Join Telegram

Daily Insight: Arbi'aa', 07 Rabiul Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Perbandingan Seharusnya Memberdayakan Kita.

Hai, Sohib Insight. Selamat datang di blog Jurnal Insight. Ini adalah Daily Insight yang ke-51. Di blog Daily Insight, saya menulis insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya sehari-hari.

Semoga insight yang saya dapatkan dari kegiatan (internet) saya ini, bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membacanya, Aamiin.

INSIGHT 1

Jangan Putus Asa Karena Telah Berbuat Dosa.

Seseorang yang sedang berusaha untuk meninggalkan dosa. Seseorang yang merasa dirinya hina karena selalu membuat dosa yang berulang. Mencari pengampunan, menemui iman.

Dosa, ketika kita lakukan terasa biasa saja, tapi setelah kita melakukannya kita akan merasa malu dengan dosa itu. Dan kita pun berusaha mencari jalan untuk move on dari dosa itu.

Beruntung bagi mereka yang berusaha untuk mencari jalan agar berhenti melakukan dosa daripada orang yang setelah melakukan dosa tidak sedikitpun merasa bersalah.

Masih ada sedikit iman, masih ada sedikit cahaya, masih ada sedikit harapan untuk kita bisa balik ke jalan kebenaran. Itulah yang membuat kita terus berusaha mencari jalan keluar.

Kadang setelah kita berusaha untuk move on, kita merasa seperti orang yang terpanggil untuk melakukan dosa tersebut dan tidak sedikit dari kita lakukan dosa itu kembali.

Semakin kuat kita ingin move on maka akan semakin kuat juga godaannya. Tapi itulah siasat syaithan yang perlu kita hadapi, yang perlu kita musuhi, dan yang harus kita hindari.

Tapi yang perlu kita ketahui bahwa ketika kita ingin move on dari dosa kita tidak sendiri. Kita bersama Allah, karena kita selalu memohon dan meminta perlindungan dari Allah.

Ketika terasa berat sekali godaan tersebut maka bersegeralah untuk meminta dan memohon perlindungan dari Allah. Karena hanya Dia yang Maha memberi pertolongan dan perlindungan.

Tidak ada daya dan upaya kita melainkan atas pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Godaan jangan dihadapi sendiri. Tapi mintalah bantuan kepada Ilahi. Karena sesungguhnya Dia-lah yang Maha melindungi.

Insight Raden Sasak, 07 Rabiul Akhir 1444H.

Tidak ada orang yang lebih baik daripada orang yang menjauhi dosa dan orang-orang yang bertaubat dari dosanya. Itulah dua tingkatkan yang baik adanya untuk kita lakukan.

Ketika kita tidak pernah melakukan dosa maka bersyukurlah bahwa Allah telah menjaga kita, bahwa Allah telah melindungi kita dari dosa-dosa yang besar.

Tetapi ketika kita khilaf berbuat kesalahan, berbuat dosa berbuat maksiat, maka tidak ada yang lebih baik daripada mengakui kesalahannya dan bertobat kepada Allah SWT.

Kenapa harus malu meminta ampun ketika kita tahu bahwa Allah itu Maha Pengampun. Sangat hina jika kita melakukan dosa kemudian kita gengsi untuk memohon ampunan Allah.

Allah selalu membuka pintu taubat selagi nyawa masih ada di raga, selagi mulut masih bisa mengucapkan istighfar, selagi mata masih bisa meneteskan air mata.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."

(QS. Az-Zumar 39: Ayat 53)

Jangan berputus asa atas rahmat Allah hanya karena dosa yang kita perbuat. Tumbuhkan semangat untuk bertaubat.

Insight Raden Sasak, 07 Rabiul Akhir 1444H.

INSIGHT 2

Impian Menjadi Pembicara Yang Autentik.

Authenticity is more than speaking. Authenticity is also about doing. Every decision we make says something about who we are.

~ Simon Sinek.

Seringkali orang yang banyak bicara itu menjadi seseorang yang autentik. Padahal orang yang autentik bukanlah orang yang sering atau banyak berbicara.

Autentik adalah orang yang dapat dipercaya. Sehingga orang yang banyak bicara belum tentu autentik, karena mereka belum tentu dapat dipercaya.

Orang yang banyak bicara itu banyak. Tapi orang yang banyak bicara berdasarkan fakta dan data, itu sedikit. Orang yang banyak membicarakan fakta dan data, belum tentu autentik.

Karena banyak orang yang bicara berdasarkan fakta dan data, namun membosankan. Terlalu banyak data dan fakta yang disajikan, itu bisa membosankan orang yang mendengarkan.

Orang yang autentik adalah orang yang bisa menyajikan data dan fakta melalui sebuah cerita. Dan cerita yang disampaikan haruslah sebuah cerita yang menarik untuk didengarkan.

Orang yang pandai bercerita, dia akan lebih dekat dengan emosi pendengarnya. Dan dengan data serta fakta yang dia bawakan akan mendekatkannya dengan logika pendengarnya.

Sebuah cerita yang menarik itu dapat menghadirkan rasa dan data serta fakta untuk kita gunakan untuk mengikat logika. Data serta fakta mungkin tidak dapat dipisahkan dengan cerita.

Jika kita ingin menjadi seseorang yang dapat dipercaya. Cobalah untuk menyampaikan data dan fakta dengan cerita.

Insight Raden Sasak, 07 Rabiul Akhir 1444H.

Namun ada hal yang lain yang bisa kita lakukan agar kita bisa menjadi orang yang autentik selain dari menyampaikan data dan fakta dengan sebuah cerita.

Kita bisa menambahkannya dengan sebuah canda. Sampaikan data dan fakta dengan sebuah cerita dan bungkus itu dengan sebuah canda, maka kita mungkin bisa menjadi autentik.

Cobalah untuk melakukan hal tersebut. Praktikan dalam kegiatan kita sehari-hari bagaimana cara menyampaikan sebuah data dan fakta dengan sebuah cerita.

Tidak berhenti sampai disitu, cobalah untuk bungkus semua hal tersebut dengan sebuah canda. Canda menjadikan apa yang kita sampaikan sesuatu yang lebih menarik.

Tidak mudah memang untuk melakukan hal tersebut. Apalagi kita belum terbiasa melakukannya. Tapi kita harus mau dan perlu untuk melatihnya jika ingin menjadi autentik.

Karena menjadi autentik juga bergantung pada tindakan yang kita lakukan. Kalau tindakan kita tidak berani mengambil pilihan yang mengharuskan kita berlatih, maka kita tidak akan autentik.

Apa pilihan yang kita ambil akan mendefinisikan kita. Jadi sangat penting untuk kita menentukan pilihan kita hari ini. Dan hari ini saya menentukan pilihan saya dengan hal itu.

Suatu hari, insyaAllah, saya pasti bisa menjadi seseorang yang dapat menyampaikan data dan fakta dengan sebuah cerita yang dibungkus dengan canda. Pembicara yang Autentik.

Doa Raden Sasak, 07 Rabiul Akhir 1444H.

INSIGHT 3

Perbandingan Seharusnya Memberdayakan Kita.

“Jika kamu membandingkan masalahmu atau tantangan dengan orang lain, kamu pasti akan menemukan bahwa ada orang yang masalahnya membuatmu terlihat seperti ketidaknyamanan kecil”.

~ Catherine Pulsifer.

Membandingkan bisa menjadi baik dan bisa menjadi buruk. Menjadi baik ketika kita mendapatkan hal yang positif dari apa yang kita bandingkan.

Menjadi buruk ketika kita mendapatkan hal yang negatif dari apa yang kita bandingkan. Dan kebanyakan orang ketika ia dibandingkan berubah menjadi seseorang yang terpuruk.

Padahal tidak semua perbandingan itu membuat hidup kita menjadi terpuruk. Membandingkan bisa menjadikan diri kita terpuruk apabila perbandingannya tidak tepat.

Misalnya ketika kita mendapatkan rezeki yang cukup. Kita cenderung membandingkan diri kita dengan orang-orang yang mendapatkan rezeki yang dilebihkan.

Maka dari situlah kita akan merasa terpuruk dengan nikmat yang kita dapatkan. Padahal faktanya masih banyak orang yang kehidupannya lebih buruk dibandingkan kita.

Tetapi ketika kita mendapatkan rezeki yang cukup. Kemudian kita membandingkan diri kita dengan orang-orang yang berada di bawah kita, maka kita akan menemukan lebih banyak syukur.

Jadi perbandingan itu haruslah tepat dan harus menemukan objek yang tepat. Tidak tepatnya objek yang kita ambil akan menghasilkan hasil perbandingan yang tidak tepat juga.

Perbandingan yang tepat akan menjadikan kita bersyukur. Sedangkan perbandingan yang tidak tepat akan menjadikan kita kufur.

Insight Raden Sasak, 07 Rabiul Akhir 1444H.

Kebanyakan orang senang sekali membandingkan hidupnya hanya untuk membuat dirinya menderita.

Ternyata ada juga orang yang mau merasakan penderitaan dari buah hasil pikirnya sendiri.

Dapat rezeki yang sedikit, dia bandingkan dirinya dengan orang yang mendapatkan rezeki yang banyak, dia bandingkan dirinya dengan orang yang memiliki harta yang banyak.

Ada orang yang terkenal, dia bandingkan dengan dirinya yang tidak terkenal kemudian dia katakan kepada dirinya,

"Seandainya saya orang yang terkenal, saya pasti bisa berbuat sesuatu yang lebih baik daripada dia."

Ada orang yang bisa belajar di luar negeri, dia bandingkan dirinya dengan orang tersebut. Lalu dia mengasihani dirinya sendiri karena tidak bisa belajar di luar negeri.

Padahal kalau dia mau, dia bisa membandingkan dirinya dengan orang-orang yang bahkan mereka tidak bisa sekolah, tidak bisa belajar karena biaya yang membatasi ilmu mereka.

Membandingkan diri boleh, asalkan kita mendapatkan sesuatu yang baik dari perbandingan yang kita lakukan. Kalau itu hanya membuat kita merasa terpuruk, lebih baik jangan dilakukan.

Perbandingan ada, untuk mengetahui kebenaran dan mendapatkan kebaikan. Carilah perbandingan yang bisa memberdayakan kita bukan memperdayakan kita.

Insight Raden Sasak, 07 Rabiul akhir 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload