Join Telegram

Daily Insight: Sabtu, 05 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Seperti Air Yang Berganti Wadah.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-19. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Ia Adalah Susunan Yang Tersusun Dan Disusun.

"How we spend our days is, of course, how we spend our lives. What we do with this hour, and that one, is what we are doing. A schedule defends from chaos and whim. It is a net for catching days."

~ Annie Dillard.

Insight yang pertama saya ingin memulainya dengan mencari melalui kutipan yang bisa kamu baca diatas. Kutipan tersebut saya dapatkan dari 3-2-1 Thursday by James Clear.

"How we spend our days is, of course, how we spend our lives …”

"Bagaimana kita menghabiskan hari-hari kita, tentu saja, bagaimana kita menghabiskan hidup kita ..."

Kehidupan adalah susunan dari hari-hari yang kita jalani. Semakin bagus kita merangkai susunan itu, akan semakin bagus pula kehidupan kita.

Sehingga, menjadikan hari-hari kita dengan mengerjakan satu kebaikan, tentu, akan menghadirkan kehidupan yang baik pula.

Mereka yang kita anggap sukses adalah contoh dari orang-orang yang mampu menghabiskan hari-harinya dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

Kesuksesan adalah sesuatu yang tersusun dan disusun. Dan itu butuh waktu yang cukup panjang untuk menyelesaikan susunanya.

Apa yang kita pikirkan tentang kesuksesan ternyata salah jika kita mengambil makna satu malam.

Kesuksesan adalah suatu susunan yang tersusun dan disusun dengan sangat baik dan penuh perencanaan.

Insight Raden Sasak, 05 Rabiul Awal 1444H.

“... What we do with this hour, and that one, is what we are doing. …”

“... Apa yang kita lakukan dengan jam ini, dan satunya, adalah apa yang kita lakukan. …”

Apa yang terjadi pada kita adalah hasil dari apa yang kita kerjakan. Kita tidak sadar dengan apa yang kita kerjakan sampai itu terlihat hasilnya.

Mustahil mengerjakan sesuatu yang sangat buruk bisa menghadirkan suatu hasil yang sangat baik. Pun jika itu bisa terjadi, itu mungkin hanya sekali.

“ …A schedule defends from chaos and whim. It is a net for catching days."

“...Jadwal bertahan dari kekacauan dan keinginan. Ini adalah jaring untuk menangkap hari."

Aktivitas yang terjadwal dengan baik adalah cara untuk menangkap hari yang baik.

Mempersiapkan segala pertahan dan mempersiapkan segala cara untuk menggapai sebuah pencapain, itu adalah jaring bagi hari-hari yang baik dan menyenangkan.

Kita tidak bisa menangkap ikan dengan jumlah banyak dalam waktu yang singkat hanya dengan menggunakan tangan. Perlu jaring untuk bisa melakukannya.

Merencanakan sesuatu tidak akan memperlambat sebuah pencapaian. Tapi itu mempercepat sebuah pencapaian.

Insight Raden Sasak, 05 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 2

Seperti Air Yang Berganti Wadah.

“Inovasi memisahkan sang pemimpin dari para pengikutnya”.

~ Steve Jobs.

Inovasi merupakan sebuah gagasan baru yang dihadirkan oleh seseorang guna memprakarsai atau memperbarui suatu proses, ciptaan baik itu berupa produk maupun jasa.

Inovasi lahir dari sebuah ide, gagasan ataupun pemikiran, dan praktik yang didasari serta dipandang sebagai sesuatu yang baru oleh orang lain.

Untuk bisa menghadirkan sebuah inovasi, itu tidak mudah. Butuh keterampilan yang sudah dari lama dilatih dan melalui trial and error yang tidak sedikit.

Mungkin peribahasa mencari jarum ditumpukan jerami adalah satu padanan makna dengan inovasi. Mengingat begitu sulitnya seseorang untuk menghadirkan sebuah inovasi.

Tapi sulit bukan berarti tidak mungkin untuk bisa menghadirkan sebuah inovasi. Untuk bisa menjadi seseorang yang inovatif, mungkin, kita perlu cara berpikir yang berbeda.

Cara berpikir yang tak lazim dilakukan oleh kalangan manusia secara umumnya. Jika orang lain hanya memiliki satu pola pikir saja.

Maka kita yang sebagai seseorang yang inovatif harus memiliki pola pikir yang lebih dari satu. Itulah yang membedakan inovator dengan orang pada umumnya.

Seseorang yang inovatif, dalam berpikir tidak bisa hanya dengan berpikir secara lurus. Harus radikal.

Inovasi hadir dari cara berpikir yang tak biasa, berbeda dari yang biasa, tapi menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Insight Raden Sasak, 05 Rabiul Awal 1444H.

Banyak orang yang ingin bisa menghadirkan sesuatu yang baru, sesuatu yang orang lain menyebutnya sebagai inovasi terbaru.

Tapi kebanyakan dari mereka mengikuti cara berpikir orang yang pada biasa sebagaimana mereka diajarkan.

Kita tidak bisa menjadi seorang yang inovatif dan menghasil sesuatu yang bisa disebut sebagai inovasi terbaru, jika kita sendiri tidak memperbarui cara berpikir kita.

Tidak bisa lahir sebuah inovasi dari seorang yang memiliki cara ataupun pola pikir dengan orang yang pada umumnya. Kita perlu berpikir secara berbeda.

Jika orang pada umumnya berpikir secara lurus, maka kita berpikir ke samping. Pemikiran yang berbeda dari biasanya.

Bukan berarti ketika kita berpikir ke samping kita jadi menyimpang, atau menjadi orang yang sesat. Kadang kita perlu mencari jalur lain untuk bisa mencapai tujuan.

Itulah yang kita lakukan ketika kita tidak bisa melalui jalan yang biasa orang lewati. Maka otak perlu memikirkan jalan tikus lain untuk bisa mencapai kesana.

Berpikir ke samping bukan berarti kita menghadirkan suatu pikiran yang salah. Tapi lebih ke cara berpikir kita yang memiliki banyak alternatif untuk menghadapi sebuah masalah.

Pemikiran yang inovatif, itu seperti air yang berganti wadah; menyesuaikan dengan bentuk wadahnya.

Insight Raden Sasak, 05 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Memperhatikan Tanda-Tanda Dari Akibat.

“Spekulan adalah orang yang mengamati masa depan dan bertindak sebelum itu terjadi”.

~ Bernard Baruch.

Pertama-tama, saya bingung apa yang dimaksud dengan spekulan. Jadi untuk memudahkan saya untuk mencari insight, maka saya mencari maknanya terlebih dahulu.

“Orang yang mencari keuntungan besar (dalam perniagaan dan sebagainya) dengan cara melakukan spekulasi (dugaan, perkiraan, dan sebagainya).”

Itu adalah makna yang saya dapatkan dari situs KBBI. Makna lainnya, yaitu saya dapatkan dari Money Kompas,

Apa yang dimaksud dengan spekulasi?

“Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), spekulasi adalah pendapat atau dugaan yang tidak berdasarkan kenyataan.

Arti spekulasi juga bisa berarti tindakan yang bersifat untung-untungan atau tindakan membeli atau menjual sesuatu yang mungkin mendatangkan untung besar.”

Spekulan lebih banyak berkaitan dengan ekonomi, ternyata, jika saya mencari tahunya di internet. Kamu bisa melihatnya sendiri dengan menggunakan keyword “Spekulan”

Tapi kalau kita lihat dari semua penjelasan di internet yang dapat saya pahami dengan spekulan adalah sebuah tindakan yang tak berdasarkan kenyataan, melainkan perkiraan.

Memperkirakan sesuatu bukan berarti kita bisa melihat takdir. Tapi kita melihat kemungkinan apa yang akan terjadi. Bisa itu tidak sesuai, hampir sesuai, atau sesuai, tergantung takdir.

Insight Raden Sasak, 05 Rabiul Awal 1444H.

Mungkin jika dikatakan sebagai orang yang mengamati masa depan dan mengambil tindakan untuk mengantisipasinya, saya akan setuju dengan itu.

Karena terkadang kita mengikuti intuisi kita untuk bisa bertahan hidup.

Tapi menurut saya, kita tidak sedang mengamati masa depan. Tapi kita sedang mengamati akibat dari suatu sebab di masa yang sekarang.

Dan dugaan kita terhadap akibat dari suatu sebab di masa sekarang itulah yang kemudian dianggap sebagai masa depan.

Jadi kita seperti mencari Easter Egg dalam kehidupan nyata tentang sesuatu yang akan terjadi pada masa depan.

Kita bisa memperkirakan nanti akan hujan, itu karena kita melihat tanda-tanda yang bisa kita sebut sebagai sebab di masa sekarang yang akan menimbulkan akibat di masa depan.

Tanda-tanda itu bisa kita lihat dari awan yang gelap dan semakin gelap. Dan itu adalah sebab akan terjadinya hujan. Dan itu adalah masa depan yang kita perkirakan.

Kita melihat tanda-tandanya, bukan melihat masa depannya. Tapi kita anggap diri kita melihat masa depan karena itu terjadi di masa yang akan datang. Dan itu bisa salah atau benar.

Tanda-tanda yang ada disekitar kita di masa sekarang adalah sebab terjadinya akibat di masa yang akan datang.

Insight Raden Sasak, 05 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload