua kegiatan yang berbeda dan itu sangat mengganggu fokus kita untuk segera menyelesaikan satu pekerjaan.

Terutama dalam hal menulis sambil nonton YouTube misalnya. Sangat sulit bagi saya untuk melakukannya. Lebih baik saya memilih untuk menulis terlebih dahulu baru menonton YouTube.

Atau saya memilih menonton terlebih dahulu dengan catatan saya harus menentukan berapa lama saya harus menonton. Karena kalau tidak, saya akan keasyikan menonton terus.

Tapi sejauh ini, ketika saya sudah membangun kebiasaan menulis. Saya lebih sering untuk memulai tulisan terlebih dahulu dibandingkan menonton atau melakukan kegiatan lain.

Karena di mindset saya, sudah saya atur bahwa menulis itu lebih baik daripada kegiatan lain setelah membaca. Bahkan ketika saya menulis saya tidak sedang membaca.

Saya selalu berusaha untuk memisahkan dua kegiatan yang berbeda untuk dilakukan diwaktu yang berbeda. Tujuannya agar saya bisa fokus dan tenang melakukan kegiatan itu.

Selesaikan satu perkara, baru beralih ke perkara lainnya.

Kecepatan bisa didapatkan ketika kita fokus pada satu tujuan. Fokus pada dua tujuan hanya akan memperlambat gerak kita. Itu bisa terjadi karena kita terlalu berpikir.

Insight Raden Sasak, 24 Rabiul Awal 1444H.

Mungkin diantara kita pernah berlari … lalu kita mendapatkan diri kita berlari dengan gerakan yang begitu cepat.

Namun pada saat sesuatu terlintas di benak kita, seketika pun kita mulai memperlambat laju kita. Karena pada saat itu otak kita tidak lagi fokus pada satu pekerjaan.

Tidak pernah saya menemukan ada orang yang lari lebih cepat dari orang yang melakukan kegiatan lain ketika sedang berlari. Emang ada orang bisa lari cepat sambil main handphone?

Jawabannya, gak ada. Secepat-cepatnya orang berlari sambil main handphone, tidak akan pernah secepat orang yang hanya berlari tanpa melakukan kegiatan apapun selain berlari.

Bisa kita berlari sambil main handphone? Jawabannya bisa. Tapi kita tidak bisa mendapatkan kecepatan.

Karena itu, kalau kita ingin cepat menyelesaikan satu kegiatan maka kuncinya adalah fokus pada satu kegiatan tersebut.

Menyelam sambil minum air tidak akan pernah membuat kamu bisa menyelam dengan waktu yang cukup lama. Menyelam ya menyelam saja. Kan minum bisa nanti sambil santai.

Kenapa kita harus melakukan hal lain ketika kita seharusnya menikmati satu kegiatan yang sedang kita kerjakan. Jangan merusak kenikmatan dengan memikirkan hal lain.

Tidak ada orang yang bisa buang air kecil sambil buang air besar di waktu yang bersamaan. Gak percaya? Coba saja.

Insight Raden Sasak, 24 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload