Join Telegram

Daily Insight: Itsnain, 19 Rabiul Akhir 1444H

Mark

Subhanallah Walhamdulillahi Walailahaillallah Wallahu Akbar. Walahawla Walaquwwata Illabillahil’aliyyil‘adzim.

Bersyukur Karena Semua Ada Balasannya

Daily Insight adalah blog yang saya tulis setiap hari. Tujuannya membiasakan diri menulis (1000 kata) setiap hari. Selain itu, menulis setiap hari bagi saya juga bisa menjadi terapi.

Daily Insight terdiri atas tiga insight, yaitu insight yang saya dapatkan dari kegiatan internet, insight dari membaca sebuah buku dan insight yang saya dapatkan dari membaca kitab.

Apa yang saya tulis disini adalah sebuah catatan yang belum sempurna; bisa dibilang "sampah." Tapi suatu hari, tulisan "sampah" ini akan menjadi sesuatu yang berharga.

Jika kamu ingin membacanya, silahkan. jika tidak, skip aja. Anyway, ini adalah Daily Insight yang ke-63. Selamat membaca!

INSIGHT 1

Peluang Hanyalah Sebuah Permulaan.

Di insight internet pertama ini, saya mendapatkan insight, bahwa kebahagiaan tidak bisa diukur dari berapa banyak harta yang kita miliki. Begitulah yang saya dengar dari Bang Ogut.

Pada kontennya Bang urut menceritakan bahwa kesenangan kreator konten itu pas ada uangnya doang. Tapi lebih dari itu, kebahagiaannya terletak pada kesuksesan muridnya.

Dalam videonya, Bang Ogut memberikan pesan, bahwa bukan seberapa banyak uang yang dimiliki oleh seseorang yang jadi tolak ukur kebahagiaan di tahun 2022 ini.

Tapi dia bilang, seberapa kontribusi seseorang kepada orang lain atau masyarakat yang menjadi kebahagiaan seseorang. Pada intinya, insight yang saya dapatkan dari Bang Ogut ialah,

Kebahagiaan bisa kita dapatkan ketika kita bisa membagikan kebahagiaan yang kita miliki kepada orang lain. Salah satunya, membantu orang dengan ilmu yang kita miliki.

Jadi pelajaran yang saya dapatkan dari insight internet hari ini adalah jangan banyakin harta tapi Banyakin kontribusi kepada warga. Jangan hanya mikirin harta, tapi pikirin juga keluarga.

Insight internet yang saya dapatkan selanjutnya yaitu tentang internet itu sendiri. Insight ini saya dapatkan dari sebuah video di YouTube, nama channelnya GAMAL

Membahas tentang bagaimana sebuah ancaman yang bisa diakibatkan dari jaringan internet. Seperti yang kita ketahui, sekarang segala jenis perabotan dihubungkan ke internet.

Seperti kulkas, misalnya. Memang dengan itu hidup kita bisa lebih mudah … jadi lebih mudah terancam kejahatan cyber.

Pelajaran yang saya dapatkan dari video Bro Gamal adalah sesuatu yang terhubung ke jaringan internet bisa dikendalikan atau di-hack oleh seseorang untuk kepentingan tertentu.

Sebenarnya ada insight yang lebih menarik yang saya dapat untuk saya tulis, tapi itu terlalu berat dan terlalu panjang. Akan lebih baik jika Sohib Insight langsung menonton saja videonya.

Insight berikutnya yang saya dapatkan dari internet masih berupa video dari YouTube yang membahas tentang Isaac Newton. Untuk video fullnya Sohib Insight bisa tonton disini

Video tersebut membongkar rahasia kecerdasan Isaac Newton. Bagaimana dia bisa menemukan sebuah Teori adalah sebuah kerja keras yang tidak sebentar.

Bahkan kisah dia yang menemukan teori gravitasi dari jatuhnya buah apel. Itu membutuhkan waktu 20 tahun untuk bisa menjadi sebuah teori yang kita kenal sebagai teori gravitasi.

Jatuhnya buah apel itu hanyalah permulaan saja. Faktanya untuk bisa mendapatkan ilmu dari peristiwa jatuhnya buah apel tersebut dibutuhkan proses yang cukup panjang.

"If I am anything, which I highly doubt, I have made myself so by hard work."

Sir Isaac Newton.

Pelajaran berharga yang saya dapatkan dari video tersebut adalah,

Apa yang kita sebut sebagai peluang merupakan sebuah permulaan. Selebihnya kita harus mendedikasikan waktu luang. Tanpa itu kita tidak akan pernah meraih kesuksesan.

Hasil akan mengalir deras bersamaan dengan kerja keras dan cara cerdas kita menyelesaikan sebuah masalah. Kalau belum berhasil, bisa jadi kita belum cerdas dalam bekerja keras.

INSIGHT 2

Kebahagiaan Berpijak Pada Pikiran Yang Bijak.

Seperti yang terdapat dalam Mindfull Life karya Coach Aji. Ada satu kalimat yang sangat bagus dan ini bisa kita terapkan dalam hidup kita agar kita bisa bahagia. Kalimat itu berbunyi,

"Sumber stres berawal dari mengendalikan hal-hal yang di luar kendali. Semakin banyak kita memikirkan hal-hal tersebut, semakin besar pula potensi stres kita.

Coba renungkan selama ini hal-hal yang kita pikirkan lebih banyak yang mana?"

Apakah kita lebih banyak memikirkan hal-hal yang di luar kendali kita? Apakah kita selalu berusaha untuk mengendalikan hal-hal yang dikeluarkan dari kita?

Apakah kita selalu menginginkan sesuatu yang terjadi, itu harus sesuai dengan keinginan kita? Apakah kita tidak sadar bahwa apa yang kita inginkan belum tentu baik untuk kita?

Kebanyakan dari kita, tidak semua memang, tapi sebagian besar, kita selalu memikirkan dan beranggapan bahwa kita bisa mengendalikan hal-hal yang berada di luar kendalinya.

Kita selalu berpikir dan berusaha untuk bisa mengendalikan arah angin, agar kita bisa bergerak ke tujuan kita. Ini adalah cara atau pola pikir yang sangat salah.

Tidak Harus berpikir dan berusaha mengendalikan arah angin untuk bisa bergerak ke arah tujuan kita. Tapi kita bisa mengatur layar dan mengarahkan perahu kita ke tujuan kita.

Cobalah untuk selalu memikirkan dan mencari sesuatu yang berada di dalam kendali kita. Jangan selalu memikirkan dan mencari hal-hal yang berada di luar kendali kita.

Sesuatu itu ada dalam diri kita, sesuatu itu dekat dengan diri kita. Apa sesuatu itu? Sesuatu itu adalah pikiran, perasaan, sikap dan tindakan. Itu ada di dalam dan dekat dengan kita.

Ketika kita menghadapi sesuatu yang mungkin itu tidak sesuai dengan harapan kita maka cobalah untuk berpikir positif dulu. Karena itulah tahapan pertama yang perlu kita lakukan.

Jangan langsung bersikap tidak baik terhadap suatu kejadian yang sedang kita hadapi. Seperti mengumpat dan mencaci atau menghina kejadian tersebut.

Cobalah untuk melahirkan sikap yang baik dari dengan cara menghadirkan pikiran yang baik, pikiran yang positif. Karena pikirkan sangat mempengaruhi perasaan kita.

Ketika kita memikirkan hal-hal yang negatif, memikirkan hal-hal yang tidak baik dan tidak seharusnya untuk kita pikirkan. Maka perasaan kita pun yang muncul adalah perasaan yang negatif.

Apa dampaknya jika perasaan kita tidak baik? Apa dampaknya jika kita tidak bisa merasakan hal-hal yang baik, hal-hal yang positif? Kita tidak akan pernah menemukan kebahagiaan.

Kita sepakat bahwa kebahagiaan itu adalah hal yang baik. Kita sepakat bahwa kebahagiaan itu adalah hal yang positif. Kita sepakat bahwa kebahagiaan itu adalah hal yang bijak.

Maka ketika itu baik, positif nan bijak, cara mendapatkannya juga harus baik, positif dan bijak.

Kita tidak akan pernah merasa bahagia jika kita memikirkan hal yang tidak baik. Kita tidak akan pernah merasa bahagia jika kita memikirkan hal yang tidak positif.

Terlebih lagi jika kita tidak bijak dalam berpikir. Maka kita tidak akan pernah merasakan kebahagiaan. Karena kebahagiaan tidak akan berpijak dan berpihak pada pikiran yang tidak bijak.

INSIGHT 3

Bersyukur Karena Semua Ada Balasannya.

Siapa yang paling kita takuti di dalam hidup kita dan kepada siapa kita harus takut yang sebenarnya. Yang seharusnya kita menaruh rasa takut kepada-Nya adalah Allah SWT.

Memang kita takut karena azab Allah yang sangat amat pedih. Tapi lebih dari itu, Kita takut kepada Allah karena kita takut Allah tidak lagi sayang kepada kita.

Kita takut kepada Allah karena kita tidak mau mengecewakan Allah sebagai hamba yang beriman. Kita takut karena cinta kita amat sangat besar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Tapi ada fakta yang menarik tentang seorang hamba yang takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dan dia adalah orang yang sebenarnya takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Siapakah yang sesungguhnya takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala? Dalam kitab Ihya Ulumuddin ada sebuah ayat yang tertulis di sana yaitu surah ke-35, Fathir ayat ke 28.

Pada ayat tersebut Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun."

(QS. Fatir 35: Ayat 28)

Dalam footnote yang ditulis oleh penerjemah Kitab Ihya Ulumuddin dituliskan, bahwa "Yang dimaksud dengan ulama dalam ayat tersebut ialah orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala."

Kalau mengacu pada footnote yang ditulis oleh penerjemah dapat kita simpulkan, bahwa orang-orang yang takut kepada Allah adalah orang-orang yang mengetahui kebesaran Allah.

Ketika kita mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Maka itu cukup bagi kita untuk merasa takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Dalam surah Al-Fatihah yang sering kita lantunkan dalam shalat kita terdapat sebuah ayat yang menjelaskan tentang kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ 

"Pemilik hari pembalasan."

(QS. Al-Fatihah 1: Ayat 4)

Allah adalah Pemilik hari pembalasan. Maka, apakah kita tidak memiliki rasa takut kepada Allah ketika kita melakukan sesuatu perkara yang dilarang dalam Aqidah, Syariat dan Akhlak.

Karena sesungguhnya apa yang kita lakukan semuanya pasti akan mendapatkan balasannya. Kecil perkara yang kita lakukan akan tetap mendapatkan balasannya yang setimpal.

Ini juga yang seharusnya membuat kita bersyukur. Karena apapun kebaikan yang kita lakukan pasti akan mendapatkan balasan yang sesuai dengan apa yang kita berikan.

Bahkan suatu kebaikan akan dibalas lebih dari apa yang kita kerjakan. Seperti bersedekah, misalnya, memiliki tingkatan pahala yang akan kita dapatkan ketika kita bersedekah.

Kebaikan yang kita lakukan pasti akan mendapatkan balasan. Tidakkah kita mendapatkan balasan di dunia, maka Allah sudah siapkan balasan untuk kita di akhirat kelak.

Berbuat baiklah meski hidup kita kadang sedang tidak baik.


Terimakasih Sudah Membaca.

Jangan lupa bershalawat kepada baginda Rasulullah ﷺ agar apa yang kita baca bisa mendapatkan keberkahan. Semoga kelak saya dan Sohib Insight bisa mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ Shallu ‘Alan Nabi Muhammad!

Selalu temukan insight di setiap kegiatan yang kita lakukan. Dan selalu temukan insight di setiap peristiwa yang kita dapatkan. Karena tiada hari tanpa insight yang bermanfaat.

Salam Raden Sasak.

Jurnal Insight | Temukan Insight Setiap Saat.

About the Author

Life Design Certified Trainer | Top Coach Merry Riana Coach Development Program | Tim Motiva: Lembaga Pelatihan Produktivitas & Pengembangan Diri.

Follow Raden Sasak.

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika ingin berdiskusi, memberikan masukan atau menanyakan sesuatu. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau informasi sensitif pada saat berkomentar. Terimakasih 😉
What do you want to do? Choose your menu!
Reload