Join Telegram

Daily Insight: Ahad, 18 Rabiul Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Manfaat Ilmu Adalah Bagi Pemiliknya Dan Orang Sekitarnya.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-62. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Malas Disebabkan Karena Tidak Tau Mau Ngapain.

Hari ini saya mendapatkan beberapa insight yang menarik dari sebuah video di YouTube. Videonya membahas tentang malas karena depresi atau malas karena sudah mendarah daging.

Malas yang mendarah daging biasanya muncul karena pelaku yang melakukan kemalasan tersebut ingin bermalas-malasan saja. Karena mungkin situasinya mendukung dia untuk malas.

Seperti sedang hujan, misalnya. Bisanya kalau lagi hujan kita suka sekali melakukan kegiatan atau hal-hal yang membuat kita senang seperti menonton, makan mie instan dan lainya.

Namun, ada sebuah fakta bahwa ada beberapa orang yang benar-benar malas meski situasi tidak mendukungnya untuk bermalasan. Karena memang dia orangnya malas saja.

Malas merapikan kamar (by the way, saya juga kadang suka malas merapikan kamar. Kalau ditanya, bilangnya lupa, haha.), dan bentuk kemalasan lainnya.

Apa yang menjadikan seseorang bisa malas? Sebagian dari rasa malas kita bisa dipicu karena kondisi emosi kita yang sedang tidak membaik.

Kondisi emosi yang tidak baik atau tidak stabil ternyata bisa menjadi pemantik untuk kita bermalas-malasan. Kondisi yang tidak baik ini sering kita sebut sebagai depresi.

Ya, beberapa orang yang depresi bisa menjadi malas untuk melakukan beberapa kegiatan. Sebenarnya bukan malas, tapi lebih ke membutuhkan waktu istirahat sejenak.

Karena mungkin emosi yang tidak stabil menjadikan mereka lelah dan butuh istirahat beberapa waktu.

Jika kita malas dengan kondisi emosi yang tidak stabil, bisa jadi itu karena kita sedang depresi. Cobalah untuk menenangkan diri dan beristirahat, agar bisa kembali melakukan rutinitas.

Kalaupun dengan beristirahat belum memulihkan kita dari depresi. Ada baiknya kita berkonsultasi pada ahlinya, agar kita segera mendapatkan bantuan untuk mengatasi depresi.

Apa sih itu depresi? Depresi pendapat Mbak Analisa dalam video yang mengutip pendapat dari DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition).

“Depresi merupakan sebuah gangguan mood atau perasaan yang menyebabkan fungsi sosial dalam kehidupan seseorang menjadi terganggu.”

Ada banyak sekali tanda-tanda orang depresi. Tapi saran dari Mbak Analisa untuk tidak melakukan Self-Diagnosis. Akan lebih baik kita langsung berkonsultasi kepada psikolog.

Bahkan kata Mbak Analisa, seseorang yang sedang depresi kadang tidak mengetahui dirinya sedang mengalami depresi.

Orang yang sedang mengalami depresi mungkin akan melihat hidup dengan berantakan. Bahkan lingkungannya juga bisa berantakan karena tak terurus.

Tapi ada juga orang yang berantakan dalam hidupnya karena memang mereka orangnya disorganize. Jadi, dia orangnya sulit sekali untuk bisa rapi dan memang suka hal yang berantakan.

Mungkin salah satunya adalah saya yang selalu mendapatkan predikat kapal pecah, haha. Tapi kalau rajin saya lagi muncul, bisa-bisa kamar bersih seperti tanpa kaca, (kata iklan, wkwk).

Kadang orang malas bukan karena dia malas. Tapi kadang dia terlihat malas karena dia tidak tau mau melakukan apa. Tidak ada kegiatan yang dia lakukan menjadikan orang lain yang melihatnya melabeli dirinya sebagai orang malas.

INSIGHT 2

Berserah Diri Pada Yang Maha Kuasa.

Perjalanan pencarian insight saya yang kedua dimulai dari sebuah buku karya Coach Darmawan Aji. Bukunya berjudul “Mindful Life: Seni Menjalani Hidup Bermakna dan Bahagia”.

Ada satu kutipan yang sangat menarik yang saya dapatkan dari buku ini di bab pertama, "Berhentilah mengendalikan apa yang tidak dapat anda kendalikan". Bunyi kutipannya seperti ini,

"Don't demand that things go as you wish, but wish that they happen as they do happen, and you will go on well."

~ Epictetus.

Yang jika saya terjemahkan secara bebas maka artinya,

"Jangan menuntut hal-hal berjalan seperti yang Anda inginkan, tetapi berharap itu terjadi seperti yang seharusnya, dan Anda akan berjalan dengan baik."

Bukan untuk bermaksud semua hal yang terjadi sesuai dengan keinginan kita. Tapi cobalah untuk berharap apa yang terjadi itu adalah sesuatu yang memang sudah ditakdirkan untuk terjadi.

Karena ketika kita terlalu memikirkan hal yang akan terjadi dan berusaha untuk mengubah kenyataan agar sesuai dengan apa yang kita inginkan, itu akan sangat membuat kita frustasi.

Kenapa kita bisa frustasi? Karena kita terlalu berusaha untuk mengendalikan sesuatu yang di luar kendali kita.

Ketahuilah, kita tidak bisa mengubah semua hal yang ada dalam hidup kita. Karena dunia tidak berjalan atas keinginan kita. Tapi dunia itu berjalan atas kehendak Tuhan.

Kita tidak bisa menghentikan hujan atau memerintahkan hujan untuk turun. Karena turun tidaknya hujan itu bergantung pada kehendak Tuhan. Jangan berusaha untuk mengatur Tuhan.

Karena hanya Tuhanlah yang berhak untuk mengatur apa yang ada di dunia dan apa yang ada di langit. Yang bisa kita lakukan adalah meminta bantuan Tuhan dengan doa.

Turun tidaknya hujan itu ada di tangan Tuhan. Tetapi untuk meminta Tuhan menurunkan hujan itu ada di tangan kita pada saat kita memanjatkan doa kepada Tuhan, Allah SWT.

Berusahalah pada apa yang ada dalam kendali kita. Jangan berusaha pada sesuatu yang ada di luar kendali kita. Doa hal yang selalu dalam kendali kita.

Kapan saja kita akan mengangkat tangan untuk memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, itu ada dalam kendali kita. Maka panjatkanlah doa ketika kita menginginkan sesuatu.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala selalu senantiasa mengabulkan doa hamba-Nya. Karena Allah Maha Pemberi, dan Ia Maha Dermawan pada setiap doa-doa hamba-Nya.

Jangan biarkan dirimu stres hanya karena sesuatu yang tidak dapat kamu kendalikan. Jika kamu menemukan sesuatu yang tidak dapat dikendalikan, maka serahkan itu kepada Tuhan.

Mungkin itulah kenapa Allah menciptakan sesuatu secara berpasang-pasangan. Ada yang dapat dikendalikan dan ada yang tidak dapat dikendalikan oleh seorang manusia.

Kenapa demikian? Agar kita menjadi manusia yang berserah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Beruntunglah jika kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang berserah diri.

Kita diciptakan Allah bukan untuk menjauhkan diri dari-Nya. Tapi kita diciptakan Allah agar kita bisa menjadi hamba yang senantiasa berserah diri kepada-Nya. Tawakaltu Alallah!

INSIGHT 3

Manfaat Ilmu Adalah Bagi Pemiliknya Dan Orang Sekitarnya.

Insight ketiga yang saya dapatkan hari ini adalah insight dari membaca kitab Ihya Ulumuddin karya Imam al-Ghazali pada bab pertama, tentang keutamaan belajar dan mengajar.

Disini saya mendapatkan bagaimana kemudian Allah SWT. menegaskan keutamaan, kemuliaan, dan ketinggian derajat ilmu bagi pemiliknya dalam Quran Surah Ali-Imran, ayat 18.

Dalam surah (Al-Mujadilah: 11) lainnya Allah juga menjelaskan bahwa orang-orang berilmu itu ditingkatkan derajatnya sampai beberapa derajat dari orang-orang yang beriman di antara kita.

Ibnu Abbas radhiallahu anhu pernah mengatakan bahwa,

"Para ulama itu memiliki sebanyak tujuh ratus tingkatan di atas derajat orang-orang Mukmin yang bukan ulama.

Dan, jarak antara derajat pertama dengan yang kedua sejauh perjalanan lima ratus tahun."

Di sini kita bisa mengetahui betapa mulianya orang-orang yang berilmu, orang-orang yang memiliki ilmu, orang-orang yang diberi ilmu oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Maka dengan itu, cukuplah menjadi semangat kita mencari ilmu, semangat untuk mempelajari ilmu yang bermanfaat dan bisa berdampak positif, baik bagi diri kita maupun bagi umat.

Bahkan dalam surah Al-Zumar ayat 9, Allah SWT mengajak kita untuk berpikir,

"Tanyakanlah, 'Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?,'"

Dan kalau kita mau berpikir dengan menjawab pertanyaan tersebut, maka kita akan menemukan bahwa sebenarnya tidak ada persamaan antara orang yang berilmu dan yang tidak.

Orang yang berilmu pastilah lebih jauh berada di depan dari orang yang tidak berilmu. Suatu hasil akan jauh lebih baik jika dilakukan oleh orang yang berilmu daripada yang tidak, bukan?

Jika kita ingin mengambil satu contoh dalam hidup kita, maka kita bisa melihat betapa jauh perbedaan antara orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak memiliki ilmu.

Seorang pilot dapat menerbangkan pesawat karena ia memiliki ilmu bagaimana cara menerbangkan pesawat. Dan penumpang membayar pilot untuk bisa menerbangkan dirinya.

Dengan kata lain, orang yang berilmu itu bisa mendatangkan manfaat. Dengan ilmu (Allah) seseorang bisa membantu orang lain dan bisa mendatangkan kemudahan bagi orang lain.

Ilmu mendatangkan manfaat. Tanpa ilmu, seseorang bisa mendatangkan mudharat. Baik itu bagi dirinya, keluarganya, atau bahkan lingkungan dan orang-orang disekitarnya.

Bisa kita bayangkan, tidak, ketika kita menyerahkan suatu permasalahan kepada seseorang yang bukan ahlinya, atau orang yang tidak memiliki ilmu cara menyelesaikannya.

Bagaimana jadinya jika yang menerbangkan pesawat adalah orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang pesawat, cara mengoperasikannya, dan tidak punya pengalaman sedikitpun.

Maka bersiaplah kecelakaan bagi orang tersebut dan bagi para penumpangnya, karena ulah atau akibat yang didatangkan dari seseorang yang tidak memiliki ilmu sama sekali.

Jika kita hendak mendatangkan manfaat dan bisa memberikan dampak bagi orang lain, maka caranya adalah dengan berilmu. Tanpa ilmu, kita tidak pernah tau apa yang harus kita perbuat.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload