Join Telegram

Daily Insight: Ahad, 11 Rabiul Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Tegas Berarti Komit Terhadap Prinsip.

Daily Insight adalah insight yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya pribadi juga bisa menjadi terapi.

Apa yang saya tulis di Daily Insight adalah sebuah perjalan berharga bagi saya seorang. Sehingga terkadang tulisannya hanya dapat dipahami oleh diri saya sendiri.

Saya tidak menganjurkan kamu untuk membacanya! Tapi kalau kamu tetap mau, ya silahkan.

Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-55. Selamat membaca...

INSIGHT 1

Jika Kita Tidak Taat Maka Pasti Akan Tersesat.

Pernahkah kita berfikir kenapa kita sering lupa dengan diri kita sendiri? Apakah kita lupa dengan diri kita sendiri, itu karena semata-mata kita hanya lupa dengan diri kita sendiri?

Apakah tidak ada hal lain yang menjadi sebab kita lupa akan diri kita sendiri? Pasti ada sesuatu yang menjadikan diri kita lupa dengan diri kita sendiri.

Dalam satu surah di Al-Quran, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik."

(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 19).

Dari sini kita bisa mengetahui bahwa bisa jadi kita lupa dengan diri kita sendiri, itu karena kita lupa kepada Sang Pencipta. Apa sulitnya bagi Allah untuk menjadikan kita lupa diri?

Dia Maha Pencipta dan Dia Maha Pemilik dari seluruh alam dan seisinya. Maka sangat mudah bagi-Nya untuk membuat seorang hamba lupa akan dirinya sendiri.

Dengan kehendak-Nya manusia bisa menjadi sebaik-baiknya manusia dan dengan kehendak-Nya pula manusia bisa menjadi seburuk-buruknya manusia.

Jadi sangat mungkin bagi kita untuk melupakan diri kita sendiri ketika kita lupa dan tidak ingat siapa Sang Pencipta, siapa yang telah menciptakan kita dan telah memberikan kita nikmat.

Kapanpun kita lupa diri maka cobalah ingat Allah SWT.

Sebuah lampu yang bagus yang telah dialiri daya tidak akan pernah bercahaya sampai si pemilik menekan pemantik dari lampu tersebut.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah, memberikan tafsirnya tentang ayat 19 surah Al-Hasyr:

19. وَلَا تَكُونُوا۟ كَالَّذِينَ نَسُوا۟ اللهَ (Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah)

Yakni orang-orang yang tidak menjalankan perintah-Nya dan tidak mempedulikan ketaatan kepada-Nya.

فَأَنسَىٰهُمْ أَنفُسَهُمْ ۚ (lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri)

Allah menjadikan mereka melupakan diri mereka karena mereka melupakan Allah dengan tidak menyibukkan diri dengan amalan yang dapat menyelamatkan mereka dari azab.

Pendapat lain mengatakan yakni mereka melupakan Allah di saat lapang, maka Allah melupakan mereka disaat mereka kesusahan.

أُو۟لٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُونَ (Mereka itulah orang-orang yang fasik)

Yakni orang-orang yang enggan mentaati Allah.

Sumber: Tafsir Web

Di antara orang-orang yang lupa akan dirinya adalah orang-orang yang lupa akan kewajibannya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Mereka melalaikan perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala sekaligus menyepelekan larangan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dan itu menjadikan mereka tidak peduli akan ketaatan mereka.

Saat seorang hamba lupa taat, maka dia akan tersesat.

INSIGHT 2

Karena Cinta Beban Jadi Tidak Terasa.

"When we work hard for something we don't believe in, it's called stress. When we work hard for something we love, it's called passion".

~ Simon Sinek.

Stres itu datang ketika kita tidak percaya pada sebuah proses yang sedang kita jalani. Keraguan kita terhadap proses yang sedang kita jalani menjadikan kita frustasi.

Kapanpun kita merasa stres dengan apa yang sedang kita jalankan, maka hendaknya kita sadari bahwa sebenarnya kita tidak benar-benar percaya terhadap apa yang kita lakukan.

Kepercayaan sangat penting bagi semangat untuk tetap ada dalam diri kita. Tanpa adanya kepercayaan dalam diri, maka segala sesuatu terasa memberatkan bagi kita.

Kita melalui satu jalan, itu karena kita meyakini jalan tersebut bisa membawa kita kepada tujuan yang ingin kita capai. Tapi seiring waktu kepercayaan kita secara perlahan menghilang.

Yang tadinya kita meyakini jalan tersebut bisa membawa kita menuju tujuan yang ingin kita capai, akhirnya hilang begitu saja oleh sesuatu yang mempengaruhi keyakinan kita.

Entah apa yang mempengaruhi kita sehingga keyakinan kita bisa hilang secara perlahan, bahkan bisa hilang begitu saja semuanya tanpa ada yang tersisa.

Tapi saya tebak kita kehilangan keyakinan secara perlahan karena kita tidak kunjung melihat hasil yang ingin kita dapatkan. Ternyata ketidak sabaran bisa menghilangkan keyakinan kita.

Kita berangkat dengan keyakinan penuh. Tapi ketidaksabaran kita menjadikan keyakinan kita berkurang. Kita perlu bersabar terhadap proses dan hasil yang ingin kita capai.

Insight Raden Sasak, 11 Rabiul Akhir 1444H.

Kalau kita benar-benar passion pada apa yang kita lakukan, maka seharusnya ada cinta yang hadir dalam setiap kegiatan kita. Karena cinta menumbuhkan semangat.

Cinta tidak hanya menumbuhkan semangat kita untuk terus berjuang mendapatkan apa yang kita impikan. Tapi cinta juga memperkuat keyakinan kita terhadap proses yang kita jalani.

Sebuah proses tanpa cinta itu sama seperti memakan nasi tanpa lauk. Setiap kali kita melihat nasi tanpa lauk, kita sering mengeluh dan akhirnya memakan nasi tanpa semangat.

Itu mungkin adalah satu contoh yang hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang pernah makan nasi tanpa lauk. Tapi untuk kalian yang selalu ada lauk ketika makanan tidak akan paham.

Tapi saya akan berikan satu perumpamaan lain ketika seseorang melakukan sesuatu tanpa cinta. Pekerjaan yang dilakukan tanpa cinta itu seperti hari senin.

Hanya orang yang tidak memiliki rasa cinta yang merasa segala kegiatannya seperti hari senin. Senin, seharian jalani hidup tanpa ada yang dikangenin.

Hari senin adalah hari yang segala kegiatan didalamnya tidak kita inginkan dan tidak kita harapkan. Kita selalu mengeluh dan kadang kesal dengan hari senin ketika hari itu tiba. 

Itu semua bisa terjadi karena kita tidak menghadirkan cinta.

Beban tidak akan terasa ketika kita bisa menghadirkan cinta.

Insight Raden Sasak, 11 Rabiul Akhir 1444H.

INSIGHT 3

Tegas Berarti Komit Terhadap Prinsip.

“Tegas itu bukan berarti kasar. Tegas itu memiliki integritas yang jelas dan prinsip yang dipatuhi secara konsisten”.

~ Anonim.

Banyak orang yang memandang orang yang tegas sebagai seseorang yang kasar. Padahal bersikap tegas bukan berarti bersikap kasar. Sebaliknya, bersikap kasar bukan berarti tegas.

Seseorang bisa bersikap tegas kepada orang lain karena orang tersebut melanggar suatu aturan yang sudah disepakati secara bersama. Maka tegas disini berarti menegakkan peraturan.

Seseorang bisa bersikap tegas kepada orang lain, itu karena orang yang bersikap tegas memiliki kewajiban untuk memberi teguran. Maka tegas disini berarti menegakkan kebenaran.

Seseorang bisa bersikap tegas kepada orang lain, itu bisa jadi karena dia ingin membela hak orang lain agar orang lain tidak terzalimi. Maka tegas disini berarti menegakkan keadilan.

Bersikap tegas dan bersikap kasar itu sangat berbeda. Tegas merupakan suatu tindakan yang kita ambil untuk mendapatkan sebuah kebaikan bersama bukan yang bersifat individual.

Sedangkan bersikap kasar merupakan suatu tindakan yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan apa yang ia inginkan yang sifatnya individual dan berdampak buruk bagi orang lain.

Bersikap kasar merupakan sebuah tindakan yang berlandaskan kekerasan. Jika orang yang bersikap kasar mendapatkan sesuatu yang baik, maka itu hanya diperoleh untuk dirinya saja.

Sikap tegas bertujuan untuk mendapatkan kebaikan bersama.

Mungkin bersikap tegas dan kasar pada suatu waktu kelihatan sama. Tapi sebenarnya mereka memiliki tujuan yang berbeda. Tegas adalah sikap yang ditunjukkan untuk kebaikan bersama.

Insight Raden Sasak, 11 Rabiul Akhir 1444H.

Mungkin itu yang menjadikan seseorang takut untuk bersikap tegas kepada dirinya sendiri. Karena setiap kali dia bersikap tegas dengan dirinya sendiri dia merasa berbuat kasar.

Agak aneh memang ketika seseorang tidak mau bersikap tegas kepada dirinya sendiri. Mereka memilih untuk bersikap lembut meski kadang cara tersebut merugikan diri mereka sendiri.

Terlalu bersikap lembut dengan diri sendiri itu sama dengan memanjakan diri kita sendiri. Takutnya kita terbiasa dengan membiarkan diri kita merasa nyaman dengan sikap lembut.

Misalnya ketika kita menunda suatu pekerjaan, kemudian kita bersikap lembut kepada diri kita sendiri.

"Oh, gak papa, kamu kan manusia, kamu bukan robot yang bisa bekerja sesuai dengan yang sudah diatur."

Sebuah cara pandang yang salah ketika kita memilih untuk selalu bersikap lembut terhadap diri kita sendiri. Kita bisa saja bersikap lembut, tapi bukan berarti kita selalu bersikap lembut.

Ada waktu yang mengharuskan kita bersikap lembut terhadap diri kita sendiri. Dan ada satu waktu yang mana waktu itu kita harus bersikap tegas kepada diri kita sendiri.

Jangan memanjakan diri kita dengan selalu bersikap lembut kepada diri kita sendiri. Cobalah untuk tegas sesekali.

Bersikap tegaslah pada diri sendiri ketika kita melanggar prinsip yang memang sudah kita buat dan tetapkan sedari awal.

Insight Raden Sasak, 11 Rabiul Akhir 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload