Join Telegram

Daily Insight: Tsulaatsa, 08 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Mereka Hanya Memuji Yang Terlihat.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-22. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Mereka Hanya Memuji Yang Terlihat.

“Berpikirlah menurut dirimu sendiri dan biarkan orang lain berpikir menurut diri mereka”.

~ Voltaire.

Apapun yang ingin kamu pikirkan tentang dirimu, pikirkanlah. Karena hanya kamu yang bisa memikirkan hal baik tentang dirimu sebelum kamu menjadi apa-apa.

Entah apa yang kamu lalui selama kamu belum menjadi siapa-siapa, pasti tanggapan mereka akan lebih condong ke kiri.

Dan ketika kamu sudah berhasil, mereka akan memberikan tanggapan ke kanan seolah-olah mereka membanggakan dirimu.

Sanjungan mereka selalu keluar ketika kamu sudah mencapai hasil. Tapi selama hasil itu belum tercapai, maka kamu tidak mendapatkan sanjungan apapun.

Jangan terlalu termakan oleh sanjungan orang lain. Karena itu hanyalah suara yang didorong oleh nafas dan hanya aliran lidah yang berusaha menyentuhmu.

Sanjungan akan sangat mematikan karirmu sekaligus akan menjauhkanmu dari sesuatu yang biasanya kamu selalu syukuri dalam hidup.

Sanjungan akan sangat membuatmu menenangkan hati dikala kamu harus merendah hati. Sanjungan membuat dagu menjadi terangkat, seolah-seolah kamulah orang yang paling tinggi dimuka bumi.

Mereka hanya memuji apa yang terlihat diakhir, bukan apa yang membentuk akhir itu sendiri.

Insight Raden Sasak, 08 Rabiul Awal 1444H.

Baik itu pujian maupun cacian, itu hanya melihat apa yang terlihat di akhir. Mereka jarang melihat apa yang membentuk akhir itu sendiri.

Hasil adalah hal yang terlihat di akhir. Dan proses adalah hal yang terlihat sepanjang hasil itu belum terbentuk. Tapi mereka tidak memperdulikan hal itu. Karena mereka hanya ingin melihat yang di akhir saja.

Jadi, berpikirlah menurut dirimu sendiri. Dan biarkan orang lain berpikir menurut mereka masing-masing. Tidak peduli apakah itu pujian atau cacian yang keluar dari mulut mereka.

Kamu adalah apa yang kamu pikirkan tentang dirimu, bukan apa yang dipikirkan oleh orang lain. Hanya segelintir orang yang berpikir baik pada dirimu selagi kamu bukan siapa-siapa.

Tapi setelah kamu menjadi seseorang yang terkenal, maka akan banyak berdatangan anggapan-anggapan orang lain tentang dirimu.

Entah itu baik atau tidak. Tetaplah berpikir dan bertindak menurut kamu sendiri. Karena kamu adalah kamu.

Hanya ada dua hal yang perlu kamu dengar selama kamu berproses maupun ketika kamu telah berhasil. Pertama, pikiran orang yang tertuang dalam kertas.

Dan yang kedua, adalah perkataan orang yang berdasarkan apa yang pernah mereka lihat di atas kertas. In other words,

Perhatikan kata orang-orang yang dekat dengan buku.

Insight Raden Sasak, 08 Rabiul Awal 1444 H.

INSIGHT 2

Mulai Dari Dirimu Sebelum Orang Lain.

“The only true competitor in an infinite game is yourself".

~ Simon Sinek.

Terlalu naif jika kita ingin mengalahkan orang lain, tapi kita tidak berusaha mengalahkan diri kita sendiri. Karena musuh terbesar dalam hidup kita adalah diri kita sendiri.

Hidup bukanlah tentang mengalahkan orang lain. Tapi hidup adalah tentang bagaimana bisa mengalahkan ego sendiri ketika ego itu tidak benar.

Dalam sebuah permainan yang melibatkan dua orang seringkali terjadi perebutan kemenangan. Tapi apakah kemenangan itu benar-benar bisa tercapai hanya dengan mengalahkan lawan?

Nyatanya tidak. Karena siapa yang tidak bisa memenangkan game dalam dirinya, atau dengan kata lain menang melawan dirinya sendiri, tidak akan pernah menang melawan orang lain.

Terlalu berambisi mengalahkan orang lain akan membuat diri kita hanyut dan luput tentang pertandingan dengan diri kita sendiri.

Game yang sebenarnya terdapat pada dalam diri kita. Disanalah pertarungan yang sebenarnya berada, pertarungan yang menentukan pertarungan lainnya.

Seseorang yang tidak bisa menang dalam gamenya sendiri tidak akan pernah menang dalam game bersama orang lain.

Langkah paling utama untuk bisa bertahan dalam pertarungan dengan orang lain adalah menang dalam game sendiri.

Kamu tidak akan pernah bisa menang melawan orang lain sampai kamu menang melawan dirimu sendiri.

Insight Raden Sasak, 08 Rabiul Awal 1444H.

Tidak hanya tentang menang melawan orang lain. Dalam berbagai hal lainnya pun demikian. Harus diri kamu terlebih dahulu, setelah itu orang lain.

Belajar, misalnya. Kita belajar bukan untuk bisa mengajari orang lain. Tapi kita belajar, agar kita dapat mengajari diri kita sendiri.

Memimpin, contoh lainnya. Memimpin bukan sebuah keterampilan untuk bisa mengarahkan orang lain yang paling utama.

Tapi memimpin ialah tentang bagaimana cara kita bisa mengarahkan diri sendiri, itu yang utama.

Ekor selalu mengikuti kemana kepalanya pergi. Sehingga, jika kepala itu mengarah kepada sesuatu yang salah. Maka, ekor pula akan itu jatuh pada satu kesalah tersebut.

Tidak usah terlalu memikirkan bagaimana cara memimpin orang lain. Tapi berpikirlah bagaimana caramu bisa memimpin diri sendiri kearah yang benar.

Soal orang lain, nanti akan ikut kemana pemimpinnya pergi.

Termasuk dengan menulis. Saya menulis bukan untuk orang lain baca lalu mereka bisa belajar dan bertumbuh dari tulisan yang saya tulis.

Melainkan tulisan ini akan membuat saya belajar dan bertumbuh, bukan orang lain. Kalaupun ada, itu adalah bonus.

Semuanya tentang dirimu sebelum beralih ke orang lain.

Insight Raden Sasak, 08 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Rumah Adalah Kumpulan Berbagai Perasaan.

“Rumah bukanlah tempat, rumah adalah perasaan”.

~ Cassidy Lee.

Satu kutipan yang sangat berkesan ketika menonton Grand Final Indonesia’s Got Talent. Ini adalah insight yang luar biasa bagi saya.

Rumah adalah tempat dimana kita menciptakan memori dan mengumpulkan perasaan-perasaan yang berkesan.

Entah dimana kita berada, pasti akan ada waktu dimana kita merindukan rumah. Rindu akan suasananya, rindu akan keharmonisan di dalamnya.

Tidak salah jika rumah dikatakan sebagai perasaan. Karena tidak ada yang menandingi rasa rindu yang kuat ketika kita merindukan rumah.

Masa kecil yang saya dan kamu lalui dirumah telah menciptakan berbagai perasaan yang mengikat satu sama lainnya.

Bagaimana perasaan kita yang muncul ketika mengingat rumah sudah cukup untuk menggambarkan bahwa rumah adalah sebuah perasaan. Dan memang sudah seharusnya perasaan itu ada disana.

Entah ada berapa banyak kenangan yang tersimpan disana yang membuat kita rindu, tak terhitung.

Tidak ada kalkulator atau alat apapun yang dapat mengukur berapa banyak kenangan itu tersimpan. Yang pasti itu cukup membuat kita memunculkan perasaan.

Rumah yang sebenarnya ialah yang mampu menghadirkan kenangang, ketenangan, kedamaian.

Insight Raden Sasak, 08 Rabiul Awal 1444H.

Karena dirumahlah kita bisa menghilangkan semua beban dalam hidup. Dirumahlah kita mendapatkan ketenangan dan membuat kita merasa damai.

Kalau orang yang selalu merasa tidak tenang di dalam rumahnya. Berarti itu bukan rumah dia yang sebenarnya. Karena rumah yang sebenarnya tidak pernah membuat pemiliknya merasa kegelisahan.

Justru rumahlah yang menghilangkan kegelisahan sebagaimana hangat selimut pada seseorang yang sedang cemas.

Rumah itu menghangatkan, bukan memanaskan.

Insight Raden Sasak, 08 Rabiul Awal 1444H.

Rumah haruslah membuat kita merasa hangat dan begitu juga semua yang menghuninya dapat merasakan kehangatannya.

Rumah bukan memanaskan, karena rumah yang panas hanyalah menggambarkan betapa tidak diurusnya rumah tersebut.

Rumah haruslah dijaga meski rumah itu sering ditinggalkan. Karena rumah adalah kumpulan perasaan yang harus dijaga sampai mati.

Orang yang tidak mampu menjaga rumahnya adalah orang yang tidak mampu menjaga perasaannya sendiri dan secara bersamaan menghilangkan perasaan orang lain.

Rumah tidak lahir dari satu perasaan dan satu orang.

Insight Raden Sasak, 08 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload