Join Telegram

Daily Insight: Sabtu, 26 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Libatin Allah Dalam Setiap Usaha Kita.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-40. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Jangan Jadikan Hati Orang Merasa Tersakiti.

Setelah kemarin kita sama-sama mendapatkan insight tentang jalan-jalan syaithan masuk kedalam hati manusia. Insight yang ini menjadi insight yang terakhir tentang Madakhilus Syaithan.

Insight yang terakhir tentang jalan masuknya syaithan kedalam hati manusia adalah suudzon atau berburuk sangka.

"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa,"

(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 12)

Prasangka sering kali menjadi jalan masuknya syaithan untuk membisikan hal-hal buruk kedalam hati dan pikiran kita. Seperti membuat kesimpulan atas satu perkara yang belum jelas.

Kita pasti pernah bahkan sering menilai seseorang dari luarnya. Dan kita membuat suatu kesimpulan atas dasar prasangka. Lalu kita pun melabeli seseorang dengan hal tersebut.

“Jangan menyimpulkan sesuatu yang belum jelas. Jangan menyimpulkan sesuatu yang kita dengar sekilas”

~ Ustadz Hanan Attaki.

Cari tahu dulu kebenaran atas perkara yang belum jelas. Tidak jelasnya sesuatu bisa kita atasi jika kita tidak malas untuk cari tau dan mau mengecek terlebih dahulu.

Informasi yang lewat jangan ditelan mentah-mentah. Silahkan ditangkap dengan mata dan telinga, tapi jangan lupa untuk memprosesnya secara matang di otak kita.

Akal adalah bekal kita untuk terhindar dari pintu syaithan ini.

Jika kita minum air dari gelas, itu bisa langsung ditelan. Jika ada kabar yang kurang jelas, ada baiknya dulu kita pikirkan.

Insight Raden Sasak, 26 Rabiul Awal 1444H.

Pikirkan terlebih dahulu, jangan langsung mengikuti prasangka. Pikirkan dari mana kabar atau informasi itu datang, lalu cek fakta atau kebenaran dalam informasi tersebut.

Jangan kita berprasangka, terlebih lagi ketika kita langsung mengutarakan prasangka kita kepada seseorang. Karena itu bisa saja menyakiti hati seseorang.

Contoh dari mudahnya seseorang berprasangka kepada orang lain adalah cerita tentang “Anak, Bapak, dan Kuda”. Ada yang pernah mendengarkan cerita tersebut?

Dalam cerita tersebut banyak orang yang dengan mudahnya berprasangka buruk hanya dari apa yang mereka lihat. Lalu berpendapat dan berkata atas dasar prasangka.

Ketika anaknya menunggangi kuda, lalu bapaknya berjalan. Orang lain yang melihatnya mengatakan, “Anak tidak tahu diri, yang membiarkan bapaknya berjalan kaki.”

Giliran bapaknya yang menunggangi kuda dan anaknya yang berjalan. Orang lain yang melihatnya mengatakan, “Bapak tidak punya kasihan dengan anak, enak-enak naik kuda, membiarkan anaknya capek berjalan kaki.”

Kemudian ketika mereka berdua akhirnya menunggangi kuda secara bersamaan. Orang lain yang melihatnya lantas berkata, “Orang tidak punya rasa kasihan dengan kuda. Kuda yang sudah kehabisan tenaga dinaiki dua orang,”

Cari tau dulu dengan pasti. Jangan langsung menghakimi. Karena kita tidak bisa melihat apa yang ada di dalam hati.

Insight Raden Sasak, 26 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 2

Beberapa Kritikan Kita Abaikan. Pujian Kita Kembalikan.

"It’s crazy how 1,000 people can compliment you and you’ll spend all day thinking about the one person who criticized you."

~ James Clear.

Aneh sekali ketika kita terlalu memikirkan tanggapan buruk dari orang lain tentang kita. Berapa waktu yang kita habiskan hanya untuk memikirkan tanggapan orang-orang diluar sana?

Yang mana waktu itu bisa kita gunakan untuk melakukan suatu hal yang baik; yang bermanfaat untuk kita, bermanfaat untuk karir dan masa depan kita.

Tidak semua orang yang memberikan kritikannya untuk membantu kita menjadi lebih baik. Ada juga dari mereka yang memberikan kritikan hanya untuk menjatuhkan kita.

Dan ketika kita terlalu memikirkan kritikan orang-orang yang berniat untuk menjatuhkan kita, maka disitulah mereka akan merasa senang dan bisa menertawakan kita.

Orang yang memberikan kritikan yang terlalu ekstrim, terlebih itu tidak mendasar dan tidak ada satu kebaikan yang bisa kita ambil darinya, maka tinggalkan dan jangan dipikirkan.

Pilihan terbaik yang bisa kita lakukan hanyalah itu. Karena ketika kita memilih untuk tidak menerima, maka pilihannya hanyalah meninggalkan.

Dan itu baik ketika kita menghadapi komentar yang pesannya mengandung cacian dan kata-kata kotor.

Dari kata yang mereka gunakan saja kita sudah bisa menilai, apakah komentar mereka layak untuk ditanggapi atau tidak.

Beberapa kritikan perlu kita abaikan. Karena itu tidak diniatkan untuk meningkatkan apa yang sudah kita dapatkan.

Insight Raden Sasak, 26 Rabiul Awal 1444H.

Apakah kritikan saja yang perlu kita abaikan? Jawabanya tidak. Pujian pun demikian. Kritikan memang membantu kita untuk meningkatkan apa yang telah kita dapatkan.

Meski demikian, tidak semua kritikan kita perlukan. Karena satu dan lain hal yang sudah saya sampaikan di awal tadi. Terima jika itu mendatangkan satu kebaikan. Jika tidak, tinggalkan.

Lalu bagaimana dengan pujian? Apakah ada pujian yang perlu kita abaikan? Atau semua pujian yang diberikan oleh orang lain bisa kita terima semuanya?

Jangan pernah menerima semua pujian orang. Tapi kembalikan semua pujian orang kepada Zat yang hanya Dia berhak untuk dipuji dan menerima pujian.

Dengan apa kita bisa mengembalikan pujian kepada Dia yang Maha Kuasa? Yaitu dengan cara mengucapkan Masya Allah dan Alhamdulillah setiap kali ada orang yang memuji kita.

Maha Suci Allah dan Segala Puji hanya untuk-Nya. Yang tanpa kuasa dari-Nya, kita tidak akan pernah mendapatkan apa yang menjadi harapan dan doa kita.

Hanya Allah yang bisa membukakan jalan untuk kita bisa meraih apa yang sudah kita doakan. Tanpa seizin dari-Nya, maka kita tidak akan pernah berhasil.

Maka sudah seharusnya ketika kita mendapatkan pujian dari manusia, kita kembalikan kepada Sang Pencipta.

Hasil kita dapatkan. Pujian kita kembalikan kepada Tuhan.

Insight Raden Sasak, 26 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Libatin Allah Dalam Setiap Usaha Kita.

“Peluang tidak muncul begitu saja. Kamulah yang membuatnya”.

~ Unknown.

Dimana ada peluang, disitu ada kesempatan. Kesempatan untuk gagal, ataupun kesempatan untuk berhasil; keduanya bisa saja terjadi ketika peluang ada.

Tapi tahukah kita darimana datangnya peluang? Peluang itu datang dari kita sendiri. Kita yang membuat peluang itu ada.

“Kata siapa?” Kata kutipan diatas. Kutipan tersebut saya dapat dari internet. Tapi tidak ada sumber yang jelas dari kutipan itu. Tapi saya berdoa, semoga Allah meridhoinya, aamiin.

Mungkin tanpa kita sadari kitalah yang menciptakan peluang tersebut. Peluang bisa ada ketika kita sudah mempersiapkan sesuatu. Dan ketika kita persiapkan, disitulah peluang ada.

Dan kadang peluang tidak hanya ada ketika kita menyiapkan sesuatu yang begitu berat. Kadang kita hanya perlu pasang niat untuk bisa mendapatkan peluang.

Seperti kata pepatah, “Dimana ada kemauan, disitu ada jalan.”

Seperti misalnya ketika kita ingin menjadi penulis dan kita niatkan diri kita untuk bisa menulis dan menjadi penulis. Maka disitulah berbagai peluang terbuka.

Tiba-tiba kita mendapatkan informasi tentang pelatihan seputar menulis buku, informasi lomba seputar menulis dan lainnya.

Ini adalah bukti bahwa peluang ada ketika niat sudah ada.

Niatkanlah diri ini ingin menjadi apa. Maka Allah akan beri kemudahan dan tunjukkan jalan bagi kita untuk mencapainya.

Insight Raden Sasak , 26 Rabiul Awal 1444H.

Setelah kita pasang niat, selanjutnya yang paling penting adalah berdoa dan berusaha.

Doa tanpa usaha, itu omong kosong. Usaha tanpa doa itu, hasilnya kosong. Jadi jangan biarkan diri kita mendapatkan kekosongan. Pastikan kita melakukan keduanya.

Jika kita sudah melakukan keduanya. Maka tidak akan ada yang namanya omong kosong, karena kita sudah menunjukkan usaha kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dan tidak ada yang namanya hasil kosong seperti investasi bodong. Karena kita sudah berdoa untuk mendapatkan yang terbaik menurut Allah tidak menurut kita.

Selalu hadirkan Allah dalam segala usaha kita. Karena Allah Maha Penolong dan Maha Pemberi Pertolongan. Dengan pertolongan dari Allah semua pasti akan mudah dan berkah.

Tidak apa-apa yang kita inginkan adalah sesuatu yang besar yang mungkin sulit bagi kita untuk mendapatkannya. Tapi dengan menyebut Nama Allah, insya Allah semuanya bisa.

Setidaknya ketika kita melibatkan Allah dalam segala usaha kita itu menjadi pahala bagi kita. Dan ketika kita melibatkan Allah, kita jadi mudah menikmati prosesnya.

Kita menikmati prosesnya karena kita mengetahui semua gerakan yang kita lakukan bernilai kebaikan.

Jika Allah SWT. kita libatkan. Maka tidak ada satu hal yang bisa kita dapatkan, melainkan sebuah kemudahan dan keberkahan.

Insight Raden Sasak, 26 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload