Join Telegram

Daily Insight: Tsulaatsa, 15 Rabiul Awal 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Lelah Bukan Berarti Kita Harus Nyerah

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-29. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Carilah Kebenaran Yang Sebenarnya.

Hari ini saya mendapatkan insight yang sangat luar biasa. Iya! Insight ini sangat luar biasa bagi saya. Tapi mungkin tidak bagi orang lain diluar sana. Entah kenapa saya tidak tahu.

Entah kenapa zaman sekarang itu adalah zaman yang penuh dengan keruwetan. Keruwetan yang diciptakan atau bahkan tercipta dari sebuah peristiwa yang kita anggap remeh.

Yang sebenarnya, peristiwa atau kejadian tersebut jelas-jelas salah menurut Agama dan norma kehidupan. Apa yang terjadi dibiarkan begitu saja. Dan mereka yang terlibat merasa biasa.

Bahkan bagi mereka yang suka dengan hal yang nyeleneh ketika ditegur mereka akan menyalahkan orang yang menegur. Padahal mereka ditegur untuk suatu kebaikan.

Tapi begitulah adanya. Orang-orang sekarang memilih untuk tidak dinasehati. Karena mungkin orang-orang yang tidak mau dinasehati tersebut senang dengan sebuah kesalahan.

Mereka menganggap bahwa apa yang mereka lakukan adalah benar. Tapi kebenaran yang mereka maksud adalah suatu kebenaran yang diklaim dari sepihak.

Kebenaran yang tidak berlandaskan Agama ataupun apa yang mereka anggap benar itu tidak sesuai dengan norma-norma kehidupan. Agak aneh ketika ada orang salah, lalu dibela.

Apa yang mereka coba bela? Apa yang mereka lihat dari kesalahan seseorang sehingga mereka mau membela orang tersebut. Apa yang membuat mereka buta?

Sekarang orang banyak yang buta dengan kebenaran yang sejati dan menciptakan kebenaran yang sebenarnya itu salah.

Sekarang banyak yang menciptakan kebenaran padahal itu hanya sebuah pembenaran untuk paham mereka sendiri.

Insight Raden Sasak, 15 Rabiul Awal 1444H.

Kata-kata yang “kamu bukan Tuhan” adalah cara mereka tidak mau menerima kebenaran dari orang lain, meski itu adalah kebenaran yang sebenarnya.

Mereka memilih untuk menciptakan kebenaran yang dibuat dari sebuah kesalahan dengan cara tidak menganggap sebuah kesalahan itu adalah sesuatu yang salah dan tidak pantas untuk ditiru atau dibiarkan.

Karena ketika ada seseorang yang berbuat salah dan dibiarkan begitu saja. Maka itu akan menjadi hal yang biasa. Dan orang akan menganggap hal itu tidak salah.

Bahkan sebagian dari mereka membenarkan yang sebenarnya itu adalah sebuah kesalahan. Dari sinilah orang-orang yang suka menciptakan kebenaran untuk paham mereka saja.

Tujuannya agar mereka tidak disalahkan oleh orang lain yang sebenarnya itu mengajak mereka kepada suatu kebenaran yang sesungguhnya.

Keruntuhan kita dimulai dari orang-orang yang selalu merasa benar dari kesalahan yang mereka perbuat. Meski apa yang mereka lakukan adalah sebuah kesalahan. Mereka akan tetap bersisi kukuh untuk mengatakan itu benar.

Dan anehnya lagi, mereka mengajak orang lain untuk mendukung apa yang mereka yakini. Miris sekali ketika orang ingin dianggap benar walaupun itu salah.

Perbuatan berlandaskan nafsu hanya akan melahirkan pembenaran dan tidak akan pernah membawa kebenaran.

Insight Raden Sasak, 15 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 2

Percaya Dan Usaha, Itu Menjadikan Ia Ada.

Bagaimana mengubah yang tidak ada dalam hidup kita menjadi ada? Ini mungkin pertanyaan sebagian besar orang yang ingin memiliki sesuatu yang tidak ia miliki dalam hidupnya.

Tapi, apakah sesuatu yang tidak ada dalam hidup kita; bisa kita ubah menjadi ada? Ya, jawabannya bisa. Tergantung apakah kita sangat menginginkan hal itu ada dalam hidup kita.

Saya contohnya; yang tadinya tidak memiliki kebiasan menulis menjadi memiliki kebiasaan menulis. Dan sekarang setiap hari saya menulis. Tidak hanya menulis, tapi mempostingnya juga.

Kebiasaan menulis itu adalah sesuatu yang sebelumnya tidak ada dalam diri saya. Tapi saya berusaha yang mengubah yang tadinya tidak ada dalam diri saya menjadi ada.

Lalu bagaimana cara kita bisa mengubah yang tidak ada dalam hidup kita menjadi ada. Pertama, yaitu dengan membuatnya menjadi impian kita, menjadi imajinasi dalam hidup kita.

Karena dari situlah sesuatu yang belum ada akan menjadi ada dalam hidup kita. Kita perlu membayangkan hal itu. Kita perlu mengimajinasikan apa yang menjadi keinginan kita.

Karena tanpa membayangkannya akan sangat sulit bagi diri kita untuk mengubahnya menjadi ada; menjadi nyata dalam hidup kita. Imajinasi adalah kunci untuk menjadikannya nyata.

Memang imajinasi tidak nyata adanya karena itu tidak bisa kita genggam. Tapi imajinasi itu hampir nyata dalam hidup kita. Dan kita butuh sedikit usaha untuk menyempurnakannya.

Imajinasi membantu kita melihat apa yang kita inginkan. Seperti berimajinasi bisa menulis setiap hari, itu hampir nyata.

Imajinasi memang tidak nyata, tapi itu hampir nyata. Dan kita perlu usaha untuk menjadikannya nyata seutuhnya.

Insight Raden Sasak, 15 Rabiul Awal 1444H.

Memang itu bukan apa-apa selama itu masih dalam imajinasi kita. Karena sesuatu yang nyata hanyalah apa yang terlihat oleh mata terbuka, bukan mata yang tertutup.

Tapi bukan berarti itu membuatnya tidak nyata. Itu hampir nyata yang mana kita perlu mengerahkan tenaga yang kita punya untuk menjadikan apa yang kita anggap tidak ada menjadi ada.

Sebelum saya bisa menulis setiap hari. Setiap hari saya selalu membayangkan bahwa saya bisa menulis setiap hari, dan itu terlihat tidak nyata, tapi hampir nyata.

Lalu apa yang saya lakukan dengan imajinasi tersebut adalah sedikit keringat untuk bisa mengubah imajinasi itu menjadi sesuatu yang nyata seutuhnya.

Tapi sebelum melangkah ke usaha kita perlu percaya pada apa yang kita bayangkan. Karena usaha akan datang ketika kita telah menaruh kepercayaan padanya.

Bagaimana kita bisa mengusahakan sesuatu yang tidak kita percaya. Memang itu belum ada, tapi kita harus percaya hal itu ada; terlebih lagi ketika kita sudah berusaha.

Akan menjadi sangat sulit untuk kita berusaha ketika kita tidak percaya pada sesuatu yang mungkin bisa kita lakukan. Percaya atau tidak; hanya kepercayaan yang akan menggerakkan kita.

Mampu membuat kita mau mengusahakan apa yang telah kita bayangkan. Itulah kekuatan dari sebuah kepercayaan.

Tidak ada menjadi ada, ketika kita mau percaya dan berusaha.

Insight Raden Sasak, 15 Rabiul Awal 1444H.

INSIGHT 3

Lelah Bukan Berarti Kita Harus Nyerah.

“Bukannya saya begitu pintar, hanya saja saya bertahan dengan masalah lebih lama”.

~ Albert Einstein.

Seseorang bisa saja mendapatkan masalah dalam usahanya untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan. Tapi satu hal yang membedakan orang berhasil atau tidak, yaitu;

Bertahan lebih lama sampai hasilnya ada.

Yang menang bukanlah mereka yang kuat atau mereka yang memiliki kepintaran yang begitu luar biasa. Tapi yang menang adalah mereka yang mampu bertahan dalam masalahnya.

Kalau saja kita tidak menyerah ketika kita menemukan masalah; mungkin hidup yang akan kita temukan adalah hidup yang begitu indah. Bukan begitu keindahan datang?

Indah atau tidaknya sesuatu tergantung apakah kita menyerah ketika kita menemui suatu masalah. Lelah memang, tapi lelah itu akan indah ketika semangat kita tidak berubah.

Perubahan mungkin akan terjadi, tapi pastikan itu adalah suatu perubahan yang mengarah kepada suatu kebaikan bukan pada keburukan. Menyerah adalah perubahan yang buruk.

Mengapa kita harus menyerah ketika kita sudah berada dalam perjalanan yang cukup panjang. Apakah kita tidak bisa memilih untuk tetap memperjuangkannya hingga itu berhasil?

Kita lebih memilih untuk mengorbankan waktu yang sudah kita habiskan daripada menambah waktu sedikit lagi untuk kita bisa terus berjuang dan tidak menyerah.

Menyerah itu muncul bukan karena kita lelah. Tapi karena kita lemah.

Insight Raden Sasak, 15 Rabiul Awal 1444H.

Seseorang yang lelah bisa saja memilih untuk terus berjuang dan melakukan usaha yang lebih lagi untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Dan itu terjadi karena ia kuat.

Sebaliknya, seseorang yang lelah dan berhenti untuk terus memperjuangkan apa yang ia inginkan adalah bentuk bahwa sebenarnya dia adalah seseorang yang lemah.

Musibah mungkin akan menerpa kita hingga lelah. Lantas itu jangan kita jadikan alasan kita untuk membenarkan bahwa kita pantas untuk menyerah. Menyerah itu hanya untuk yang lemah.

Kalau kita lelah; kita bisa memilih untuk rehat sejenak. Bukan berhenti selamanya untuk kemudian kita tidak semangat lagi berusaha. Lelah butuh istirahat sejenak untuk bisa pulih.

Lelah tidak membutuhkan istirahat selamanya. Istirahat sebentar saja sudah cukup untuk membayar kelelahan kita agar kembali bersemangat mengejar impian kita.

Hanya ada satu pilihan ketika kita lelah. Yaitu, rehat sejenak. Jika kita memilih untuk berhenti, maka itu hanyalah pilihan yang kita ciptakan untuk membenarkan bahwa kita adalah lemah.

Setiap orang butuh istirahat, bahkan impianmu juga butuh yang namanya istirahat. Jangan biarkan ia terlalu lelah.

Jangan jadikan musibah yang datang menjadi sebuah alasan untuk kita bisa menyerah dari apa yang kita perjuangkan.

Rehatlah sejenak dari kelelahan mengejar impian sampai kamu benar-benar kuat untuk bangkit dan berjuang.

Insight Raden Sasak, 15 Rabiul Awal 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload