Join Telegram

Daily Insight: Sabtu, 12 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Istirahat Ketika Itu Waktunya Istirahat.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-26. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Kesenangan Yang Menghambat Seseorang.

Setengah dari populasi manusia tengah menghadapi sebuah musuh. Sedikit unik tentang musuh ini dikarenakan ia sangat susah untuk dilihat tapi sebenarnya ia ada dimana-mana.

Satu keterampilan musuh setengah populasi ini sangat membahayakan bagi siapa saja yang sedang berhadapan dengannya. Karena ia bisa mengacaukan hidup seseorang.

Bagaimana tidak, ia adalah musuh yang mampu menghambat kemajuan seseorang dalam mencapai sesuatu baik itu berupa karir seseorang maupun lainnya dalam kehidupan seseorang.

Dia bukanlah sebuah virus sebagaimana yang kita kenal di masa pandemi. Dan dia juga bukanlah sebuah penyakit yang sering kita jumpai ketika kita sedang tidak enak badan.

Tapi ia bisa lebih berbahaya dari sebuah virus ataupun dari sebuah penyakit. Dan musuh itu bernama “Glass Ceiling”.

Merupakan seorang penulis berkebangsaan Amerika Serikat, Marilyn Loden, orang pertama yang menemukan sebuah frasa “Glass Ceiling” atau dalam bahasa “Langit-Langit Kaca”.

Glass Ceiling adalah sebuah frasa atau kiasan untuk menggambarkan sebuah pembatas yang tak terlihat.

Pembatas yang tak terlihat inilah yang membuat seseorang tidak mampu menyadari bahwa sebenarnya ia sedang dibatasi oleh sesuatu. Dan disinilah letak bahayanya.

Jika kita mendapati suatu saluran yang tersumbat, maka kita mencari tau penyebab saluran itu tersumbat. Artinya, penyebab itu bisa kita lihat, dan itu juga berarti bisa kita atasi..

Ada, nyata, namun tak terduga. Itulah musuh yang paling berbahaya bagi kita.

Insight Raden Sasak, 12 Rabiul Awal 1444H.

Tanpa kita sadari, sebenarnya, hampir semua orang pernah mengalami peristiwa yang bisa kita sebut sebagai langit-langit kaca. Sesuatu yang membatasi kita untuk bisa maju.

Dalam sekolah setidaknya pasti ada satu teman yang kerjaan dia suka mengganggu orang lain. Entah dalam bentuk apapun gangguan itu. Yang pasti dia suka mengganggu orang lain.

Gangguan itu sering tidak kita sadari sebagai penghambat atau bahkan pembatas yang menghalangi kita dari yang namanya semangat untuk belajar dan mengikuti pelajaran.

Karena kita selalu diganggu terus, jadinya kita tidak memiliki kenyamanan dalam belajar, ketentraman dalam belajar dan itu membuat kita jadi tidak semangat lagi untuk belajar.

Dan lebih buruknya lagi; orang yang suka mengganggu itu tidak bekerja sendiri. Dia suka mengajak kawan atau komplotannya untuk ikut-ikutan mengganggu juga.

Akhirnya yang terganggu semakin tidak bisa fokus belajar dan itu menghambat dia untuk bisa belajar dan bertumbuh.

Contoh lainnya, yaitu ada dalam sebuah permainan. Kita pasti pernah melihat seseorang yang suka mengganggu kawannya bermain agar lawannya kalah dan dia bisa menang.

Penghambat tak terlihat ini adalah sesuatu atau seseorang yang kelihatannya seperti tidak menjadi masalah dalam hidup kita. Tapi sebenarnya, mereka adalah penghambat bagi kita.

Kesenangan yang merugikan, itulah penghambat tak terlihat.

Insight Raden Sasak, 12 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 2

Istirahat Ketika Itu Waktunya Istirahat.

Insight yang kedua ini akan terinspirasi oleh sebuah video dari Ustadz Hanan Attaki, yaitu Beningkan Hati Dengan Solat. Pada video tersebut saya mendapatkan satu kisah Rasulullah SAW. dari Ustadz Hanan Attaki.

“Suatu ketika saat Nabi SAW sedang lelah, sedang capek, sedang banyak kerjaan, sedang sibuk Nabi SAW memanggil Bilal bin Rabah; muadzinnya Rasulullah SAW. Nabi berkata kepada Bilal: Wahai Bilal, istirahatkan kami dengan shalat.”

“Kalimat ini, singkat. Tetapi dalam banget maksudnya. Nabi bisa saja bilang ke Bilal; Wahai bilal kumandangkan adzan, atau Wahai bilal panggillah orang untuk shalat” Lanjut Ustadz Hanan Attaki dalam video tersebut.

Akan sangat indah jika kita bisa benar-benar memaknai shalat sebagai sesuatu yang mengistirahatkan kita dari berbagai macam kesibukan dunia; dari berbagai macam permasalahan yang ada di dunia.

Mungkin dari kita ada yang lelah dengan pekerjaannya atau mungkin ada yang lelah karena tugasnya. Maka shalat ada untuk mengistirahatkan kita dari rasa lelah tersebut.

Tapi kenyataannya tidak demikian. Justru seringkali kita memandang shalat sebagai penambah beban atau justru menganggap shalat sebagai sesuatu yang menghambat kita dari menyelesaikan suatu pekerjaan dunia.

Sehingga tidak jarang kita menunda shalat ketika waktunya telah tiba. Dan ketika kita diajak shalat oleh teman atau kerabat kita; kita menjawabnya dengan kalimat, “Bentar dulu. Dikit lagi, nih. 5 menitan doang, selesai”.

Seandainya shalat menjatuhkan emas ketika seseorang selesai dari shalatnya. Maka orang tersebut tidak akan pernah menunda shalatnya walau hanya sedetik.

Insight Raden Sasak, 12 Rabiul Awal 1444H.

Ada orang yang berani meninggalkan waktu istirahatnya hanya untuk tetap melanjutkan pekerjaannya. Dan pasti orang yang seperti ini akan istirahat bukan pada waktunya.

Disaat orang istirahat, dia tidak istirahat. Disaat orang bekerja, dia malah istirahat. Waktu istirahat digunakan untuk bekerja, sedangkan waktu bekerja digunakan untuk istirahat.

Agak aneh tapi nyata. Saya sendiri pun pernah melakukan hal yang sedemikian rupa karena menganggap waktu istirahat akan menghambat saya dari menyelesaikan sesuatu.

Meskipun pada saat itu pekerjaan saya selesai. Tapi saya telah salah dalam menggunakan waktu. Seharusnya, waktu istirahat saya gunakan untuk istirahat dan waktu bekerja untuk bekerja.

Tapi sekarang saya mulai sudah mengubahnya. Karena bekerja dalam jangka waktu yang lumayan panjang akan mengurangi konsentrasi saya dan akan membuat saya cepat lelah.

Mungkin salah satu alasan kenapa kita tidak bisa merasa tetap semangat karena cara kita beristirahat yang belum benar. Tidak istirahat pada waktunya, atau menggunakan waktu istirahat untuk melakukan pekerjaan lain yang menguras tenaga.

Dengan kata lain kita tidak benar-benar memfokuskan diri kita untuk istirahat ketika kita sedang istirahat. Melainkan kita memfokuskan diri kita terhadap sesuatu selain itu.

Jika kita ingin hidup bahagia, maka istirahatlah dengan sebenar-benar istirahat.

Insight Raden Sasak, 12 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Kerasnya Dunia Mempekerjakan Kita.

“Kelangsungan hidup kita sangat bergantung pada kemampuan kita untuk tetap sadar, menyesuaikan diri dengan ide-ide baru, tetap waspada, dan menghadapi tantangan perubahan”.

~ Martin Luther King Jr.

Menjalani hidup dengan penuh kesadaran akan membuka mata hati kita secara penuh yang akan membawa kita untuk menyadari bahwa hidup ini sesungguhnya luas.

Hidup lebih dari apa yang kita bayangkan. Kita berada dalam sebuah kehidupan yang banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil dengan begitu mudah.

Dengan menyadari apa yang ditangkap oleh kelima panca indera kita akan membuat kita belajar banyak tentang makna sebuah kehidupan yang sebenarnya.

Sehingga sangat penting untuk memiliki kemampuan untuk tetap sadar jika kita ingin tetap hidup dengan bahagia dan penuh makna.

Karena dengan hadir secara utuh di momen itu, kita telah menjadikan diri kita terbuka untuk menangkap segala sesuatu yang datang pada diri kita.

Sadar dengan apa yang kita lakukan, sadar dengan apa yang kita pikirkan dan sadar apa yang kita katakan menjadikan kita lebih bijak dalam menjalani hidup.

Bagaimana kita bisa memperbaiki diri kita ketika kita tidak sadar dengan apa yang kita lakukan? Akan sangat sulit bagi kita memperbaiki diri jika kita tidak sadar dengan diri kita sendiri karena kita tidak tau apa yang harus diperbaiki.

Sadar akan hidup yang kita jalani membuat kita terhindar dari masalah yang menghambat kita ke tujuan yang ingin kita capai.

Insight Raden Sasak, 12 Rabiul Awal 1444H.

Tetap menyesuaikan diri dengan ide-ide baru dan memaksa diri untuk terus berubah. Karena dunia terus berubah setiap saat. Dan kita harus mengikuti perkembangannya.

Jika kita tidak mengikuti perkembangan yang terjadi, maka kemungkinan yang akan terjadi adalah hidup kita yang tidak akan berkembang sama sekali.

Kita harus bisa untuk tetap menghadapi tantangan-tantangan baru dalam perkembangan dunia. Jika kita tidak mau menghadapi tantangan-tantangan itu. Maka kita akan tetap berada di level yang sama seperti sebelumnya.

Tetapi ketika kita berani untuk menghadapi berbagai tantangan baru dalam hidup kita, itu akan membuat kita setidaknya naik satu level dari yang sebelumnya.

Zaman yang terus berubah dan berkembang seharusnya menjadikan kita juga bisa terus berubah menjadi lebih baik dan berkembang dari yang sebelumnya.

Orang yang tidak mau mengembangkan dirinya dan mengubah diri sama sekali; sama seperti batu yang dijatuhi air berkali-kali. Meskipun ia keras, ia akan tetap terkikis oleh aliran yang deras.

Karena sebenarnya dunia ini keras. Dan jika kita tidak terus melatih diri maka kita juga akan terkikis oleh kerasnya dunia. Mempersiapkan dan melatih diri adalah cara menghadapinya.

Siapa yang tidak mau bekerja keras, maka ia harus sanggup menahan kerasnya dunia mempekerjakannya.

Insight Raden Sasak, 12 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload