Join Telegram

Daily Insight: Arbi'aa', 21 Rabiul Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Menunda Boleh Asal Jangan Menyesal.

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-65. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Kesuksesan Butuh Sebuah Pengalaman.

Desain internet ini saya mendapatkan sebuah video yang sangat menarik di YouTube. Sebenarnya video tersebut adalah potongan dari sebuah film kartun animasi.

Film tersebut mungkin dari kita sudah ada yang pernah menontonnya. Judul filmnya Kung Fu Panda. Ada yang pernah menontonnya, di bioskop mungkin atau di streaming?

Dulu saya pernah menonton film tersebut. Tapi pada saat itu saya tidak menemukan satu insight. Sampai akhirnya saya menemukan sebuah Insight yang menarik.

Saya mendapatkan Inside tersebut dari sin ketika Po pada saat itu sedang menyerah dengan apa yang sedang ia hadapi. Dan itu ia sampaikan kepada gurunya Master Oogway.

Nah, Master Oogway ketika mendengar keluh-kesah si Po, ia memberikan sebuah motivasi kepada Po si Kungfu Panda. Motivasi itu berbunyi seperti ini.

"Quit? DON'T QUIT. You are TOO CONCERNED with WHAT WAS and WHAT WILL BE"

~ Master Oogway.

Dari sini saya mendapatkan insight bahwa Po, si Kung Fu Panda, ingin menyerah karena dia terlalu memikirkan apa yang sudah berlalu dan apa yang akan terjadi.

Dia terlalu memfokuskan pikirannya terhadap hal-hal yang sudah berlalu dalam kehidupannya dan memikirkan hal yang sebenarnya dia tidak tahu apa yang akan terjadi.

Kegelisahannya atas hal tersebut membuatnya ingin berhenti.

Jika kita terlalu mengkhawatirkan apa yang akan terjadi dan terlalu memikirkan apa yang sudah terjadi maka kita akan dipenuhi oleh rasa gelisah dan ketakutan.

Memang apa yang akan datang perlu kita perjuangkan dan perlu kita persiapkan. Tapi yang perlu kita ketahui adalah apa yang kita alami hari ini patut untuk kita syukuri.

Yang berlalu biarlah berlalu jika apa yang telah berlalu tidak bisa membuat kita maju. Jika ada satu kebaikan yang kita dapatkan dari mengingat masa lalu, maka renungkanlah.

Tapi jika mengingat masa lalu akan menghambat kita untuk maju maka berpikir dua kali lah untuk mengingat-ingat masa lalu. Ingat, yang lalu biarlah berlalu jika itu tidak bermakna.

Jangan menyerah dengan apa yang sudah kita usahakan. Teruslah melangkah kedepan untuk menggapai tujuan. Jangan biarkan mimpi kita mati di masa depan.

Apa yang kita pikirkan adalah hal-hal yang seharusnya bisa membuat kita jadi semangat lagi. Jatuh boleh. Yang tidak boleh adalah ketika kita jatuh, tapi kita tidak berusaha untuk bangkit.

Bangkit, lakukan apa yang kita bisa. Berjuang dengan apa yang kita punya. Jangan tangisi apa yang telah pergi. Cukup syukuri agar kita bisa mendapatkan nikmat yang lebih dari Ilahi.

Kegagalan bukan berarti kita tidak sukses. Kegagalan adalah tanda kita telah mau berusaha dan berprogres. Gagal hari ini, tapi yakin hari datang akan sukses. Ciptakanlah progress.

Tidak ada orang yang menginginkan kegagalan. Karena sebenarnya kita butuh sebuah pelajaran. Dan pelajaran bisa kita dapatkan dari sebuah pengalaman.

Kegagalan apa yang telah kita buat akan menjadikan kita lebih kuat. Karena di dalam kegagalan terdapat sebuah pelajaran yang melahirkan tekad dan membuat kita bersemangat.

INSIGHT 2

Menunda Boleh Asal Jangan Menyesal.

Di insight baca buku kali ini. Saya mendapatkan sebuah insight yang menarik tentang penundaan dari buku "Kitab Anti Penundaan" Karya coach Darmawan Aji.

Kalau kemarin saya membaca buku Main full live karya coach Aji sekarang saya membaca buku kitab anti penundaan yang merupakan karya coach Aji juga.

Dan beberapa insight yang saya dapatkan sangat menarik. Bagaimana kemudian sebuah penundaan sangat berbahaya bagi karir dan masa depan kita.

Pada pengantar buku kitab anti penundaan saya mendapatkan kisah coach Aji yang dulu dia pernah menunda dan melakukan penundaan yang konsekuensinya sangat merugikannya.

Dia ceritakan bahwa

"Saat kuliah, saya menunda-nunda pengurusan kesalahan penilaian pada beberapa mata kuliah yang saya ambil dari jurusan lain. Akhirnya kehilangan nilai satu semester."

Mungkin kita dulu pernah malas mengurus perbaikan nilai, atau waktu sekolah mungkin kita dulu pernah tidak remedial padahal itu penting untuk memperbaiki nilai kita.

Maka dari sekarang berhentilah untuk malas memperbaiki nilai atau mengikuti remedial ketika nilai jelek atau menunda-nunda pengurusan perbaikan nilai sekolah kita.

Mungkin kita boleh malas untuk mengikuti perbaikan nilai. Tapi jangan malas untuk belajar agar kita mendapatkan nilai yang bagus dan tidak mengikuti remidi. Intinya, belajar yang rajin.

Kita harus bisa mengendalikan diri agar tidak menunda-nunda kegiatan belajar. Karena dampaknya akan sangat buruk bagi kita, orang tua kita dan masa depan kita.

Kita pasti nggak mau menyesal di akhir ketika kita sadar bahwa dulu kita suka menunda-nunda kegiatan penting dengan cara mengalihkan diri kita kepada kegiatan yang kurang penting.

Salah satu cara mencapai kesuksesan, yaitu memfokuskan diri kita dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat yang dapat memberikan kontribusi terhadap impian yang ingin kita capai.

Ya boleh saja kalau kita mau menunda kegiatan penting kita. Asalkan kita bisa menjamin bahwa kegiatan penting kita bisa diselesaikan dengan tepat waktu.

Boleh saja kita bermalas-malasan dengan segala alasan yang kita berikan. Asalkan kita jangan sampai menyesal ketika mimpi kita tidak tercapai dan meratapi nasib kita yang sudah gagal.

Oleh karena itu, jangan pernah suka menunda-nunda. Pun jika kita tidak bisa lepas dari penundaan. Itu karena kita belum mempelajari ilmu bagaimana cara mengatasi penundaan.

Dan InsyaAllah, nanti di insight berikutnya saya akan berbagi insight tentang bagaimana cara mengatasi penundaan. Apa saja dampaknya dan bagaimana cara kita menghindarinya.

Tapi yang pasti ketika kita melakukan suatu kegiatan yang tidak memberikan kontribusi terhadap apa yang ingin kita capai. Itu patut kita sadari bahwasanya itu adalah penundaan.

Dan ketika kita mengetahui penundaan itu sedang terjadi pada diri kita. Maka segeralah kita mengambil langkah untuk berhenti dari penundaan tersebut. Dengan cara apa?

Dengan cara mengalihkan aktivitas kita kepada aktivitas yang baik dan bisa memberikan kontribusi terhadap apa yang ingin kita capai dan terhadap impian besar kita.

INSIGHT 3

Serahkan Suatu Perkara Pada Ahlinya.

Lanjut bacaan kitab Ihya Ulumuddin Alhamdulillah hari ini sudah sampai ke halaman 4 dan ada beberapa Inside yang saya dapatkan mudah-mudahan bermanfaat bagi saya.

Jika bisa bermanfaat bagi Sohib Insight yang membaca, maka bersyukur, Alhamdulillah. Tapi setidaknya apa yang saya tulis ini bisa bermanfaat bagi saya pribadi terlebih dahulu.

Pertama, yang saya dapat adalah tentang arti kata mufassirin. Mufassirin adalah orang yang menjelaskan dan menerangkan makna daripada yang terkandung dalam Al-Quran.

Yang kedua yaitu tentang makna yang terkandung dalam Al-Quran Surah keempat, An-Nisa: ayat 83

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Dan apabila sampai kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka (langsung) menyiarkannya.

(Padahal) apabila mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya (secara resmi) dari mereka (Rasul dan ulil amri).

Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu, tentulah kamu mengikuti setan kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu)."

(QS. An-Nisa' 4: Ayat 83)

Ayat ini mengajarkan kita bahwa kita harus menyerahkan permasalahan kita kepada para ahlinya.

Jadi ketika kita menemukan sebuah permasalahan yang tidak dapat kita selesaikan atau ada yang hukum tidak dapat kita pastikan. Maka kita serahkan kepada ahlinya.

Suatu pekerjaan akan lebih mudah terselesaikan ketika kita serahkan kepada ahlinya. Sebaliknya, menjadi sulit ketika kita menyerahkan suatu perkara kepada orang yang bukan ahlinya.

Termasuk ketika kita tidak paham dengan suatu ilmu yang sedang kita geluti. Maka, alangkah baiknya ketika kita belajar kentangnya adalah dengan guru yang ahli di bidang tersebut.

Kalau kita belajar sama orang yang salahinginka, maka sudah pasti kita juga akan ikut salah. Karena guru itu ibarat jalan bagi kita untuk mencapai suatu tujuan yang kita tuju.

Tapi kalau kita mendapatkan guru yang tepat, maka kita sudah menemukan sebuah jalan yang tepat, yang sudah pasti akan menuntun kita ke arah tujuan yang ingin kita tuju.

Insight lainnya yang saya dapatkan adalah tentang penjelasan para mufassirin tentang QS. Al-A'raf 7: Ayat 26. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu.

Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat."

(QS. Al-A'raf 7: Ayat 26)

Kalimat "untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu." Yang dimaksud adalah 'keyakinan'. Adapun kata "Tetapi pakaian takwa" maksudnya adalah 'rasa malu'.

Wallahu A'lam Bishawab….


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload