Join Telegram

Daily Insight: Khomiis, 01 Rabiul Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Segera Bertindak, Jangan Mendadak.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-45. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Ikutilah Kebenaran Dan Teruslah Berada Di Belakangnya.

Dalam Alquran surah Al-'Alaq, ada ayat (6-7) yang membahas atau menjelaskan tentang seorang laki-laki yang menentang sekaligus laki-laki yang sangat membenci Rasulullah SAW.

Ia adalah laki-laki yang sangat bengis dan dia juga adalah laki-laki yang sangat suka mengganggu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Laki-laki tersebut adalah Abu Jahal.

Abu Jahal dibahas dalam surah tersebut atau dalam ayat yang ada pada surah tersebut karena ia sering mengganggu dan menghalangi dakwah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Surah Al-'Alaq juga menjelaskan kecelakaan bagi seorang laki-laki yang bernama Abu Jahal karena buah dari apa yang dia lakukan ia harus menanggung balasan yang sangat amat pedih dari Allah subhanahu wa ta'ala.

Ini dijelaskan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam surah Al-'Alaq ayat yang ke-15.

Surah Al-'Alaq adalah ayat yang cukup keras berbicara tentang seorang laki-laki yang durhaka. Kenapa Allah sangat marah dengan Abu Jahal? Sampai Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

كَلَّا لَئِنْ لَّمْ يَنْتَهِ ۙ لَنَسْفَعًا بِۢا لنَّا صِيَةِ 

kallaa la-il lam yangtahi lanasfa'am bin-naashiyah

"Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya (ke dalam neraka),"

(QS. Al-'Alaq 96: Ayat 15)

Berhentilah melakukan keburukan. Atau keburukkan itu yang datang kepada kita dengan lebih besar dan sangat pedih yang tiada henti-hentinya.

Insight Raden Sasak, 01 Rabiul Akhir 1444H.

Abu Jahal adalah orang yang sombong bahkan sampai di titik di mana dia punya alasan atas kesombongannya.

Sebagaimana yang pernah ada dalam ayat Al-Quran iblis adalah makhluk yang sombong dan dia punya alasan itu ketika Allah perintahkan ia sujud kepada Nabi Adam.

Sebelum Allah memanggilnya Abu Jahal. Dulu ia memiliki nama Abu Hakam. Arti dari Abu Hakam adalah orang yang memiliki banyak ilmu, orang yang nasehatnya selalu didengar.

Abu Hakam adalah orang yang seruannya diikuti, orang yang keberadaannya ditunggu, orang yang marahnya dihindari, orang yang hartanya dibutuhkan, orang yang jabatannya tinggi.

Pokoknya Abu Jahal adalah orang yang paling eksis. Ilmu dan wawasannya sangatlah luas. Hartanya berlimpah dan posisinya sangat penting bagi masyarakat dan ia pandai dalam berbicara.

Karena itulah dia merasa lupa diri, dia merasa tinggi hati.

Abu Jahal ketika ditanya tentang pendapatnya mengenai Al-Quran dia menjawab bahwa apa yang keluar dari lisan Nabi Muhammad SAW (Al-Quran) adalah sesuatu yang istimewa.

Tapi ketika ia ditanya mengapa ia tidak mengikuti seruan Nabi Muhammad, wajahnya merah. Ya katakan bahwa dia tidak mau berada di belakang Nabi Muhammad SAW.

Ketika kita melihat suatu kebenaran. Maka, jangan ragu untuk berada di belakangnya (mengikutinya).

Insight Raden Sasak, 01 Rabiul Akhir 1444H.

INSIGHT 2

Ada Jalan, Ada Kendaraan, Harus Dijalankan.

"Civilization advances by extending the number of important operations which we can perform without thinking about them."

~ Alfred North Whitehead.

Alfred North Whitehead adalah seorang matematikawan yang kemudian menjadi seorang filsuf. Ia banyak menulis tentang logika, fisika dan filosofi ilmu pengetahuan.

Ada sebuah kutipannya yang sangat menarik menurut saya yang kalau saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kurang lebih terjemahannya akan menjadi seperti ini:

"Peradaban maju dengan memperluas jumlah operasi penting yang dapat kita lakukan tanpa memikirkannya."

Yang ingin saya Garis bawahi adalah tentang melakukan tanpa memikirkannya. Menurut saya itu adalah kunci dari kita bisa melakukan sesuatu secara maksimal.

Dengan itu pula kita bisa mengeluarkan potensi kita secara maksimal, kita bisa perform dengan maksimal tanpa kita harus memikirkannya dan merasa terbebani.

Orang yang bisa mengeluarkan potensinya secara maksimal adalah mereka yang bisa mengendalikan apa yang ada di dalam pikirannya dan apa yang ada di dalam perasaannya.

Karena ketika kita bisa mengendalikan pikiran dan perasaan kita, maka kita bisa mencegah diri kita dari perasaan yang membuat kita merasa tertekan dan terbebani.

Lakukanlah sesuatu tanpa terlalu memikirkannya agar kita tidak terlalu terbebani oleh pikiran kita sendiri.

Pikirkanlah sebuah rencana dan rencanakanlah sebuah tindakan. Jangan bertindak sambil memikirkan rencana. Atau memikirkan rencana tanpa mengambil tindakan.

Insight Raden Sasak, 01 Rabiul Akhir 1444H.

Memikirkan sebuah rencana sebelum kita bertindak itu sama dengan membuat jalan atau jalur kepada tujuan yang ingin kita capai atau yang ingin kita dapatkan.

Kita ibarat sebuah kendaraan tidak akan bisa mencapai sebuah tujuan ketika tujuan itu tidak memiliki jalan atau tidak memiliki jalur yang bisa kita lalui.

Dan janganlah kita bertindak sambil memikirkan rencana karena itu akan menghambat proses kita dalam mencapai impian kita ataupun Keinginan kita.

Ibarat lagi mengendarai kendaraan, jika kita berkendara sambil memikirkan jalan, maka yang ada kita akan bingung dengan jalan mana yang bisa mengantarkan kita ke tujuan.

Apalagi kalau kita sampai membuat rencana atau sudah memikirkan rencana tanpa adanya sebuah tindakan yang kita ambil, tanpa adanya sebuah tindakan yang kita lakukan.

Ibarat pengendara yang punya SIM tapi dia tidak mau memiliki kendaraan. Aneh jika kita ingin punya SIM, tapi kita tidak ingin punya kendaraan. Itulah orang yang berencana tanpa tindakan.

Maka ketika kita ingin mencapai suatu tujuan yang sudah kita tetapkan. Kita harus merencanakan kemudian kita harus mau menjalankan. Jangan merencanakan tanpa mau menjalankan.

Setiap kendaraan pasti bersamanya ada jalan. Tapi kendaraan haruslah tetap dijalankan meskipun sudah ada jalan. Tidak akan mencapai tujuan jika kendaraan itu tidak dijalankan.

Insight Raden Sasak, 01 Rabiul Akhir 1444H.

INSIGHT 3

Segera Bertindak, Jangan Mendadak.

“Pamer adalah ide yang bodoh untuk sebuah kemenangan”.

~ Bruce Lee.

Pamer adalah sebuah ide yang sangat bodoh untuk sebuah kemenangan, begitulah kata Bruce Lee. Kenapa kita harus pamer atas kemenangan yang sudah kita raih?

Kenapa kita harus pamer kemampuan kita Sebelum kita meraih kemenangan? Jika kita melakukan hal tersebut maka kita sudah melakukan hal terbodoh.

Pamer sebelum mendapatkan kemenangan mungkin sama dengan menyerah sebelum melakukan perjuangan. Hasil dari kedua hal tersebut akan sangat menyakitkan kita.

Terlebih lagi ketika kita pamer akan kemampuan kita atau keterampilan yang kita miliki, dan kita tidak menang atau meraih kemenangan, maka itu akan sangat menyakitkan.

Dan sama halnya juga ketika kita menyerah sebelum berjuang. Bagaimana kalau kita ternyata menang dalam pertandingan itu setelah melihat keterampilan atau kemampuan kita?

Itu pasti akan menyisakan rasa sakit dan penyesalan karena dia akan selalu mengatakan, "Seandainya saya terus berjuang, maka saya pasti akan mendapatkan kemenangan."

Sangat menyakitkan hati ketika apa yang kita pikirkan ternyata tidak benar adanya. Berpikir akan kalah, tapi pas kita cari tahu. Ternyata kita punya peluang untuk menang.

Berpikir akan menang, tapi ketika sudah pamer kemampuan. Ternyata kita mendapatkan sebuah kekalahan.

Berpikirlah seadanya dan semampunya. Jika kita berpikir bisa menang, maka berpikir juga kita bisa kalah. Jika kita berpikir bisa kalah, maka berpikir juga kita bisa menang.

Insight Raden Sasak, 01 Rabiul Akhir 1444H.

Berekspektasi lah sewajarnya agar ketika kita jatuh, kita tidak terlalu merasa tersakiti dengan hasil yang kita peroleh. Karena hasil itu ada di luar kita dan kita tidak punya kendali atas itu.

Berjuanglah pada garis yang memang itu berada di genggaman kita, berada di tangan kita. Dengan begitu kita akan merasa lebih bahagia, baik dalam prosesnya maupun dengan hasilnya.

Jangan memaksakan hasil itu sesuai dengan keinginan kita. Karena apa yang kita inginkan belum tentu bisa kita dapatkan. Tapi paksakanlah usaha kita untuk bisa maksimal.

Karena ketika kita memaksakan usaha dengan kata lain mengeluarkan usaha yang maksimal maka hasil sudah pasti akan kita dapatkan sesuai dengan perjuangan kita.

Banyak orang yang sudah menasehati kita bahwa hasil tidak akan menghianati perjuangan. Maka fokuslah pada perjuangan, jangan fokus pada hasil yang kita inginkan.

Jangan terlalu memaksakan kehendak, tapi paksalah diri kita untuk segera bertindak. Jangan sampai karena kita telat bertindak, semua jadi serba mendadak.

Sesuatu yang dilakukan secara dadakan akan membuat kita jadi tergesa-gesa. Dan kebanyakan hasil dari tergesa-gesa, itu tidak baik dan tidak maksimal adanya.

Segeralah bertindak dan jangan biarkan diri kita mengerjakan sesuatu secara mendadak. Mendadak hanya akan membuat otak kita bekerja dengan keras, dan itu tidak baik untuk otak.

Insight Raden Sasak, 01 Rabiul Akhir 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload