Join Telegram

Daily Insight: Itsnain, 12 Rabiul Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Buatlah Prinsip Yang Menginspirasi.

Daily Insight adalah insight yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya pribadi juga bisa menjadi terapi.

Apa yang saya tulis di Daily Insight adalah sebuah perjalan berharga bagi saya seorang. Sehingga terkadang tulisannya hanya dapat dipahami oleh diri saya sendiri.

Saya tidak menganjurkan kamu untuk membacanya! Tapi kalau kamu tetap mau, ya silahkan.

Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-56. Selamat membaca...

INSIGHT 1

Katakan Cinta Pada Tempat Yang Sebenarnya.

Tujuan dan makna akan menentukan apakah kita menyukai sesuatu atau tidak menyukai sesuatu. Tujuan dan makna yang baik pasti akan kita sukai dan sebaliknya akan kita benci.

Jika tujuan kita mulia, maka apapun yang ada dalam prosesnya pasti akan kita sukai, pasti akan kita cintai. Meski kadang prosesnya sulit untuk kita jalankan.

Tapi apakah artinya sebuah kesulitan kalau kita memiliki cinta terhadap apa yang kita lakukan. Ketika cinta sudah ada dalam setiap proses yang kita lakukan, maka itu akan terasa mudah.

Tentang cinta itu buta adalah sebuah pernyataan yang benar. Cinta menjadikan kita buta terhadap hambatan-hambatan yang menghalangi kita dari mendapatkan sesuatu.

Cinta menjadikan kita buta terhadap kesusahan, penderitaan, kesulitan dan rasa sakit. Itulah mengapa seseorang yang amat cinta terhadap sesuatu akan terus mengejarnya.

Cinta yang sesungguhnya seperti bahan bakar yang tidak pernah habis. Ia akan selalu ada untuk menggerakkan kita. Bahkan ketika kita tidak ingin bergerak sama sekali.

Tapi kita harus pandai dalam meletakkan cinta. Karena jika kita meletakkan cinta di tempat yang salah, maka cinta itu akan menghasilkan sesuatu yang salah juga.

Kita tidak mau meletakkan cinta terhadap kekayaan, ketenaran, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia. Karena itu akan menjadikan kita melekat dengan dunia.

Tapi cobalah letakkan cinta pada tempat yang sebenarnya yang membuat kita bahagia tidak hanya di dunia tapi di akhirat juga.

Cinta itu seperti lem yang merekatkan kita terhadap sesuatu yang kita cintai. Dan sama seperti lem, ketika cinta dilepaskan akan menyisakan bekas dan itu sangat menyakitkan.

Insight Raden Sasak, 12 Rabiul Akhir 1444H.

Bekas dan rasa sakit yang ditinggalkan oleh cinta menjadikan kita rindu untuk kembali kepada sesuatu yang kita cintai. Ketika kita mencintai harta, maka kita akan sangat merindukan harta.

Ketika kita amat mencintai tahta, maka ketika tahta itu lepas dari kita, kita pasti akan merindukannya dan menginginkannya kembali agar tahta itu menjadi milik kita lagi.

Ketika kita amat mencintai wanita, maka ketika wanita itu lepas dari kita, kita pasti tidak akan pernah melupakannya dan akan melakukan segala sesuatu untuk mendapatkannya kembali.

Dan ketika kita amat mencintai ketaatan, maka ketika ketaatan itu lepas dari kita, kita pasti akan merasakan kehilangan dan akan sangat merindukannya untuk ada lagi di dalam diri kita.

Dan sebaik-baiknya cinta adalah cinta kepada ketaatan. Taat kepada segala perintah Allah dan taat untuk menjauhi segala larangan Allah. Dengan kata lain cinta kepada Allah.

Memang seharusnya kita meletakkan cinta kita kepada Allah dan kepada Rasul-Nya. Karena cinta kepada Allah dan kepada Rasul-Nya adalah sebaik-baiknya cinta yang sesungguhnya.

Tidaklah kita akan merasa ketenangan dalam hidup kita kecuali kita telah meletakkan cinta kita kepada Allah dan kepada Rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Cinta kepada Allah dan kepada Rasul-Nya akan menjamin kehidupan kita di dunia dan di akhirat. Kebahagiaan yang sejati hanyalah lahir dari cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya.

Insight Raden Sasak, 12 Rabiul Akhir 1444H.

INSIGHT 2

Tugas Butuh Dikerjakan Agar Kita Tidak Cemas.

"Working on a problem reduces the fear of it. It’s hard to fear a problem when you are making progress on it even if progress is imperfect and slow. Action relieves anxiety."

~ James Clear.

Daripada membiarkan suatu masalah begitu saja tanpa kita perbaiki. Lebih baik kita melakukan satu tindakan untuk mengatasi masalah dan menyelesaikan masalah tersebut.

Mengatasi masalah akan membuat kita lebih tenang. Karena hal itu akan mengurangi rasa ketakutan kita yang berlebihan terhadap masalah yang sedang kita hadapi.

Masalah jika kita biarkan akan semakin besar. Da masalah jika kita biarkan akan semakin mengganggu pikiran kita yang pada akhirnya kita akan hidup dalam kecemasan dan kekhawatiran.

Hidup seperti dihantui oleh masalah yang tidak selesai-selesai. Sehingga ada baiknya untuk menyelesaikan sebuah masalah sebelum kita dihantui oleh masalah tersebut.

Sebenarnya masalah kita tidak mau menyelesaikan masalah karena kita selalu menghindar dari sebuah masalah daripada mendekatinya kemudian mencari solusi atas masalah tersebut.

Terkadang untuk bisa menyelesaikan sebuah masalah kita harus mau berteman dengan masalah itu. Kita berteman untuk mencari apa saja yang perlu kita selesaikan.

Karena seorang teman akan selalu bisa dan mau menceritakan dirinya sendiri. Dan dari situ kita bisa tahu apa saja yang harus kita lakukan kepada teman kita.

Jika kita ingin tahu apa dan bagaimana menyelesaikan sebuah masalah. Maka kita harus berteman dengannya. Hanya dari situ kita bisa tahu apa saja tindakan yang harus kita ambil.

Insight Raden Sasak, 12 Rabiul Akhir 1444H.

Tindakan akan menghilangkan kecemasan kita terhadap sebuah masalah. Karena Kadang sebuah masalah yang membuat kita cemas hanya butuh sedikit tindakan.

Iya, sebuah tindakan meskipun itu sedikit akan menghilangkan kecemasan kita. Karena ketika kita mengambil tindakan, fokus kita tidak lagi pada masalahnya, melainkan pada kegiatannya.

Pernahkah kita merasa cemas karena ada satu pekerjaan yang belum kita selesaikan? Sebenarnya kita cemas bukan karena tugas tersebut belum kita selesaikan.

Melainkan kita cemas karena kita belum melakukan apapun terhadap tugas tersebut. Dengan kata lain kita belum mengambil satu tindakan untuk mengerjakan tugas tersebut.

Padahal ketika tugas tersebut sudah mulai kita kerjakan, kita tidak akan cemas lagi. Karena kita tahu bahwa yang tadinya tugasnya 100% berkurang menjadi sekian persen.

Dan kita tidak akan lagi merasa terbebani oleh tugas tersebut. Karena sebagian dari tugas tersebut sudah kita kerjakan dan kita hanya perlu mengerjakan sisanya lagi.

Cobalah untuk mengerjakan tugas yang membuat kita cemas. Tugas kadang membuat kita cemas bukan karena tugas itu bera. Melainkan karena kita belum mengerjakannya sedikitpun.

Kapanpun kita cemas karena tugas. Cobalah luangkan waktu untuk mengerjakannya meskipun hanya sebentar. Setidaknya, sedikit waktu yang kita luangkan akan menjadikan kita tenang.

Insight Raden Sasak, 12 Rabiul Akhir 1444H.

INSIGHT 3

Buatlah Prinsip Yang Menginspirasi Dan Bisa Diikuti.

“Tetaplah pada prinsip benar menurutmu dan jangan biarkan orang lain mempengaruhinya karena mereka belum tentu benar”.

~ Anonim.

Cobalah untuk mematuhi prinsip yang sudah kamu buat dan cobalah untuk tidak tergoyah oleh omongan orang lain yang bisa menjadikanmu tidak berpegangan lagi pada prinsipmu.

Setiap orang pasti memiliki prinsipnya dalam menjalani hidup. Selama prinsip itu tidak bertentangan dengan norma dan agama, saya rasa itu akan baik-baik saja.

Dan selama prinsip kita tidak bertentangan dengan norma dan agama. Kita tidak perlu memikirkan omongan orang lain yang bisa menjadikan kita lepas dari prinsip yang sudah kita buat.

Tetaplah pada prinsip yang sudah kita buat. Jangan mau terkecoh oleh omongan orang lain. Karena omongan orang lain belum tentu benar dan belum tentu sesuai dengan kita.

Terlebih lagi prinsip yang kita buat karena kita tidak mau goyah dengan apapun yang mempengaruhinya. Jadi sangat penting bagi kita untuk mempertahankan prinsip kita.

Ingat, selama prinsip itu tidak melanggar ataupun menyimpang dari ajaran agama. Maka itu akan baik-baik saja dan tidak ada hal yang menjadikan kita salah dalam menjalankannya.

Yang salah itu ketika kita sudah membuat prinsip yang benar secara norma dan agama namun kita melepaskannya karena omongan orang lain. Padahal mereka pun belum tentu benar.

Prinsip adalah sesuatu yang kita buat dan kita jalankan, agar kita bisa mencapai tujuan yang kita harapkan. Orang yang menyalahi prinsip kita bisa jadi memiliki tujuan yang berbeda.

Insight Raden Sasak, 12 Rabiul Akhir 1444H.

Kita tidak perlu menyalahi prinsip orang lain. Karena mereka membuat prinsip mereka masing-masing untuk mencapai apa yang mereka inginkan bukan apa yang kita inginkan.

Setiap tujuan pasti memiliki jalannya masing-masing. Setiap jalan pasti memiliki aturannya masing-masing. Dan itu semua berbeda dan tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya.

Jadi apa yang kita anggap benar terhadap diri kita belum tentu benar terhadap orang lain. Apa yang kita anggap tepat dengan diri kita belum tentu tepat bagi orang lain.

Jadi jangan berusaha untuk mempengaruhi prinsip orang lain dengan prinsip kita. Karena setiap orang berbeda dan setiap orang yang berbeda memiliki tujuannya masing-masing.

Selama prinsip mereka tidak salah secara norma dan agama maka kita tidak berhak untuk menyalahkan mereka. Berbeda ketika prinsip mereka menyalahi norma dan agama.

Maka kita sebagai saudara sebangsa dan saudara seagama memiliki hak untuk saling mengingatkan kepada suatu kebaikan dan saling mengingatkan kepada suatu kebenaran.

Tapi jika kita tidak memiliki power untuk menegurnya, maka kita menginspirasinya dengan memperlihatkan prinsip yang baik dan benar. Jika pun tidak, setidaknya kita tidak mengikutinya.

Prinsip memang kita buat untuk diri kita sendiri. Tetapi itu juga bisa menginspirasi mereka, karena mereka melihat prinsip kita baik secara norma dan agama dan bermanfaat untuk diikuti.

Insight Raden Sasak, 12 Rabiul Akhir 1444H.

PENUTUP

Alhamdulillah. Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Sampai disini dulu insight yang bisa saya bagikan. Semoga saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan satu kebaikan dari membaca blog insight hari ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari, tanpa insight yang bermanfaat.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload